Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
Baby Ray


Dan akhirnya Shesa sudah ditempatkan di ruang pemulihan, tampak Hendrawan dan Leona sangat bahagia melihat menantu dan cucunya Selamat.


"Ya ampun dia lucu sekali, wajahnya mirip sekali dengan Vano saat bayi dulu, iya kan mas" ucap Leona sembari menggendong bayi mungil itu.


Tampak Vano dan Shesa tersenyum bahagia melihat orang-orang sekitarnya juga turut bahagia dengan kehadiran bayi mereka.


"Kamu benar sayang, oh iya Vano, siap nama cucu papa yang tampan ini" tanya Hendrawan kepada putranya.


"Melviano Ar Rayyan, pemimpin yang terhormat dan harum namanya" jawab Vano (mirip-mirip papanya ya 🀭)


"Baby Ray" sambungnya


"Nama yang bagus, semoga kelak baby Ray menjadi pemimpin yang baik dan terhormat" ucap Leona sembari mencium pipi cucunya yang menggemaskan itu.


Sementara Monic dan Laura sangat terharu melihat kebahagiaan Shesa dan Vano.


"Selamat ya Sha, kami ikut bahagia dengan kelahiran baby Ray, bayimu sangat tampan sekali, mirip sekali dengan pak Vano" seru Laura.


"Betul banget kayaknya gen pak Vano lebih banyak deh ketimbang gen punyamu" sahut Monic.


Tiba-tiba Vano mendengar ucapan Laura dan Monic.


"Tentu saja bayi kami pasti lebih mirip papanya, bagaimana pun juga papanya ini memiliki ketampanan yang berlebih, sehingga pasti ketampanannya menurun pada baby Ray" sahut Vano sembari tersenyum menggoda kepada istrinya.


Tampak Shesa memutar bola matanya dan memijit kepalanya yang tak pusing, terlihat Laura dan Monic yang ikut tertawa kecil saat Vano mengatakan hal itu.


"Kalian berdua jahat, aku yang selama 9 bulan mengandungnya, kesana kemari aku bawa dia, malam nggak bisa tidur karena tendangan Ronaldo yang sering membuatku terbangun, belum lagi papanya minta di Nina Bobo in, giliran dia lahir, kok aku nggak di kasih bagian sih, mirip apanya kek, kok banyak banget mirip papanya hu hu hu" ucap Shesa sembari mengerucutkan bibirnya.


"Tapi emang bener loh, bayimu tampan sekali, mirip banget sama pak Vano, iya nggak sih!" seru Monic meyakinkan.


"Iya iya deh, sorry kita bercanda, wajahnya memang mirip sekali dengan pak Vano, tapi kulit dan rambutnya punya mama nya nih yang dibawa, benarkan Tante?" seru Laura sembari mengelus pipi baby Rayyan yang masih berada didalam gendongan Leona.


"Iya kamu betul sekali, benar-benar perpaduan yang pas" ucap Leona sembari memandangi wajah baby Ray yang lucu.


"Tentu saja dong ma, kita berdua selalu pas komposisi nya dalam mengaduk adonan, tidak kurang dan tidak lebih, benarkan sayang!" seru Vano sembari mengulum senyum pada istrinya.


"Apaan sih emang nya bikin kue" jawab Shesa sembari mencubit pinggang Vano.


"Aww sakit sayang" pekik Vano sembari mengusap pinggangnya.


Terlihat Leona dan Hendra turut tersenyum melihat tingkah lucu mereka.


Hari itu benar-benar dua keluarga besar berbahagia dengan kedatangan anggota keluarga baru mereka, Baby Ray membuat semua orang ikut bahagia.


Tak membutuhkan waktu lama, berita kelahiran Baby Ray sudah trending topik di sosial media, kelahiran putra pertama dari CEO kaya raya Rayvano Adiputra Perkasa sudah menjadi deadline news di berbagai tempat, hingga sampai mancanegara.


Seorang wanita yang tengah memakai baju pengantin, tampak ikut bahagia melihat trending topik hari ini.


"Selamat untuk kehadiran bayi kalian, aku berharap ini adalah awal yan baik untuk semuanya" seru Siska tersenyum.


Tiba-tiba seorang laki-laki bule berwajah tampan, datang menghampiri calon pengantinnya.


"Ayo sayang semua orang sudah menunggu kita" seru Jack kepada Siska.


"Apa yang aku lalui selama ini adalah sebuah proses kehidupan, terimakasih Tuhan, akhirnya aku bisa menemukan kebahagiaan disini, segala bentuk kejahatan yang pernah aku lakukan, tidak akan pernah membuat ku bahagia, terimakasih pak Hendra, Anda adalah sosok pengganti ayahku, terimakasih atas semua dukungan dan dorongan moril untukku, akhirnya aku bisa menemukan cinta sejati, pria yang bisa menerimaku apa adanya, Jack Matilda"


Siska berjalan di Altar pernikahan dengan penuh kebahagiaan, hari itu ia akan menikah dengan seorang pengusaha di kota itu, terlihat Siska tampak cantik dan anggun dengan gaun pengantin berwarna putih, Jack pun terlihat sangat tampan dengan jas warna hitam, rambut pirang dan mata biru memperlihatkan bahwa Jack adalah Keturunan bule asli.


Dan acara itu berjalan dengan hikmat, hingga akhirnya Siska mencium suaminya dengan diiringi kebahagiaan para tamu undangan.


******


Hari itu tampak Hendra dan Leona pulang sebentar untuk melihat persiapan di rumah sebelum Baby Ray pulang, Monic dan Laura juga ikut berpamitan karena hari sudah gelap, sedangkan Dewa dan Anggi sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk melihat cucu mereka.


Sementara itu kini tinggal Vano dan Shesa yang berada didalam ruangan.


"Terimakasih sayang, aku sangat bahagia melihat kalian berdua baik-baik saja, ini adalah anugerah yang benar-benar indah" seru Vano sembari mengelus rambut Shesa yang tengah menyusui putra mereka.


"Hm aku juga berterima kasih padamu, kamu telah menjadikan ku sebagai istri dan ibu yang sempurna, terimakasih atas semua kasih sayang yang kau berikan untukku dan baby kita" ucap Shesa tersenyum.


Vano sangat gemas melihat putranya yang sedang menyusu, sangat aktif dan kuat, sehingga membuat ekspresi wajah cantik Shesa tampak menggigit bibir bawahnya.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Vano yang khawatir melihat ekspresi wajah Shesa.


"Tidak...tidak apa-apa, cuma rasanya sakit banget saat baby kita menghisap, emm nyeri sekali kayak digigit" tutur nya sembari menahan rasa nyeri itu akibat hisapan baby Ray.


"Masa sih, masa bayi sekecil ini bisa menggigit, kecuali papanya, yang bisa gigit dimana saja" seru Vano sembari tersenyum nakal.


"Emm dasar" sahut Shesa sembari mencubit hidung suaminya.


"Awww" pekik Vano sambil mengusap hidungnya.


Tiba-tiba dokter Feby datang untuk melihat perkembangan dari Shesa dan bayinya.


"Selamat malam Tuan dan Nyonya Vano, bagaimana ada keluhan?" sapa dokter Feby.


"Dokter, kebetulan Anda disini, istri saya kenapa dokter, kenapa dia merasa kesakitan saat bayi kami menyusu, setahu saya bayi yang baru lahir tidak mempunyai gigi, kenapa bisa bayi sekecil itu membuat sakit istri saya" tanya Vano penasaran.


"Oh itu berarti pelekatan mulut bayi kurang pas saat menyusui, mulut bayi tidak sepenuhnya memasukkan put*ng kedalam mulutnya, sehingga membuat ibu tidak nyaman, maka dari itu si bayi hanya akan menggigit-gigit put*ng ibu, mari saya tunjukkan caranya" seru dokter Feby sembari menunjukkan cara pelekatan menyusui bayi yang baik dan benar.


Setelah selesai dokter Feby menunjukkan cara yang benar saat menyusui, tampak Shesa tidak merasa kesakitan lagi, dan ia mulai nyaman menyusui Baby Ray.


"Sudah tidak sakit lagi dokter" ucap Shesa senang.


Dokter Feby tersenyum.


BERSAMBUNG


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


...Detail banget si othor sampai bab menyusui pun diperjelas😁... alasan othor, biar novelnya nggak terlalu cepat berakhir...🀭🀭...


...Othor masih sayang sama kalian semua 😘...