Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
Shesa menghilang


"Monic, Nabila, bangun" seru Mita sembari menggoyang-goyangkaan badan kedua temannya yang masih terlelap itu, Monic mulai menggeliatkan tubuhnya, ia melihat Mita yang sedang membangunkannya tidur.


"ada apa sih Mita? aku masih ngantuk nih" seru Monic yang matanya masih terpejam karena kantuk yang sangat berat, begitu juga dengan Nabila yang mengucek-ucek matanya sembari melihat kearah jam dinding.


"jam berapa sih ini, ya...ampun masih jam 3 pagi, hooaammm ngantuk Mita" sahut Nabila yang masih menguap.


"kalian berdua dengerin aku, Shesa ilang" seru Mita pada keduanya, sehingga membuat Monic dan Nabila terpaksa membulatkan matanya.


"hah... Shesa ilang? ilang gimana maksudmu!" seru Monic yang mulai khawatir tentang keadaan Shesa.


"ya... ilang, dia nggak ada dikamar ini!" ucap Mita gugup.


"ah... mungkin Shesa dikamar mandi kali" sahut Nabila.


"aku sudah cari dia kemana-mana, tapi tetep aja nggak ada" imbuh Mita dengan wajah cemasnya.


"kita cari yuk" tukas Monic.


mereka bertiga mencari keberadaan Shesa, dari sudut ruangan hingga balkon depan kamar hotel, mereka tidak menemukan Shesa berada di dalam kamar.


"Shesa nggak ada kan?" seru Mita gemetaran, kemudian Monic mengecek pintu utama kamar itu, ternyata pintunya tidak dikunci, dalam fikirnya, Shesa pasti sedang bersama Vano, akhirnya Monic mencari cara untuk meyakinkan Mita dan Nabila.


"em... mungkin saja Shesa sedang keluar guys" tukas Monic meyakinkan.


"keluar? di jam segini? untuk apa Shesa keluar dari kamar di jam 3 pagi Monic?" tandas Mita yang masih sangat khawatir.


"ya...kali aja dia lagi cari makanan, tahu sendiri Shesa tuh doyan makan" imbuh Monic.


"iya benar juga kata Monic, mungkin Shesa lagi cari makan, ah biarin ajalah, nanti dia juga balik lagi" seru Nabila mengiyakan perkataan Monic


"yuk kita tidur lagi, masih ngantuk banget" sambung Nabila sembari memasukkan badannya kedalam selimut, diikuti oleh Monic yang sudah pasti tahu keberadaan Shesa dimana.


"Shesa, pak Vano... kalian berdua memang nggak bisa berpisah sedikitpun" gumam Monic sembari tersenyum kecil, Mita yang masih khawatir tak bisa memejamkan matanya, ia takut terjadi sesuatu pada Shesa, akhirnya ia memutuskan untuk mencari Shesa di luar kamar hotel, ia mulai beranjak turun dari ranjang, dan berjalan keluar dari kamar VIP yang mereka tempati.


Mita menyusuri setiap ruangan demi ruangan yang ada didalam kamar hotel, bahkan ia mencari Shesa sampai diluar hotel, namun ia tak jua menemukannya.


******


dalam kamar Vano


Shesa perlahan mulai membuka matanya sedikit demi sedikit, ia melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul 3 pagi lebih sepuluh menit, dia terperanjak dan langsung mengambil bajunya yang berjatuhan di atas lantai, Vano yang menyadari Shesa telah terbangun, langsung menegakkan tubuhnya duduk di ranjang mewah itu, sembari melihat Shesa yang sedang memakai bajunya.


"sayang, kamu mau kemana?" tanya Vano dengan suara seraknya.


"aku harus balik ke kamar sebelum mereka bangun" seru Shesa dengan sedikit terburu-buru, setelah ia memakai bajunya, Shesa segera mencium pipi Vano dan beranjak pergi dari kamar panas itu.


"aku pergi dulu sayang, bye" ucap Shesa mesra, dan Vanopun tak bisa menolak istrinya, karena ia menyadari situasinya tidak memungkinkan untuk menahan Shesa lama-lama berada bersamanya, namun Vano sudah cukup puas bermain bersama istrinya, lantas ia melanjutkan tidurnya kembali.


Shesa membuka pintu kamar dengan mengendap-endap, ia takut kalau teman-temannya terbangun karena kedatangannya, setelah sampai di tepi ranjang, Shesa mulai beranjak naik ke kasur bersama teman-temannya, dan ia pura-pura sedang tidur.


setelah cukup puas Mita mencari keberadaan Shesa, akhirnya ia memutuskan untuk masuk ke dalam kamar.


"Shesa kemana sih" gumam nya dalam hati.


Mita mulai membuka pintu kamar, setelah beberapa langkah, ia sangat terkejut saat melihat Shesa sedang tidur disamping Monic, Mita mencoba meyakinkan dirinya bahwa itu memang Shesa, ia mengucek-ucek matanya, namun memang benar itu adalah Shesa.


lantas ia membangunkan Shesa dengan menarik selimut yang menutupi tubuhnya.


"Shesa... bangun" seru Mita, dan Shesapun terbangun karena Mita memanggilnya.


"ada apa Mita?" tanya Shesa


"kamu dari mana tadi?" Mita menanyakan balik tentang kemana Shesa pergi.


"tadi aku bangun Jam 3, tapi kok kamu nggak ada di kamar, kamu kemana?" seru Mita sangat penasaran.


"oh...aku tadi ke bawah, nyari makanan, aku laper banget soalnya" Shesa mulai beralibi.


"nyari makanan, tapi kok aku nggak lihat kamu, padahal tadi aku kebawah, aku periksa setiap ruangan dalam hotel, tapi kamunya nggak ada" jelas Mita.


"oh...ya mungkin kamu nggak tahu kalau aku sudah ada diatas, hotel ini kan luas, ya mungkin kita berlawanan arah tadi" ucap Shesa sembari mengernyitkan dahinya.


Mita mulai percaya dengan omongan Shesa.


"ohhh...iya juga ya, terus kamu beli makanan apa tadi?" tanya Mita sekali lagi.


"oh ...aku cuma beli roti, dan sudah aku makan disana" ucap Shesa .


"yahh ...aku nggak dibeliin sekalian, aku juga lapar Sha" sahut Mita sembari memegang perutnya.


"kamu mau, gimana kalo kita ke bawah dan makan disana?" ajak Shesa sembari merayu Mita agar ia percaya dengan ucapannya, akhirnya Shesa dan Mita pergi ke tempat kios yang menjual makanan pada jam jam dini hari.


tak terasa sudah satu jam Shesa dan Mita makan bersama, sehingga mereka memutuskan untuk kembali ke kamar hotel untuk mandi.


"oh ya Mita, hari ini aku bakal balik ke Surabaya" seru Shesa pada Mita


"wah... sayang banget kamu balik Sha, kita nggak bisa menghabiskan liburan bareng lagi dong" tandas Mita sedikit kecewa.


"kata siapa, kita masih punya banyak kesempatan kok" ucap Shesa menghibur, dan mereka berdua sudah sampai di kamar hotel.


"Shesa ...Mita, kalian berdua dari mana saja?" seru Nabila penasaran.


"kami habis makan" sahut Mita


"ya... makan nggak ngajak-ngajak" protes Nabila.


"udah ah... aku mau mandi dulu" seru Mita yang disusul oleh Nabila.


"tunggu Mita, aku ikut"


kemudian Monic menghampiri Shesa yang sedang duduk di sofa sembari merebahkan tubuhnya yang lelah.


"Shesa! kamu kenapa?" tanya Monic yang melihat Shesa nampak kelelahan.


"capek banget" jawabnya singkat.


"emm... capek gara-gara pak Vano ya" goda Monic, sehingga membuat Shesa tersipu malu.


"emangnya semalam kalian berdua ada dimana?" tanya Monic


"di kamar sebelah" jawab Shesa enteng.


"ya ... ampun, jadi semalam kalian bertempur dikamar sebelah" goda Monic dengan senyum tipis nya.


"bertempur, apaan sih Monic, ngaco kamu" jawab Shesa dengan malu-malu kucing.


"tahu nggak sih, tadi Mita nyariin kamu loh" seru Monic.


"masa sih" jawab Shesa tersenyum.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥