PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 185. Rintangan II


Mendengar pertanyaan dari Xue Yunlei, puluhan pasang mata yang mengelilingi mereka bertiga itu pun mulai saling menatap satu dengan yang lain.


Jika dilihat dari bentuk mata mereka, ada beberapa bentuk mata yang bisa dikenali oleh Xue Yunlei dan dua orang lainnya. Dan itu adalah mata milik hewan buas yang biasa memangsa manusia jika merasa terganggu.


Tiba-tiba sepasang mata yang besar seperti milik seekor ular langsung bergerak mendekati mereka bertiga dan berkata.


"Besar juga nyalimu anak muda! Sepertinya kau tidak merasa takut dengan kehadiran kami ini."


"Apakah kau merasa hebat dan berpikir bisa mengalahkan kami?."


"Sepertinya kau terdengar terlalu pintar untuk bisa di kelabui...akan tetapi menurutku sehebat apa pun bangsa siluman, kepintarannya tetap tidak bisa mengimbangi kepintaran seorang manusia." Balas Xue Yunlei sambil tersenyum sinis menatap kearah sepasang mata tersebut.


Sedangkan Huaxianzi dan Zhuan Zhu kini sudah menciptakan formasi pelindung untuk mereka bertiga.


"Anak muda, kalian pikir formasi pelindung itu bisa menghalangi kami untuk bisa membunuh kalian? Benar-benar terlalu dangkal pikiran kalian."


"Kami yang berpikir terlalu dangkal atau kau sendiri yang berpikir seperti itu?." Xue Yunlei menanggapi.


"Sepertinya akan ada banyak inti jiwa yang bisa kami peroleh saat ini." Lanjut Xue Yunlei.


"Ha...ha...ha...ha...ha...tinggal selangkah lagi berada di alam maut, tetapi masih sempat juga untuk membual." Balas makhluk itu seakan meremehkan Xue Yunlei.


"Sepertinya kau adalah seekor ular tua, tetapi berbicara dengan bahasa manusia dengan begitu sombong...ternyata memang kami adalah makhluk yang lebih mulia dari kalian, sebab kalian saja mau untuk menggunakan bahasa kami."


"Brengsek...!!! Beraninya kau menghinaku di wilayah kami ini...aku akan membunuhmu!." Teriak sosok yang hanya terlihat matanya itu.


"Hancurkan formasi pelindung itu dan bunuh mereka bertiga!." Seru sosok yang berbicara dengan Xue Yunlei memberikan perintah kepada yang lain.


"Sebelum kalian menyerang formasi pelindung kami, apakah jumlah kalian sudah cukup untuk mengalahkan kami bertiga?."


"Menurutku sebaiknya kau panggil seluruh bangsa siluman yang ada di wilayah ini agar bisa membunuh kami, jika tidak, sudah pasti kalianlah yang akan kami bunuh." Xue Yunlei tetap memprovokasi.


"Cepat serang dan bungkam mulut busuknya itu! Bunuh dia secara perlahan, agar dia tahu tidak boleh membual di hadapan bangsa siluman!." Teriak ular itu.


Xue Yunlei segera menciptakan formasi pelindung untuk menambah kekuatan agar mampu bertahan dari serangan para siluman.


Setelah itu Xue Yunlei langsung menggunakan teknik untuk bisa menyegel area tersebut agar para siluman tidak bisa keluar dari tempat itu.


Namun serangan dari puluhan siluman yang ada terus menggempur formasi pelindung milik mereka.


Duuuaaarrr...duuuaaarrr...duuuaaarrr


Bunyi ledakan terus bersahut-sahutan saat serangan puluhan siluman itu membentur dinding formasi pelindung mereka bertiga.


Sebuah cahaya kuning keemasan langsung terlihat naik ke udara dan tiba-tiba memancar ke segala arah hingga membentuk seperti sebuah kubah untuk menutupi area tersebut.


"Sial, sepertinya pemuda itu memiliki teknik tingkat dewa...ini adalah teknik Penjara Dewa Langit." Ucap siluman itu dengan nada suara yang terdengar gemetar.


"Kenapa? Apakah kau mulai merasa takut dengan teknik yang aku miliki?." Tanya Xue Yunlei sambil tersenyum sinis.


"Siapa kau? Mengapa kau memiliki teknik tingkat dewa?." Tanya makhluk itu.


"Siapa aku itu tidak penting, yang terpenting saat ini adalah aku bisa memiliki banyak sumber daya tanpa harus bersusah payah untuk mencarinya." Balas Xue Yunlei.


"Sepertinya kau bukanlah siluman terkuat di wilayah ini, tetapi biarlah, inti jiwamu itu bisa berguna untuk orang yang memiliki basis kultivasi yang lebih rendah dariku." Ucap Xue Yunlei lagi.


Kini keganasan puluhan siluman itu langsung menghilang dan telah berganti dengan rasa takut yang sangat.


"Baiklah, saatnya kalian musnah dari dunia ini." Ucap Xue Yunlei dan langsung mengaktifkan formasi pertempuran yang berbentuk seperti delapan trigram atau bagua.


Duuuaaarrr...duuuaaarrr...duuuaaarrr


Bunyi ledakan saat formasi pertempuran milik Xue Yunlei mulai menerjang tubuh setiap siluman yang ada.


Mata Zhuan Zhu langsung terbelalak melihat apa yang terjadi didepannya. Dia tidak menyangka jika Xue Yunlei mampu menghabisi puluhan siluman itu dengan mudah.


"Siluman seperti kalian tidak bisa membuatku takut...jika kalian semua adalah raja para siluman, pasti aku akan berpikir dua kali untuk berhadapan dengan kalian." Xue Yunlei membantin.


Kabut hitam yang menyelimuti area tersebut langsung hilang dan kini dua puluh lima inti jiwa sudah terlihat diatas permukaan tanah.


Mereka bertiga pun segera menghilangkan formasi pelindung milik mereka karena situasinya sudah aman.


Xue Yunlei langsung mengambil semua inti jiwa tersebut dan menyimpannya didalam cincin penyimpanan miliknya.


"Pendekar Xue, apakah kita akan tetap beristirahat disini?." Tanya Zhuan Zhu.


"Iya, aku rasa tempat inilah yang paling aman untuk kita gunakan agar bisa beristirahat." Jawab Xue Yunlei.


"Bukankah kejadian ini akan mengundang para siluman yang lebih kuat lagi?." Tanya Zhuan Zhu lagi.


"Pendekar Zhuan tidak perlu khawatir dengan hal itu, sebab tuanku pasti bisa mengatasinya." Huaxianzi menimpali.


"Baiklah, aku yakin pendekar Xue pasti bisa mengatasinya." Ucap Zhuan Zhu terdengar pasrah.


"Senior Zhuan adalah seorang pendekar dewa bumi tahap puncak...mengapa senior Zhuan tidak mau menguji sejauh mana batasan kekuatan yang senior miliki?." Tutur Xue Yunlei dan ditutup dengan pertanyaan.


Mendengar dan mendapatkan pertanyaan dari Xue Yunlei, Zhuan Zhu hanya bisa tersenyum malu.


"Senior Zhuan, selama ini aku sudah beberapa kali hampir kehilangan nyawaku karena menghadapi para pendekar yang lebih kuat dari ku...itu semua semata hanya untuk mengukur sekuat apa diriku."


"Namun aku tidak akan melakukan hal itu jika tidak ada orang lain disampingku, sebab itu bisa berakibat fatal sehingga lebih baik aku menghindar dari pada menghadapi orang yang lebih kuat dari ku."


"Pendekar Xue, aku merasa sangat malu setelah mendengar nasihat darimu...sewajarnya akulah yang harus memberikan nasihat kepadamu." Ucap Zhuan Zhu.


"Senior, maafkan aku karena telah membuatmu merasa rendah diri." Ucap Xue Yunlei merasa bersalah dengan perkataannya.


"Pendekar Xue tidak perlu merasa seperti itu, sudah sepantasnya aku harus berpikir seperti apa yang kau katakan itu." Ucap Zhuan Zhu.


"Tidak senior, aku tidak berpikir jika usiamu sudah tidak muda lagi....sehingga sudah pasti cara berpikir kita pasti akan memiliki perbedaan yang sangat jauh....apalagi untuk mencapai basis kultivasi ke tingkat selanjutnya sudah semakin sulit."


Xue Yunlei kini sudah menyadari jika para pendekar seusia Zhuan Zhu pastilah akan selalu memperhitungkan setiap tindakan yang harus mereka lakukan.


Itu karena usia yang sudah tidak muda lagi serta niat mereka untuk bisa meningkatkan basis kultivasi mereka agar bisa memperpanjang usia mereka.


Jika mereka bisa mencapai ranah saint, pasti usia mereka bisa mencapai seribu tahun. Akan tetapi jika basis kultivasi mereka hanya di ranah pendekar dewa, usia mereka hanya bisa mencapai lima ratus tahun saja.


"Senior, kedepannya aku tidak akan membuatmu berada dalam posisi yang sulit untuk mengambil suatu keputusan."


"Jadi bagaimana menurut senior, apakah kita akan pergi untuk meninggalkan tempat ini?." Tanya Xue Yunlei meminta pendapat dari Zhuan Zhu.


Zhuan Zhu sedikit terdiam untuk berpikir dan akhirnya menjawab pertanyaan Xue Yunlei.


"Sebaiknya kita pergi dari tempat ini."


"Baiklah, jika itu yang senior inginkan, ayo kita pergi dari sini." Ucap Xue Yunlei menyetujui apa yang Zhuan Zhu inginkan.


Mereka pun segera bersiap untuk pergi, namun niat mereka langsung terhenti disaat beberapa siluman yang lebih kuat menghadang mereka bertiga.


Dibelakang para siluman, terlihat juga pasukan bangsa peri ikut juga untuk membantu mereka.


"Pendekar Xue, sepertinya kita sudah terlambat untuk pergi dari tempat ini." Ucap Zhuan Zhu.


~Bersambung~