Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
dokter Erick


akhirnya permasalahan itu telah selesai, kepala sekolah mengucapkan permintaan maaf kepada Vano, karena ulah guru bahasa inggris Siska sudah membuat Vano menjadi marah.


"pak Vano, kami segenap dewan guru ingin meminta maaf atas kejadian yang menimpa Shesa istri bapak, kami sangat menyesal sudah percaya pada omongan bu Siska, sekali lagi kami semua minta maaf yang sebesar-besarnya" ucap kepala sekolah.


"tidak apa pak, saya dan istri sudah memaafkan, sekarang semuanya sudah baik-baik saja" seru Vano sembari tersenyum.


"selamat atas kehamilan istri bapak, kami akan sangat senang sekali jika Shesa masih bisa melanjutkan sekolahnya disini" ucap kepala sekolah.


"tentu saja pak kepala sekolah, istri saya akan tetap bersekolah meskipun ia sedang hamil, karena saya sudah berjanji padanya untuk tetap mengizinkan ia bersekolah" ucap Vano sembari tersenyum.


kemudian ia berjalan menghampiri Shesa, ia membawa Shesa kedalam pelukannya dengan begitu mesra.


"tidak apa sayang, semuanya baik-baik saja, jangan menangis lagi, aku akan selalu bersamamu" ucap Vano sembari mencium kening Shesa.


semua dewan guru melihat kemesraan Vano dan Shesa, tak terkecuali siswa-siswi yang berada diluar ruangan.


"ternyata pak Vano sangat mencintai Shesa"


"Shesa sangat beruntung memiliki pak Vano"


"pasangan yang sangat serasi"


bisik-bisik para dewan guru yang melihat betapa Vano sangat mencintai Shesa.


💖💖💖💖


akhirnya Vano membawa Shesa untuk pulang, Shesa sangat lega akhirnya masalah besar yang tengah ia hadapi sudah berakhir berkat kehadiran Vano disampingnya.


"selamat siang nona muda" seru Mario yang menyambut kedatangan Shesa dan Vano.


"siang juga Mario" jawab Shesa pelan.


"loh, nona muda kenapa? kok terlihat lemas" tanya Mario penasaran.


"sudah jangan banyak tanya, kau tidak lihat istriku sedang kelelahan, buka pintunya" seru Vano yang melihat Shesa bersandar di pundaknya.


"ba...baik tuan muda" ucap Mario cepat.


kemudian Mario membukakan pintu mobil, Vano dengan sangat hati-hati membawa Shesa kedalam mobil.


setelah beberapa saat mobil Lamborghini putih itu mulai melesat di jalan raya, Vano terus menggenggam erat tangan Shesa, sesekali ia mencium tangan Shesa dengan lembut, tiba-tiba Shesa merasa ada tetesan air saat Vano mencium tangannya, lantas dengan cepat Shesa melihat ke arah Vano.


"sayang...kok kamu nangis? ada apa?" tanya Shesa yang terkejut mendapati suaminya meneteskan airmata, Shesa mengusap air mata yang jatuh dari sudut mata Vano.


"aku menangis bukan karena sedih, tapi aku sangat bahagia sekali, karena aku akan menjadi seorang ayah, terima kasih sayang, kau sudah memberi kebahagiaan untukku" ucap Vano dengan mencoba tegar.


Shesa tersenyum melihat suaminya yang begitu sangat mencintainya, Shesa meletakkan tangan Vano di atas perutnya, Vano yang terkejut saat tangannya menyentuh perut Shesa, lantas ia mengelus pelan perut Shesa yang sudah ia isi dengan janin yang masih sangat kecil.


Mario tak sengaja melihat kemesraan Shesa dan Vano lewat kaca spion mobil.


"apa nona Shesa sedang hamil tuan muda?" tanya Mario yang melihat Vano mengelus perut Shesa dengan mesra.


"iya..." jawab Vano singkat.


"wahh...selamat ya tuan muda, akhirnya tuan muda sudah berhasil mencetak gol dengan tepat" goda Mario kepada Vano.


"mencetak gol...mencetak gol...kamu pikir bermain bola" jawab Vano malas, Shesa hanya tersenyum melihat tingkah mereka berdua yang konyol.


"pasti tuan muda seneng dong? mau punya baby, asikk jadi nanti saya tidak akan kesepian lagi, ada jagoan kecil tuan muda yang akan saya ajak bermain" seru Mario senang.


"ya kamulah bikin sendiri sana!" balas Vano menggoda Mario.


"bikin apa maksud anda tuan muda?" tanya Mario serius.


"ya bikin anak, enak tau" goda Vano sekali lagi, yang membuat Shesa mencubit perutnya.


"sayang, kamu apa-apaan sih" ucap Shesa sembari tersenyum malu.


Mario hanya garuk-garuk kepalanya yang tak gatal.


"hehe....saya belum punya calon tuan muda" seru Mario menahan malu.


"kamu tuh nggak jelek-jelek amat loh, masa sih nggak ada satupun gadis yang mendekatimu" tanya Vano menggoda.


"saya tidak sempat cari pacar tuan muda, saya sibuk melayani anda" ucap Mario.


"besok saya akan mencari sopir baru untuk mengantar nona Shesa, dan kamu masih punya banyak waktu untuk mencari pendamping, jangan terlalu lama menyendiri, kau akan tahu rasanya menikah itu sangat indah, sangat nikmat dan sangat menggairahkan" seru Vano bahagia.


tak lupa tatapan nakal mata Vano pada Shesa selalu membuat Shesa terbius


*****


mereka bertiga sudah sampai di rumah.


"ah...sayang, aku bisa jalan sendiri, turunin" ucap Shesa yang terkejut tiba-tiba Vano menggendongnya dan membawanya naik ke atas kamar mereka.


" sudah kamu jangan bawel" jawab Vano singkat.


akhirnya mereka telah sampai didalam kamar megah mereka, Vano membaringkan Shesa di atas tempat tidur dengan sangat pelan.


"apa kau mau makan?" Ucap Vano dengan mesra, namun Shesa menggelengkan kepalanya, ia tidak tertarik untuk makan, perutnya pasti terasa seperti di aduk jika ada makanan yang masuk.


"kau harus makan sayang, kasihan baby kita kalau kamu nggak makan" seru Vano sembari mengelus-elus perut Shesa.


"aku tidak nafsu makan, kepalaku pusing sekali" jawab Shesa sembari memegang keningnya.


"sebentar lagi dokter Erick segera datang" ucap Vano yang terus setia mendampingi Shesa, ia tak mau jauh-jauh dari samping istrinya.


tak berselang lama dr. Erick datang di kediaman Vano yang megah.


seorang pelayan memberi tahu Vano bahwa dr. Erick telah datang.


"suruh dia masuk" seru Vano, dan dr. Erikpun masuk kedalam ruangan yang mewah itu.


"selamat siang Vano" sapa dr. Erick kepada Vano.


"hei bro...sudah kutunggu-tunggu dari tadi" ucap Vano yang begitu akrab dengan dr. Erick, mereka berdua adalah teman satu kampus Vano sewaktu kuliah di LA.


"siapa dia?" tanya dr.Erick yang melihat ada seorang gadis yang sedang terbaring diatas tempat tidur, degan santai Vano menjawabnya.


"dia istriku" ucap Vano singkat.


" istrimu? kau jahat sekali padaku Vano, kenapa kau tak bilang kalau kau sudah menikah" seru dr. Erick sembari bercanda.


"ah...sudahlah jangan terlalu banyak tanya, cepat periksa istriku" pinta Vano agar dr. Erick segera memeriksa Shesa.


"apa keluhannya?" tanya dr.Erick


"istriku hamil, dia nggak mau makan, badannya lemas, aku khawatir terjadi apa-apa padanya" seru Vano cemas.


"kelihatannya kau sangat mencintainya?" ucap dr. Erick sembari memasang stetoskop di lehernya.


"sangat....aku sangat mencintainya" ucap Vano dengan sangat serius.


kemudian dr.Erick berjalan menghampiri Shesa yang tengah berbaring di atas tempat tidur.


"permisi, saya akan memeriksa anda sebentar" ucap dr. Erick.


"dokter, saya tidak sakit, saya cuma sedikit kecapekan, sebentar lagi juga sembuh" ucap Shesa menolak.


"tolonglah nona jangan menolak, anda tidak tahu saja seperti apa Vano, nanti saya bisa dibantai kalau tidak memeriksa keadaan anda nona" ucap dr. Erick kepada Shesa.


"hah...sampai segitunya ya?" seru Shesa sembari tertawa kecil.


setelah selesai memeriksa keadaan Shesa, dr. Erick menghampiri Vano yang duduk di sebuah sofa.


"bagaimana keadaannya bro?" tanya Vano yang masih cemas.


"dia sehat, bayinya juga sehat" jawab dr. Erick singkat.


"tapi kenapa dia tidak mau makan" tanya Vano


"itu hal yang lumrah terjadi pada ibu hamil pada trimester awal, aku berikan resep agar mual muntahnya berkurang" ucap dr. Erick sembari memberikan resep kepada Vano.


"oh ya dan satu lagi, jangan sering-sering menyentuh istrimu, kandungannya masih sangat rawan, tunggu sampai usia kandungannya mencapai 4 bulan, baru kau boleh menyentuhnya sesuka hatimu" ucap dr. Erick yang membuat Vano lemas.


"gitu ya..." ucapnya singkat.


"iya...sabar bro, kamu ingin bayimu sehat kan? tahan dulu adikmu jangan keseringan bangun, ingat pesanku" ucap dr. Erick sembari menggoda Vano.


"iya...iya...aku ingat" jawab Vano sedikit malas.


Shesa yang mendengar obrolan mereka berdua tersnyum geli melihat ekspresi Vano yang tidak terima jika di suruh bersabar menunggu sampai 4 bulan.


BERSAMBUNG


💖💖💖💖💖


jangan lupa dukungannya ya


like, komen, beri hadiah dan vote sebanyak-banyaknya


😊😊😊😊😊