PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 94. Tingkah Bao Meng Ling


Akhirnya mereka tiba di kediaman Ju Yuanpei yang terletak tidak jauh dari aula utama balai kota Yungho.


Sebuah bangunan megah kini terpampang dihadapan mereka saat turun dari kereta kuda.


"Sepertinya meskipun kota Yungho ini terlihat lebih kecil dari kota Yenan, namun kediaman Ju Yuanpei ini terlihat lebih besar dan lebih megah dari kediaman milik Bei Feiyan".


" Dari mana uang yang dia gunakan untuk membangun kediamannya ini? Apakah dari hasil rampokan!? ". Pikir Xue Yunlei.


Dua pelindung kota Yungho tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam kereta saat menuju ke kediaman Ju Yuanpei, sehingga mereka masih berpikir bahwa penguasa kota Yungho itu sudah berhasil menaklukkan Xue Yunlei dan Bao Meng Ling.


" Hei bocah! Cepat buka topengmu itu! ". Teriak pria tua yang adalah salah satu pelindung kota Yungho.


" Cepat minta maaf kepada junjunganmu! ". Bentak Ju Yuanpei.


" Tuan Ju Yuanpei! Mengapa Anda berkata seperti itu kepadaku? Apakah ada yang salah dengan perkataanku? ". Tanya pria tua itu karena merasa terkejut dengan sikap Ju Yuanpei kepadanya.


" Cepat minta maaf jika kamu masih ingin bekerja sebagai pelindung kota Yungho ini! ". Perintah Ju Yuanpei lagi.


" Baiklah, aku minta maaf kepada tuan muda karena telah bersikap tidak sopan ". Ucap pria tua itu sambil bersujud dan memberi hormat.


" Sepertinya kamu berpikir bahwa aku telah masuk ke dalam perangkap Ju Yuanpei!? ".


" Ha...ha...ha...ha...ha, sungguh sangat naif".


"Dilihat dari usia tulang yang sudah berusia seratus tahun lebih, sepertinya tidak membuatmu memiliki banyak pengetahuan".


" Aku merasa sangat geli melihat sikapmu itu ".


" Apakah kamu ingin mengetahui seberapa kuat bocah dihadapanmu ini? ". Tutup Xue Yunlei yang langsung memberikan pertanyaan kepada pria tua tersebut.


" Ham...hamba tidak berani ". Ucap pria tua yang saat ini masih dalam posisi berlutut,


Kata - kata pria tua itu tergagap karena saat ini telah merasakan aura intimidasi yang dikeluarkan oleh Xue Yunlei.


Tidak hanya pria tua yang sedang berlutut yang bisa merasakan aura intimidasi tersebut, melainkan pria tua yang satunya lagi terkena imbasnya.


Kini kedua pria tua yang adalah seorang pendekar langit ditingkat pendekar petapa suci, mulai merasa takut dengan sosok yang ada di depan mereka.


Usia tulang murni 18 tahun tetapi sudah menjadi seorang pendekar langit yang tingkatannya lebih tinggi dari mereka berdua.


"Mulai saat ini, kalian harus mendengar apa yang aku perintahkan, kalau kalian tidak melakukan apa yang aku perintahkan, saat aku bertemu dengan kalian, hidup kalian pasti tidak bisa lagi melihat dunia ini". Ucap Xue Yunlei memberikan ancaman.


" Hamba tidak berani untuk menolak perintah yang tuan muda berikan ". Jawab mereka bertiga serentak.


" Bagus, ayo kita masuk". Ucap Xue Yunlei mengajak mereka untuk memasuki aula pribadi kediaman Ju Yuanpei.


Sikap tersebut memang sangat bertolak belakang, sebab Ju Yuanpei adalah pemilik bangunan megah itu.


Kelima sosok tersebut segera memasuki bangunan megah itu. Namun Ju Yuanpei segera mendahului Xue Yunlei dan mengantarkan pendekar bertopeng itu untuk duduk di kursi utama dalam aula pribadinya.


Xue Yunlei pun langsung duduk dan ditemani oleh Bao Meng Ling.


"Aku tidak akan berlama-lama lagi di kota Yungho ini, sebab aku memiliki urusan yang sangat penting untuk diselesaikan".


" Jadi, saat ini kalian harus menyiapkan dua ekor kuda terbaik untuk kami berdua gunakan ".


" Itu hal pertama yang aku perintahkan. Dan untuk hal yang kedua, kamu sebagai penguasa kota Yungho ini, harus menyiapkan kediaman pribadi untuk ku, dengan beberapa paviliun didalamnya ".


" Agar supaya jika aku datang ke kota ini, aku bisa beristirahat di kediamanku sendiri ".


" Dan untuk hal yang ketiga, nanti akan ada utusanku yang akan datang kepadamu yang akan bertanggung jawab di kediamanku itu ".


" Sedangkan untuk hal yang terakhir, jika ada surat yang datang kepadamu dengan cap seperti ini, berarti itu adalah perintah dariku". Ucap Xue Yunlei sambil menunjukkan lambang yang akan mereka pakai pada setiap panji atau bendera bagi anggota organisasi Awan Merah.


"Apakah anda sudah mengerti? ". Tanya Xue Yunlei kepada Ju Yuanpei.


" Iya, saya sudah mengerti ". Jawab Ju Yuanpei.


" Bagaimana dengan kalian berdua? ". Tanya Xue Yunlei lagi sambil menatap kearah kedua pelindung kota Yungho.


" Iya, kami sudah mengerti ". Jawab serentak kedua pria tua didepannya.


" Biar aku saja yang mencicipinya terlebih dahulu". Potong Bao Meng Ling yang langsung mencicipi satu persatu hidangan yang tersedia di hadapan mereka.


Tidak hanya itu saja, gadis itu juga mencicipi teh dan arak yang telah disediakan.


Xue Yunlei hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah gadis itu.


Setelah selesai mencicipi semuanya, Bao Meng Ling segera memberikan cangkir, serta sumpit yang telah dia gunakan untuk digunakan oleh Xue Yunlei.


Pemuda itu hanya bisa terperangah mendapatkan perlakuan seperti itu dari Bao Meng Ling.


"Ayo, cepat ambil ini dan gunakan. Jika tua bangka ini masih bermaksud jahat, kamu bisa mengetahuinya jika aku keracunan atau apa pun yang akan terjadi kepadaku setelah mencicipi semuanya".


" Dan jika benar ada sesuatu yang telah mereka taruh didalam setiap makanan dan juga didalam teh dan arak, kamu bisa membunuh mereka semua tanpa belas kasihan". Tutup Bao Meng Ling sambil menatap kearah tiga pria tua didepannya.


Mendengar pernyataan yang telah disampaikan oleh Bao Meng Ling, Xue Yunlei langsung berpikir.


"Benar juga apa yang dikatakan gadis tengik ini".


" Ternyata untuk melindungi diriku, dia siap untuk mengorbankan nyawanya ".


"Ling'er, terima kasih atas perhatianmu, akan tetapi kata - katamu itu tidak baik kamu ungkapkan didepan mereka, karena itu bisa menyinggung perasaan mereka". Ucap Xue Yunlei sambil mengacak-acak rambut gadis itu.


" Sebenarnya aku ini siapa dimatamu !? Kadang kamu memanggilku dengan panggilan gadis tengik, terkadang juga kamu memanggilku dengan panggilan Ling'er!?". Kata - kata yang keluar dari mulut Bao Meng Ling dengan nada tidak senang.


"Jika kamu mau aku memanggilku terus dengan panggilan Ling'er, kamu harus menunjukkan sikap yang baik, jika tidak, aku akan tetap memanggilmu dengan panggilan gadis tengik". Balas Xue Yunlei untuk menanggapi perkataan Bao Meng Ling sambil tersenyum.


Tiba-tiba saja Bao Meng Ling langsung terlihat sedang kesakitan sambil memegang dadanya.


"Achk...achk, ka...kalian". Kata - kata yang keluar dari mulut Bao Meng Ling.


" Ling'er! Apa yang telah terjadi? ". Tanya Xue Yunlei dengan penuh rasa khawatir sambil medekap tubuh gadis itu.


" Apa yang telah kalian lakukan terhadap hidangan ini? ". Tanya Xue Yunlei dengan niat membunuh terlihat dari tatapan matanya.


" Tidak tuan, aku tidak melakukan apa pun terhadap hidangan ini ". Jawab Ju Yuanpei dengan penuh rasa takut.


" Siapa yang telah berani melakukan sesuatu terhadap hidangan ini!? ". Teriak Ju Yuanpei bertanya kepada para pelayan.


Semua pelayan segera bersujud dan berkata.


" Ampuni kami Penguasa, kami tidak melakukan apa pun terhadap hidangan itu".


"Lantas siapa yang telah melakukannya!? Apakah ada yang ingin menjebak diriku!? ". Teriak Ju Yuanpei bertanya dengan penuh emosiemosi bercampur rasa takut.


" Tuan, itu bukan perbuatanku! ". Ujar pria tua yang adalah pelindung kota Yungho.


" Iya tuan Ju, aku juga tidak melakukan hal itu". Sambung pria yang satunya lagi.


Setelah situasi makin memanas sesuatu pun terjadi.


"He...he...he...he, selamat, kalian berhasil aku kerjain". Bao Meng Ling langsung tertawa geli dengan apa yang dia lakukan.


Semua yang ada di dalam ruangan itu hanya bisa terkejut dengan tingkah laku gadis itu.


" Nona, tidakan nona itu bisa membuat kami kehilangan nyawa kami". Ucap Ju Yuanpei.


"Kenapa jika kalian kehilangan nyawa kalian!? Itu tidak membuatku merasa dirugikan".


" Oleh karena itu, jangan pernah sekali pun berniat untuk melakukan hal bodoh kepada junjungan kalian ini".


"Apakah kalian dengar dan sudah mengerti !? ". Tanya Bao Meng Ling sambil berteriak.


" Iya nona, kami mengerti ". Jawab tiga pria tua secara bersamaan.


" Bagus - bagus, kalau kalian sudah mengerti, ayo kita santap semua hidangan yang sudah disiapkan ". Ucap Bao Meng Ling dan langsung meraih makanan yang ada.


Xue Yunlei hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat apa yang Bao Meng Ling lakukan itu.


~Bersambung~