
Setelah Xiao Lin Meng dan Rui Lianjin pergi, akhirnya Xue Yunlei memutuskan untuk pergi ke tempat dimana bangsa kurcaci berada pada keesokan harinya.
Sedangkan Xiao Lin Meng dan Rui Lianjin kini telah berada di kota Yin dan mulai mencari letak dimana kediaman klan Shang berada.
Tujuan keduanya agar Xiao Lin Meng bisa bertemu dengan Shang Mingmei dan ingin menanyakan hubungan gadis itu dengan Xue Yunlei.
Keduanya pun mulai bertanya kepada setiap orang yang mereka berdua temui dijalanan kota Yin.
Akhirnya keduanya pun bisa mendapatkan petunjuk dan telah mengetahui dimana letak wilayah kediaman klan Shang.
Xiao Lin Meng segera mengajak Rui Lianjin untuk pergi ke klan Shang agar bisa bertemu dengan Shang Mingmei.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi keduanya untuk bisa tiba di kediaman klan Shang, sebab letak kediaman klan Shang masih berada di dalam kota Yin.
Setelah sampai di gerbang kediaman klan Shang, keduanya langsung dihentikan oleh para pendekar yang berjaga.
"Berhenti! Siapa kalian berdua dan ada kepentingan apa datang ke kediaman keluarga bangsawan Shang ini?." Tanya seorang pendekar.
"Saya adalah Xiao Lin Meng dan dia adalah pengawalku Rui Lianjin. Kami berdua berasal dari kota Chingli."
"Sampaikan saja kepada patriark kalian jika putri dari bangsawan Xiao Hiji ingin bertemu dengannya." Tutup Xiao Lin Meng.
"Baiklah, kalau begitu kalian berdua tunggu disini, aku akan pergi untuk memberitahukan kepada patriark kami." Ujar salah satu pendekar yang berjaga dan lansung meninggalkan mereka.
Beberapa saat kemudian akhirnya pendekar yang ingin melaporkan kedatangan Xiao Lin Meng dan Rui Lianjin pun tiba di paviliun utama klan Shang.
"Apakah patriark berada di dalam? Ada hal penting yang ingin aku laporkan."
"Silahkan masuk." Balas pendekar yang berjaga di paviliun utama.
Pendekar penjaga gerbang kediaman segera memasuki paviliun tersebut dan setelah memasuki aula utama dia segera berkata.
"Hormat kepada patriark!."
"Ada hal penting apa yang ingin kau sampaikan?." Tanya patriark Shang Chiu.
"Patriark, didepan ada dua orang gadis yang ingin bertemu denganmu. Salah satu diantaranya bernama Xiao Lin Meng putri dari tuan Xiao Hiji dari kota Chingli." Jawab pendekar itu.
"Apa katamu? Putri dari tuan Xiao Hiji?."
Shang Chiu langsung terkejut setelah mendengar jawaban dari pendekar didepannya sehingga dengan spontan melontarkan pertanyaan untuk lebih merasa yakin.
"Iya patriark, gadis itu mengaku sebagai putri dari tuan Xiao Hiji." Ucap pendekar itu lagi.
"Cepat kau antarkan mereka berdua kesini." Perintah Shang Chiu.
"Baik patriark!." Balas pendekar itu dan segera melangkah keluar dari aula utama paviliun tersebut.
Tidak lama kemudian akhirnya pria itu tiba di gerbang kediaman klan Shang dan langsung berkata.
"Nona Xiao silahkan ikut aku." Ucapnya dengan nada yang santun.
Xiao Lin Meng dan Rui Lianjin pun segera mengikuti pria itu memasuki wilayah kediaman klan Shang.
Tidak lama kemudian akhirnya mereka sampai di paviliun dimana Shang Chiu berada.
"Nona Xiao, silahkan masuk." Ucap pria itu lagi.
Keduanya pun langsung memasuki ruang aula utama dengan lancar.
Setelah sudah berada di dalam ruangan tersebut, Xiao Lin Meng langsung melihat sosok yang duduk dikursi utama dan berkata.
"Xiao Lin Meng menghadap patriark."
"Rui Lianjin menghadap patriark."
"Nona Xiao Lin Meng, nona Rui Lianjin silahkan duduk." Balas Shang Chiu dengan senyuman bahagia setelah melihat putri sahabatnya.
Setelah keduanya duduk, Shang Chiu kembali berkata.
"Nona Xiao, aku turut prihatin dengan musibah yang menimpa ayahmu. Aku tidak menyangka jika hal itu bisa terjadi padanya."
"Patriark Shang, hal itu sudah terjadi, apalagi aku telah mendengar jika tuan muda Xue Yunlei sudah membalaskan dendam kepada orang yang bertanggung jawab mengenai masalah itu." Balas Xiao Lin Meng.
"Iya patriark, aku sangat mengenalnya." Jawab Xiao Lin Meng.
"Jadi, apa tujuan nona Xiao sehingga datang kepada orang tua ini? Apakah ada yang bisa saya bantu?." Tanya Shang Chiu.
Xiao Lin Meng langsung menatap kearah beberapa orang yang berada diruangan tersebut sebelum menjawab pertanyaan Shang Chiu.
Pria tua itu langsung mengerti apa yang gadis itu pikirkan, sehingga dirinya langsung memerintahkan beberapa orang yang ada untuk meninggalkan mereka.
Beberapa orang yang ada langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Silahkan nona Xiao, apa yang ingin anda sampaikan?." Ucap Shang Chiu.
"Kedatangan ku kali ini untuk membahas mengenai salah satu gadis di klan Shang ini yang telah dijodohkan dengan Xue Yunlei." Ujar Xiao Lin Meng.
"Apakah yang kau maksudkan itu ialah Shang Mingmei?." Tanya Shang Chiu.
"Iya patriark, dialah yang aku maksudkan." Xiao Lin Meng membenarkan.
"Apa yang ingin kau bahas mengenai perjodohannya dengan tuan muda Xue Yunlei?." Tanya Shang Chiu lagi.
"Jika aku bisa diberikan kesempatan oleh patriark, saat ini aku ingin bertemu dengan nona Shang Mingmei." Jawab Xiao Lin Meng.
"Sebenarnya jika Shang Mingmei sedang berada di kediaman klan Shang, aku pasti akan mempertemukan kalian berdua untuk membahas masalah perjodohan itu, akan tetapi saat ini dia sedang tidak berada di kediaman klan kami ini." Balas Shang Chiu.
"Jadi, saat ini nona Shang Mingmei sedang berada di mana?." Tanya Xiao Lin Meng.
"Saat ini dia sedang berada di sekte Tongtian yang terletak di sebelah barat laut dari ibu kota Yuan."
"Tetapi jika kalian dari kota Yin ini, kalian akan sampai terlebih dahulu di wilayah markas sekte Tongtian sebelum tiba di kota Yuan." Tutup Shang Chiu menjelaskan.
"Jadi nona Shang Mingmei adalah salah satu anggota dari sekte Tongtian?." Tanya Xiao Lin Meng ingin memastikan.
"Iya, dia adalah salah satu anggota sekte itu." Balas Shang Chiu.
"Jika demikian, biar kami berdua pergi saja ke markas sekte Tongtian untuk menemui nona Shang Mingmei dan membahas hal ini disana." Tutur Xiao Lin Meng.
"Nona Xiao, bagaimana dengan usaha yang dijalankan oleh ayahmu? Apakah saat ini masih berjalan?." Tanya Shang Chiu mengubah topik pembicaraan.
"Iya, saat ini kakakku yang melanjutkan untuk mengurus usaha yang ditinggalkan oleh ayahku."
"Dan kedepannya mungkin kapal kami akan kembali melakukan perdagangan ke kota-kota yang dahulu pernah di kunjungi oleh ayahku. Dan salah satunya adalah kota Yin ini." Tutup Xiao Lin Meng menjelaskan.
"Itu berarti kita bisa kembali bekerja sama lagi dalam perdagangan." Shang Chiu menanggapi perkataan Xiao Lin Meng.
"Iya patriark, itu sudah pasti, sebab sebelum ayahku meninggal, kapal kami juga sempat singgah di kota ini." Balas Xiao Lin Meng.
"Iya, tetapi aku tidak menyangka jika pertemuan itu adalah untuk terakhir kalinya." Ucap Shang Chiu dengan nada suara yang sedih.
"Nona Xiao, sebelum kalian berdua melakukan perjalanan ke markas sekte Tongtian, sebaiknya kalian berdua beristirahat terlebih dahulu dikediamanku." Ucap Shang Chiu.
"Terima kasih atas kebaikan hati patriark Shang, akan tetapi kami berdua tidak akan berlama-lama di kota Yin ini, sebab kami berdua beberapa hari terakhir ini sudah tinggal di kediaman tuan muda Xue Yunlei, sehingga kami hari ini juga akan pergi ke markas sekte Tongtian." Balas Xiao Lin Meng.
"Oh...jadi kalian berdua beberapa hari ini tinggal di kediaman tuan muda Xue Yunlei?."
"Iya patriark." Jawab Xiao Lin Meng singkat.
Pria tua itu hanya bisa terperangah setelah mendengar jawaban Xiao Lin Meng, sebab dia tidak menyangka jika hubungan Xiao Lin Meng begitu dekat dengan Xue Yunlei.
"Nona Xiao, pria tua ini hanya bisa meminta maaf jika ada hal yang tidak berkenan dihati kalian berdua saat berada di kediaman kami ini." Ucap Shang Chiu.
"Patriark tidak perlu berkata seperti itu, menurutku tidak ada hal yang membuatku tersinggung saat berada di kediaman klan Shang ini." Balas Xiao Lin Meng.
"Patriark Shang, tidak mengurangi rasa hormat ku kepadamu, akan tetapi kami berdua harus segera pergi ke markas sekte Tongtian saat ini juga."
"Untuk itu, kami berdua mohon pamit undur diri. Terima kasih atas kebaikan serta keramahan patriark karena sudah menerima kami berdua." Tutur Xiao Lin Meng sambil berdiri dan menangkupkan kedua tangannya dan diikuti juga oleh Rui Lianjin.
Keduanya pun segera pergi meninggalkan aula utama klan Shang dan langsung bergerak menuju ke markas sekte Tongtian yang berada di sebelah selatan kota Yin.
~Bersambung~