Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
Kebahagiaan Helena


Dan akhirnya hari itu juga Dokter Erick mempersiapkan keberangkatan Veronica ke rumah sakit, dan Vano mengutus seorang pengacara untuk menangani kasus dan perizinan Veronica.


Veronica tampak terharu melihat Vano sibuk mengurusi dirinya, sementara apa yang sudah dilakukannya sangatlah tidak patut untuk dimaafkan, Tiba-tiba Veronica memanggil Vano yang tengah menelepon seseorang.


"Vano...Vano" panggilnya dengan suara berat.


Vano merasa Veronica memanggilnya, dan ia lekas menutup ponselnya.


"Oke... sesuai perintahku tadi, aku ingin masalah ini cepat selesai" ucap Vano sembari menutup ponselnya.


Vano menoleh dan mendekati Veronica yang tengah terbaring diatas tempat tidur, perlahan ia beranjak dan berjalan menuju tempat tidur Veronica.


Kini Vano berada di dekat Veronica dan tersenyum pada tantenya.


"Tante jangan terlalu banyak bergerak, Tante harus banyak istirahat, hari ini kita akan membawa Tante ke Singapura, Tante akan mendapat pengobatan yang lebih baik disana" seru Vano sembari memegang tangan Veronica.


Tak terasa air mata itu jatuh begitu saja di sudut mata Veronica, bibirnya bergetar, ia tak mampu berucap, tangannya bergerak menyentuh lembut wajah Vano yang tengah duduk disamping Veronica.


"Andai aku bisa memutar kembali sang waktu, aku tidak akan membuat mu kehilangan Leona, kamu anak yang berbakti, Leona sangat beruntung memiliki putra sepertimu, maafkan aku nak, maafkan lah tantemu yang bodoh ini, hanya karena suatu kecemburuan, aku sudah jahat telah memisahkan anak sebaik dirimu dari ibumu" Sesal Veronica yang diiringi tangis Veronica.


"Vano sudah memaafkan Tante, jauh sebelum Tante meminta maaf, kita lupakan kejadian itu, Vano sudah bahagia akhirnya keluarga kita bersatu, Vano berharap Tante bisa menghapus dendam Tante kepada keluarga kami, kami semua peduli pada Tante, kami akan selalu bersama Tante dan Helena." ucap Vano sembari mencium tangan Veronica.


Veronica benar-benar tak sanggup menahan air matanya yang, jatuh semakin deras, saat Vano memperlakukan nya seperti ibunya sendiri, hatinya hancur berkeping-keping mengingat perbuatan dirinya yang sempat ingin melukai orang-orang terkasih Vano.


"Tante sudah ku anggap seperti mamaku sendiri, karena Helena selain dia sepupuku, dia juga sudah ku anggap sebagai adikku sendiri" ucap Vano tersenyum.


Veronica akhirnya lega, Vano sudah memaafkan kesalahannya, tampak Helena mengusap air matanya, ia terharu dan bahagia melihat perubahan pada mommy nya.


"Mommy, kami semua sayang Mommy, Mommy yang kuat ya, Helena ingin melihat Mommy sembuh" seru Helena sambil memeluk Veronica yang tergolek lemah.


"Helena sayang, maafkan Mommy, jika saatnya nanti Mommy tidak bisa menemanimu lagi, Mommy berharap akan ada seseorang yang menjagamu dengan baik, pemuda yang bertanggung jawab dan menyayangimu tanpa syarat, Mommy rasa, Mommy sudah tidak kuat menahan rasa sakit ini" ucap Veronica yang membuat Helena semakin sedih.


"Mommy jangan bicara seperti itu, Mommy akan sembuh, aku yakin pasti Mommy akan sembuh" seru Helena penuh harap.


Tiba-tiba dokter Erick datang dan memberi tahukan bahwa keberangkatan Veronica akan dilakukan malam ini, mengingat masih menunggu surat pengajuan dari pihak yang berwajib.


"Nanti malam, kita akan memberangkatkan Nyonya Veronica ke Singapura" seru dokter Erick memberi tahukan.


Kemudian dokter Erick menghampiri Veronica dan mencoba menyemangatinya.


"Nyonya Veronica, kami akan semaksimal mungkin untuk mengusahakan untuk kesembuhan Anda, Nyonya Veronica hanya perlu istirahat dan menenangkan diri, jangan terlalu banyak beban pikiran" ucap Dokter Erick


"Dokter, Anda sudah melakukan hal banyak kepada saya, terimakasih banyak atas pertolongan Anda" ucap Veronica


"Tidak Nyonya, Anda tidak perlu berterima kasih kepada saya, sudah tugas saya sebagai seorang dokter untuk merawat pasien saya, dan tentunya...." belum selesai Dokter Erick melanjutkan kata-katanya, Vano sudah memotong pembicaraannya.


"ehem...ehem...dan tentunya Dokter Erick juga ingin merawat Helena juga...iya kan" sahut Vano sembari melirik kearah sohibnya itu.


Dokter Erick menjadi salah tingkah, ia menyikut tangan Vano yang sengaja membuat nya malu di depan Veronica, dan Helena tersenyum tipis melihat tingkah keduanya.


"Begini Tante, sebenarnya Dokter Erick ini, ingin mengatakan sesuatu kepada Tante, bahwa sebenarnya dia ingin..." belum selesai bicara, Dokter Erick sudah membungkam mulut Vano dengan tangannya.


"Mmmm ...."


"Ssssttt...diam, apa kamu ingin membuatku malu"


"Lepasin tanganmu, kamu sengaja ya ingin merusak ketampanan ku, nanti kalau istriku pulang melihat perubahan mukaku karena ulahmu, pasti dia nggak mau melihatku" sungut Vano sambil memegang bulu-bulu halus yang tumbuh di wajahnya.


"Nggak peduli" sahut Dokter Erick cepat, Helena hanya menggelengkan kepalanya, melihat kekonyolan dua pria tampan itu.


"Memangnya dokter Erick ingin mengatakan apa?" tanya Veronica yang tiba-tiba.


Dan tentu saja itu membuat Helena dan Dokter Erick menjadi gugup dan salah tingkah.


"Eh... Sa...saya, saya itu ..." ucap Dokter Erick terbata-bata.


"Halah...ngomong gitu aja susah amat, bilang yang tegas...Saya mau melamar Helena menjadi istri saya" sahut Vano yang membuat dokter Erick semakin tegang.


"Aduuhh ... mampus, Vano bikin jantungku mau copot saja". gumam Dokter Erick sembari tersenyum paksa karena merasa malu pada Helena.


Veronica tersenyum mendengar penuturan Vano, justru ia senang melihat sang putri yang mendapatkan pria baik seperti dokter Erick.


"Dokter Erick, apa itupun benar?" tanya Veronica, yang langsung membuat nya harus berani mengakui perasaannya kepada Helena.


Dokter Erick menghela nafasnya, ia mencoba tegas mengungkapkan perasaannya kepada Helena di depan Veronica.


"Iya Nyonya, saya...saya menyayangi putri Nyonya, dan saya ingin menjadikan Helena sebagai pasangan hidup saya" ucap dokter Erick sembari menatap wajah Helena yang tampak terkejut dengan pengakuan dokter Erick.


"Helena sayang, Mommy sangat bahagia bila ada pria yang menyayangimu, itu artinya Mommy akan pergi dengan tenang" ucap Veronica


"Mommy ngomong apa sih? Mommy akan melihat Helena menuju altar pernikahan, Mommy pasti sehat" seru Helena penuh harap.


"Helena, Mommy tidak berharap banyak, Mommy hanya ingin melihatmu bahagia, apa kamu juga mencintai dokter Erick?" tanya Veronica yang membuat Helena semakin berdebar.


Helena tidak bisa memungkiri perasaannya, bahwa dia juga memendam perasaan yang sama dengan dokter Erick, keduanya saling menatap, Helena salah tingkah saat dokter Erick terus tersenyum kepadanya dengan tatapan penuh cinta.


Tiba-tiba tangan Veronica meraih tangan Helena dan tangan Dokter Erick, Veronica menyatukan cinta mereka berdua.


"Mommy akan merestui hubungan kalian, Dokter Erick pria yang baik dan bertanggung jawab, Mommy yakin dia pasti akan membahagiakanmu Helena" seru Veronica sembari tersenyum.


Akhirnya Vano bisa tersenyum bahagia melihat kebahagiaan Helena, Vano sangat percaya bahwa dokter Erick adalah laki-laki yang bertanggung jawab dan pasti akan membahagiakanmu sepupunya.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥


...Akhirnya satu persatu tokoh-tokoh kita sudah menemui jodohnya, bagaimana dengan Laura dan Romi?🤔...


...Dan bagaimana nasib Bu Siska? apa dia juga akan bahagia atau sebaliknya? tunggu update selanjutnya ya 😊...


...Pantau terus sampai akhir kisah ya, dan jangan lupa author selalu mengingatkan, dukungan kalian selalu author tunggu😊😘...


...LlKE, KOMENTAR, BERI HADIAH, DAN VOTE...


...FAVORITKAN KARYA INI AGAR KALIAN BISA TAHU NOTIFIKASI UPDATE SELANJUTNYA ...


...TERIMAKASIH...


...❤️❤️❤️❤️❤️...