PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 130. Pengganggu


Setelah beberapa saat mereka berjalan, akhirnya sebuah penginapan pun kembali terlihat. Tetapi yang berbeda dengan penginapan sebelumnya, penginapan ini terlihat lebih ramai.


"Mengapa penginapan ini terlihat lebih ramai dari penginapan Zhiyuan? Apakah ada hal yang berbeda di penginapan ini? ". Pikir Xue Yunlei.


" Selamat datang di penginapan Huaqing, apakah tuan dan nona sekalian ingin memesan beberapa kamar yang tersedia air panas? ". Sambut seorang pelayan.


" Iya, memang kami ingin memesan tiga kamar yang besar serta satu kamar yang berukuran kecil". Jawab Xue Yunlei.


"Apakah kamar yang tersedia air panas? ". Tanya pelayan itu lagi.


" Iya, kamar yang tersedia air panas ". Jawab Xue Yunlei lagi.


" Jika demikian tuan dan nona - nona yang cantik, silahkan duduk dulu dan mohon tunggu sebentar karena aku akan mengecek pesanan kamar yang tuan maksudkan ". Ucap pelayan itu sambil bergegas meninggalkan kelompok Xue Yunlei.


Saat Xue Yunlei mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan di lantai dasar penginapan itu, terlihat ada begitu banyak pendekar dari berbagai sekte maupun Perguruan ilmu bela diri yang sedang duduk menikmati makanan di tempat itu.


Diantara mereka kini sedang menatap ke arah dimana kelompok Xue Yunlei berada.


"Dari mana asal mereka? Apakah mereka adalah para pendekar dari sekte atau pun dari sebuah perguruan ilmu bela diri? ". Tanya seorang pendekar kepada rekan-rekannya.


" Menurutku mereka tidak berasal dari sekte atau Perguruan ilmu bela diri manapun, tetapi mereka berasal dari salah satu keluarga bangsawan ". Jawab seorang pendekar menanggapi pertanyaan rekannya.


" Apakah yang memakai topeng itu adalah seorang wanita? ". Tanya pendekar yang lainnya.


" Dari perawakannya, sepertinya dia adalah seorang pria ". Jawab salah satu diantara mereka.


" Jangan pernah membicarakan orang lain dibelakang mereka, sebab itu bisa mendatangkan masalah bagi kita". Ujar seorang pria tua mengingatkan yang lainnya.


"Baik guru! ". Jawab mereka serentak.


Para pendekar itu berasal dari perguruan Angsa Putih yang terletak di sebelah selatan diluar kota Chang'an.


Perguruan mereka sangat disegani di wilayah tersebut sebab memiliki belasan pendekar langit.


Dan pria tua yang duduk bersama dengan pendekar muda yang sedang memperhatikan kelompok Xue Yunlei itu adalah salah satu tetua tingkat tinggi dari perguruan Angsa Putih yang telah memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar suci tahap puncak.


Pria tua itu juga secara diam-diam memeriksa basis kultivasi serta tulang murni milik Xue Yunlei serta sepuluh orang wanita yang bersama dengannya.


Namun pria tua itu tidak bisa mengetahuinya. Hal itulah yang membuat dia memberikan peringatan kepada murid-muridnya untuk tidak membicarakan kelompok Xue Yunlei.


"Guru, mengapa akhir-akhir ini ada begitu banyak pendekar yang datang ke kota Chang'an ini, dan sepertinya mereka semua sedang menuju ke arah Barat Daya, sebenarnya ada hal apa ? ". Tanya seorang murid kepada pria tua itu.


" Kalian tidak perlu tau urusan orang lain, kalian pikirkan saja tugas kalian untuk menjaga keamanan kota Chang'an ini bersama dengan para prajurit patroli kota ". Ujar pria tua itu lagi menasihati muridnya.


" Baik guru, mohon ampuni jika murid salah ". Balas pendekar muda yang bertanya.


Tidak lama kemudian akhirnya sang pelayan pun kembali dan langsung mendekati kelompok Xue Yunlei.


" Tuan, pesananmu telah kami siapkan, silahkan membayar dikasir terlebih dahulu ". Ucap sang pelayan.


Xue Yunlei pun segera bangkit dan pergi melakukan apa yang disampaikan oleh pelayan itu.


Setelah selesai, mereka segera diantarkan ke kamar yang telah disiapkan oleh para pelayan di penginapan tersebut.


Xue Yunlei menempati sendiri satu kamar dengan ukuran kecil, sedangkan sepuluh orang peri dibagi menjadi tiga kelompok untuk menempati tiga kamar lainnya.


Mereka pun segera membersihkan tubuh mereka sebelum beristirahat untuk mengembalikan energi mereka yang telah terkuras.


Setelah selesai mengganti pakaian, Xue Yunlei segera memberitahukan kepada yang lain untuk memulihkan terlebih dahulu energi mereka, karena dirinya akan berjalan - jalan dikota itu untuk mencari barang-barang yang dia butuhkan.


"Tuan, mau pergi kemana? Apakah ada yang bisa saya bantu? ". Tanya pendekar itu sambil menatap seakan merendahkan Xue Yunlei.


" Mohon maaf tuan, tetapi aku tidak membutuhkan bantuanmu". Balas Xue Yunlei ramah.


"Oh, jadi seperti itu yah!? Terus, dimana sepuluh wanita cantik yang bersama denganmu itu? Apakah mereka semua adalah selirmu? ". Tanya pendekar itu lagi.


" Tuan, sepertinya kita baru pertama kali ini bertemu, akan tetapi setiap kata yang keluar dari mulut tuan menggambarkan jika kita memiliki masalah satu sama lain. Apakah aku telah melakukan sesuatu yang salah kepada tuan!? ". Xue Yunlei balik bertanya.


" Mengapa kau berkata seperti itu? Apakah kau merasa tidak senang dengan caraku ini? ". Balas pria itu yang tidak menjawab namun balik bertanya kepada Xue Yunlei lagi.


" Aku tidak tidak merasa terganggu jika tuan menjauh dari jalanku, akan tetapi jika tidak, itu akan sangat menggangu bagiku ". Ucap Xue Yunlei dengan nada sedikit penekanan.


" Apa yang akan kau lakukan jika wku tidak menjauh dari jalanmu? ". Tanya pria itu terdengar menantang.


" Apa yang akan aku lakukan itu, kau pasti tidak akan memiliki waktu sedikit pun untuk merasakan penyesalan ". Jawab Xue Yunlei sambil tersenyum sinis menatap pria yang menghalangi jalannya.


" Kata-kata mu membuat aku takut". Balas pria itu dengan nada suara menganggap remeh perkataan Xue Yunlei.


"Ha...ha...ha...ha...ha, teman-teman, lihat orang bertopeng ini, dia kini sedang mengancamku jika aku tidak minggir dari jalannya, apakah Perguruan Tinju Besi kita begitu rendah dimatanya!? ". Ujar pria itu kepada rekan - rekannya.


" Sepertinya orang itu sedang menggali lubang kuburannya sendiri, sehingga telah berani menyinggung pria itu ". Gumam pria tua yang adalah seorang tetua dari perguruan Angsa Putih.


" Kenapa guru? Apakah pria bertopeng itu memiliki basis kultivasi yang sangat tinggi!? ". Tanya salah satu muridnya.


" Basis kultivasi orang itu lebih tinggi dariku, sehingga latar belakangnya tidak bisa dianggap remeh oleh siapa pun ". Jawab pria tua itu.


Keempat murid yang bersama dengannya langsung terdiam setelah mendengar perkataan guru mereka.


" Tuan, tolong minggir dari jalanku. Jangan menguji batas kesabaranku, karena aku tidak pernah memberikan kesempatan lagi jika itu sudah membuat kesabaranku hilang ". Ucap Xue Yunlei dengan nada ancaman.


Akan tetapi setelah selesai berkata, Xue Yunlei coba melangkah ke arah samping pria yang menghadang jalannya.


Namun pria itu tetap mencoba menghalangi jalan Xue Yunlei.


Telapak tangan Xue Yunlei langsung diselimuti api dan petir berwarna putih dan dengan cepat melesat ke tubuh pria itu.


Blaaarrr


Bunyi ledakan terdengar saat pukulan telapak tangan Xue Yunlei mengenai tubuh pria yang menghalangi jalannya sehingga membuat tubuh pria itu dalam sekejap menjadi kabut darah.


Pria itu tidak sempat mengeluarkan jeritan sedikitpun saat tubuhnya terkena serangan Xue Yunlei.


Rekan-rekannya yang melihat kejadian itu langsung terperanjat dan dengan spontan segera berdiri untuk menyerang Xue Yunlei.


"Apakah kalian juga ingin mengantarkan nyawa kalian? Jika demikian, ayo kalian maju secara serentak". Ucap Xue Yunlei sambil menatap kearah rekan-rekan pria yang telah tewas ditangannya.


Karena mereka tidak melanjutkan tindakan mereka untuk menyerang, sehingga Xue Yunlei kembali melanjutkan langkah kakinya untuk menuju ke tempat yang menjadi tujuannya.


Mata keempat murid perguruan Angsa Putih langsung terbelalak setelah melihat apa yang terjadi dengan tubuh pria yang menyinggung Xue Yunlei.


Tanpa mereka sadari keringat dingin mulai mengucur deras dan mrmbasahi pakaian mereka.


Sedangkan anggota perguruan Tinju Besi langsung pergi meninggalkan penginapan itu.


~Bersambung~