PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 186. Rintangan III


Melihat jumlah pasukan siluman serta pasukan bangsa peri yang baru saja tiba, Xue Yunlei langsung berkata kepada Zhuan Zhu.


"Sepertinya dugaan senior benar adanya...dan jika situasinya sangat mendesak, tentunya kita harus menghadapi mereka untuk bisa melarikan diri dari tempat ini." Xue Yunlei membantin sambil menatap kearah Zhuan Zhu.


Xue Yunlei hanya bisa menatap Zhuan Zhu dan tidak menanggapi perkataan pria itu. Namun arti yang tersirat didalam tatapannya seakan membenarkan perkataan Zhuan Zhu.


"Senior...Huaxianzi...sebaiknya kita segera bersiap untuk kemungkinan terburuk yang akan terjadi nanti." Ucap Xue Yunlei.


"Baik!." Jawab keduanya serentak.


Mereka bertiga langsung bersiap untuk bertarung melawan kedua pasukan yang kini telah mengepung mereka.


"Siapa kalian yang telah berani mengusik ketenangan di wilayah kami ini?." Tanya seekor makhluk yang berukuran tinggi besar berkepala tiga serta terlihat seperti seekor Harimau.


"Untuk apa kau mengetahui siapa kami? Apakah identitas kami bisa merubah sikap kalian terhadap kami?." Balas Xue Yunlei yang sudah bersiap untuk bertarung.


"Apakah kalian bertiga yang membunuh puluhan bawahan kami?." Lanjut makhluk itu bertanya.


"Sebenarnya kami aku tidak ingin membunuh mereka, akan tetapi mereka memaksaku untuk melakukan hal itu." Jawab Xue Yunlei sedikit menjelaskan.


"Aku tidak mau mendengar alasanmu itu....jadi kau yang membunuh puluhan bawahan kami... kalau begitu kau dan juga mereka berdua harus menerima hukuman dari apa yang kau perbuat." Ujar makhluk itu.


"Sepertinya kalian adalah raja siluman di wilayah ini, tetapi melihat kekuatan yang kalian miliki, sepertinya kalian belum terlalu kuat untuk bisa mengalahkan diriku." Ucap Xue Yunlei sambil tersenyum mendominasi.


"Hei bocah! Baru sebagai seorang pendekar dewa bumi saja kau sudah bertingkah seperti seorang yang sudah mencapai ranah saint atau ranah immortal... Apakah kamu pikir dengan kekuatanmu itu kau bisa mengalahkanku?." Balas makhluk itu dengan geram.


"Ohhh...sepertinya kau juga terlalu percaya diri untuk bisa mengalahkanku...baiklah, bagaimana jika kita berdua bertarung untuk bisa membuktikan siapa yang paling terkuat diantara kita!?." Ujar Xue Yunlei untuk menantang makhluk itu.


"Pendekar Xue, kekuatannya makhluk itu sepertinya sudah setara dengan makhluk langit, sehingga itu tidak mudah untuk bisa dikalahkan." Ujar Zhuan Zhu.


"Sepertinya pendekar Zhuan masih meragukan kemampuan penguasa kami...apa benar dugaanku ini?." Huaxianzi menyela perkataan Zhuan Zhu.


"Bukan seperti itu...tetapi kau sendiri bisa melihat kekuatan yang dimiliki oleh makhluk itu, jadi menurutku itu sangat sulit untuk bisa dikalahkan." Zhuan Zhu menanggapi perkataan Huaxianzi.


"Senior Zhuan tidak perlu merasa khawatir seperti itu, sebab aku masih bisa mengalahkan mereka semua." Ujar Xue Yunlei meyakinkan Zhuan Zhu.


"Jika itu adalah raja siluman dari salah satu ras diseluruh alam, kemungkinan aku tidak bisa menghadapinya, tetapi jika hanya raja siluman di wilayah ini, aku bisa mengalahkan mereka." Lanjutnya.


"Baiklah, jika itu yang pendekar Xue katakan, aku mempercayainya." Ucap Zhuan Zhu.


"Ha...ha...ha...ha...ha..." Mendapatkan tantangan dari Xue Yunlei, raja siluman harimau itu langsung tertawa dan lanjut berkata "sepertinya kau terlalu bersemangat untuk bertarung dengan ku...apakah kau sudah siap untuk kehilangan nyawamu?." Ucap makhluk itu dengan penuh percaya diri.


"Aku sudah siap untuk bertarung dengan mu agar aku bisa mengambil inti jiwa yang kau miliki untuk bisa ku gunakan dalam pembuatan senjata pusaka milikku." Balas Xue Yunlei setelah mendengar ucapan makhluk tersebut.


"Baiklah, jika itu yang kau inginkan, aku juga akan melakukan hal yang sama denganmu...Jika aku membunuhmu, aku juga akan mengambil inti jiwamu itu agar bisa kugunakan untuk meningkatkan kekuatanku...dan untuk menghadapimu, aku tidak perlu menggunakan wujud asli ku ini." Tutur makhluk itu dan langsung merubah wujudnya menjadi seorang manusia dengan sebuah tombak ditangannya.


"Pendekar Xue, sepertinya tombak ditangan makhluk itu adalah sebuah senjata tingkat spiritual, itu bisa menampung seluruh energi qi milik kita." Ucap Zhuan Zhu kepada Xue Yunlei.


"Hmmm...jika aku mengalahkannya, aku akan mengambil tombak itu dan akan memberikan kepada senior Zhuan." Ucap Xue Yunlei menanggapi perkataan Zhuan Zhu.


"Terima kasih pendekar Xue!." Ujar Zhuan Zhu sangat senang karena bisa memiliki senjata tingkat spiritual.


Xue Yunlei sendiri membutuhkan senjata tingkat spiritual amat terlebih senjata tingkat dewa. Namun dirinya lebih tertarik jika itu adalah sebuah pedang, sebab dirinya sangat menyukai senjata itu seperti ayahnya.


Xue Yunlei langsung mengaktifkan teknik Penjara Dewa Langit untuk menyegel area di sekitar tempat dimana mereka bertiga dan pasukan kedua bangsa peri dan siluman berada.


Tindakan Xue Yunlei itu langsung membuat pasukan dan raja peri serta raja para siluman langsung merasa terkejut.


"Siapa bocah ini? Mengapa dia bisa menggunakan teknik Penjara Dewa Langit?."


"Apakah dia seorang murid dari salah satu dewa?."


"Apakah dia juga memiliki teknik tingkat dewa yang bisa mengalahkan bangsa kita?."


Kata-kata serta pertanyaan yang keluar dari bangsa siluman dan bangsa peri didalam keterkejutan mereka.


"Aku tidak akan terpengaruh dengan gertakannya...mungkin hanya itu teknik tingkat dewa yang dia miliki." Ucap makhluk yang akan bertarung dengan Xue Yunlei.


"Kalian berdua tetap diam disini dan menunggu momentum yang tepat untuk bertindak, aktifkan formasi pelindung kalian berdua." Perintah Xue Yunlei.


Huaxianzi dan Zhuan Zhu segera melakukan apa yang Xue Yunlei perintahkan.


Raja bangsa peri di wilayah hutan itu langsung bisa mengenali teknik formasi pelindung yang digunakan oleh Huaxianzi.


"Tunggu! Raja Yao, sepertinya salah satu diantara mereka bertiga itu adalah bangsa peri yang berasal dari hutan Ilusi." Ujar raja peri yang bersama dengan makhluk itu.


"Raja Jing, meskipun wanita itu berasal dari bangsa peri yang berasal dari hutan ilusi, akan tetapi dia bersama dengan manusia yang telah membunuh puluhan bangsa siluman...sehingga aku harus menghukum mereka!." Ujar Yao Laohu menanggapi perkataan Jing Senlin.


"Raja Yao, pemimpin mereka adalah adikku...aku tidak ingin menimbulkan kesalah pahaman diantara kami berdua." Balas Jing Senlin.


"Apakah kau ingin berpihak kepada mereka?." Tanya Yao Laohu dengan tatapan curiga kepada Jing Senlin.


Pasukan dari kedua bela pihak yaitu pasukan siluman harimau dan pasukan bangsa peri kini langsung bersiap untuk bertarung jika situasi itu yang akan terjadi.


"Raja Yao, aku tidak bermaksud seperti itu, akan tetapi aku bersama pasukan ku tidak akan ikut campur dengan masalah kalian." Balas Jing Senlin.


"Ohhh...sepertinya kau ingin mengkhianati teman mu yang sudah bersama selama ribuan tahun di hutan ini? Baiklah, jika itu yang kau inginkan...mulai saat ini, bangsa siluman di hutan ini akan selalu bermusuhan dengan bangsa peri!." Ujar Yao Laohu dengan penuh kebencian.


Raja siluman yang lain yang juga berada di tempat itu langsung menatap ke arah Jing Senlin setelah mendengar perkataan Yao Laohu.


"Hei! Makhluk jelek! Apakah pertarungan kita tidak akan dimulai?." Tanya Xue Yunlei dengan ledekan.


Yao Laohu langsung menatap kearah Xue Yunlei dan langsung berkata "apakah kau pikir aku takut untuk menghadapimu setelah melihat teknik Penjara Dewa Langit milikmu?." Balas Yao Laohu dengan perasaan yang jengkel.


"Aku sudah muak mendengarkan ocehan kalian itu...saat ini aku sudah tidak sabar untuk membunuhmu." Xue Yunlei mencaci harimau berkepala tiga itu untuk memprovokasinya.


"Jika kau merasa yakin untuk bisa mengalahkan diri ku, cepatlah kau lakukan...masalah kalian itu nanti diselesaikan setelah kau membunuhku seperti yang telah kau katakan sebelumnya." Lanjut Xue Yunlei memprovokasi Yao Laohu.


Pemuda itu ingin membunuh Yao Laohu agar bisa mengintimidasi bangsa siluman dan bangsa peri di wilayah itu agar bisa memiliki senjata spiritual yang dimiliki oleh para raja siluman.


Sebab jika tidak diberikan secara langsung oleh mereka, Xue Yunlei tidak bisa mendapatkannya selain merampas senjata mereka saat sudah mereka keluarkan.


Dan jika Xue Yunlei tidak bisa memancing mereka untuk mengeluarkan senjata spiritual yang mereka miliki, benda itu tidak bisa dia miliki.


Tidak hanya itu saja, kemampuan Xue Yunlei tidak akan dengan mudah untuk bisa mengalahkan mereka, apa lagi jika dibantu oleh raja bangsa peri di wilayah itu.


Meskipun dirinya bisa mengalahkan mereka setelah tanpa dukungan raja bangsa peri, namun Xue Yunlei akan mengorbankan keselamatan jiwanya juga karena akan menggunakan teknik tingkat dewa yang dia miliki.


Kekuatan Xue Yunlei saat ini hanya mampu menggunakan teknik tingkat dewa sebanyak tiga kali berturut-turut secara penuh.


Jika dia hanya menggunakan sebagian energi qi miliknya, dampak serangan dari teknik yang akan dia gunakan tidak bisa membunuh raja para siluman yang ada.


Untuk itulah mengapa dia menggunakan cara agar mengintimidasi mereka semua dengan mengalahkan Yao Laohu.


"Baiklah! Aku akan bertarung denganmu...dan kau Jing Senlin! Urusan kita belum selesai...setelah aku mengalahkannya, aku akan berurusan lagi denganmu." Teriak Yao Laohu yang adalah raja siluman terkuat di wilayah itu.


"Ayo kita mulai pertarungan kita!." Teriak Yao Laohu sambil melesat untuk menyerang Xue Yunlei dengan tombak yang berada ditangannya.


~Bersambung~