Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
pasangan fenomenal


Laura dan Romi sangat terkejut dengan kedatangan wanita itu.


"Tante...bagaimana bisa tante tahu alamat rumah ini?" tanya Laura penasaran, Siska tersenyum dan beranjak menghampiri mereka.


"Apa sih yang tidak bisa tante ketahui, kamu sudah mengenal betul siapa tante bukan?" jawab Siska dengan senyum sinisnya.


"ah...ya satu hal, Romi ...kenapa kamu bisa bersama Laura? bukankah sekarang kamu seharusnya berada di Jerman?" tanya Siska


"iya bu, saya pulang ke Indonesia lebih awal, karena bang Excel akan segera menikah, kebetulan tadi bertemu dengan Laura" jawab Romi menjelaskan.


"oh...jadi kakakmu akan menikah, hm...ini pasti akan sangat menyenangkan, masih ada juga wanita yang mau menikah dengan pria brengsek seperti dia, hanya wanita bodoh yang mau menikah dengan Excel" umpat Siska kesal mengingat dia pernah dicampakkan Excel begitu saja.


"Apa maksud bu Siska?" tanya Romi yang sangat penasaran.


"Kakakmu itu tidak lebih dari seorang pecundang" ucap Siska sinis sembari menatap Romi penuh kesal.


"Tante, aku mohon sama tante, sebaiknya tante pergi dari sini, sebelum...sebelum pak Vano tahu tante disini!" seru Laura mengingatkan Siska.


"Oh...jadi kamu sekarang lebih memilih berpihak pada Vano? tante sangat kecewa sekali sama kamu Laura, tante ke sini berharap tante bisa melihat keadaan keponakan tante, tapi ternyata kau sudah membuat tante tidak akan percaya lagi kepadamu" seru Siska kesal.


"Maafkan aku tante, Laura sangat menyesal...pak Vano sudah baik banget sama aku, tanpa pak Vano mungkin tante tidak akan bisa melihatku lagi, aku berhutang budi kepada beliau" ucap Laura sedih.


Siska tidak menghiraukan ucapan Laura, ia hanya memalingkan wajahnya saat Laura menyebut nama Vano.


Romi hanya terdiam, ia benar-benar tidak mengerti dengan percakapan mereka berdua.


Tampak dari dalam bik Sri yang juga merupakan anak buah Vano, mengintip kehadiran Siska, lantas ia segera menghubungi Vano.


******


Diwaktu yang bersamaan


Di acara pesta...


Vano beserta keluarga sangat bahagia di hari itu, terlihat Dewa yang tampak memeluk sahabatnya, Hendra yang tengah berbahagia.


"selamat kawan, aku ikut senang melihatmu bahagia, akhirnya kamu bisa kembali bersatu dengan istrimu, keluarga kalian akhirnya sudah lengkap" seru Dewa sembari memeluk Hendra dan menepuk bahunya.


"terimakasih sob, semua ini berkat putrimu, dia benar-benar menantu yang hebat, aku tidak menyangka perjodohan ini membawa keberkahahan dan kebahagiaan pada keluarga kita, apalagi sebentar lagi cucu kita akan segera hadir, pasti akan semakin seru" ucap Hendra bahagia.


Vano dan Shesa tampak bahagia melihat semuanya bahagia, Vano memegang tangan sang istri dan menciumnya penuh mesra, Shesa melihat ekspresi sang suami yang tampak menitikkan air matanya.


"hei...kenapa menangis sayang, apa yang membuatmu sedih, kau lihat semuanya sedang bahagia, harusnya kau tersenyum, bukan malah menangis" ucap Shesa sembari mengusap air mata suaminya.


"Aku tidak bersedih ...aku menangis karena aku bahagia, memiliki istri sepertimu, kamu bukan hanya sekedar istri, tapi kamu adalah separuh jiwaku, penyemangat hidupku, semua cinta yang kumiliki adalah milikmu, apapun yang aku punya adalah untukmu, bahkan jika di ijinkan nyawa ini akan aku pertaruhkan untukmu, telah berkali-kali aku jatuh cinta kepadamu, aku sangat mencintaimu baby...I Love You so much" ucap mesra Vano sembari memeluk sang istri penuh kehangatan.


Semua yang hadir tampak bahagia melihat Vano dan Shesa, semua mata tertuju pada pasangan fenomenal ini.


Tepuk tangan para hadirin menggema di ruangan itu.


"ya ampun, pak Vano so sweet banget ya"


"sungguh pasangan yang romantis"


"bahagia banget jadi istrinya"


"mudah-mudahan cinta mereka abadi selamanya"


"benar-benar bikin ngiri"


setiap tamu undangan membicarakan keromantisan mereka berdua.


Hingga akhirnya mereka berdua dikejutkan oleh kedatangan sepasang kekasih dan seorang anak kecil, mereka berjalan menghampiri Vano dan Shesa.


Tampak Vano dan Shesa menyambut kedatangan Excel dan Vera.


"kak Vera" seru Shesa menyambut Vera dan memeluknya.


"selamat ya adikku, mudah-mudahan kehamilanmu selalu sehat dan lancar sampai lahiran nanti" doa Vera kepada adik kesayangan nya.


"terimakasih kakak" balas Shesa tersenyum.


Shesa melihat keponakannya yang lucu Frisca.


"hai Frisca sayang, kamu kok tambah gemesin aja sih, cium tante dong" seru Shesa sembari berjongkok dihadapan Frisca.


"Tante mau punya adek ya!" seru Frisca polos


"hm...iya, nanti Frisca bakal ada temannya bermain, Frisca senang?" ucap Shesa tersenyum.


"horeee...Frisca punya adek..." sorak Frisca yang begitu senang.


Sedangkan Excel memeluk Vano dan mengucapkan selamat kepada calon adik iparnya itu


"selamat bro, akhirnya sebentar lagi kau akan dipanggil papa" seru Excel kepada Vano.


"terimakasih bro, terimakasih kau sudah mau menyempatkan datang ke acara kami" ucap Vano tersenyum.


"Tentu saja kami akan datang, ini adalah momen yang bahagia, dan tentunya ini juga momen yang tepat untuk memberitahukan kepada kalian tentang pernikahan kami berdua" ucap Excel senang.


"Selamat untuk kalian berdua, semoga ini menjadi perjalanan cinta terakhirmu" seru Vano


"Terimakasih bro, aku ingin sepertimu, hidup bahagia dengan orang yang kita cintai, aku iri melihat kebahagiaan kalian berdua, maka dari itu kami akan segera menghalalkan hubungan kami" ucap Excel sembari merangkul Vera.


"Kamu benar, yang halal itu lebih nikmat" bisik Vano kepada Excel, dan keduanya saling tertawa.


Tiba-tiba terdengar ponsel Vano berdering, ia lantas melihat layar ponselnya, tampak Vano mengerutkan dahinya saat menatap layar ponselnya.


Dengan segera Vano mengangkat telepon dari anak buahnya.


"Ada apa?"


"Ada Siska datang ke rumah Laura tuan muda, apa yang harus saya lakukan?" seru bik Sri lewat telepon


"Kamu awasi dia, jika dia macam-macam kepada Laura, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan...mengerti" ucap Vano serius.


"Mengerti pak" jawab bik Sri faham


Vano sudah menyiapkan anak buah yang mampu melindungi Laura dari Siska, Vano juga melengkapi mereka dengan senjata, jika saja ada orang yang berbuat jahat kepada Laura.


Tampaknya Excel melihat Vano yang tampak gelisah, lantas Excel mendekati Vano.


"Ada apa bro, kelihatannya ada sesuatu yang serius?" tanya Excel penasaran.


"Siska" jawab Vano


"Mau apalagi perempuan ja*ang itu, tidak kapok-kapoknya dia mengganggu" seru Excel kesal.


"Dia sudah berani datang menemui Laura, aku khawatir dia akan mencelakai keponakannya, tapi tak apa, ada anak buahku disana, Siska akan selalu dalam pantauanku" ucap Vano


"sudah...tidak perlu khawatir, Siska tidak akan berani macam-macam lagi, dia sudah tidak punya kekuatan lagi, tante Veronica sudah ditangkap" ucap Vano.


"benarkah?" seru Excel terkejut.


Lantas Vano menceritakan semua kejadian yang menimpa mamanya selama ini, dan semua itu tak lepas dari rencana Veronica yang ingin melihat keluarga Vano hancur, bukan hanya dipenjara, sekarang Veronica tengah terbaring sakit tak berdaya.


"Syukurlah bro, akhirnya kamu bisa menemukan lagi mamamu, aku ikut bahagia" ucap Excel ikut senang


"terimakasih kawan...oh iya, kapan rencana pernikahan kalian akan dilaksanakan?" tanya Vano


"Kalau tidak ada halangan dua minggu lagi, kami akan menikah" seru Excel


******


sementara di rumah Laura


"oke...tante akan pergi, tapi ingat Laura, jangan pernah kamu menghubungi tante lagi, dan masalah ibumu yang sakit, tante tidak akan membantu pengobatan ibumu lagi, karena kamu sudah tidak mau bekerja sama lagi dengan tante" ucap Siska ketus.


Lantas ia segera beranjak pergi, namun sebelum pergi Siska sempat berbicara pada Romi yang tampak terpaku memperhatikan mereka berdua.


"Romi...sebaiknya kamu kembali ke Jerman, karena pernikahan kakakmu tidak akan pernah terjadi...pegang kata-kataku" seru Siska dengan tatapan sinisnya


Romi hanya mengerutkan dahinya, ia benar-benar tidak mengerti maksud guru bahasa Inggrisnya itu.


BERSAMBUNG


💖💖💖💖💖💖


...Hai jangan lupa dukungannya ya...vote kalian author tunggu😊😊...