
Xue Zhao segera mendekati ke tiga sosok itu untuk berniat bekerja sama dengan mereka.
"Senior, apakah aku boleh duduk bersama kalian?" Tanya Xue Zhao dengan sopan.
Dewa Racun segera menatap penuh selidik ke sosok pemuda yang mendekati mereka bertiga. Namun dia tidak bisa mengetahui basis kultivasi pemuda itu.
"Benar-benar sulit di percaya...seorang pendekar muda seperti dirimu namun dengan kemampuan ku sebagai seorang pendekar di ranah immortal tetapi tidak bisa untuk melihat basis kultivasi mu...sangat mengesankan."
"Mari, silahkan duduk." Ucap Dewa Racun.
"Terima kasih senior! Suatu kehormatan bisa bertemu dengan para senior...bagaimana jika saat ini, aku yang mentraktir para senior untuk minum arak terbaik di restoran ini?" Balas Xue Zhao.
"Jika kau tidak merasa keberatan...kami tidak bisa menolaknya." Balas Dewa Racun sambil tersenyum.
"Pasti aku dengan senang hati untuk mentraktir para senior...apakah pemuda ini bisa tahu siapa senior bertiga ini?" Ucap Xue Zhao lagi.
"Sepertinya mata pendekar muda sangat teliti, sehingga sangat sulit untuk bisa menyembunyikan identitas kami."
"Aku Du Tiansang, dijuluki sebagai Dewa Racun dari sekte Racun Surgawi."
"Aku Tian Zhi!"
"Aku Cha Hong!"
"Aku Xue Zhao! Senang bisa mengenal para senior."
"Ha...ha...ha...ha...ha...tidak ku sangka, ternyata pendekar muda yang bersama dengan kita saat ini adalah pelindung kota ini." Ucap Du Tiansang.
"Senang bisa mengenal anda...aku tidak menyangka bisa secepat ini bertemu dengan pendekar Xue Zhao." Lanjutnya sambil menangkupkan kedua tangannya dan diikuti oleh dua pria sepuh lainnya.
"Kami bertiga adalah leluhur agung di sekte Racun Surgawi." Tutup Du Tiansang.
"Aku juga sangat merasa terhormat karena bisa bertemu dengan ketiga leluhur agung dari sekte Racun Surgawi."
"Mari kita bersulang..." Tutup Xue Zhao sambil mengangkat cangkir didepannya.
"Mari bersulang..." Balas tiga pria sepuh itu sambil melakukan hal yang sama dengan Xue Zhao.
"Senior...mohon maaf jika aku lancang...tetapi sepertinya kedatangan ketiga senior di kota kami ini pasti tidak sekedar untuk menikmati arak terbaik di kota kami ini...apakah pemuda ini boleh tahu tujuan kedatangan para senior?" Tanya Xue Zhao.
"Sepertinya dengan kemampuan yang pendekar Xue Zhao miliki, kami tidak bisa untuk menyembunyikan sesuatu dari mu."
"Memang kedatangan kami ke kota ini bertujuan untuk mencari kelompok yang telah membunuh anggota sekte kami...dan itu sudah dua kali mereka lakukan."
"Apakah para senior telah menemukan petunjuk mereka berasal dari mana?" Tanya Xue Zhao ingin coba mengetahui apakah bisa mempercayai mereka untuk bekerja sama.
"Ha...ha...ha...ha...ha...sepertinya pembicaraan kita telah diketahui oleh pendekar Xue Zhao...memang benar, kecurigaan kami tertuju kepada pendekar yang mungkin berasal dari klan yang sama dengan pendekar Xue Zhao, yaitu Xue Yunlei."
"Apakah kita boleh bekerja sama untuk bisa menyingkirkan saingan pendekar Xue Zhao itu?" Tutup Du Tiansang.
Pria sepuh itu sangat percaya jika Xue Zhao dan Xue Yunlei tidak akur atau saling berselisih satu dengan yang lain.
Karena seperti biasanya, jika ada dua jenius dalam satu klan atau sekte, mereka akan saling sikut agar bisa menjadi satu-satunya jenius yang dihormati oleh semua orang.
Itulah yang menjadi pertimbangan Du Tiansang untuk menawarkan kerja sama dengan Xue Zhao setelah mendapatkan informasi dari pengunjung yang lain di restoran itu.
"Sepertinya senior tidak mau berbasa-basi lagi... baiklah, aku bisa bekerja sama dengan kalian, tetapi keuntungan apa yang bisa aku miliki?" Dengan senyuman yang licik.
"Melihat kemampuan pendekar Xue Zhao, menurutku, tidak ada lagi hal yang berharga dari kami untuk bisa diberikan kepadamu... bagaimana jika pendekar Xue Zhao sendiri yang mengajukan persyaratannya!?" Balas Du Tiansang.
"Apakah masalah ini sangat serius bagi sekte kalian?" Tanya Xue Zhao menanggapi.
"Jika tidak serius, bagaimana bisa kami yang sudah tua ini akan turun tangan untuk menangani masalah ini?" Balas Du Tiansang lagi.
"Baiklah...jika demikian, apakah senior Du Tiansang mengakui kemampuanku ini?"
"Hmmmphh...apakah pendekar Xue Zhao tidak terlalu banyak untuk meminta dari kami?" Balas Du Tiansang yang bisa memahami keinginan Xue Zhao.
"Jika kami boleh tahu, keuntungan apa lagi yang bisa kau berikan kepada kami?" Tanya Du Tiansang penasaran.
"Kemampuan kalian hanya menggunakan racun untuk bisa mengalahkan lawan kalian, tetapi jika bicara mengenai ilmu bela diri, kemampuan kalian berada jauh dibawah para pendekar aliran putih...aku bisa memberikan beberapa teknik tingkat dewa agar kalian tidak hanya bisa mengandalkan racun kalian untuk menguasai dunia persilatan." Tutur Xue Zhao dengan penuh percaya diri.
"Sebagai bayarannya, apa yang bisa kami berikan kepadamu?" Tanya Du Tiansang.
"Aku hanya ingin kalian bekerja untuk ku dan mengumpulkan sumber daya tingkat tinggi yang berada di dunia kalian ini." Ujar Xue Zhao.
Mendengar perkataan Xue Zhao, ketiga pria sepuh itu langsung merasa terkejut dan berpikir "Apakah dia bukan berasal dari dunia ini?"
"Itu benar! Aku tidak berasal dari dunia ini, untuk itu, aku ingin bisa secepatnya untuk kembali ke dunia asal ku." Tutur Xue Zhao yang bisa mengetahui isi pikiran mereka.
"Mohon maaf jika aku lancang...jika kau tidak berasal dari dunia ini, apakah kau seorang dewa yang terbuang?" Tanya Du Tiansang penasaran.
"Lebih jelasnya...tubuhku ini memang sama seperti kalian, namun roh yang menguasai tubuh ini adalah roh milik seorang dewa yang sebelumnya telah dihukum oleh klannya sendiri...untuk itu aku harus kembali ke dunia ku agar bisa membalaskan apa yang telah mereka lakukan terhadap ku."
"Apakah kalian mau menjadi pengikutku?" Tutup Xue Zhao bertanya kepada tiga pria sepuh itu.
Mengetahui jika sosok didepan mereka adalah seorang dewa, Du Tiansang langsung mengiyakan tawaran itu.
"Baik! Kami siap untuk menjadi pengikutmu...kami akan menuruti setiap apa yang kau perintahkan." Tutur Du Tiansang.
"Bagus! Aku mempercayai kalian...untuk masalah balas dendam kalian, sepertinya rencanamu untuk mengunjungi temanmu, itu bisa dijalankan." Ucap Xue Zhao.
"Sebab kekuatan serta kemampuan Xue Yunlei dan beberapa sosok yang bersama dengannya tidak bisa kalian kalahkan dengan kemampuan yang kalian miliki saat ini."
"Untuk itu, kalian harus menambah setidaknya dua pendekar yang memiliki basis kultivasi setidaknya di ranah immortal."
"Dan untuk kota ini, akan tetap menjadi kediaman ku, sehingga disaat kalian akan menyerang Xue Yunlei, kalian jangan pernah merusak kediamanku."
"Aku akan pergi saat kalian akan datang untuk menyerang, sehingga mereka tidak akan berpikiran bahwa kita telah bekerja sama untuk membunuh Xue Yunlei."
"Baik penguasa!" Balas Du Tiansang diikuti oleh dua pria sepuh lainnya.
"Ayo bersulang untuk merayakan hubungan yang baru kita jalin ini." Ucap Xue Zhao.
"Mari bersulang." Balas tiga sosok lainnya.
Mereka pun terus menikmati arak terbaik di restoran itu. Dan itu semua dipesan oleh Xue Zhao.
Beberapa saat kemudian, Xue Zhao bisa merasakan aura dari seorang pendekar yang memiliki basis kultivasi di ranah immortal.
"Siapa lagi sosok manusia yang memiliki basis kultivasi sekuat ini?" Pikir Xue Zhao dan langsung menatap ke arah sumber aura tersebut.
"Tidak ku sangka...ada juga seorang pendekar hebat yang datang mengunjungi kota kami ini." Ucap Xue Zhao.
Sosok tersebut langsung merasa terkejut mendengar perkataan Xue Zhao.
"Tuan muda...apakah aku mengenalmu?" Tanya sosok itu.
Du Tiansang langsung berpaling dan menatap ke arah pemilik suara tersebut "Ha...ha...ha...ha...ha..." Du Tiansang langsung tertawa setelah mengenalinya.
"Sepertinya hari ini kita berjodoh bisa kembali bertemu." Lanjut Du Tiansang dan langsung berdiri untuk menyambut sosok itu.
"Saudara Du...ada urusan apa sehingga kau berada di kota ini?" Tanya sosok itu.
"Saudara Mowang...sebenarnya aku yang harus mempertanyakan hal itu kepadamu, sebab letak sekte mu jauh berada di wilayah timur, sehingga sangat mengherankan jika kau berada di kota Yin ini." Balas Du Tiansang.
"Saudara Mowang...perkenalkan, ini adalah pelindung kota Yin...dia juga merupakan penguasa kami." Ungkap Du Tiansang.
"Penguasa! Perkenalkan...ini adalah Mowang yang memiliki julukan sebagai Raja Iblis." Lanjut Du Tiansang.
"Aku Xue Zhao...senang bisa bertemu dengan sosok yang tersohor di seluruh dunia persilatan." Ucap Xue Zhao memuji.
~Bersambung~