
Vano pamit kepada Veronica dan Helena, hari ini ia akan menjemput sang istri di sekolahnya.
"Helena, aku pamit... aku sudah janji pada istriku untuk menjemputnya" ucap Vano kepada Helena.
"Terimakasih brother, aku doakan semoga kalian selalu diberi kebahagiaan, semoga baby kalian lahir dengan sehat dan selamat, aku akan selalu mendoakan kebaikan untuk kalian berdua, Tuhan selalu melindungi kalian" ucap Helena penuh harap.
Dan akhirnya Vano juga berpamitan kepada mereka semua, Vano melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit, sembari melihat kearah jam tangannya.
"Mudah-mudahan belum terlambat, tunggu sayang, suamimu akan datang" gumam Vano senang
Dengan wajah yang bahagia, Vano meluncur ke sekolah Harapan Bangsa untuk menjemput sang istri.
******
Jam pulang sekolah sudah tiba, semua siswa tanpa terkecuali berhamburan keluar dari sekolah, tampak Laura sedang terburu-buru, dan itu membuat Shesa dan Monic menjadi terkejut.
"Sorry ya aku pulang duluan, aku buru-buru" ucap Laura kepada Shesa dan Monic
"Ada apa? ada sesuatu?" tanya Shesa penasaran, tidak biasanya Laura seperti itu.
"Nggak ada apa-apa, aku ada janji dengan seseorang yang sudah menunggu ku dirumah" jawab Laura
"Seseorang... hm, kelihatannya kamu seneng banget, pasti dia tamu istimewa, Iya nggak Sha?" ucap Monic sambil melirik Shesa.
"Apaan sih, nggak kok, cuma teman biasa, sudah ya... bye" seru Laura sembari berlalu meninggalkan Shesa dan Monic.
Shesa dan Monic melihat raut bahagia Laura, seolah ia bertemu dengan seseorang yang spesial.
"Laura kayaknya bahagia banget deh, ketemu sama siapa ya dia?" tanya Monic penasaran
"Entahlah, siapapun orangnya, dia sudah membuat Laura bahagia, semoga saja dia orang baik" ucap Shesa ikut senang
Shesa dan Monic berjalan menuju luar sekolah, tiba-tiba Mario menghampiri keduanya dengan motor bebek nya.
Shesa yang menyadari kedatangan Mario, lantas menyikut tangan Monic.
"Tuh, ditunggu sang pangeran" seru Shesa sembari menunjuk kearah Mario yang sudah tersenyum manis.
Monic melihat kearah Mario, ia melihat sang kekasih sudah siap membawanya pulang.
"Sudah pergi sana, kasihan Mario udah nungguin tuh" seru Shesa kepada Monic
Monic masih khawatir karena Shesa sendiri, sedangkan semua siswa sudah hampir pulang semua.
"Gimana dengan kamu Sha, kamu sendirian dong, nggak ah, aku temenin kamu dulu aja, sampai jemputan mu datang" ucap Monic yang masih khawatir
"Jangan khawatir, sebentar lagi juga datang...nah itu dia" seru Shesa yang melihat kedatangan mobil mewah Vano.
Monic melihat kearah mobil, dan ternyata Vano yang menjemput sahabatnya itu.
"Pak Vano yang jemput kamu, ya udah aku tinggal dulu ya ...bye" pamit Monic saat mengetahui Vano sudah datang.
Monic menghampiri Mario yang sudah menunggunya, kemudian dengan segera Monic memakai helm dan naik keatas sepeda antik Mario.
Dan kemudian Mario melajukan motornya, Monic melambaikan tangan kepada Shesa, dan Shesa pun membalasnya, kemudian Shesa berjalan menuju mobil Vano, tampak Vano keluar dari mobil dan menyambut permaisurinya yang datang menghampirinya.
"Sudah lamakah kamu menunggu ku sayang?" tanya Vano sembari memeluk sang istri dan mengecup keningnya.
"Hm... nggak kok, oh iya gimana kabar Tante Veronica?" tanya Shesa sembari menatap wajah sang suami.
"Ayo masuk, kita bicara didalam" seru Vano sembari merangkul Shesa dan membukakan pintu mobil untuk istrinya.
Sesampainya di mobil Vano menceritakan semuanya kepada Shesa, dan Shesa ikut bahagia mendengar bahwa Helena dan Erick akan menyatukan cinta mereka.
"Aku turut bahagia mendengarnya, akhirnya semua menemukan kebahagiaan, semoga Tante Veronica mendapat kesembuhan" ucap Shesa.
"Kamu benar, sekarang aku akan mengajakmu belanja, kamu bisa beli apapun sepuas hatimu" seru Vano sembari mengelus rambut istrinya.
"Nggak perlu sayang, aku nggak pingin apa-apa, aku hanya ingin minum sumil rasa cokelat, tiba-tiba saja aku ingin itu" ucap Shesa sembari membayangkan kelezatan sumil rasa cokelat.
Vano tersenyum dan tanpa lama-lama, Vano melajukan mobilnya menuju pusat perbelanjaan.
*****
Di rumah Laura
Romi melihat Laura pulang dan tersenyum padanya.
"Maaf, sudah menunggu lama" seru Laura sembari mempersilahkan Romi masuk kedalam rumah.
"Iya...tak apa, santai saja" jawab Romi
"Hari ini aku mau mengajakmu jalan-jalan, sudah lama aku rindu kota kelahiranku ini, aku berharap kamu mau menemaniku" sambung Romi.
Laura tersenyum dan mengiyakan ajakan Romi.
Tiba-tiba Laura menanyakan tentang suatu hal yang masih sedikit membuatnya penasaran.
"Oh iya Rom, waktu aku menelepon mu, kenapa kamu menyebut nama Shesa, apa kalian ada hubungan...maaf jika aku lancang menanyakan hal itu" seru Laura sembari menundukkan wajahnya.
"Oh...Shesa, mungkin kamu salah dengar, oh iya ...dia dulu sekretaris OSIS, dan kami tidak ada hubungan apa-apa" jawab Romi gugup
"Oh iya, aku juga mengenalnya, dia gadis yang baik dan cerdas" seru Laura.
"Kamu benar, dia selalu mendapat juara disetiap pertandingan antar sekolah" jawab Romi mengiyakan
"Hm... bahkan kemarin dia memenangkan kejuaraan panjat dinding, dia kuat banget sumpah, calon ibu yang tangguh" seru Laura
"Calon ibu? ah iya tentu saja, suatu hari nanti dia pasti akan menjadi ibu" seru Romi yang masih belum mengerti maksud Laura, bahwa Shesa adalah calon ibu dari bayi yang dikandungnya sekarang.
"Baiklah aku masuk dulu, aku mau ganti baju dulu" seru Laura.
"Iya..." jawab Romi singkat.
Setelah beberapa saat, Laura keluar dari kamarnya, Romi tampak terkesima dengan penampilan Laura yang berbeda.
Laura terlihat manis dengan menggunakan celana jeans dan outer berwarna gelap yang dipadu dengan kaus warna putih.
"Nice" gumam Romi tersenyum
Tampak Romi tidak mengedipkan mata saat melihat Laura datang menghampirinya, rambut yang biasa Laura ikat di belakang, sekarang ia biarkan tergerai indah di bahunya, menambah kesan seorang gadis yang manis.
"Woi... apa yang kamu lihat?" seru Laura yang membuat Romi terbangun dari lamunannya.
"Eh...iya...ayo kita berangkat" ucapnya sembari mengajak Laura naik ke atas motor sport nya
Dan akhirnya mereka berdua menuju pusat keramaian, Romi mengajak Laura untuk membeli buku-buku novel terbaru
Tampak Shesa sedang memilih sesuatu untuk dibeli, sedangkan Vano sibuk memilih perlengkapan bayi, tampak Shesa melihat susu hamil yang terpajang di etalase, dengan segera ia mengambil susu itu.
"Ini dia" ucapnya sembari memasukkan beberapa kotak susu hamil di keranjang dorongnya.
Sementara Romi dan Laura juga sibuk mencari buku-buku novel terbaru, tampak Romi ingin pergi ke toilet.
"Laura, aku ke kamar mandi sebentar, kamu tunggu saja disini, aku segera kembali" seru Romi
"Iya" jawab Laura
Akhirnya Romi mencari kamar mandi, dan akhirnya ia menemukan letak kamar mandi tersebut.
Setelah beberapa saat, Romi keluar dari kamar mandi, tiba-tiba ia memutuskan untuk membeli makanan ringan untuk dibawanya bersama Laura nanti.
Shesa terus mendorong kereta belanja nya, sembari melihat-lihat produk-produk susu yang bagus untuk bumil, hingga ia tak sadar kereta belanjaan nya menabrak seseorang di depannya.
"Aww ... hati-hati dong" seru Romi
"Ma..maaf..." Shesa benar-benar terkejut saat melihat wajah Romi tengah berada di hadapannya.
"Shesa ...."
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
...**DAG DIG DUG...
...😁😁😁😁**...