
Setelah selesai dengan dua bangsa penguasa wilayah hutan yang disinggahi oleh Xue Yunlei dan dua orang lainnya, akhirnya mereka bertiga kembali melanjutkan perjalanan dengan menunggang tiga ekor siluman.
Xue Yunlei segera menggunakan teknik miliknya untuk bisa menghilangkan aura siluman dari ketiga tunggangan mereka itu.
Karena ketiga tunggangan mereka mengetahui letak dimana bangsa kurcaci berada, sehingga Xue Yunlei mempercayakan ketiga siluman itu untuk mengantarkan mereka sambil bermeditasi diatas punggung ketiga makhluk itu.
"Penguasa, apakah kita tidak akan singgah di kota Rehe?." Tanya Gai Bian.
"Apakah ada hal penting yang akan kita lakukan dikota itu?." Xue Yunlei balik bertanya.
"Tidak penguasa, tidak ada hal penting yang akan kita lakukan di kota itu." Jawab Langren.
"Yao Laohu, bagaimana menurutmu?." Tanya Xue Yunlei lagi.
"Tidak penguasa, tidak ada hal penting yang akan aku lakukan dikota itu." Jawab tunggangannya.
"Jika demikian, sebaiknya kita langsung saja menuju ke markas bangsa kurcaci." Ujar Xue Yunlei.
"Baik penguasa!." Jawab ketiga siluman itu secara bersamaan.
***
Dikota Yin, kini Xiao Lin Meng dan Rui Lianjin baru saja tiba. Kedua wanita itu langsung menuju ke kediaman klan Shang untuk menyampaikan surat yang di titipkan oleh Shang Mingmei.
Setibanya di kediaman klan Shang, kedua wanita itu langsung disambut hangat oleh para pendekar yang berjaga, sebab mereka sudah mengetahui siapa kedua wanita itu.
"Nona Xiao, apakah anda ingin bertemu dengan patriark kami?." Tanya seorang pendekar yang berjaga.
"Iya, aku ingin bertemu dengan patriark kalian, sebab ada sesuatu yang dititipkan oleh nona Shang Mingmei kepadanya." Jawab Xiao Lin Meng.
"Mari aku antarkan." Ucap pendekar itu menawarkan diri sambil berjalan didepan untuk menuntun Xiao Lin Meng dan Rui Lianjin.
Setelah tiba didepan sebuah bangunan megah di tengah-tengah kediaman klan Shang, Xiao Lin Meng dan Rui Lianjin langsung menunggu diluar. Sedangkan pendekar yang mengantarkan mereka berdua segera memasuki bangunan tersebut.
"Hormat kepada patriark!." Ucap pendekar itu sebelum menyampaikan maksud kedatangannya.
"Ada urusan apa sehingga kau datang menghadap?." Tanya Shang Chiu.
"Didepan ada nona Xiao dan juga wanita yang satunya lagi yang sempat datang kesini." Jawab pendekar itu.
"Ada urusan apa lagi mereka berdua kembali kesini? Apakah mereka berdua bersama dengan rombongan yang membawa barang dagangan mereka?." Tanya Shang Chiu.
"Tidak patriark, mereka berdua datang seperti waktu yang lalu, akan tetapi nona Xiao berkata jika ada titipan dari nona Shang Mingmei untuk diberikan kepada patriark." Pendekar itu menjelaskan.
"Kalau begitu, suruh mereka berdua masuk." Ucap Shang Chiu.
Memang patriark klan Shang itu tidak terlalu senang dengan kedatangan Xiao Lin Meng, sebab pria tua itu sudah mengetahui tujuan gadis itu.
"Nona Xiao, silahkan masuk, patriark sedang menunggu kalian didalam." Ucap pendekar itu mempersilahkan.
"Terima kasih tuan atas bantuannya." Ucap Xiao Lin Meng kemudian memasuki kediaman Shang Chiu.
Pria tua itu langsung berdiri untuk menyambut kedatangan Xiao Lin Meng dan Rui Lianjin "Nona Xiao, silahkan duduk." Ucap Shang Chiu sambil mendekati mereka dan duduk tidak jauh dari kedua wanita itu.
"Aku dengar nona Shang Mingmei telah menitipkan sesuatu kepadamu, apa benar seperti itu?." Tanya Shang Chiu tidak ingin berbasa-basi lagi.
"Iya patriark Shang...nona Shang Mingmei telah menitipkan surat ini untuk diberikan kepada anda." Jawab Xiao Lin Meng sambil menyerahkan benda yang dia maksudkan.
Shang Chiu segera mengambil surat yang diberikan oleh Xiao Lin Meng namun tidak langsung membukanya.
Karena Xiao Lin Meng ingin secepatnya bisa bertemu dengan Xue Yunlei, sehingga gadis itu langsung pamit undur diri.
"Patriark Shang, kami berdua tidak akan berlama-lama disini, sebab ada hal penting yang harus aku selesaikan...oleh karena itu kami berdua pamit undur diri." Ucap Xiao Lin Meng.
"Terima kasih atas niat baik patriark Shang, namun urusanku ini tidak bisa ditunda lebih lama lagi...oleh karena itu, kami tidak ingin berlama-lama lagi disini." Ucap Xiao Lin Meng menanggapi tawaran Shang Chiu.
"Baiklah, aku sudah tidak memiliki alasan lagi untuk bisa menahan nona Xiao disini...semoga urusan nona Xiao berjalan dengan baik." Ucap Shang Chiu.
Kedua wanita itu pun pergi meninggalkan kediaman klan Shang dan menuju ke wilayah kediaman klan Xue.
Wajah Xiao Lin Meng terlihat berseri-seri saat melangkahkan kakinya untuk menuju ke kediaman Xue Yunlei.
Gadis itu berharap pemuda yang menjadi pujaan hatinya itu belum pergi ke markas bangsa kurcaci dan masih berada di kediamannya.
Tidak ada rasa lelah sedikit pun yang dia rasakan karena kebahagiaannya saat itu.
Saat keduanya sudah tidak lama lagi tiba di kediaman Xue Yunlei, mereka berdua tidak melihat ada aktivitas di rumah itu.
"Apakah mereka sudah pergi?." Pikir Xiao Lin Meng penasaran.
Langkah kakinya semakin dipercepat agar bisa secepatnya memastikan apa yang dia pikirkan itu dan diikuti oleh Rui Lianjin dari belakang.
"Ternyata kita sudah terlambat, mereka sudah pergi ke wilayah dimana markas bangsa kurcaci berada." Ucap Xiao Lin Meng setelah tiba di kediaman Xue Yunlei.
"Nona, sepertinya kita harus tinggal disini untuk menunggu mereka kembali kesini." Rui Lianjin memberikan saran kepada Xiao Lin Meng.
"Iya, aku akan tetap menunggunya sampai mereka kembali dari markas bangsa kurcaci." Balas Xiao Lin Meng menyetujui saran Rui Lianjin.
Keduanya pun segera memasuki kediaman Xue Yunlei dan mulai membersihkan bangunan itu untuk mereka tinggali.
***
Di kediaman klan Shang, pria tua yang adalah patriark dari klan itu, kini mulai membuka surat yang dikirimkan oleh Xiao Lin Meng.
Setelah selesai membukanya, pria tua itu langsung membaca isi surat tersebut dengan penuh rasa penasaran.
"Kabar apa yang ingin disampaikan oleh Ming'er kepadaku?." Pikir Shang Chiu.
Setelah dia membaca isi dari surat yang Shang Mingmei kirimkan untuknya, wajah pria tua itu langsung berubah menjadi muram.
"Mengapa Ming'er membatalkan perjodohannya dengan tuan muda Xue Yunlei? Hal apa yang membuatnya sehingga berpikir seperti itu?."
Shang Chiu merasa sangat bingung dengan keputusan yang telah diambil oleh Shang Mingmei.
Pria tua itu tidak menyangka jika posisi yang membuat klannya semakin dihormati di kota Yin itu akan dibatalkan oleh Shang Mingmei.
Memang kehebatan Xue Yunlei memberikan pengaruh yang sangat besar bagi klan Shang karena perjodohan itu.
Sehingga jika perjodohan itu dibatalkan dan diketahui oleh orang-orang di kota Yin, itu bisa mempengaruhi posisi klan mereka.
"Apakah pembatalan ini berkaitan dengan nona Xiao Lin Meng?." Pikir Shang Chiu menebak-nebak kemungkinan besar alasan yang membuat Shang Mingmei membatalkan perjodohannya dengan Xue Yunlei.
"Aku harus menuliskan surat kepadanya untuk menanyakan alasan mengapa dia membatalkan perjodohannya itu."
"Jika berita ini diketahui oleh seluruh penduduk kota Yin ini, nantinya posisi klan Shang akan kembali berada di bawah klan Chen. Dan itu akan berdampak buruk bagi kami."
"Aku harus mengetahui alasan serta akan mendesaknya untuk menarik kembali keputusannya itu."
"Jika tuan muda Xue Yunlei yang membatalkan perjodohan itu, aku tidak berani untuk mempermasalahkannya...tetapi karena Ming'er yang membatalkannya, aku merasa tidak bisa untuk menerimanya."
Shang Chiu terus bergumam mengenai apa yang baru saja dia ketahui setelah membaca surat dari Shang Mingmei.
Pria tua itu segera melangkah ke ruang kerjanya dan mulai menuliskan surat untuk di kirimkan kepada Shang Mingmei.
~Bersambung~