
Kematian Xue Bang membuat sekte Tongtian merasa sangat terpukul. Hal tersebut karena pemuda itu adalah sahabat Xue Yunlei, pendekar yang sangat dihormati dan juga sangat ditakuti di wilayah negara Xin itu.
Kini tubuh pemuda itu telah disemayamkan di aula utama sekte Tongtian untuk melaksanakan upacara sebelum mengantarkan jenasahnya kembali ke kota Yin.
Shang Mingmei sendiri kini masih belum sadarkan diri juga akibat pertarungan itu, sehingga Xie Yi memerintahkan semuanya untuk menunggu Shang Mingmei siuman baru mereka mengantarkan jenasah pemuda itu.
Sebab yang mereka ketahui, Shang Mingmei sangat dekat dengan Xue Bang dan itu akan menjadi suatu pukulan yang berat bagi wanita itu.
Belum lagi jika Xue Yunlei mengetahuinya, pasti bisa memberikan dampak yang buruk bagi sekte mereka.
Namun keesokan harinya setelah kejadian itu, mereka telah mengutus tetua Shong Jun untuk mengabarkan kepada orang tua Xue Bang yang saat itu berada di klan Xue.
***
Di salah satu hutan yang berada di dekat kota Chengqu, dua sosok pria kini sedang membuahkan luka serta memulihkan kekuatan mereka.
Setelah selesai melakukan hal itu, seorang pria pun angkat bicara "Apakah kau mengetahui siapa yang terkena pukulanku?"
"Tidak! Aku juga tidak sempat melihat siapa sosok yang kau serang itu."
"Sepertinya aku telah membuat suatu kesalahan yang sangat besar karena telah menyerangnya." Ucap pria itu lagi.
"Apakah kau mengetahui siapa yang kau serang itu?" Rekannya balik bertanya.
"Iya! Aku mengenalinya."
"Jika kau mengenalinya, siapa orang yang telah kau serang itu?"
"Sepertinya dia adalah sahabat Xue Yunlei yang juga berasal dari klan Xue."
"Apakah yang kau maksudkan itu jenius muda sekte Tongtian Xue Bang?"
"Iya! Tidak hanya dia saja yang telah menjadi korban, akan tetapi sosok yang kau serang itu adalah orang terdekat Xue Yunlei Shang Mingmei."
"Maksudmu aku telah menyerang tunangan Xue Yunlei?"
"Iya, itu benar."
"Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan?"
"Mudah-mudahan mereka berdua tidak terluka parah."
"Bagaimana jika mereka berdua terluka parah sehingga mereka kehilangan nyawanya?"
"Itu berarti kita harus siap untuk menerima konsekuensinya."
"Sebaiknya kita segera kembali melanjutkan perjalanan kita untuk kembali ke kota Lo Buan."
Keduanya pun segera melanjutkan perjalanan dan meninggalkan tempat itu.
***
Akhirnya tetua Shong Jun pun tiba di kota Yin dan segera pergi ke kediaman klan Shang untuk menemui patriark Shang Chiu dan juga ibu Shang Mingmei sebelum dirinya pergi ke klan Xue.
"Permisi tuan...aku ingin menemui patriark Shang Chiu...apakah patriark ada di tempatnya?" Tanya Shong Jun kepada seorang penjaga.
"Apakah anda berasal dari sekte Tongtian?" Tanya sang penjaga.
Hal itu karena tetua Shong Jun memang saat itu sedang menggunakan pakaian kebesaran sektenya, sehingga sang penjaga langsung bisa menebaknya.
"Iya, aku berasal dari sekte Tongtian...ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepada patriark Shang Chiu." Jawab Shong Jun.
"Mohon maaf tetua...saat ini patriark sedang tidak berada di kediamannya, karena patriark sedang berada di balai kota untuk berbicara dengan penguasa Xue Beng." Ucap sang penjaga.
"Apa katamu? Apakah patriark Xue Beng telah kembali ke kota ini?" Tanya Shong Jun dengan wajah yang terlihat sangat terkejut.
"Itu benar tetua...baru-baru ini tuan muda Xue Zhao dan tuan muda Chen Kaibo yang membebaskannya dari tangan para perampok." Penjaga itu menjelaskan.
"Xue Zhao dan Chen Kaibo? Bagaimana mereka bisa mengetahui siapa yang menyerang dan menangkap patriark Xue Beng?" Pikir Shong Jun heran.
"Apa lagi bisa menemukan tempat persembunyian mereka...itu benar-benar sulit untuk bisa dijelaskan."
"Karena yang aku tahu, sekte kami juga telah berupaya untuk bisa menemukan keberadaan patriark Xue Beng, namun semua upaya kami hanya sia-sia, karena tidak mendapatkan sedikitpun petunjuk."
Shong Jun terus berpikir mengenai bagaimana caranya Xue Zhao dan Chen Kaibo yang tidak lebih baik dan lebih kuat dari mereka, bisa melakukan hal itu.
"Tidak hanya membebaskan patriark Xue Beng, akan tetapi mereka berdua juga menghabisi anggota perampok tersebut dan menangkap tiga petinggi perampok agar bisa diberikan hukuman." Lanjut penjaga itu.
"Ternyata patriark Xue Beng sangat beruntung, karena masih bisa ditemukan serta bisa dibebaskan." Ujar Shong Jun.
"Tuan, terima kasih atas informasinya." Ucap Shong Jun dan langsung pergi meninggalkan tempat itu.
"Hal penting apa yang ingin tetua itu bicarakan? Apakah itu berkaitan dengan nona Shang Mingmei?" Salah satu rekannya bertanya.
"Aku juga tidak tahu pasti, namun hanya nona Shang Mingmei yang berada di sekte Tongtian, sehingga menurutku tebakanmu itu mungkin benar."
"Apakah sudah terjadi sesuatu dengan nona Shang Mingmei?" Tanya rekannya lagi.
"Mungkin saja...tetapi aku harap tidak ada hal buruk yang menimpanya." Tutur penjaga itu.
Kini tetua Shong Jun telah tiba di gerbang untuk memasuki wilayah balai kota Yin.
"Aku Shong Jun, salah satu tetua dari sekte Tongtian!" Ucapnya sambil menunjukkan tanda pengenal miliknya.
"Kedatangan ku kesini untuk menemui patriark Xue Beng dan juga patriark Shang Chiu...ada hal penting yang ingin aku sampaikan." Lanjut Shong Jun memberitahukan tujuan kedatangannya kepada prajurit yang berjaga.
"Tetua Shong, mari ikut aku." Ucap salah satu prajurit yang segera mengantarkan Shong Jun untuk menuju ke balai kota.
Beberapa saat kemudian, akhirnya mereka berdua tiba di depan pintu masuk balai kota Yin.
"Komandan! Tetua Shong Jun dari sekte Tongtian ingin menemui patriark Xue Beng dan patriark Shang Chiu...ada hal penting yang ingin dia sampaikan kepada keduanya." Ujar prajurit yang mengantarkan Shong Jun.
"Tetua Shong, mohon maaf atas penyambutan kami yang seperti tidak menghormati kedatangan anda...akan tetapi saat ini, kedua patriark tersebut bersama petinggi yang lain, sedang membicarakan hal yang sangat penting juga." Tutur komandan pasukan yang berjaga.
"Jika tetua Shong boleh bersabar, aku akan mencoba untuk memberitahukan kedatangan tetua ini kepada patriark Xue Beng...bagaimana? Apakah tetua bisa untuk bersabar?" Sang komandan pasukan memberikan tawaran sebagai jalan keluar.
"Baiklah, aku akan menunggu kabar dari mu." Balas Shong Jun.
"Tetua Shong, terima kasih atas pengertiannya!" Ucap sang komandan dengan hormat dan segera pergi untuk memasuki aula utama balai kota itu.
Saat memasuki aula sang komandan pun segera memberi hormat dan berkata "Penguasa, diluar ada tetua Shong Jun dari sekte Tongtian ingin bertemu dengan penguasa dan juga patriark Shang Chiu...katanya ada hal penting yang ingin dia sampaikan." Tutur sang komandan.
"Sepertinya ini adalah kabar yang sangat penting, sehingga tetua Shong Jun sendiri yang datang untuk memberitahukannya." Pikir Xue Beng dan juga persis dengan Shang Chiu pikirkan.
"Pertemuan kita akan dilanjutkan setelah aku dan patriark Shang Chiu selesai dengan urusan kami...mohon kalian untuk bersabar." Tutur Xue Beng kepada seluruh yang hadir.
"Cepat antarkan tetua Shong Jun ke ruang pribadi milikku." Lanjut Xue Beng kepada sang komandan.
Sang komandan segera pergi untuk menemui Shong Jun dan memberitahukan hal itu dan selanjutnya akan mengantarkannya.
Setelah mendengar penyampaian sang komandan, akhirnya mereka berdua pun pergi menuju ke tempat yang Xue Beng maksudkan.
Xue Beng dan Shang Chiu kini sudah menunggu tetua Shong Jun di dalam ruangan pribadi tersebut.
"Apakah kedatangan tetua Shong Jun berhubungan dengan Xue Bang dan juga nona Shang Mingmei?" Tutur Xue Beng.
"Sepertinya begitu...karena menurutku, selain Shang Mingmei, kami tidak memiliki urusan yang lain dengan sekte Tongtian." Balas Shang Chiu.
Akhirnya Shong Jun pun segera memasuki ruangan tersebut.
"Tetua Shong, silahkan duduk." Sambut Xue Beng.
"Tetua Shong, senang bisa bertemu dengan mu." Ucap Shang Chiu.
"Patriark Xue Beng...patriark Shang Chiu...kedatangan ku kali ini berhubungan dengan Xue Bang dan Shang Mingmei."
"Ada apa dengan mereka berdua? Apa yang telah terjadi?" Xue Beng langsung melontarkan pertanyaan.
"Iya...apakah telah terjadi sesuatu dengan mereka berdua?" Sambung Shang Chiu.
Wajah Shong Jun langsung terlihat seperti sangat berat untuk memberitahukan kepada kedua sosok dihadapannya itu.
"Tetua Shong, ayo katakan." Tutur Xue Beng mendesak.
"Begini...sekte kami beberapa hari yang lalu telah dimasuki oleh dua orang penyusup..." Tetua Shong Jun menceritakan kronologinya hingga Xue Bang terbunuh dan Shang Mingmei terluka.
Kedua sosok itu langsung tertunduk lesu setelah Shong Jun selesai memberitahukan hal itu kepada keduanya.
"Apakah luka yang Shang Mingmei sangat serius?" Tanya Shang Chiu.
"Patriark Shang, saat aku meninggalkan sekte, nona Shang Mingmei masih belum siuman."
"Tetapi nona Shang Mingmei telah melewati masa-masa kritisnya, sehingga menurutku, pasti dia akan segera siuman." Ucap Shong Jun.
"Jika seperti itu, apa yang akan Xue Yunlei lakukan jika dia mengetahui kabar ini!?" Ucap Xue Beng yang mengetahui bagaimana kedekatan Xue Bang dan Shang Mingmei dengan Xue Yunlei.
~Bersambung~