PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 295. Mencari Chen Kaibo


Di kota Yin, kedatangan Chen Kaibo bersama dengan Xue Zhao, membuat kota itu menjadi gempar, sebab kedatangan keduanya terlihat sangat berbeda.


Penduduk kota Yin yang melihat kondisi Xue Zhao, langsung terkejut.


Mereka tidak menyangka jika Xue Zhao yang sebelumnya sangat kuat dan gagah itu, kini terlihat seperti tidak berguna lagi.


"Komandan Chen! Apa yang telah terjadi dengan tuan muda Xue Zhao? Mengapa kondisinya seperti itu?" Tanya seorang prajurit.


"Lancang! Apakah kau ingin kehilangan nyawamu?" Bentak Chen Kaibo yang tidak ingin mengungkapkan apa yang terjadi dengan Xue Zhao.


"Komandan, mohon ampun atas kebodohanku... aku tidak berpikir sebelumnya." Ucap prajurit itu dan langsung bersujud serta tidak berani mengangkat kepalanya.


Chen Kaibo hanya mengabaikan prajurit itu dan segera melesat pergi untuk menuju ke balai kota Yin.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Chen Kaibo untuk bisa sampai di alun-alun balai kota Yin.


Kehadirannya itu langsung disambut oleh para prajurit yang berjaga.


Mereka segera membopong Xue Zhao yang saat itu dibawa oleh Chen Kaibo dan segera memasuki aula utama balai kota Yin.


Xue Beng yang melihat kondisi putranya segera berdiri dari kursi kebesarannya dan langsung menyambut kedatangan Chen Kaibo dan Xue Zhao.


"Komandan Chen, apa yang terjadi dengan putraku? Mengapa kondisinya seperti ini?" Pertanyaan yang dilontarkan oleh Xue Beng dan langsung memeluk putranya itu.


"Penguasa, ini adalah masalah yang sangat serius, aku tidak bisa memberitahukan kepadamu ditempat ini."


"Lebih baik penguasa segera merawatnya agar kondisi tuan muda Xue Zhao bisa pulih dengan cepat." Ucap Chen Kaibo.


"Cepat antarkan tuan muda Xue Zhao ke kediamanku!" Perintah Xue Beng.


"Untuk saat ini, aku belum bisa menceritakan masalah yang telah aku dan tuan muda Xue Zhao hadapi sebelumnya, sebab aku akan kembali ke kediaman klan Chen untuk beristirahat terlebih dahulu." Ucap Chen Kaibo.


"Penguasa, aku pamit undur diri." Tutup Chen Kaibo dan segera pergi meninggalkan aula utama balai kota Yin.


***


Di salah satu restoran milik klan Shang, terlihat ada lima sosok pria sepuh sedang duduk menikmati hidangan didepan mereka.


Kegemparan yang terjadi itu sampai ke telinga kelima sosok tersebut dan mereka Ming Chuan langsung tersenyum.


"Senior, sepertinya kita akan mendapatkan informasi mengenai keberadaan Xue Yunlei.


"Mengapa kau berpikir seperti itu? Apakah itu berhubungan dengan kegemparan yang terjadi di kota ini?" Tanya Chi Jingzi.


"Itu benar, sebab leluhur Huanglong saat kejadian di markas suku Hushi timur telah dibawa pergi oleh orang yang mereka sedang bicarakan itu."


"Pasti mereka juga telah bertemu dengan leluhur Qingsu Daode saat tiba di kota Sungai Perak."


"Jika mereka bersama dengan leluhur Qingsu Daode, kita bisa menanyakan mengenai keberadaannya dan juga keberadaan Xue Yunlei."


Ming Chuan terus menjelaskan kemungkinan yang dia pikirkan kepada keempat pria sepuh yang berasal dari gunung Kongtong itu.


"Jika demikian, dimana kita bisa menemukan mereka untuk menanyakan hal itu?" Tanya Chi Jingzi.


"Menurut perhitungan ku, sepertinya saat ini mereka sedang berada di balai kota Yin." Jawab Ming Chuan.


"Bagaimana jika saat ini kita pergi kesana agar bisa secepatnya mengetahui mengenai kabar saudara Qingsu Daode serta keberadaan pendekar muda itu?" Chi Jingzi mengusulkan kepada yang lain.


"Itu benar, lebih cepat akan lebih baik." Sambung Leng Daoxing menyetujui usul Chi Jingzi.


"Ayo kita pergi!" Tutur Chi Jingzi mengajak Ming Chuan dan yang lainnya.


Mereka berlima segera pergi meninggalkan restoran itu untuk menuju ke balai kota Yin.


Agar tidak membuat kegemparan di kota itu, mereka pergi dengan berjalan kaki saja.


Sesampainya di gerbang awal untuk memasuki wilayah balai kota, mereka langsung dicegat oleh beberapa prajurit.


"Kami ingin bertemu dengan tuan muda Xue Zhao." Jawab Ming Chuan.


"Apakah sebelumnya sudah ada janjian?" Tanya prajurit itu lagi.


"Kami memang belum ada janjian, akan tetapi ada masalah penting yang harus kami bicarakan dengan tuan muda Xue Zhao." Jawab Ming Chuan lagi.


"Mohon maaf sebelumnya, akan tetapi tuan muda Xue Zhao saat ini tidak bisa ditemui." Tutur prajurit itu lagi.


"Kalau begitu, kami ingin menemui tuan mudah Chen Kaibo saja...dimana kami bisa menemuinya?" Lanjut Ming Chuan lagi.


"Silahkan kalian pergi ke wilayah kediaman klan Chen, kalian bisa menemuinya disana." Jawab prajurit itu lagi.


"Apakah bisa kau menunjukkan dimana letak kediaman klan Chen?" Tutur Ming Chuan berharap.


"Kau antarkan mereka ke kediaman klan Chen." Perintah prajurit itu kepada salah satu bawahannya.


"Baik! Mari tuan-tuan." Tutur bawahan tersebut.


Mereka pun akhirnya pergi menuju ke tempat dimana kediaman klan Chen berada.


Setelah sampai di wilayah kediaman klan Chen, prajurit yang mengantarkan kelompok Ming Chuan langsung berkata kepada pendekar yang berjaga.


"Tuan, mereka datang ke sini untuk bisa bertemu dengan tuan muda Chen Kaibo."


"Ada urusan apa sehingga kalian ingin bertemu dengan tuan muda Chen Kaibo?" Tanya pendekar yang berjaga di gerbang kediaman klan Chen.


"Ada masalah penting yang harus kami bicarakan dengannya...dan hal itu tidak bisa kami sampaikan kepada anda." Jawab Ming Chuan.


"Apakah kalian sudah memberitahukan kepada tuan muda Chen Kaibo mengenai kedatangan kalian ini?" Tanya pendekar penjaga.


"Apakah kau sedang menguji kesabaran kami?" Tutur Chi Jingzi mulai tidak senang menghadapi situasi tersebut.


"Mohon maaf tuan, namun ini sudah menjadi aturan kami yang harus memeriksa dan menanyakan setiap orang yang akan datang ke kediaman klan Chen ini." Balas pendekar itu lagi.


Tiba-tiba suatu gelombang besar menggema diudara memanggil nama Chen Kaibo dan hal itu dilakukan oleh Leng Daoxing.


Prajurit dan para pendekar yang berjaga langsung merasa terkejut dengan kemampuan salah satu pria sepuh itu.


Di kediamannya, Chen Kaibo merasa tersentak saat namanya dipanggil oleh seseorang yang tentunya memiliki energi qi yang sangat besar.


"Siapa yang memanggilku? Sepertinya dia bukan seseorang yang bisa disinggung, tetapi siapa orang itu? Aku merasa tidak pernah bersinggungan dengan orang lain selain dengan kelompok Xue Yunlei."


Chen Kaibo segera bangkit dan berjalan keluar dari kediamannya untuk bisa bertemu dengan sosok yang memanggilnya.


Saat Chen Kaibo keluar dari kediamannya, terlihat sudah ada puluhan pendekar yang mengelilingi untuk melindungi kediamannya.


"Kalian semua pergilah, biar aku sendiri yang akan menghadapi masalah ini." Ucap Chen Kaibo yang tidak ingin membiarkan mereka menjadi korban sia-sia.


"Tetapi tuan muda, mendengar dari nada suaranya, sepertinya dia berniat tidak baik kepada tuan muda." Tutur salah satu pendekar.


"Kalian tenang saja, basis kultivasi ku jauh berada di atas kalian, sehingga aku bisa merasakan apakah aku bisa untuk menghadapinya atau tidak." Balas Chen Kaibo.


"Baik tuan muda, kalau begitu kami undur diri." Ucapnya dan segera pergi meninggalkan Chen Kaibo.


Pemuda itu pun segera melesat terbang menuju ke arah sumber suara itu untuk bisa memastikan siapa yang memanggilnya.


Setelah tiba di gerbang kediaman klan Chen, terlihat ada lima sosok pria sepuh yang sedang berbicara dengan penjaga gerbang.


"Siapa mereka? Sepertinya aku belum pernah melihat mereka sebelumnya." Pikir Chen Kaibo.


"Tunggu! Sepertinya pria sepuh itu pernah aku lihat saat berada di markas suku Hushi timur, apakah ini berhubungan dengan leluhur Huanglong?" Pikir Chen Kaibo lagi.


~Bersambung~