PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 43. Rencana Yang Gagal


Awalnya Xiao Ning Lan menolak ajakan Xue Yunlei, namun akhirnya gadis cantik itu pun segera mengikutinya.


"Tuan muda Oghui, aku mohon ijin pamit sebentar untuk mengantarkan nona Ning Lan ke kamarnya". Tutur Xue Yunlei memberitahukan kepada Oghui.


"Silahkan tuan muda Xue". Balas Oghui menanggapi.


"Rui Lianjin, Huaxianzi, kalian berdua ikut aku".


"Nona Lin Meng, apakah kamu mau ikut juga?". Tanya Xue Yunlei.


"Iya, aku ikut". Jawab Xiao Lin Meng.


"Xiangwei, untuk sementara, tolong temani sebentar tuan muda Oghui, aku akan segera kembali". Perintah Xue Yunlei kemudian segera pergi meninggalkan tempat itu.


Xiangwei hanya bisa menganggukkan kepalanya menanggapi perintah Xue Yunlei.


Mereka pun diantarkan oleh Zhen Zhu untuk menuju ke kamar yang telah disiapkan.


"Sial, sebenarnya siapa wanita yang dia suka, mengapa dia memberikan perhatian kepada semua wanita yang bersama dengannya?". Pikir Oghui bingung melihat tingkah Xue Yunlei.


"Tuan muda Xue ini sangat beruntung, karena dikelilingi oleh wanita - wanita yang cantik". Gumam Oghui mulai merasa irih dengan kehidupan Xue Yunlei.


"Apakah menyukai seorang wanita itu sangat penting bagi kalian?". Tanya Xiangwei penasaran.


Mendengar pertanyaan wanita cantik didepannya, Oghui merasa sangat terkejut, karena pikirannya bisa diketahui oleh Xiangwei.


Wajah pria itu langsung menjadi pucat pasi karena merasa takut.


"Nona Xiangwei, maafkan aku karena telah lancang berpikir seperti itu". Balas Oghui menanggapi perkataan Xiangwei.


"Aku sedang bertanya kepadaMu, jadi tolong pertanyaanku itu dijawab". Ujar Xiangwei lagi.


Perkataan Xiangwei itu langsung menarik perhatian para pengawal Oghui.


Mereka segera menatap wanita itu dengan penuh kewaspadaan yang tinggi.


Namun mereka tidak ingin bertindak gegabah, sebab jika hal itu hanyalah suatu kesalahpahaman, tindakan mereka akan mendatangkan kerugian yang sangat besar.


Itu karena, jika terjadi keributan, Xue Yunlei dan yang lainnya akan segera datang untuk membantu wanita itu.


Mereka juga telah melihat kemampuan wanita yang berada di depan Oghui.


Tidak ada diantara mereka yang bisa menandingi kemampuan Xiangwei.


Sehingga mereka hanya bisa bersiap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.


"Iya, bagi kami sebagai seorang pria, menyukai seorang wanita itu adalah hal yang sangat berharga". Jawab Oghui.


"Mengapa bisa begitu? Apakah tidak ada hal yang lebih penting selain hal itu?". Xiangwei kembali bertanya.


"MenurutKu, tidak ada hal yang lebih penting dari pada mencintai seorang wanita". Oghui kembali menjelaskan.


"Apakah keabadian tidak penting bagi kalian?". Tanya Xiangwei.


"Untuk menjadi abadi, itu sangat penting juga bagi kami, tetapi untuk bisa mencapainya akan sangat membutuhkan waktu yang lama serta membutuhkan sumber daya yang banyak, sehingga menurut kami, hal itu hanya membuang - buang waktu kami saja". Jawab Oghui jujur.


"Oleh karena itu, hanya sedikit dari kami yang ingin berfokus untuk berkultivasi".


"Apakah untuk setiap wanita juga merasakan hal yang sama dengan kami sebagai pria?". Tutup Oghui dengan balik bertanya.


Xiangwei langsung tersenyum mendengar perkataan Oghui, wanita itu merasa sangat konyol dengan jawaban yang baru saja didengarnya.


Melihat senyuman Xiangwei, Oghui langsung terpesona dengan kecantikan peri itu.


Oghui kini telah terbius dengan senyuman Xiangwei, sehingga pria itu tidak lagi mengharapkan jawaban dari pertanyaan yang dia lontarkan.


Yang tidak dia ketahui adalah, wanita cantik didepannya itu akan sangat berbahaya jika seorang manusia membuatnya marah.


Sebab bangsa peri selalu menganggap bahwa bangsa manusia itu derajatnya lebih rendah dari mereka.


Hal itu di lihat dari kehidupan manusia yang tidak abadi, sedangkan kehidupan bangsa peri abadi, meskipun mereka juga bisa terbunuh.


Langkah untuk bisa mencapai usia yang panjang dan bisa hidup abadi bagi manusia adalah terus berkultivasi hingga mencapai basis kultivasi di ranah pendekar dewa hingga tingkat tertinggi yaitu di ranah Xian.


Di salah satu kamar yang telah dipesan oleh Oghui, kini Xue Yunlei sedang memberikan nasihat kepada Xiao Ning Lan untuk segera beristirahat.


Remaja itu juga menyuruh Huaxianzi serta Rui Lianjin untuk menjaga Xiao Ning Lan.


Setelah itu, Xue Yunlei pun bertanya kepada Xiao Lin Meng.


Xiao Lin Meng pun menjadi dilema untuk menjawab pertanyaan Xue Yunlei.


Jika jawabannya tidak, seakan - akan dirinya lebih memilih Xue Yunlei dari pada kakaknya.


Dan jika dia memilih untuk tinggal, dia akan membiarkan Xue Yunlei diluar tanpa didampingi olehnya.


Namun setelah berpikir, akhirnya Xiao Lin Meng memilih untuk tinggal bersama dengan kakaknya.


Xue Yunlei pun segera kembali ketempat dimana Oghui dan yang lainnya berada.


"Maafkan aku jika telah membuat tuan muda Oghui menunggu". Ucap Xue Yunlei saat tiba.


"Tidak mengapa, aku juga merasa senang karena ditemani berbincang - bincang oleh nona Xiangwei". Jawab Oghui sambil tersenyum.


"Kalau begitu, ini sebagai tanda permintaan maafku kepada tuan muda Oghui". Ucap Xue Yunlei yang langsung meneguk arak dicangkirnya.


Kemudian Xue Yunlei kembali lagi menuangkan arak dicangkirnya dan kembali berkata.


"Ini sebagai tanda rasa terima kasihKu kepada tuan muda Oghui". Sambil kembali meneguk arak tersebut.


Kini Xue Yunlei sudah terlihat sangat mabuk, itu karena dirinya belum terbiasa minum arak yang banyak, sehingga dirinya sangat cepat mabuk.


Xiangwei yang melihat hal itu, segera memapah tubuh remaja itu dan mengantarkan ke salah satu kamar yang dipesan oleh Oghui.


Tuan muda kota Yikezhao itu pun segera kembali ke kamar miliknya untuk beristirahat.


Agar keesokan harinya mereka bisa berangkat untuk menuju ke kota Zhayuan.


Setelah sampai dikamar yang akan ditempati oleh Xue Yunlei, Xiangwei pun segera membaringkan tubuh remaja itu di pembaringan.


Peri cantik itu pun segera menutup pintu kamar tersebut dan duduk disamping Xue Yunlei yang saat itu sudah tidak sadarkan diri.


Xiangwei terus memandangi wajah Xue Yunlei sambil memikirkan setiap perkataan Oghui.


Karena saat mereka berbincang - bincang, ada sedikit hal yang dijelaskan oleh Oghui mengenai hubungan antara pria dan wanita.


Dan hal itu semuanya telah disimpan oleh Xiangwei dalam memori otaknya.


Tidak hanya itu saja, Xiangwei juga telah melihat hal - hal yang dilakukan oleh sepasang kekasih.


Sehingga semua itu menjadi daya tarik tersendiri baginya agar bisa mengetahuinya.


Xiangwei sendiri selama ini tidak pernah memiliki waktu untuk memikirkan dirinya sendiri atau pun siapa yang akan menjadi pasangannya.


Hal itu karena dia adalah putri tertua pemimpin bangsa peri dari rasnya, sehingga dirinya selalu diharuskan untuk menjalankan setiap aturan yang berlaku bagi ras mereka.


Xiangwei pun segera mendekatkan wajahnya ke wajah Xue Yunlei, setelah itu, dirinya mencoba untuk mengecup bibir remaja itu.


Peri itu mencoba untuk bisa merasakan sensasi apa yang akan dia dapat dari tindakannya tersebut.


Setelah melakukan hal itu, jantung peri itu langsung berdetak kencang.


"Sial, apa yang terjadi dengan diriku? Mengapa detak jantungku secepat ini?". Pertanyaan yang muncul dikepalanya.


"Apakah hal ini yang dikatakan oleh pria mesum itu?". Pikir Xiangwei.


"Mengapa sentuhan sederhana seperti itu bisa membuat diriku merasa terguncang seperti ini?".


"Kehidupan manusia benar - benar penuh dengan misteri". Pikir Xiangwei lagi.


Peri cantik itu pun kembali duduk dengan posisi seperti semula dan membelakangi tubuh Xue Yunlei.


Tidak ada perasaan malu bagi Xiangwei, sebab dirinya menganggap apa yang dia lakukan itu hanyalah suatu tindakan biasa saja.


Xiangwei terus duduk disamping Xue Yunlei sampai fajar mulai menyingsing.


Xue Yunlei pun segera terbangun dan melihat sosok seorang wanita sedang duduk disamping tempat tidurnya.


Xiangwei sendiri belum mengetahui jika remaja pria itu sudah terbangun.


Xue Yunlei pun segera mengenali sosok wanita tersebut dan menyapanya.


"Nona Xiangwei, apakah posisi dudukmu itu sudah sejak semalam?".


Xiangwei hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


~Bersambung~