Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
Villa Bougenville


Exel bertanya-tanya pada dirinya sendiri, Frisca anak siapa?, setahu dia Vera sudah menggugurkan kandungannya, apa mungkin Vera menyembunyikan kebenaran tentang kehamilannya, ataukah itu anak orang lain.


Exel membawa Frisca ke suatu tempat, ia menyembunyikan Frisca disalah satu rumah miliknya.


"om...ini rumah siapa?" tanya Frisca polos.


"ini rumah om sayang, Frisca nanti bobok disini saja ya" Exel mencoba merayu Frisca, namun Frisca masih takut dengan lingkungan baru, ia menangis merengek minta bertemu dengan mama nya.


"mama...mama...huhuhhuhu"


"Frisca mau ketemu mama?" tanya Exel, dan Frisca pun mengangguk senang.


"iya...nanti om akan menyuruh mama datang jemput Frisca" Exel terus berusaha membujuk anak yang belum mengerti apa-apa itu.


"janji ya om..." tanya Frisca senang.


"iya tentu saja" Exel memeluk gadis kecil itu dengan lembut, dan Frisca pun memeluknya dengan erat, entah kenapa Exel merasa seolah-olah ia dekat sekali dengan Frisca.


"kenapa anak ini membuatku sangat tenang ya, dia seperti dekat sekali denganku" Exel mencium puncak kepala Frisca dengan lembut.


*******


Vera sudah tiba di apartemen nya tepat pukul 7 malam, ia mendapati suasana sepi, biasanya Frisca selalu menyambut kedatangannya, tapi entah kenapa hari ini tak terlihat putri semata wayangnya itu nampak menghampirinya, lantas Vera memanggil-manggil putrinya.


namun tiba-tiba, bik Unah datang dengan terburu-buru, ia menghampiri Vera yg sedari tadi mencari keberadaan Frisca.


"Frisca dimana bik, dari tadi aku belum melihatnya?" tanya Vera serius.


"maaf Bu Vera, anu....neng Frisca dibawa sama pak Exel" seru bik Unah dengan gugup.


"apa? dibawa sama Exel? kenapa bik Unah biarin dia pergi bersama Exel?" Vera mulai panik


"maaf Bu...neng Frisca sendiri yang minta ikut pak Exel, saya sudah bilangin pak Exel supaya tidak membawa neng Frisca" seru bik Unah ketakutan, Vera lemas mendengar bik Unah mengatakan itu, tiba-tiba ponsel Vera berdering, lantas ia segera melihat siapa yang menelepon nya.


"Exel?" Vera langsung membuka ponselnya cepat.


"halo...dimana Frisca, cepat katakan?" Vera benar-benar khawatir tentang keadaan Frisca.


"halo ...sayang, kamu sudah pulang rupanya, jangan khawatir tentang Frisca, dia baik-baik saja bersamaku" seru Exel dengan tawa senangnya.


"katakan dimana Frisca?" Vera terus mendesak agar Exel mengatakan nya.


"baiklah...kalau kau ingin putrimu selamat, datanglah kemari, datanglah ke Villa dimana dulu kita pernah memadu kasih bersama" ucap Exel yang mengingatkan akan Villa yang pernah mereka gunakan saat berpacaran dulu.


Vera terdiam, dia tidak menyangka Exel akan membawa gadis kecilnya ke tempat dia melepas keperawanan nya itu.


"Vera ...kau dengar aku" Exel bertanya pada Vera yang masih terdiam.


" iya ...aku dengar, baiklah aku segera datang, tapi ingat jangan sentuh putriku" Vera langsung menutup ponselnya dan segera bergegas menuju Villa Bougenville milik Exel, karena terburu-buru Vera sampai lupa membawa ponselnya.


"nyonya mau kemana?" tanya bik Unah penasaran.


"aku mau menjemput Frisca, Exel sudah membawanya ke Villa Bougenville, aku akan kesana" jawab Vera cepat, Vera segera turun dari apartemen nya dan memesan taksi dengan segera.


melihat itu bik Unah merasa sangat kasihan pada Vera, bik Unah adalah orang yang merawat Vera dari hamil hingga ia melahirkan seorang anak cantik yang bernama Frisca.


Vera sangat mencemaskan keadaan Frisca, ia takut Exel berbuat jahat kepadanya, karena Exel belum mengetahui kalau Frisca adalah anak kandungnya.


*******


Shesa mencoba menghubungi Vera dengan ponselnya, ia ingin mengetahui keadaan kakaknya sekarang.


dan ponsel Verapun berdering, bik Unah yang terkejut lalu mengambil ponsel milik Vera yang tertinggal dimeja, dengan memberanikan diri bik Unah mengangkat telepon itu.


"halo...kak Vera?" Shesa terkejut kenapa suaranya berbeda dengan kakaknya.


"halo ...maaf Bu Vera lagi keluar, saya bik Unah, ada pesan? nanti saya sampaikan jika Bu Vera sudah membawa Frisca pulang" seru bik Unah, lantas Shesa sangat terkejut siapa Frisca, setahunya Vera hanya tinggal sendirian.


"maaf bik, kak Vera kemana ya?" tanya Shesa penasaran.


"ini siapa ya?" bik Unah menanyakan balik siapa Shesa.


"saya Shesa, adik kak Vera" jawab Shesa, lantas bik Unah seperti mendapat angin segar, mengetahui keberadaan keluarga majikannya.


"Alhamdulillah... setelah sekian lama akhirnya Bu Vera bisa bertemu keluarga nya" ucap bik Unah bersyukur, dan Shesa mendengarkan bik Unah dengan seksama.


"non...Bu Vera butuh pertolongan segera" seru bik Unah menjelaskan.


"pertolongan? memangnya apa yang terjadi pada kak Vera bik?" tanya Shesa penasaran.


"anu...begini non, teman Bu Vera, itu yang namanya Exel telah membawa non Frisca, sekarang Bu Vera tengah dalam perjalanan menjemput neng Frisca" jelas bik Unah pada Shesa.


"menjemput Frisca? Frisca itu siapa? dan apa hubungannya dengan Exel?" Shesa semakin bingung.


"Neng Frisca anak Bu Vera non" ucap bik Unah dengan jelas.


seperti terkena hujan es, Shesa diam membeku saat tahu Vera sudah mempunyai anak, apa yang dikatakan Vano memang benar, Vera tidak pernah menggugurkan kandungannya.


perlahan ia menjatuhkan ponselnya, ia benar-benar tak menyangka kakaknya pasti sangat menderita ketika membawa sebuah beban yang sangat berat, membesarkan seorang anak sendirian, tanpa suami dan orang tua, tak terasa airmatanya pun jatuh membasahi pipi mulusnya.


kemudian Vano datang dan menghampiri istrinya, betapa ia sangat terkejut, melihat Shesa sedang menangis tanpa sebab, dilihatnya ponsel yang terjatuh dilantai, Vano melihat baru saja ia menghubungi Vera, kakaknya sendiri.


Vano memeluk Shesa dengan erat, sesekali ia mengusap air matanya yang membasahi wajah ayunya.


"kamu kenapa sayang, kenapa menangis?" Vano benar-benar tidak mengerti, apa yang terjadi pada Shesa.


"kak Vera" jawab Shesa lirih.


"Vera? ada apa dengannya?" tanya Vano serius, lantas ia membawa istrinya duduk di atas tempat tidur dan ia mencoba menenangkan nya.


Shesa dengan sesenggukan terus menangis tiada henti, Vano terus memeluknya.


"sudahlah... tenangkan dirimu" ucap Vano lembut.


"kita harus menyelamatkan kak Vera sekarang" tiba-tiba Shesa menegakkan kepalanya, sehingga membuat Vano sedikit terkejut.


"menyelamatkan nya, memangnya Vera kenapa?" Vano benar-benar penasaran.


"Exel...sudah membawa keponakan ku sayang, ia membawa anak kak Vera" tukas Shesa dengan sesenggukan.


"apa maksudmu?" Vano membulatkan matanya.


kemudian Shesa menceritakan semuanya kepada Vano tentang apa yang terjadi, dengan cepat Vano menghubungi anak buahnya yang berada di Surabaya.


"halo...kalian pergi ke Villa Bougenville, kalian awasi Exel disana, aku tidak mau terjadi apa-apa pada Vera, kalian paham?" Vano memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mengawasi Exel.


"kamu jangan khawatir sayang, Vera akan baik-baik saja" seru Vano sembari memeluk istrinya.


"terimakasih sayang" ucap Shesa sendu.


akankah Vano mampu menyelamatkan Vera dari Exel??


BERSAMBUNG


❤️❤️❤️❤️❤️