Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
anugerah terbesar


Pagi ini seperti biasa, sekolah sudah mulai kembali normal, Shesa pun bangun lebih pagi untuk bersiap pergi ke sekolah, sementara Vano masih terlelap dalam tidurnya, setelah Shesa mandi lantas ia segera memakai seragam sekolah nya, namun kali ini entah kenapa rok yang biasa ia gunakan menjadi sesak dan tidak nyaman.


"aduh...kok jadi sesak gini sih" seru Shesa sembari melepaskan kembali rok nya dan berbalik keluar dari ruang ganti, untuk mengambil rok yang lebih besar ukurannya, karena efek hormon kehamilannya yang membuat bentuk tubuh Shesa lebih berisi.


namun tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan seseorang yang berdiri di belakangnya.


"aisss...sayang ngagetin aja deh" seru Shesa sembari memakai kembali bathrobe nya, Vano telah memperhatikannya sedari tadi.


"kamu mau kemana sayang!" tanya Vano yang melihat Shesa sedang mencari sesuatu.


"aku mau cari rok baru yang lebih besar, yang ini sudah sempit sekali, nggak nyaman banget disini" ucap Shesa sembari menunjukkan daerah perutnya yang sedikit membesar.


Vano tersenyum sumringah mendapati perut sang istri terlihat lebih besar dari biasanya, lantas ia berjongkok mendekap perut Shesa, menciumnya penuh kehangatan, dan berbisik lembut pada jabang bayi yang masih dalam kandungan Shesa.


"anak papa...udah tambah besar sekarang, papa nggak sabar ingin segera bertemu denganmu sayang...muahh" bisik Vano kepada buah cinta mereka.


"aku yakin baby kita pasti juga nggak sabar ingin melihat wajah papanya yang tampan plus ngeselin" ucap Shesa tersenyum menggoda suaminya.


"loh ...kok ngeselin sih!" seru Vano dengan memasang wajah terkejut.


"nggak ngeselin gimana, setiap aku mau tidur, selalu diganggu, udah tidur malah dibangunin, tidak tidur malah tambah parah, di ajak begadang sekalian" seru Shesa menyindir kebiasaan sang suami.


"eh...siapa juga yang gangguin, aku kan suami yang baik nggak pernah nakal sama istrinya" ucap Vano mengelak sembari menahan tawa.


"nggak pernah nakal? jika kamu nggak pernah nakal, maka baby kita nggak akan pernah hadir dalam perut ini" ucap Shesa mengulum senyumnya.


Vano terkekeh mendengar penuturan sang istri, dengan senyum smirknya ia mencoba menggoda istrinya di pagi buta.


"tapi kamu suka dengan kenakalanku kan?" ucap Vano yang semakin mendekap erat sang istri hingga kening mereka saling bersentuhan.


"tidak!" jawab Shesa mengelak namun nafasnya sudah mulai tak beraturan.


"katakan padaku sekali lagi, apa kau suka dengan kenakalan ku?" tanya Vano yang semakin membuat darah Shesa semakin berdesir.


"tidak...aku...tidak suka..." jawabnya terus mengelak dengan suara lirih, namun bahasa tubuhnya berkata lain, ia selalu merespon setiap sentuhan yang diberikan Vano kepadanya.


kecupan Vano menyapu lembut dari pipi hingga ke daun telinga Shesa, ada sensasi merinding saat Vano mengecup mesra daerah sekitar telinga, sembari terus berbisik seolah Vano belum puas mendengar jawaban sang istri.


"katakan sayang...katakan kalau kau sangat menyukai kenakalan ku, katakan padaku kau sangat menyukainya" bisikan Vano yang menderu pada daun telinga Shesa membuatnya tak bisa berkata tidak, apalagi yang disana berhasil menyeruak masuk tanpa permisi.


"hmm...iya aku suka" jawab Shesa sembari menahan rasa malu, Vano sangat bahagia mendengar jawaban dari mulut sang istri, Shesa menatap malu wajah sang suami, ia tak bisa memungkiri lagi bahwa sang suami telah berhasil melumpuhkan jiwanya.


Untuk beberapa saat mereka kembali menyatukan raga, mengarungi luasnya samudera cinta, menggapai rasa yang membuat jiwa terbuai asmara.


"terimakasih sayang, akhirnya istriku mengakui bahwa ia sangat suka dengan kenakalan suaminya...hm" bisik Vano menggoda istrinya yang tampak malu-malu.


"astaga, aku harus segera bersiap sayang, aku tidak mau terlambat sekolah" seru Shesa yang menyadari ulah Vano telah membuatnya sedikit terlambat, dengan cepat ia menutup bathrobe nya kembali setelah terbuka gara-gara kenakalan suaminya.


********


pagi ini adalah hari terindah untuk Vano, bagaimana tidak hari ini sang mama duduk bersama dalam satu meja makan, Vano menghampiri Leona dan mengatakan pada ibunya bahwa hari ini ia akan membawa Leona ke dokter untuk memeriksakan keadaan Leona yang masih belum bisa mengingat masa lalunya.


"mama...hari ini Vano akan membawa mama ke dokter, Vano ingin mama segera sembuh dan mengingat kembali semua kenangan kita, mama, aku dan papa" ucap Vano menatap bola mata Leona yang menenangkan jiwanya.


Leona menatap putranya sendu, sekilas wajah Vano mengingatkan dia tentang wajah seseorang yang dekat sekali dengannya, perlahan tangan Leona menyentuh wajah Vano dengan lembut, ia tersenyum meski tak berucap sama sekali.


"mama, Vano sayang sekali sama mama, papa pasti senang mama sudah kembali, aku akan memberikan kejutan di hari ulang tahun papa minggu depan, hadiah terindah untuk papa adalah kehadiran mama" ucap Vano yang tak bisa membayangkan bagaimana bahagianya Hendra saat ia tahu, istri tercintanya telah kembali di hadapannya.


Leona merasa damai dalam suasana bahagia ini, ia selalu bertanya -tanya tentang siapa dirinya yang sebenarnya, kadang ia merasa sakit sekali di kepalanya saat ia berusaha mengingat kembali masa lalunya.


dan akhirnya Shesa berangkat ke sekolah, hari ini ia harus menghadiri ulangan sekolah, sehingga ia harus berangkat lebih pagi dari suaminya.


"mama, Shesa ke sekolah dulu, nanti sepulang sekolah aku akan ajak mama jalan-jalan" seru Shesa sembari mencium tangan mertuanya, Leona tersenyum melihat sang menantu yang terlihat cantik pagi ini, Leona mengusap lembut wajah Shesa dan mencium kening Shesa, Vano sangat bahagia melihat kedekatan Leona dan istrinya.


setelah itu Shesa berpamitan kepada nenek, nenek juga mencium kening Shesa dengan lembut, Hingga saatnya Shesa berpamitan dengan suaminya sendiri.


"sayang aku berangkat dulu ya, hari ini aku ada ulangan sekolah, jadi aku harus berangkat lebih pagi" seru Shesa sembari mencium tangan suaminya.


Vano tersenyum dan mengecup mesra bibir Shesa.


"iya...jaga baik-baik baby kita, Mario akan selalu bersamamu" ucap Vano sembari menyentuh pipi Shesa.


"iya sayang...bye"


Shesa segera pergi, tampak diluar Nata sudah siap mengantarnya ke sekolah.


"selamat pagi non, hm non Shesa kelihatan beda hari ini!" ucap Nata sembari memperhatikan penampilan Shesa yang mulai berubah.


"apanya yang beda?" tanya Shesa sembari melihat penampilan dirinya sendiri.


"si kecil sudah mulai menunjukkan dirinya" seru Nata sembari melihat perut Shesa yang mulai kelihatan.


Shesa tersenyum dan juga senang.


"emangnya kenapa? udah kelihatan gede ya perutku, padahal masih jalan 3 bulan" seru Shesa


"tapi saya suka non, non Shesa terlihat lebih segar saat mengandung, semoga non Shesa diberi kelancaran sampai lahiran nanti, nggak bisa bayangin pasti keluarga ini bertambah seru dengan kehadiran bayi ini" ucap Nata senang.


"terimakasih Nata, bayi ini adalah anugerah terbesar untuk kami berdua" seru Shesa bersyukur.


BERSAMBUNG


🌷🌷🌷🌷🌷