
Disisi yang lain, pertarungan Yao Laohu serta bawahan Xue Yunlei yang lain terus berlangsung dengan bantuan pasukan bangsa peri yang melepaskan anak panah untuk mengganggu konsentrasi bawahan Xue Zhao.
Yao Laohu kini telah menggunakan wujud aslinya sebagai harimau berkepala tiga dan terlihat sangat menakutkan.
Kecepatan serangannya sanggup mengimbangi Qingsu Daode yang adalah seorang pendekar diranah Xian awal itu.
Sedangkan Langren dengan wujud aslinya juga kini sedang menghadapi Du Tiansang.
Shuhou terlihat sedang bertarung dengan Raja Iblis yang terlihat sangat bersemangat untuk bisa memiliki inti jiwa serta darah kehidupan ratu peri itu.
Zhuan Zhu sendiri kini terlihat sedang bertarung dengan Feng Ya, keduanya sama-sama menggunakan teknik tingkat dewa yang diajarkan oleh Xue Yunlei dan Xue Zhao.
Bao Meng Ling sendiri kini terlihat sedang menghadapi salah satu jenderal peri penguasa hutan ilusi itu.
"Sepertinya tidak ada Huaxianzi, jika dia ada, pasti kita akan merasa kesulitan untuk bisa menghadapi mereka." Pikir Bao Meng Ling yang mengenal jenderal peri itu.
Pertarungan mereka itu menarik perhatian setiap orang yang melewati pinggiran hutan ilusi itu.
Sehingga saat tiba di kota Kolan dan kota Baode, mereka pun memberitahukan apa yang mereka dengar saat melewati hutan itu.
Karena penasaran, banyak pendekar yang pergi untuk melihat apa yang sedang terjadi di hutan ilusi itu.
Saat pertarungan diantara dua kelompok itu sedang berlangsung, kelompok Huaxianzi dan Gai Bian pun tiba di medan pertempuran.
"Kalian jangan dulu bertindak gegabah, aku akan pergi untuk membantu penguasa agar kalian bisa diberikan pelindung dari serangan formasi pertempuran." Tutur Huaxianzi dan langsung melesat menuju ke tempat dimana Xue Yunlei dan Xue Zhao bertarung.
Gai Bian sendiri tetap berjaga agar bantuan yang dia bawa tidak diserang oleh lawan mereka dengan formasi pertempuran.
"Penguasa, biarkan untuk sementara aku yang menghadapinya." Teriak Huaxianzi setelah berada di dekat Xue Yunlei.
Pemuda itu langsung mengerti apa yang Huaxianzi maksudkan untuk menggantikannya bertarung dengan Xue Zhao.
"Jika kau tidak merasa keberatan, biar dia yang akan meladeni mu untuk sementara waktu, sebab aku memiliki urusan yang tidak bisa untuk diabaikan." Teriak Xue Yunlei.
"Cepat lakukan apa yang ingin kau lakukan, tetapi aku tidak akan bertarung dengan siapapun saat ini selain dengan dirimu." Balas Xue Zhao.
Xue Yunlei dengan cepat segera pergi untuk memberikan sedikit benang sutra emas kepada peri penguasa danau dan juga peri dan siluman penguasa hutan Jicheng.
"Silahkan kalian bertarung...jangan menggangguku saat bertarung dengan pendekar muda itu apa pun yang terjadi."
"Meskipun aku binasa ditangannya, kalian jangan pernah menyerangnya." Tutup Xue Yunlei.
"Baik penguasa!" Jawab mereka serentak.
Xue Yunlei pun segera kembali untuk melanjutkan pertarungannya dengan Xue Zhao.
Kini niat Xue Yunlei sudah teguh untuk bertarung dengan Xue Zhao sampai mati agar bisa membalaskan dendamnya.
Pikiran Xue Yunlei saat itu adalah pertarungannya dengan Xue Zhao yang adalah roh Dewa sejati adalah pertarungan balas dendam untuk yang terakhir.
Akan tetapi dia belum mengetahui mengenai kematian Xue Bang karena terlalu terfokus kepada balas dendamnya terhadap Roh Dewa yang membunuh gurunya.
Kedua naga milik Xue Yunlei kembali menyerang prajurit energi milik Xue Zhao.
Naga kayu mencoba untuk melilit tubuh prajurit energi milik Xue Zhao. Sedangkan Naga Logam Api Petir siap untuk menghancurkan prajurit energi tersebut.
Cahaya kuning keemasan kembali merembes keluar dari tubuh prajurit energi milik Xue Zhao dan segera menghancurkan tubuh naga kayu milik Xue Yunlei.
Blaaarrr
Bunyi ledakan saat prajurit energi milik Xue Zhao berhasil menghancurkan tubuh naga kayu milik Xue Yunlei.
"Apakah kau pikir naga kayu milikmu itu terlalu kuat untuk bisa menghancurkan teknik ku ini? Benar-benar sangat naif." Tutur Xue Zhao.
"Hmmmphh...baguslah jika kau masih terlalu kuat untuk menghadapiku, karena sebentar lagi, kekuatanmu itu akan menjadi milikku." Balas Xue Yunlei yang telah memiliki rencana.
"Jika kekuatan mu masih bisa digunakan untuk menghancurkan naga logam api petir yang juga adalah teknik yang berasal dari mu, maka kau pasti bisa memenangkan pertarungan kita kali ini."
"Tetapi jika tidak, itu berarti kau bisa aku kalahkan dan akan menjadi pertarungan yang terakhir bagi kita berdua."
"Apakah dia sedang ingin untuk menjebak ku?" Pikir Xue Zhao.
"Aku tidak boleh dengan mudah bisa terpengaruh oleh provokasi yang dia lancarkan."
"Jika benar dia sedang merencanakan jebakan untukku, pasti aku akan masuk dalam jebakannya jika aku mengikuti keinginannya itu." Lanjutnya dan melanjutkan serangan pedang energi yang telah dibentuk kembali untuk menebas tubuh naga logam api petir milik Xue Yunlei.
"Sial, sepertinya dia tidak terprovokasi dengan perkataanku itu...baiklah, aku akan membuatnya tanpa sengaja mengikuti keinginanku." Xue Yunlei membantin sambil mengendalikan naga logam api petir miliknya.
Pertarungan kembali terjadi diantara keduanya, naga logam api petir miliknya kembali melepaskan semburan api hitam dan diselimuti oleh petir kearah tubuh prajurit energi milik Xue Zhao dengan kekuatan puncak dan membuat Xue Zhao dengan cepat segera membendung dengan pedang energi miliknya.
Akan tetapi Xue Yunlei dengan cepat segera menggunakan pedang pusaka miliknya untuk menghancurkan pedang energi milik Xue Zhao.
Blaaarrr
Serangan Xue Yunlei tersebut langsung menghancurkan pedang energi milik Xue Zhao dan pedang pusaka milik Xue Yunlei terus menerjang baju zirah prajurit energi.
Booommm
Bunyi ledakan untuk kedua kalinya saat pedang pusaka milik Xue Yunlei saling berbenturan dengan baju zirah prajurit energi milik Xue Zhao.
Tanpa Xue Zhao sadari benturan tersebut telah menciptakan celah kecil yang membuat benang sutra emas bisa menerobos masuk.
Benang sutra emas kini telah berada di tubuh Xue Zhao dan langsung memasuki tubuh pemuda itu yang telah dikuasai oleh Roh Dewa sejati.
Saat benang sutra emas telah memasuki tubuh Xue Zhao, Roh Dewa itu langsung bisa menyadarinya.
"Sialan! Mengapa aku tidak berpikir jika dia akan menggunakan benang sutra emas ini? Aku harus bertindak cepat sebelum dia bisa menguasai tubuh pemuda ini." Pikir Roh Dewa itu dan segera meninggalkan Xue Yunlei.
"Sepertinya dia ingin mencari wadah baru untuk rohnya itu, aku harus segera mencegahnya." Pikir Xue Yunlei dan segera mengikuti Xue Zhao.
Xue Zhao dengan cepat segera menuju ke tempat dimana Qingsu Daode berada.
"Hmmmphh...sepertinya dia ingin mencari tubuh dengan basis kultivasi yang tinggi agar untuk sementara bisa berlindung didalamnya." Gumam Xue Yunlei.
Saat itu Qingsu Daode mulai kelabakan menghadapi Yao Laohu dan Huaxianzi yang telah datang untuk membantu.
"Hati-hati!" Teriak Xue Yunlei kepada Huaxianzi dan Yao Laohu saat Xue Zhao mendekati mereka.
Keduanya segera waspada setelah mendengar teriakan Xue Yunlei.
Saat Xue Zhao sampai didekat Qingsu Daode, Roh Dewa itu langsung memasuki tubuh leluhur agung suku Tangut itu.
Sedangkan tubuh Xue Zhao langsung terjatuh ke tanah karena kehilangan semua basis kultivasi serta kesadarannya.
"Jangan bertindak gegabah, sebab roh Dewa itu telah memasuki tubuh pria sepuh itu!" Lanjut Xue Yunlei dan segera menahan tubuh Xue Zhao agar tidak jatuh dengan keras saat menyentuh tanah.
Benang sutra emas kini telah ditarik kembali oleh Xue Yunlei.
Qingsu Daode merasa bingung dengan sikap Xue Yunlei karena tidak membunuh Xue Zhao yang saat itu sudah tidak berdaya lagi.
Melainkan Xue Yunlei kini datang menghampiri dan terlihat seperti ingin mengeroyok dirinya.
"Sebenarnya aku tidak ingin bertarung dengan mu, akan tetapi karena roh Dewa itu telah memasuki tubuhmu, sehingga aku juga harus bertarung denganmu!" Tutur Xue Yunlei.
Saat Qingsu Daode masih belum bisa memahami maksud dari apa yang Xue Yunlei katakan, tiba-tiba sebuah suara seperti berbicara kepadanya.
"Ayo kita bertarung bersama untuk menghadapi mereka." Ucap Roh Dewa itu melalui kekuatan jiwanya.
"Siapa kamu? Mengapa aku tidak bisa melihatmu?" Teriak Qingsu Daode.
"Aku Roh Dewa Sejati yang menjadi atasan kalian semua...aku hanya menggunakan tubuh pemuda itu untuk menjadi wadah bagi rohku." Jawabnya.
"Apakah kau ingin menguasai juga tubuhku?" Qingsu Daode bertanya.
~Bersambung~