PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 227. Situasi Di Kediaman Xue Yunlei


Akhirnya kelompok Xue Yunlei pun tiba di kota Yin dan segera menuju ke wilayah kediaman klan Xue.


Sesampainya di kediamannya, Xue Yunlei kembali di kejutkan dengan sosok yang menghuni kediamannya itu.


"Apakah nona Xiao Lin Meng telah kembali lagi kesini?" Pikir Xue Yunlei setelah melihat kediamannya berpenghuni.


Keenam sosok itu terus mendekati kediaman Xue Yunlei. Dan benar saja, Rui Lianjin langsung terlihat oleh mereka.


Rui Lianjin yang melihat kedatangan Xue Yunlei dan yang lainnya segera menyambut mereka "Selamat datang tuan muda Xue...maaf jika kami telah lancang untuk menempati kediamanmu tanpa seijinmu." Ucap Rui Lianjin tulus.


"Sudahlah, tidak perlu dibesar-besarkan...apakah nona Xiao Lin Meng juga bersama denganmu?" Tanya Xue Yunlei.


"Iya tuan muda Xue." Jawab Rui Lianjin.


"Tuan muda, silahkan masuk." Lanjut Rui Lianjin.


"Ayo, mari kita masuk." Ajak Xue Yunlei kepada yang lain.


Mereka pun segera memasuki kediaman tersebut dan langsung duduk di ruang tamu.


"Nona Rui, perkenalkan...ini adalah raja siluman Harimau Yao Laohu dan dia ini adalah raja siluman Serigala Langren serta yang satunya lagi adalah raja siluman Rubah Gai Bian... Mereka bertiga adalah bawahan ku dan sudah ku anggap sebagai keluarga ku sendiri."


"Dan ini adalah Rui Lianjin, dan dia adalah kenalanku yang pernah menghadapi kesulitan bersama denganku dan juga dengan Huaxianzi."


"Aku berani mengungkapkan identitas mereka kepadamu, itu karena kau sudah ku anggap sebagai keluarga ku juga."


Setelah selesai memperkenalkan Rui Lianjin bersama dengan ketiga raja siluman itu Xue Yunlei pun kembali melontarkan pertanyaan kepada Rui Lianjin "Apakah kalian berdua sudah pergi ke kota Chingli?"


"Belum tuan muda." Jawab Rui Lianjin.


"Jadi, kalian berdua pergi ke mana saat meninggalkan tempat ini?" Tanya Xue Yunlei lagi sambil menatap Rui Lianjin penasaran.


"Maafkan aku, sebab hal itu nanti nona Xiao Lin Meng yang menceritakannya." Jawab Rui Lianjin.


"Ternyata kau sudah kembali...apakah kau sudah mendapatkan senjata pusaka milikmu?" Suara yang terdengar dari arah belakang.


"Nona Xiao, ternyata kau sudah ada disini...ayo, mari duduk bersama kami." Tutur Xue Yunlei setelah melihat pemilik suara tersebut.


Saat Xiao Lin Meng telah duduk di samping Xue Yunlei, pemuda itu lanjut berkata untuk menghilangkan rasa canggungnya karena telah menanyakan sesuatu di belakang gadis itu.


"Aku barusan bertanya kepada nona Rui Lianjin mengenai kemana kalian berdua pergi setelah meninggalkan kediaman ku ini waktu lalu."


"Namun nona Rui Lianjin berkata kaulah yang berhak untuk menceritakannya...jadi waktu itu kalian berdua pergi kemana?" Tutup Xue Yunlei dengan pertanyaan.


"Aku ingin menceritakan kepadamu tentang hal itu, namun ini adalah masalah pribadi kita, sehingga menurutku tidak pantas untuk didengar oleh orang lain."


"Baiklah, sebelum kau menceritakan hal itu, aku akan memperkenalkan terlebih dahulu kepadamu siapa mereka bertiga ini."


Xue Yunlei pun segera memperkenalkan ketiga raja siluman itu dan juga memperkenalkan siapa sosok Xiao Lin Meng kepada ketiga raja siluman itu.


Namun setelah memperkenalkan Xiao Lin Meng sebagai sahabatnya, gadis itu langsung membantah penjelasan Xue Yunlei.


"Aku bukan hanya sekedar sahabatnya, akan tetapi aku juga adalah kekasihnya." Ujar Xiao Lin Meng kepada ketiga raja siluman itu.


Huaxianzi dan Zhuan Zhu yang telah mengetahui situasi yang telah terjadi sebelumnya, langsung merasa terkejut dengan apa yang di sampaikan oleh Xiao Lin Meng.


Sedangkan Xue Yunlei sendiri hanya bisa terdiam dengan pipinya yang terlihat memerah.


"Awalnya aku akan memberikan carakan hal ini empat mata dengannya, namun karena untuk memastikan kepada kalian jika aku adalah kekasihnya, sehingga aku akan menceritakan kemana aku pergi setelah meninggalkan kediaman ini sebelumnya."


Xiao Lin Meng pun langsung menceritakan kisah yang terjadi saat dirinya menyatakan isi hatinya kepada Xue Yunlei serta kemana selanjutnya dirinya dan Rui Lianjin pergi.


Setelah selesai menceritakan kemana dia pergi bersama dengan Rui Lianjin, Xiao Lin Meng segera menyerahkan surat yang ditulis sendiri oleh Shang Mingmei kepada Xue Yunlei.


Pemuda itu awalnya tidak mau menerima surat yang diberikan oleh Xiao Lin Meng, namun gadis itu langsung meletakkan surat itu ke tangan pemuda tersebut.


"Silahkan kau buka dan baca apa yang telah nona Shang Mingmei tulis didalam surat itu." Lanjut Xiao Lin Meng.


"Sepertinya nona Shang Mingmei tidak mencintaiku...dia hanya ingin menghargai pertunangan yang telah dilakukan oleh orang tuanya dengan orang tua ku."


"Ternyata aku terlalu berharap banyak kepadanya...baiklah, mulai saat ini aku harus menerima kenyataan ini dan sebagai pria sejati aku harus menepati kata-kataku kepada nona Xiao Lin Meng."


Situasi ruangan itu kini menjadi hening saat Xue Yunlei membaca surat itu dan langsung terdiam seperti sedang berpikir.


Tidak ada yang berani untuk mengeluarkan suara sedikitpun setelah melihat sikap pemuda itu.


Namun kesunyian itu langsung berakhir setelah Xiao Lin Meng membuka suara "Bagaimana? Apakah aku sudah bisa menjadi kekasihmu?" Tanya gadis itu tanpa memikirkan pikiran beberapa sosok yang hadir ditempat itu.


"Baiklah, karena aku telah berkata jika aku tidak dijodohkan dengan nona Shang Mingmei, aku akan menerima mu sebagai kekasihku...aku akan menepatinya."


"Mulai saat ini, kalian harus menghormatinya serta harus melakukan apapun yang bisa kalian lakukan untuk kebaikannya seperti apa yang bisa kalian lakukan demi kebaikanku."


"Baik penguasa!" Seru Huaxianzi dan ketiga raja siluman itu secara bersamaan.


"Baik pendekar Xue!" Seru Zhuan Zhu juga.


"Nona Rui, apakah ada sesuatu yang bisa kami makan saat ini?" Tanya Xue Yunlei mengalihkan pembicaraan.


"Baik tuan, aku akan menyiapkannya." Jawab Rui Lianjin.


"Biar aku yang akan membantu Rui Lianjin untuk mempersiapkannya." Sambung Xiao Lin Meng penuh semangat.


Keduanya pun segera bergegas untuk menyiapkan makanan bagi semuanya.


Xue Yunlei pun langsung merubah topik pembahasan dan memberitahukan apa yang akan dia lakukan selanjutnya.


"Penguasa, apa yang harus kita lakukan untuk membantu penguasa agar bisa membalaskan dendam tersebut kepada roh dewa itu?" Tanya Yao Laohu.


"Kalian berempat tidak perlu melakukan apapun, cukup aku dan senior Zhuan Zhu yang akan pergi untuk membalaskan dendam ku itu."


"Namun sebelum pergi, aku akan memberikan sedikit petunjuk kepada senior Zhuan Zhu bagaimana caranya untuk bisa membantuku."


"Penguasa! Mengapa kami berempat tidak bisa ikut untuk membantumu?" Tanya Langren merasa heran.


"Itu karena kekuatan jiwanya bisa dengan mudah untuk bisa mengalahkan kalian berempat." Jawab Xue Yunlei.


Langren langsung terdiam setelah mendengar jawaban penguasanya itu.


"Penguasa, bukankah kekuatan kita lebih diatas dari kekuatan yang dimiliki oleh pendekar Zhuan Zhu?" Yao Laohu kembali bertanya.


"Benar, itu jika diukur dari kekuatan kalian, bagaimana jika diukur dari kemampuan kalian? Apakah kemampuan yang kalian miliki bisa menghadapi roh dewa itu?"


"Menghadapi ku saja kalian sudah tidak bisa, apalagi untuk melawan roh dewa yang telah mengajarkanku teknik yang aku gunakan untuk bisa mengalahkan kalian."


"Aku tidak ingin kalian sia-sia untuk mengorbankan hidup kalian, sebab kalian itu sangat penting bagiku." Tutup Xue Yunlei.


Semuanya hanya bisa tertunduk setelah mendengar penjelasan pemuda itu.


"Penguasa, terima kasih atas kebaikanmu yang selalu memikirkan keselamatan kami...tetapi menurutku kami ini adalah bawahan mu, jadi sudah sewajarnya kami mengorbankan hidup kami untuk mu." Tutur Yao Laohu setelah terdiam beberapa saat.


"Yao Laohu, kalian menjadi bawahan ku bukan semata untuk mengorbankan hidup kalian demi mencapai tujuanku...tidak, aku tidak berpikir sepicik itu."


"Aku menjadikan kalian sebagai bawahan ku, tujuannya untuk mempermudah segala urusan yang sulit untuk aku lakukan sendiri."


"Contohnya kalian sudah menjadi tunggangan ku dan juga mereka berdua, bukankah itu adalah sesuatu yang sangat membantu bagiku?"


"Untuk itu, bagaimana bisa aku membiarkan kalian mengorbankan hidup kalian secara sia-sia!?"


"Aku sudah mengetahui kekuatan serta kemampuan roh dewa itu, sehingga aku tidak bisa mengajak kalian untuk ikut bersama dengan ku."


Xue Yunlei terus memberikan alasannya mengapa dia tidak ingin membawa keempat sosok tersebut hingga mereka menerima keputusan pemuda itu.


~Bersambung~