Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
kanker otak


Keesokan harinya dokter Erick bersiap untuk menemani Helena menjenguk Veronica sekaligus mengantarkan pulang Helena karena keadaannya yang sudah membaik.


"kamu sudah siap" seru dokter Erick.


"sudah dok" balas Helena tersenyum


"jangan panggil aku dokter, panggil dengan namaku saja, Erick " seru dokter Erick


"baiklah kalau itu maumu" ucap Helena


Akhirnya mereka berdua pergi dengan mengendarai mobil menuju lembaga pemasyarakatan dimana Veronica sekarang.


setelah beberapa menit, akhirnya mereka berdua tiba di lapas kelas 1 Surabaya, Helena turun dari mobil di dampingi dokter Erick, Helena dan dokter Erick mulai memasuki ruangan dimana Veronica di rawat.


Tampak seorang wanita tengah terbaring lemah diatas kasur, mata nya tertutup tapi mulutnya memanggil nama seseorang.


"Helena...Helena..."


Helena lantas menghampiri sang ibu dan memeluknya penuh kerinduan.


"Mommy...ini Helena, Helena sudah ada disini" ucap Helena dengan suara bergetar, sembari memeluk ibunya yang tengah terkapar.


perlahan Veronica membuka matanya, samar terlihat bayangan seorang gadis yang sedang memeluknya, tiba-tiba bibir itu terbuka, terdengar suara lirih dari mulut seorang Veronica.


"Helena"


Helena mengangkat kepalanya, ia lihat wajah sang ibu, ia melihat Veronica yang sudah membuka matanya.


"Mommy...Mommy sudah sadar" ucap Helena senang


"Helena..." seru Veronica sembari menatap wajah anak gadisnya, tangannya perlahan ia angkat, membelai lembut wajah Helena yang sendu.


"Mommy ...Mommy istirahat saja, Mommy masih sakit" seru Helena sendu.


"Helena ...Mommy senang bisa melihatmu lagi, Mommy takut kehilanganmu Helena" ucap Veronica dengan menitikkan air matanya.


"Mommy...Helena baik-baik saja, Mommy tidak perlu khawatir, Helena akan selalu menemani Mommy" ucap Helena penuh kesedihan.


"maafkan Mommy sayang, Mommy sudah jahat, Mommy sudah menyakitimu, Mommy sudah menyakiti banyak orang, Mommy sudah menyakiti Leona, Vano, Hendrawan, Mommy tak pantas untuk dimaafkan, Mommy sangat menyesal" ucap Veronica dengan penuh penyesalan.


"Mommy bersyukur masih bisa melihatmu lagi, Mommy berjanji Mommy akan berubah untukmu, hanya kamu satu-satunya kekuatan Momny" ucap Veronica dengan derai air mata.


Helena bahagia akhirnya Veronica sadar akan perbuatannya, namun tiba-tiba Veronica merasa kepalanya semakin sakit, sehingga ia tak bisa menahan rasa sakit itu.


"astaga...kenapa kepalaku sakit sekali..aww" seru Veronica merintih kesakitan


"Mommy ... Mommy kenapa!" seru Helena yang khawatir dengan keadaan Veronica.


tiba-tiba dokter Erick langsung melihat keadaan Veronica.


"biar ku periksa, kamu jangan khawatir" seru dokter Erick mencoba menenangkan Helena.


dokter Erick lantas memeriksa keadaan Veronica, Helena duduk di sebuah kursi mencoba menenangkan dirinya.


"Mommy...mudah-mudahan Mommy baik-baik saja, ya Tuhan berikan Mommy kesempatan untuk memperbaiki dirinya" gumam Helena penuh harap


Setelah beberapa saat, dokter Erick telah selesai memeriksa keadaan Veronica, ia berjalan menghampiri Helena yang tengah berdoa untuk Mommy nya.


"Helena " seru dokter Erick


"bagaimana keadaan Mommy?" tanya Helena penasaran.


"aku harus melakukan pemeriksaan lebih dalam lagi, besok aku akan melakukan tes darah untuk melihat gejala penyakit apa yang sedang diderita Mommy mu" seru dokter Erick


"kamu tidak perlu khawatir, aku akan selalu memantau keadaan Mommy mu disini" ucap dokter Erick mencoba menenangkan Helena.


"terimakasih Erick, kau sudah baik sekali kepadaku" ucap Helena tersenyum.


******


Di tempat lain.


Vano tengah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kedatangan Hendrawan nanti.


Vano mengundang semua kolega bisnisnya untuk merayakan ulang tahun Hendrawan dan juga syukuran kehamilan Shesa besok, Vano mempersiapkan acara sederhana namun terkesan sangat elegan, karena ini permintaan Shesa juga yang tidak suka terlalu mewah.


Terlihat Shesa sedang menghias bunga -bunga yang akan diletakkan di sudut ruangan, agar terlihat semakin indah, Vano melihat sang istri yang berjalan kesana kemari untuk meletakkan bunga -bunga itu.


"hei...sudah, biarkan saja pelayan yang melakukannya, nanti kamu kecapekan, duduk disini saja bersamaku" seru Vano sembari menarik tangan istrinya untuk duduk bersamanya.


Vano menghela nafasnya, dengan cepat ia menggendong istrinya dan membawanya masuk kedalam kamar.


"eh..sayang, kita mau kemana, aku belum selesai" ucap Shesa sembari menggerak-gerakkan kakinya.


"sudah kubilang jangan bawel" seru Vano yang tidak memperdulikan omelan sang istri, ia terus menggendong sang istri menaiki tangga dan membawanya ke kamar mereka.


para pelayan yang melihat itu tertawa melihat tingkah konyol majikannya.


"ya ampun tuan muda...so sweet banget ya"


"mereka berdua lucu sekali"


"tuan muda memang benar-benar romantis"


bisik-bisik pelayan yang melihat keseruan Vano dan Shesa.


setelah beberapa saat Vano dan Shesa tiba dikamar mereka.


"sayang...turunin aku" pinta Shesa agar Vano menurunkan tubuhnya.


"kalau aku nggak mau" ucap Vano menggoda


"memangnya kamu nggak capek gendong aku terus?" seru Shesa sambil menaikkan alisnya.


"nggak" jawab Vano enteng.


"sayang pliss...turunin aku" pinta Shesa memelas


"cium dulu dong, setelah itu aku akan menurunkan mu" ucap Vano sembari memutar bola matanya.


"janji ya, abis itu turunin aku, awas kalau bohong" ucap Shesa


"hm "


Vano tersenyum sumringah mendapati Shesa memejamkan matanya, perlahan Vano mendekatkan bibirnya pada bibir Shesa, namun tiba-tiba terdengar suara vas yang terjatuh dari luar kamar.


"praangg"


sontak saja itu membuat Vano dan Shesa terkejut.


"suara apa itu?" seru Shesa sembari membuka matanya.


Vano menghela nafasnya, tubuhnya lemas, kali ini ia gagal bermesraan dengan sang istri, lantas Vano menurunkan tubuh isterinya dan melihat keluar kamar, apa yang sebenarnya terjadi, Shesa mengikuti Vano dari belakang.


alangkah terkejutnya mereka mendapati Leona yang sedang terbaring di lantai.


"mama "


Vano dan Shesa lantas membawa Leona yang sedang pingsan ke dalam kamarnya, Leona terjatuh dan menyenggol vas bunga yang berada di sudut ruangan depan kamar Leona.


Vano mengangkat tubuh sang mama, dan meletakkannya diatas tempat tidur dengan sangat hati-hati.


Vano melihat darah mengalir dari kepala Leona, Shesa mencoba mengelap darah tersebut dan memberinya obat, Vano sangat khawatir segera ia menghubungi dokter Erick untuk melihat keadaan mamanya, tak berselang lama, dokter Erick datang, ia segera memeriksa keadaan Leona.


"bagaimana keadaan mama? apa dia baik-baik saja?" tanya Vano yang begitu khawatir


"tante Leona tidak apa-apa, hanya luka kecil akibat benturan saat ia terjatuh tadi, mungkin tante Leona butuh banyak istirahat, aku akan memberi resep untuk beliau, agar proses penyembuhannya semakin cepat" ucap dokter Erick sembari menulis resep obat untuk Leona.


"thanks bro, aku khawatir jika terjadi apa-apa pada mama" tukas Vano


"kamu tidak perlu khawatir, seiring berjalannya waktu, tante Leona pasti bisa mengingat kembali, bersabarlah" ucap dokter Erick menenangkan sohibnya itu.


"baiklah, aku ke rumah sakit dulu, aku harus segera memeriksa hasil tes kesehatan milik Mommy nya Helena, aku khawatir ia mempunyai gejala kanker otak, maka dari itu aku harus pergi sekarang" seru dokter Erick yang membuat Vano dan Shesa tercengang.


"kanker otak"


"tante Veronica terkena kanker otak" ucap Vano lirih


BERSAMBUNG


😊😊😊😊


sebentar lagi siapkan tisu kalian ya beb


sabar ya author maem sebentar 😁😁