PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 302. Niat Xue Yunlei


Sebelum melakukan Pelatihan Tertutup, Xue Yunlei pun berniat untuk mengunjungi Desa Tieja serta kota Yin agar bisa bertemu dengan anggota Organisasi Awan Merah serta Shang Mingmei.


Pemuda itu segera berkata kepada lima sosok yang selalu berada disampingnya.


"Huaxianzi, saat ini aku akan pergi untuk melakukan pelatihan tertutup agar bisa menyeimbangkan energi Yin dan Yang didalam tubuhku sebelum lanjut berkultivasi."


"Untuk itu, aku terlebih dahulu akan pergi ke desa Tieja untuk menemui Duan Xingyu dan yang lainnya untuk memberitahukan bahwa senior Zhuan Zhu yang akan mengurus Organisasi Awan Merah selama aku belum kembali."


"Sedangkan dirimu, tetaplah tinggal disini agar bisa menjaga seluruh bangsa peri di wilayah Hutan Ilusi ini serta bertanggung jawab jika senior Zhuan Zhu dan bawahan yang lain membutuhkan pertolongan mu."


"Sedangkan kalian bertiga, harus kembali ke Hutan di wilayah Jicheng sambil terus berkomunikasi dengan Huaxianzi dan juga senior Zhuan Zhu, begitu juga sebaliknya."


Xue Yunlei terus memberitahukan kepada kelima sosok itu apa yang harus mereka lakukan setelah dirinya tidak bersama dengan mereka.


Mereka pun segera mengiyakan apa yang Xue Yunlei sampaikan kepada mereka.


Setelah itu Xue Yunlei pun segera pergi bersama keempat sosok lainnya untuk berpamitan dengan Shuhou bersama seluruh bangsa peri penguasa Hutan Ilusi.


Huaxianzi mengikuti mereka untuk menghadap ratu Shuhou.


Saat memasuki aula utama istana bangsa peri, kedatangan mereka langsung di sambut dengan hormat oleh semua yang hadir di dalam ruangan itu.


"Hormat kepada Penguasa!"


Xue Yunlei pun segera memberi isyarat dengan kedua tangannya untuk memerintahkan mereka kembali duduk.


Saat Shuhou mempersilahkan Xue Yunlei untuk duduk di kursi kebesaran di ruangan itu, dia pun berkata.


"Ratu Shuhou, kedatanganku saat ini untuk berpamitan dengan kalian semua, jadi aku hanya sebentar saja di tempat ini."


"Mengapa Penguasa begitu cepat pergi dari dunia kami ini?" Tanya Shuhou menanggapi perkataan Xue Yunlei.


"Karena ada hal penting yang ingin aku lakukan dan itu mungkin membutuhkan waktu yang tidak sebentar." Jawab Xue Yunlei.


"Apakah Penguasa bermaksud untuk melakukan pelatihan tertutup?" Tanya Shuhou lagi.


"Iya, aku akan melakukan pelatihan tertutup untuk menstabilkan energi Yin dan Yang didalam tubuhku agar aku siap untuk menerobos ke ranah dewa sejati." Jawab Xue Yunlei lagi.


"Untuk itu, aku berharap kalian selalu bekerja sama dalam menjaga dunia kalian ini dan menghormati ratu kalian."


"Huaxianzi sendiri akan tetap berada di dunia ini untuk bisa membantu kalian menjaga kedamaian dunia kalian ini."


"Aku juga sudah memberitahukan kepada mereka berempat untuk saling dengan kalian, begitu juga sebaliknya."


"Setelah aku selesai meningkatkan basis kultivasi ku ke tahap puncak sebagai seorang diranah Xian, pasti aku akan segera mengunjungi kalian semua sebelum aku menerobos keranah Dewa Sejati."


"Sebab jika aku telah menerobos keranah Dewa Sejati, sudah pasti aku tidak bisa lagi datang dan bertemu dengan kalian seperti ini."


"Meskipun ratu Shuhou serta Huaxianzi mendapatkan undangan untuk bisa menghadiri perjamuan yang akan diadakan oleh Kaisar Langit, belum tentu kita akan bertemu meskipun aku sudah menjadi seorang Dewa Sejati."


Pemuda itu pun segera pergi dari ruang aula utama itu bersama keempat sosok yang lain dan di ikuti oleh Shuhou dan Huaxianzi serta para petinggi bangsa peri untuk mengantarkan mereka sampai ke perbatasan wilayah mereka.


Xue Yunlei dan Zhuan Zhu segera pergi menuju ke Desa Tieja, sedangkan ketiga raja siluman segera pergi ke hutan yang berada di wilayah Jicheng.


***


Di gunung Kongtong kini sudah ada sepuluh sosok yang sedang mendiskusikan mengenai langkah yang harus mereka lakukan untuk membalaskan dendam atas kematian kedua saudara seperguruan mereka yang dilakukan oleh Xue Yunlei bersama dengan sekutunya.


Qing He yang adalah kakak tertua mereka serta murid terkuat segera angkat bicara.


"Pencapaian kita sudah seperti ini tidak bisa sembarangan ikut campur dalam masalah duniawi, karena hal itu bisa mendatangkan kerugian bagi kita."


"Biarkan para murid kita yang campur tangan dalam masalah duniawi seperti itu, karena tidak lama lagi, kami berempat akan menerobos menjadi Dewa Sejati."


"Jadi bagaimana mungkin kami ikut campur lagi dalam masalah ini!?"


"Kakak Tertua, akan tetapi masalah ini berhubungan dengan nyawa kedua adik seperguruan kita, sehingga kita harus membalaskan dendam untuk mereka berdua." Sela Chi Jingzi.


"Aku juga merasa tidak percaya dengan keputusan mereka berdua yang ikut campur dalam masalah duniawi...disaat kita sudah mencapai ranah saint, sudah pasti kita akan berfokus agar bisa menjadi Dewa Sejati dan meninggalkan keinginan duniawi."


"Kakak tertua, meskipun demikian, apakah itu tidak tergolong egois jika kita tidak memikirkan keberlangsungan hidup klan ataupun sekte serta suku kita?" Ujar Ju Liusun merasa keberatan dengan pemikiran Qing He.


"Terkadang saat kita memiliki kekuatan seperti ini, kita telah lupa jika kita berasal dari bangsa manusia yang terbiasa hidup saling membantu satu dengan yang lain...dan hal itu karena rasa ketidakpuasan kita terhadap apa yang telah kita miliki saat ini." Sambung Zhen Puxian saudara ketujuh mereka.


"Sebenarnya apa tujuan hidup kita saat ini? Apakah hidup kita hanya untuk bisa mencapai keabadian sehingga melupakan perbuatan baik bagi sesama manusia!?" Lanjut Zhen Puxian lagi.


Qing He langsung terdiam dan sedikit berpikir dengan perkataan ketiga adik seperguruannya itu.


Sesaat kemudian, Huang Taiyi yang adalah saudara keempat dari mereka angkat bicara.


"Kakak tertua, menurutku apa yang kakak kedua dan adik ketujuh serta adik kesepuluh katakan itu benar adanya, sebab sepertinya selama ini, kita memang terlalu menjauh dari dunia kita."


"Untuk itu, aku berpikir untuk membantu saudara kita yang lain agar bisa membalaskan dendam atas kematian kedua adik seperguruan kita." Tutup Huang Taiyi.


"Adik Huang, apakah kau berpikir jika pendekar muda itu memiliki pemikiran yang sama dengan kita yang sudah hidup selama empat ratus tahun lebih ini? Tidak! Dia tetap akan berpikir seperti seorang anak muda yang menginginkan penghormatan dari siapa pun." Qing He menanggapi.


"Kakak tertua, dengan basis kultivasi yang kita miliki saat ini, memang kita tidak membutuhkan waktu yang lama lagi untuk bisa menerima siksaan langit agar dapat membentuk tubuh abadi kita, akan tetapi apakah hal itu sudah pasti bisa kita lewati?" Tutur Huang Taiyi lagi.


"Yang aku tahu selama ini, dari sepuluh pendekar terkuat, hanya ada satu pendekar yang bisa melewati siksaan tersebut, dan itu pun dibantu oleh guru serta saudara seperguruannya." Lanjut Huang Taiyi.


"Benar yang dikatakan oleh adik keempat itu, aku juga memikirkan hal yang sama dengan apa yang adik Huang katakan." Yuding Chengzhang mendukung Huang Taiyi.


"Kakak tertua, aku juga akan merasa sangat senang jika kami bertiga bisa membantumu untuk bisa menerobos menjadi Dewa Sejati, namun bagaimana mungkin aku juga membiarkan kedua saudara seperguruan kita mati dengan sia-sia!?" Wensu Guang menambahkan.


Karena ketiga adik seperguruan terkuat mendukung keinginan Chi Jingzi dan saudara seperguruan yang lain, sehingga Qing He pun tidak bisa lagi melanjutkan perdebatan itu dan menyetujui keinginan mereka.


~Bersambung~