PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 175. Memulai Perjalanan Ke Timur


Keesokan harinya Xue Yunlei, Huaxianzi dan juga Zhuan Zhu segera berangkat menuju ke arah timur diluar wilayah kekuasaan negara Xin dimana tempat bangsa kurcaci berada.


Huaxianzi berada di depan dari kedua pendekar dewa bumi yang melakukan perjalanan bersama dengannya.


Itu karena peri tersebut yang menjadi penuntun jalan agar mereka bisa tiba di tempat dimana bangsa kurcaci berada.


Untuk bisa tiba di tempat tujuan mereka membutuhkan waktu selama sepuluh hari jika tanpa beristirahat.


Namun hal itu sulit untuk bisa dilakukan, sebab mereka bisa terjatuh dari atas udara karena telah kehabisan energi qi mereka.


Untuk itu mereka tetap harus bisa menghemat energi qi mereka dengan beristirahat disetiap desa atau kota yang akan mereka lewati nanti agar bisa mengembalikan energi qi mereka yang hilang.


Dan setelah melihat sebuah kota, mereka bertiga segera mendarat di hutan dekat dengan kota tersebut.


Saat memasuki gerbang kota, mereka bertiga langsung mendapatkan pemeriksaan dari prajurit yang bertugas serta menunjukkan tanda pengenal.


Xue Yunlei pun menunjukkan tanda pengenal dari klan Xue miliknya.


"Mereka berdua adalah pengawal dan pelayanku." Ucapnya setelah menunjukkan tanda pengenal miliknya.


"Apakah anda berasal dari klan Xue di kota Yin?." Tanya sang prajurit.


"Iya, aku berasal dari klan Xue di kota Yin." Xue Yunlei membenarkan.


"Oh...silahkan melanjutkan perjalanan. Mohon maaf jika ada kata dan sikap kami yang telah membuat tuan muda Xue tersinggung." Ucap prajurit itu.


Hal itu karena mereka juga sudah mendengar kemampuan Xue Yunlei yang berasal dari klan Xue di kota Yin.


Sehingga mereka tidak ingin untuk menyinggung sosok pemuda yang ada didepan mereka saat itu karena pasti akan berakibat fatal bagi kota mereka.


"Selamat datang di kota Shiai! Apakah tuan - tuan membutuhkan tumpangan?." Ucap seorang pria menawarkan jasa kereta kuda kepada setiap orang yang memasuki kota tersebut.


"Bagaimana? Apakah kita akan menggunakan kereta untuk bisa sampai di penginapan?." Tanya Xue Yunlei.


"Iya, sebaiknya kita naik kereta saja agar kehadiran kita di kota ini tidak menarik perhatian banyak orang." Balas Zhuan Zhu.


"Bagaimana tuan - tuan? Apakah kalian ingin menggunakan kereta kuda milikku?." Sambut pria itu bertanya kepada Xue Yunlei.


"Iya, kami akan menyewa kereta kuda milikmu itu." Balas Xue Yunlei.


"Mari tuan, silahkan masuk." Ucap pria itu.


Akhirnya ketiganya pun segera memasuki kereta kuda itu.


"Tolong antarkan kami ke penginapan terbesar di kota ini." Ucap Xue Yunlei kepada pria yang menjadi kusir.


"Baik tuan." Balas singkat pria itu.


Kereta kuda itu pun segera meluncur menuju ke tempat yang dimaksud oleh Xue Yunlei.


Beberapa saat kemudian akhirnya mereka pun tiba di salah satu penginapan terbesar di kota Shiai.


"Tuan kita sudah tiba di penginapan sesuai dengan yang anda inginkan. Penginapan inilah yang terbesar dan termegah di kota Shiai ini." Ucap pria itu.


Mendengar ucapan pria itu, Xue Yunlei langsung membuka tirai yang menutupi jendela kereta itu untuk melihat apakah benar yang dikatakan oleh pria tersebut.


"Senior Zhuan, Huaxianzi, ayo turun...kita sudah tiba. Penginapan ini sangat tepat untuk kita gunakan didalam mengembalikan tenaga kita yang hilang." Ucap Xue Yunlei.


Mereka bertiga pun segera turun dari kereta itu dan Xue Yunlei langsung memberikan beberapa keping perak kepada pria yang mengantarkan mereka.


"Terima kasih tuan! Apakah kalian masih membutuhkan kereta ku sebagai tumpangan kalian?."


"Jika kau mau, apakah kereta kudamu ini bisa kami gunakan untuk bisa tiba di kota berikutnya?." Tanya Xue Yunlei menanggapi pertanyaan pria itu.


Pria itu sedikit berpikir sebelum menjawab pertanyaan Xue Yunlei.


"Tuan, jarak untuk bisa tiba di kota Dongyuan sejauh 60 kilometer, serta tidak mudah untuk bisa tiba di kota itu, sebab sering terjadi perampokan di hutan yang akan dilewati nanti."


"Apakah kau mau mengantarkan kami? Jika tidak mau, berarti kami sudah tidak akan menggunakan jasamu." Xue Yunlei menyela penjelasan pria itu.


"Aku bisa mengantarkan kalian bertiga hingga ke kota Dongyuan, tetapi tuan harus memberikan bayaran kepada ku dengan sepuluh koin emas. Bagaimana?." Balas pria itu dan kembali bertanya kepada Xue Yunlei.


"Senior, Huaxianzi, ayo kita masuk." Ajak Xue Yunlei sambil berbalik dan melangkah memasuki penginapan tersebut.


"Selamat datang tuan-tuan dan nona di penginapan Melihat ini...apakah kalian ingin memesan kamar untuk kalian bertiga?." Ucap seorang pelayan menyambut kedatangan mereka bertiga.


"Iya, kami ingin memesan tiga kamar yang luas dengan fasilitas yang cukup didalamnya untuk kami gunakan sampai besok pagi." Jawab Xue Yunlei.


"Baiklah tuan, mohon anda menyelesaikan pembayarannya di kasir." Ucap pelayan itu sambil mengarahkan mereka bertiga ke tempat dimana kasir berada.


Xue Yunlei pun langsung mengikuti pelayan itu untuk menyelesaikan pembayaran tersebut.


Setelah selesai membayar, mereka bertiga pun langsung diantarkan ke kamar yang sesuai dengan pesanan mereka.


"Mohon untuk tidak mengganggu kami saat beristirahat nanti." Ucap Xue Yunlei mengingatkan pelayan itu.


"Baik tuan...semoga kalian bisa beristirahat dengan nyaman di penginapan kami ini." Balas pelayan itu.


Mereka bertiga pun segera memasuki kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.


Tidak ada hal yang spesial yang terjadi di kota Shiai sampai mereka meninggalkan kota itu.


Mereka bertiga pun melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kereta kuda milik pria yang awalnya bertemu dengan mereka.


"Tuan, apakah memang tujuan kalian ingin pergi ke kota Dongyuan?." Tanya pria yang adalah pemilik kereta kuda.


"Tidak, kami masih ingin melanjutkan lagi perjalanan kami ke arah timur." Jawab Xue Yunlei.


"Apakah kalian ingin pergi ke kota Changshan?." Tanya pria itu lagi.


Xue Yunlei pun menatap ke arah Huaxianzi untuk bisa memastikan apakah kota yang pria itu katakan adalah tujuan mereka atau tidak.


Huaxianzi pun hanya menggelengkan kepalanya yang menandakan jika kota itu bukanlah tujuan mereka.


"Tidak, perjalanan kami masih sangat jauh dari kota itu." Jawab Xue Yunlei lagi.


"Kami akan melakukan perjalanan ke timur jauh dari wilayah negara Xin ini." Lanjut Xue Yunlei menjelaskan.


"Oh...aku pikir masih berada di wilayah negara Xin ini." Pria itu menanggapi.


"Memangnya kenapa? Apakah kau ingin mengantarkan kami?." Tanya Xue Yunlei.


"Iya, aku akan mengantarkan kalian jika itu masih didalam wilayah negara Xin ini." Jawab pria itu.


"Bagaimana jika kau mengantarkan kami sampai di kota terakhir yang masih berada di dalam wilayah negara Xin ini? Apakah kau mau?." Tanya Xue Yunlei.


"Tuan, sepertinya aku tidak bisa melakukannya, sebab setelah kita tiba di kota Changshan, akan ada lima sungai besar yang harus dilewati dan itu sangat sulit jika kita membawa kereta kuda seperti ini." Jawab pria itu.


"Ha...ha...ha...ha...ha...sepertinya jasamu ini memiliki batasannya juga. Baiklah, kalau begitu kau antarkan kami saja hanya sampai di kota Changshan. Aku akan memberikan dua puluh lima keping emas kepada mu." Ucap Xue Yunlei yang dibuka dengan tawanya yang renyah.


"Terima kasih tuan atas kebaikan mu." Balas pria itu dengan senang.


Saat mereka sedang berbincang-bincang santai, tiba-tiba didepan mereka telah berdiri puluhan orang menghadang jalan mereka.


"Berhenti! Jika kalian mau lewat, cepat serahkan harta kalian!." Teriak seorang pria yang memegang dua buah golok dikedua tangannya.


"Tuan, bagaimana ini? Mereka adalah kelompok perampok yang saya ceritakan." Ujar pria pemilik kereta kuda itu.


"Tenang saja, mereka tidak bisa melakukan apapun terhadap kita." Jawab Xue Yunlei sambil meningkatkan kekuatan spiritualnya untuk bisa mengetahui basis kultivasi tertinggi para perampok itu.


Setelah mengetahuinya, Xue Yunlei pun memerintahkan Huaxianzi untuk menangani mereka.


Peri itu langsung turun dari kereta dan melangkah maju mendekati para perampok yang menghadang mereka.


"Sepertinya wanita ini sangat cocok jika ku jadikan istriku agar bisa selalu melayani diriku saat berada di markas kita." Ujar pria yang terlihat sebagai pemimpin.


"Apa katamu? Coba saja jika kau bisa." Balas Huaxianzi sambil menggunakan teknik yang dia miliki.


Ribuan bunga yang terbentuk dari energi qi yang dia miliki langsung tercipta di atas kelompok para perampok.


~Bersambung~