
Xue Yunlei yang melihat peri yang membuka pintu itu diserang, dengan cepat langsung bangkit berdiri dan melesat kearah pintu kamar itu.
Setelah berada di pintu kamar, Xue Yunlei langsung melancarkan serangan ke arah sosok yang menyerang peri tersebut dengan tinjunya.
Sosok pria itu tidak sanggup menghindari serangan tinju milik Xue Yunlei yang telah diselimuti api dan petir.
Blaaarrr
Bunyi yang tercipta saat serangan tinju Xue Yunlei mengenai tepat didada sang penyerang,
Sosok tersebut tidak sempat bersuara saat dirinya terkena serangan tinju Xue Yunlei, itu karena tubuhnya langsung berubah menjadi kabut darah.
Dinding kamar yang berhadapan dengan kamar yang ditempati oleh Xue Yunlei pun hancur berkeping-keping akibat dampak serangan Xue Yunlei.
Tidak hanya sang penyerang, melainkan pelayan yang juga berada di dekat penyerang itu ikut terhempas dan kehilangan nyawanya.
Sembilan peri yang lain kini sudah berdiri di samping Xue Yunlei dan telah bersiap untuk melakukan pertarungan.
Kejadian itu membuat orang-orang yang menginap di penginapan itu langsung keluar dari kamar mereka dan menatap kearah datangnya suara ledakan tersebut.
Xue Yunlei mulai memeriksa siapa saja yang menjadi kawan penyerang itu. Namun apa yang dia pikirkan tidak sesuai dengan harapan. Tidak ada satupun sosok yang datang untuk menyerang mereka.
"Sial, apakah ini adalah sebuah jebakan? ". Xue Yunlei membantin.
" Penguasa, sepertinya kita telah dijebak". Ujar Huaxianzi menguatkan apa yang Xue Yunlei pikirkan.
"Siapa yang merencanakan penyerangan ini? Apakah salah satu kelompok yang telah memperhatikan diriku saat keluar untuk mencari informasi tadi? ". Pertanyaan-pertanyaan yang muncul di pikiran Xue Yunlei.
" Ayo kita pergi dari tempat ini ". Ajak Xue Yunlei sambil berjalan kearah sebaliknya.
" Apakah kita akan lewat belakang? ". Tanya Huaxianzi.
" Iya, kita harus pergi lewat belakang agar wajah kita tidak dikenali oleh orang banyak ". Jawab Xue Yunlei.
Mereka pun langsung melesat terbang melalui jendela kamar yang ditempati oleh Xue Yunlei dan menuju ke tempat yang terlihat sepi.
Setelah beberapa saat mereka pergi, para pendekar bersama dengan pasukan keamanan kota Rong Cheng datang ke tempat kejadian.
Hanya dalam hitungan detik saja, penginapan itu telah dikepung. Untung saja kelompok Xue Yunlei beberapa detik lebih cepat dari mereka telah pergi.
Jika tidak, sudah bisa dipastikan para pendekar dan ratusan prajurit itu dapat melihat mereka.
Setelah tiba ditempat yang sepi, Xue Yunlei pun segera memerintahkan para peri itu untuk merubah penampilan mereka dan berpencar.
Xue Yunlei juga memberitahukan kepada mereka untuk bertemu tiga hari kemudian sebelah barat laut diluar kota Rong Cheng.
Kesepuluh peri itu menyetujui perintah Xue Yunlei dan langsung bergegas pergi dari tempat itu secara terpisah dengan merubah penampilan mereka.
Hal itu dilakukan agar jejak mereka tidak diketahui oleh orang-orang yang akan mengejar.
Jika terus terbang keluar kota Rong Cheng, pasti pergerakan mereka bisa dilihat oleh banyak orang. Dan hal itu akan mendatangkan masalah yang baru bagi mereka.
Kini Xue Yunlei sudah berjalan di jalan utama kota Rong Cheng dengan menggunakan jati dirinya sebagai pendekar dari organisasi Awan Merah.
**"
Di penginapan, komandan pasukan keamanan kota Rong Cheng kini telah tiba di depan kamar yang ditempati oleh Xue Yunlei.
"Siapa yang melakukan hal ini? Dimana pelakunya? ". Tanya sang komandan.
" Mereka berada di dalam kamar itu ". Jawab seorang saksi mata yang melihat Xue Yunlei.
" Dimana orang itu? Didalam kamar ini tidak ada siapa pun ". Balas sang komandan sambil kembali menatap kearah saksi tersebut.
" Tuan, tadi aku melihat pria itu kembali masuk kekamar itu setelah dia membunuh". Jawab saksi itu lagi.
"Komandan, sepertinya orang itu telah keluar melalui jendela". Ucap seorang prajurit memberitahukan.
" Kau cepat pergi untuk memberitahukan kejadian ini kepada penguasa kota".
" Sedangkan kalian, cepat pergi ke seluruh pintu gerbang kota untuk menutup gerbang kota agar orang itu tidak bisa keluar dari kota ini ".
" Perintahkan juga kepada mereka untuk menguatkan formasi aray agar mereka tidak bisa keluar lewat udara". Perintah sang komandan.
Setelah selesai membersihkan kekacauan tersebut, sang komandan pun menatap kearah sosok yang menjadi saksi kejadian itu dan berkata.
" Apakah kau melihat wajahnya? ". Tanya sang komandan.
" Iya, aku melihatnya dengan sangat jelas ". Jawab pria yang menjadi saksi mata tersebut.
" Jika demikian, ayo ikut kami untuk menjelaskan ciri-ciri orang itu ". Ajak sang komandan.
Pria yang melihat Xue Yunlei langsung terdiam saat diajak untuk ikut dengan sang komandan.
Karena pria itu belum beranjak dari tempatnya berdiri, beberapa prajurit langsung mendekatinya dan menggiring pria itu untuk mengikuti mereka.
***
Beberapa saat kemudian, prajurit yang diperintahkan oleh sang komandan pasukan keamanan kota kini telah tiba di balai kota Rong Cheng.
"Saat tiba di gerbang balai kota, prajurit itu langsung di hentikan oleh seorang prajurit yang berjaga.
" Apa tujuan kedatanganmu? ". Tanya prajurit yang berjaga.
" Aku ingin menyampaikan sesuatu hal yang sangat penting kepada penguasa kota ". Jawab prajurit yang diperintahkan oleh komandan pasukan keamanan kota sambil menunjukkan pelat perintah sang komandan.
"Silahkan masuk". Ucap prajurit yang berjaga untuk mempersilahkan prajurit itu lewat.
Prajurit itu pun langsung bergegas masuk ke bangunan balai kota untuk menemui penguasa kota.
Setelah tiba dan memasuki aula utama Zou Wenli yang adalah penguasa kota itu kini sedang duduk dikursi kebesarannya dan sedang berbincang-bincang dengan para jenderal dan beberapa komandan pasukannya.
"Hamba memberi hormat kepada penguasa kota". Ucap prajurit itu sambil memberikan sikap hormat.
" Apa yang ingin kau sampaikan? ". Tanya Zou Wenli santai.
Prajurit itu pun segera memberitahukan apa yang pemimpinnya perintahkan untuk disampaikan.
Setelah mendengar penyampaian prajurit itu, sikap Zou Wenli yang awalnya santai langsung berubah menjadi serius.
Pria yang adalah seorang pendekar langit tingkat pendekar suci tahap puncak itu langsung berdiri dan memerintahkan para jenderal dan beberapa komandan pasukan untuk mengerahkan pasukan mereka.
Zou Wenli sendiri segera memanggil keempat pelindung kota yang awalnya tidak pernah menampakkan diri untuk ikut serta menyelesaikan masalah yang telah terjadi.
Hal itu dilakukan oleh Zou Wenli karena mereka telah mengetahui rumor yang beredar di dunia persilatan.
Dan karena letak markas partai Rong Ceng berada di dekat kota Rong Cheng, sehingga Zou Wenli harus serius dalam menangani setiap masalah yang terjadi di antara para pendekar yang telah berkumpul di kota itu.
Untuk itulah sehingga keempat pelindung kota Rong Cheng yang adalah pendekar spiritual itu langsung dipanggil olehnya.
"Tuan Zou, apa yang harus kami lakukan? ". Tanya seorang dari keempat pelindung kota.
" Kalian berempat pergi ke keempat arah perbatasan kota untuk mengawasi pergerakan sosok yang mencoba untuk keluar dari kota ini ". Ucap Zou Wenli.
" Siapa pun yang terlihat mencurigakan, kalian langsung menangkapnya ".
" Dan jika melakukan perlawanan, langsung lumpuhkan saja ".
" Tetapi jika situasinya sangat mendesak, bunuh saja orang itu, biar aku yang akan bertanggung jawab atas tindakan tersebut ".
" Silahkan pergi ". Perintah Zou Wenli.
Keempat pelindung kota itu langsung pergi dan melesat terbang ke empat arah yang berbeda.
Sedangkan Zou Wenli langsung pergi ke tempat yang telah ditentukan oleh komandan pasukan keamanan kota bersama dengan seorang jenderal besar dan empat orang komandan pasukan serta dua ribu lima ratus prajurit.
Ling Jue adalah jenderal besar yang memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar suci tahap awal.
Keempat komandan pasukan adalah pendekar petapa tahap awal dan tahap menengah.
Sedangkan keempat jenderal kecil yang adalah pendekar petapa suci langsung pergi membawa pasukan mereka masing-masing untuk menuju ke empat arah yang berbeda.
Situasi dikota Rong Cheng kini langsung terlihat begitu tegang karena pasukan yang dikerahkan oleh penguasa kota itu.
~Bersambung~