
Di kediaman Dewa.
"maksud papa kecelakaan mama Leona itu direncanakan seseorang?" tanya Shesa menyelidik.
"sepertinya begitu, dan papa yakin orang yang merencanakan kecelakaan itu adalah orang terdekat Hendrawan" ucap Dewa yakin.
"kenapa papa bisa berpikiran seperti itu?" tanya Shesa semakin penasaran.
"waktu itu sebelum Leona pergi, papa sempat bertemu dengannya, dia tampak bingung" seru Dewa
Flashback
Seorang wanita tengah turun dari mobilnya, tampak ia sedang menelepon seseorang. Dewa mendekati wanita itu, ternyata itu adalah Leona, istri sahabatnya.
"Leona sedang apa dia? kelihatannya dia sedang kebingungan!" seru Dewa yang melihat Leona tampak berjalan kesana kemari.
Dewa menghampiri mobil Leona, setelah itu ia turun dari mobilnya.
"Leona! apa yang kamu lakukan ditempat seperti ini?" tanya Dewa yang terkejut Leona sedang berada di kawasan lereng gunung Arjuna.
saat itu Dewa baru saja pulang dari luar kota, tanpa sengaja ia melihat Leona memarkirkan mobilnya dipinggir jalan, tampak Leona yang sedang kebingungan.
"Dewa, kamu ada disini?" tanya Leona balik.
"iya...aku baru saja pulang, ada urusan bisnis, Hendra mana?" tanya Dewa sembari mencari keberadaan Hendra.
"ini aku lagi menghubungi mas Hendra, tapi sinyal disini jelek" seru Leona sambil melihat ponselnya, berharap Hendra menghubunginya.
"Hendra disini?" tanya Dewa.
"iya...tadi ada orang yang menghubungiku, katanya mas Hendra sedang menuju hotel Utami, aku harus menghentikan mas Hendra, ia dalam bahaya, musuh bisnisnya sedang merencanakan sesuatu pada mas Hendra" ucap Leona khawatir.
"Hendra dalam bahaya? aku ikut, ayo kita susul Hendra, sebelum terjadi apa-apa" seru Dewa yang khawatir tentang keadaan sahabatnya itu.
"jangan jangan...tidak usah biar aku saja, aku tidak ingin merepotkanmu" ucap Leona.
"aku tidak akan repot, demi teman aku akan membantumu mencari Hendra" seru Dewa memaksa, namun Leona tetap saja menolak.
Akhirnya Dewa menuruti permintaan Leona, karena Leona memaksa untuk sendiri mencari suaminya, seperti ada seseorang yang memaksa Leona untuk datang sendiri.
Leona masuk kedalam mobilnya, dan melajukan mobilnya menuju hotel Utami, karena Dewa masih khawatir, dengan cepat ia masuk ke dalam mobilnya dan membuntuti mobil Leona.
mobil Leona tiba-tiba hilang dari pengejarannya.
"sial...kemana mobil Leona, cepat sekali dia pergi" seru Dewa sambil mengawasi sekitar, sekiranya mobil Leona berada di dekat nya.
namun tiba-tiba Dewa mendengar suara sebuah benturan yang sangat keras.
"braakkk"
"suara apa itu?" Dewa mencoba mencari tahu arah sumber suara yang terdengar sangat keras sekali, seperti suara benda yang bertabrakan, Dewa melihat sebuah mobil yang melaju kencang berlawanan arah dengannya, setelah suara keras itu membumbung tinggi.
perlahan mobilnya berhenti pada kerumunan warga yang sedang melihat sesuatu.
Dewa turun dan mencoba menanyakan pada warga sekitar apa yang sebenarnya terjadi.
"permisi pak, ada apa ya kalau boleh saya tahu?" seru Dewa.
"itu pak ada kecelakaan, sebuah mobil mewah terjun ke jurang" ucap warga sembari menunjuk ke arah lokasi jatuhnya mobil itu, mereka mencari informasi tentang keadaan si penumpang mobil.
"apa? kecelakaan?" seru Dewa terkejut, lantas Dewa segera turun dari mobilnya dan melihat mobil yang telah jatuh ke jurang.
tiba-tiba saja
"Leonaaaa!!" ucap Dewa histeris saat ia melihat mobil Leona tengah jatuh dibawah sana.
"astaga Leona, apa yang terjadi padamu, semoga kamu baik-baik saja" ucap Dewa sangat khawatir
beberapa warga mencoba turun ke dasar jurang, berharap mereka menemukan seseorang yang mengendarai mobil naas itu, namun sayang sekitar 2 jam lebih mereka belum menemukan jasad dari pengemudi mobil mewah itu.
sementara Dewa mencoba menghubungi Hendra, namun ponsel Hendra sedang dialihkan, sehingga Dewa tidak bisa memberitahukan tentang kejadian ini kepada Hendra, hingga akhirnya petugas kepolisian datang dilokasi kejadian.
Dewa benar-benar berharap Leona selamat dan segera ditemukan, setelah hampir 3 jam petugas menyusuri dasar jurang, akhirnya mereka memutuskan untuk menghentikan pencarian, karena kondisi nya sudah malam dan medan yang sangat curam.
Dewa mencoba bertanya kepada seorang petugas polisi.
"sementara ini kami belum menemukan korban, mobil tampak hancur berantakan, namun kami tak menemukan jasad korban berada di sekitar mobil itu terjatuh" seru polisi itu.
"apa maksud bapak? jadi Leona belum ditemukan?" seru Dewa tercengang.
"ya Tuhan, apa yang harus aku katakan pada Hendra nanti, aku tidak bisa membayangkan hatinya pasti sangat hancur" gumam Dewa sedih, Akhirnya pencarian di tunda esok hari.
Dewa pulang dengan perasaan yang bercampur aduk, ia sangat mengenal sifat Hendra, Hendra pasti akan sangat terpukul atas kejadian yang tengah menimpa istri tercintanya.
dalam perjalanan pulang, Dewa mencoba menghubungi Hendra kembali lewat ponselnya, akhirnya telepon Dewa di angkat juga oleh Hendra.
"iya Wa, ada apa? kenapa kamu berkali-kski meneleponku, apa ada sesuatu?" ucap Hendra dalam teleponnya.
dengan sangat berat hati, Dewa terpaksa mengatakan kabar duka itu kepada sahabatnya.
"aku harus mengatakan sesuatu padamu Hen!" seru Dewa dengan sangat berat.
"apa maksudmu Wa, cepat katakan ada apa?" tanya Hendra sangat penasaran.
"kamu harus sabar Hen, lihatlah berita hari ini, istrimu Leona, mengalami kecelakaan di tikungan tajam di daerah lereng gunung Arjuna" seru Dewa jujur.
"apa? apa maksudmu Wa? istriku...istriku kecelakaan?" ucap Hendra tidak percaya, akhirnya Hendra melihat berita di TV, sungguh seperti petir di siang bolong, Hendra sangat tidak percaya sang istri mengalami kecelakaan hari ini.
*******
keesokan harinya, pencarian dilanjutkan kembali, sementara Hendra bergegas menuju lokasi kecelakaan bersama Dewa.
"ya Tuhan, selamatkan istriku, aku berharap dia baik -baik saja, aku tidak mau kehilangannya, apa yang harus aku katakan kepada Vano, jika ia tahu keadaan ibunya sekarang" ucap Hendra sedih.
"kita berdoa saja, semoga Leona cepat ditemukan" hibur Dewa.
hampir seharian Hendra dan Dewa menunggu hasil pencarian petugas, namun sayang jasad Leona belum juga ditemukan, Akhirnya polisi memutuskan untuk menghentikan pencarian.
"maaf pak, kami sudah semaksimal mungkin mencari jasad ibu Leona, namun kami tidak menemukan apapun disana, jadi kami menyimpulkan jasad ibu Leona hilang" ungkap seorang petugas kepolisian.
"apa maksud pak polisi" seru Hendra tidak terima.
"dengan sangat menyesal, kami menghentikan pencarian korban" ucap petugas polisi.
Hendra menangis histeris di tempat, ia melihat ke dasar jurang mobil istrinya yang tampak hancur berantakan.
"sudahlah Hen, ayo kita pulang, Vano menunggumu di rumah" seru Dewa meyakinkan.
Akhirnya dengan lemas Hendra pulang bersama Dewa.
Tampak seorang anak laki-laki tengah berlari menyambut Hendra pulang.
"papa..."
Hendra memeluk putra semata wayangnya.
"mana mama...pa?" tanya Vano kecil dengan polosnya.
Hendra tidak sanggup menahan airmata nya tatkala sang anak bertanya dimana ibunya.
"mama...mama belum pulang nak, kita tunggu mama pulang ya" ucap Hendra pada putra nya.
"tapi mama bilang tadi, mama akan pulang sama papa, tapi kok nggak ada mama?" seru Vano bertanya keberadaan mamanya.
"Vano sayang, kamu masuk kamar gih, mama pasti pulang kok, nenek yakin mamamu sebentar lagi akan pulang" hibur nenek kepada Vano yang masih belum tahu apa-apa.
dengan perasaan kecewa, akhirnya Vano pergi ke kamarnya, sementara Hendra terus menangis tiada henti, meratapi nasib sang istri yang sampai kini tidak jelas rimbanya.
"katakan Hendra, dimana istrimu? apa dia sudah ditemukan?" tanya nenek yang juga sangat khawatir tentang keadaan menantunya.
"istriku belum ditemukan bu, polisi belum berhasil menemukan jasadnya...haaaaaaa" teriak Hendra histeris, hatinya benar-benar hancur saat ini.
"Hendra tenanglah" hibur Dewa yang melihat sahabatnya begitu terpukul.
"ya Tuhan, Leona...semoga kau selamat nak, mudah-mudahan ada keajaiban datang" seru nenek penuh harap.
BERSAMBUNG
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷