
Saat tiba di balai kota Yin, Xue Yunlei pun segera melontarkan pertanyaan kepada Yu Fei karena dirinya merasa tidak percaya dengan apa yang pria sepuh itu lakukan.
"Pengemis tua! Mengapa kau melakukan semua ini? Apakah kita sebelumnya pernah bermusuhan?"
"kita memang tidak bermusuhan...akan tetapi diusia ku seperti saat ini, aku sudah tidak bisa lagi meningkatkan basis kultivasiku...sehingga impian terakhirku adalah untuk bisa menguasai dunia persilatan ini." Jawab Yu Fei.
"Tuan muda Xue Yunlei, dia juga yang menyarankan diriku untuk pergi ke hutan terlarang klan Xue sehingga bisa bertemu dengan roh dewa itu." Ucap Chen Kaibo.
"Sepertinya dia ingin memanfaatkan hubungan kita waktu lalu agar saling bertarung satu dengan yang lain." Chen Kaibo menambahkan.
"Apakah kekacauan yang terjadi selama ini, semua itu adalah ulahmu?" Tanya Xue Yunlei lagi.
"He...he...he...he...ternyata kau bisa berpikir seperti itu...iya! Itu benar! Akulah yang menciptakan kekacauan didunia persilatan di wilayah negara Xin ini." Jawab Yu Fei jujur.
"Aku juga yang menghancurkan desa dan yang membunuh orang yang menyelamatkan nyawamu." Lanjut Yu Fei mengungkapkan.
Tindakan Yu Fei itu untuk memancing kemarahan Xue Yunlei agar segera membunuhnya, sebab dirinya saat itu telah kehilangan kultivasinya karena dampak dari pil peledak energi serta telah menggunakan teknik tingkat tinggi.
Mendengar pengakuan Yu Fei, Xue Yunlei masih tetap tenang dan kembali melontarkan pertanyaan.
"Apakah benar kau telah membunuh keluarga yang menolong serta yang telah merawatku?"
"Iya! Itu benar, aku telah membunuh mereka dan membawa jasad mereka menjauh dari desa itu, agar kau berpikir bahwa mereka belum mati."
"Aku melakukannya karena wanita itu juga telah memberikanmu ramuan penghilang ingatan agar kau tidak bisa mengingat masa lalumu."
"Dan atribut anggota partai Qing Ceng itu, aku juga yang meletakkannya agar kau pergi ke markas mereka untuk membunuh leluhur agung mereka."
"Dan ternyata semua itu berjalan sesuai dengan rencanaku, sebab kau akhirnya melakukan apa yang aku inginkan."
"Begitu juga dengan rumor mengenai dia kitab teknik tingkat dewa itu...aku yang sengaja menyebarkannya."
"Brengsek! Jadi letak kedua kitab itu di markas sekte Tongtian adalah ulah mu?" Sela Ming Chuan setelah mendengar pengakuan Yu Fei.
"Bukan aku yang melakukan hal itu...karena yang melakukan hal itu adalah Guan Renfu, dia melakukan hal itu agar bisa mengatasi kekacauan yang terjadi di markas mereka saat itu." Yu Fei menjelaskan.
"Tetapi mengapa kau tidak memberitahukan hal itu kepadaku?" Tanya Ming Chuan.
"Jika aku melakukannya, itu berarti aku akan menggagalkan rencanaku sebelumnya." Jawab Yu Fei dengan tenang.
"Kau benar-benar bajingan!" Teriak Ming Chuan.
"Aku sangat menyesal karena telah membantumu hingga seperti saat ini." Tutup Ming Chuan.
"Itu karena kau terlalu bodoh sehingga dengan mudah bisa tertipu." Ucap Yu Fei menanggapi.
"Aku tau kau yang membuat kekacauan di markas sekte Tongtian sehingga mengakibatkan salah satu anggota klan Xue terbunuh yaitu Xue Bang." Yu Fei menanggapi.
Xue Yunlei langsung tersentak setelah mendengar penyampaian dari Yu Fei dan langsung menatap tajam ke arah Ming Chuan.
"Ternyata kau yang membunuh Xue Bang dan yang telah menyakiti nona Shang Mingmei waktu itu!?" Tutur Xue Yunlei dengan geram.
Tatapan matanya seakan ingin menikam tubuh Ming Chuan setelah mengetahui bahwa dialah yang membunuh Xue Bang.
"Pendekar Xue! Aku tidak sengaja melakukan hal itu...saat itu Xue Bang terus mendesak agar bisa menangkapku dan pukulan ku tepat mengenainya...begitu juga dengan nona Shang Mingmei." Ming Chuan memberikan alasan agar Xue Yunlei tidak akan segera membunuhnya.
"Tuan muda Xue, kami berdua juga telah tertipu oleh rencana Yu Fei, sehingga kami melakukan hal itu." Sambung Hong Ye ingin melemparkan kesalahan mereka kepada Yu Fei.
Ayah Xue Bang langsung berdiri dan ingin menyerang Ming Chuan. Akan tetapi langsung di halau oleh tetua klan Xue yang lain.
"Kalian berdua diam dulu, biarkan Yu Fei menjelaskan semuanya...cepat kau lanjutkan." Ucap Xue Yunlei.
Xue Yunlei semakin geram setelah mendengar satu persatu masalah yang direncanakan oleh orang yang sebelumnya paling dia hormati.
"Baiklah, jika kau sudah mengakui segala sesuatu yang telah kau lakukan sebelumnya, saat ini aku akan menghukummu menurut perbuatan yang merugikanku." Ujar Xue Yunlei sambil mengibaskan tangannya dan dari salah satu jarinya keluar sebuah cahaya yang langsung melesat kearah Yu Fei dan mengunci seluruh jalur meridiannya.
"Ohh, tidak! Mengapa kau hanya mengunci seluruh jalur meridian ku? Bunuh saja aku! Cepat! Bunuh saja aku!"
Yu Fei terus menerus berteriak memohon agar dirinya segera di bunuh oleh Xue Yunlei. Namun pemuda itu tidak menghiraukan teriakannya.
"Bawa dia dan biarkan saja dia sendiri di tengah hutan, biar langit yang akan menentukan nasibnya." Perintah Xue Yunlei.
Langren pun dengan cepat segera membawa tubuh Yu Fei dan menghilang dari hadapan semua orang didalam aula kota Yin.
"Kini giliran kalian berdua." Ucap Xue Yunlei sambil menatap ke arah Ming Chuan dan Hong Ye.
"Tuan Xue Yunlei! Tolong ampuni kami! Ampuni kami!"
"Bagaimana bisa aku mengampuni kalian berdua dengan apa yang telah kalian lakukan sebelumnya."
"Apakah kalian lupa atau pura-pura lupa dengan perbuatan kalian itu?"
"Beberapa pendekar yang berasal dari gunung Kongtong datang mencari diriku, bukankah kalian yang memberitahukan kepada mereka mengenai keberasaanku!?"
"Dan untuk hukuman kalian, aku akan menghilangkan basis kultivasi kalian agar kalian tidak bisa lagi melakukan hal yang merugikan bagi banyak orang." Tutup Xue Yunlei sambil melepaskan serangan untuk menghilangkan basis kultivasi keduanya.
"Achkk...!" Teriak keduanya setelah terhempas ke belakang.
"Aku tidak ingin satupun dari kalian yang berpikir untuk membunuh mereka berdua...biarkan mereka berdua merasakan bagaimana hidup tanpa kultivasi dimasa tua mereka." Xue Yunlei memperingatkan semua yang hadir di dalam ruangan itu.
Setelah selesai menghukum tiga orang tersebut, Xue Yunlei pun segera mengumumkan bahwa dirinya akan menikahi Shang Mingmei dan akan mengasingkan diri dan tidak ingin lagi mencampuri urusan dunia persilatan.
Setelah mengumumkan hal itu, kini ketiga klan, sekte Tongtian dan juga Organisasi Awan Merah mulai mempersiapkan acara pernikahan Xue Yunlei dan Shang Mingmei.
Seluruh kota Yin kini terlihat dipenuhi dengan hiasan serba berwarna merah untuk merayakan pernikahan tersebut.
Pernikahan itu berlangsung sangat meriah dan dirayakan selama beberapa hari sampai Xue Yunlei pun menyatakan untuk pergi bersama dengan Shang Mingmei.
"Tuan muda Xue Yunlei, bagaimana jika Xia Jie datang bersama dengan pasukannya untuk menyerang kota ini? Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Chen Kaibo.
"Dengan kekuatan dan kemampuan kau bersama senior Zhuan Zhu, menurutku itu tidak akan memberikan ancaman yang serius bagi kota Yin ini." Jawab Xue Yunlei.
"Pendekar Xue, apakah maksudmu markas Organisasi Awan Merah akan dipindahkan ke kota ini?" Tanya Zhuan Zhu.
"Iya! Markas Organisasi Awan Merah harus dipindahkan ke kota ini...biarkan paviliun Tieja akan menjadi tempat bagi para petinggi untuk berkultivasi dan menjadi tempat rahasia." Jawab Xue Yunlei dan memberitahukan alasannya.
"Tetua Duan Xingyu, tetua Chang Bin, tetua Su Shao, tetua Bo Xiang dan yang lainnya...markas utama Organisasi Awan Merah mulai saat ini, berada di kota Yin ini...dan saya berharap kalian semua bisa membantu senior Zhuan Zhu untuk mengurus organisasi ini." Ucap Xue Yunlei melanjutkan.
"Baik! Kami akan membantu ketua Zhuan Zhu untuk mengurus organisasi ini sebaik mungkin!" Seru mereka menanggapi penyampaian Xue Yunlei.
"Dan untuk tuan muda Chen, aku harap kau tetap memikul tanggung jawab mu untuk bisa menjaga kota ini agar tetap aman dan damai. Dan jika ada masalah yang besar, mintalah bantuan senior Zhuan Zhu."
"Baik!" Chen Kaibo menanggapi.
"Dan untuk senior Xie Yi dan para leluhur, ketua Weng Yuang dan para tetua beserta seluruh anggota sekte Tongtian...aku sangat berterima kasih kepada kalian karena telah bersedia untuk membantu kami dalam menghadapi masalah yang sangat besar tanpa memikirkan dampaknya."
Xue Yunlei terus berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kota Yin dan mulai memberikan sumber daya kepada mereka untuk bisa meningkatkan basis kultivasi mereka.
Setelah selesai, akhirnya Xue Yunlei dan Shang Mingmei pun segera pergi meninggalkan kota Yin dan menuju ke air terjun tempat dimana dirinya pernah berkultivasi disana.
~TAMAT~