
Xue Yunlei langsung bisa merasakan kehadiran ketiga pendekar dewa itu dan segera berkata kepada Huaxianzi dan Zhuan Zhu.
"Kita sedang kedatangan tamu yang tidak diundang, cepat bersiap."
"Huaxianzi dan Zhuan Zhu segera bersiap mengikuti apa yang Xue Yunlei perintahkan sambil menatap kearah datangnya sosok yang Xue Yunlei katakan.
Dan benar saja, diatas udara kini mereka telah melihat tiga sosok yang sedang menatap kearah mereka dengan tajam.
"Apakah hanya mereka bertiga yang mengejar kita? Jika demikian, aku masih bisa untuk mengimbangi kekuatan mereka." Pikir Xue Yunlei.
"Ha...ha...ha...ha...ha...ternyata tikus-tikus ini bisa kita temukan...jangan berikan mereka kesempatan lagi untuk bisa melarikan diri."
"Saudara Zhi Yi, kita harus segera menyerang mereka tanpa ampun sesuai dengan apa yang leluhur perintahkan...sebab pemuda itu sangat licik."
"Benar apa yang dikatakan oleh saudara Dui Buqi, kita harus langsung menyerang mereka tanpa ampun...jika tidak, kita bisa terjebak dengan tipu muslihat bocah itu." Sambung Tie Xiao membenarkan apa yang Dui Buqi katakan.
Di sisi lain, Xue Yunlei yang awalnya terlihat masih memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar dewa bumi puncak kini telah meminjam kekuatan pedang pusaka miliknya lagi untuk meningkatkan basis kultivasinya.
Mata tiga sosok yang berada diatas udara menjadi terbelalak setelah melihat basis kultivasi Xue Yunlei.
"Sial, sepertinya dia telah menyembunyikan basis kultivasinya...untung saja basis kultivasinya berada di tingkat yang sama denganku." Ujar Dui Buqi.
"Kalian berdua hadapi pria tua yang adalah pendekar dewa langit, biar aku yang akan menghadapi dua pendekar dewa surgawi itu." Ucap Xue Yunlei.
"Baik penguasa!." Ucap Huaxianzi.
"Baik pendekar Xue!." Ucap Zhuan Zhu.
"Penguasa, kami bertiga saat ini sudah siap untuk bertarung...biarkan kami membantu penguasa." Teriak Yao Laohu dan segera mendekati tiga sosok itu.
"Baiklah, saat bertarung, senior Zhuan harus melihat setiap pergerakan pendekar yang akan dihadapi oleh mereka...jika mereka menggunakan teknik untuk bisa membunuh siluman dan bangsa peri, cepat kau gagalkan."
"Aku juga akan melakukan hal yang sama saat bertarung nanti." Tutup Xue Yunlei.
"Baik pendekar Xue." Balas Zhuan Zhu.
"Penguasa, sepertinya mereka sedang merencanakan sesuatu." Ucap Huaxianzi.
"Kita tunggu saja apa yang mereka rencanakan." Balas Xue Yunlei.
"Sial...sepertinya saat ini kita tidak bisa menghadapi mereka semua...mengapa leluhur hanya memerintahkan kita bertiga untuk mengejar mereka?."
"Apakah leluhur berpikir jika hanya bocah itu yang akan kita hadapi?."
"Saudara Zhi, jadi bagaimana menurutmu? Apa yang harus kita lakukan?."
"Kalian berdua tidak perlu terlalu cemas untuk menghadapi mereka, sebab empat sosok itu kita bisa melumpuhkan mereka hanya dengan menggunakan teknik pembasmi siluman." Balas Zhi Yi sambil tersenyum dan segera menciptakan formasi aray untuk membungkus area tersebut agar ke-enam lawan mereka tidak bisa melarikan diri.
"Ayo kita serang mereka!." Ucap Zhi Yi setelah selesai menciptakan formasi aray dan langsung melesat kebawah sambil melepaskan cakar neraka miliknya.
"Terima ini...!." Teriak Zhi Yi sambil menukik kebawah untuk menghabisi Xue Yunlei.
Xue Yunlei segera menciptakan formasi pelindung untuk mereka sambil melepaskan seekor naga kayu yang telah disediakannya.
Zhi Yi hanya tersenyum setelah melihat apa yang Xue Yunlei lakukan dengan menciptakan formasi pelindung untuk membendung serangannya.
Pria sepuh itu tidak menyadari jika ada serangan kejutan yang akan datang dari sampingnya yaitu seekor naga kayu dengan ukuran yang besar.
"Awas serangan dari samping...!!!." Teriak Dui Buqi setelah melihat seekor naga kayu melesat dengan cepat kearah Zhi Yi.
Saat Zhi Yi berpaling untuk melihat kesamping, pria sepuh itu sangat terkejut setelah mengetahui ada serangan yang datang kearahnya.
Booommm
"Ahkhhhh..." Suara yang keluar dari mulut pria sepuh itu.
"Saudara Zhi Yi...!" Teriak Dui Buqi dan Tie Xiao secara berbarengan saat melihat rekan mereka terkena serangan itu.
"Ternyata rencanaku berhasil...Yao Laohu, kau susul pria tua yang terluka itu...ayo kita serang mereka berdua." Ucap Xue Yunlei.
"Baik penguasa..." Jawab mereka dan langsung melesat kearah yang mereka tuju.
Ditangan Xue Yunlei kini sudah terlihat sebuah pedang energi yang diselimuti oleh dua elemen alam dan bersiap untuk menebas lawannya.
Langren terlihat sangat buas untuk bisa menerkam mangsanya begitu juga dengan Gai Bian.
Sebuah kelompok bunga berukuran besar kini sudah siap menerjang ke arah kedua pendekar itu, sehingga membuat keduanya merasa terkejut karena bisa merasakan energi yang sangat kuat sedang mendekati mereka.
"Saudara Tie Xiao...Berhati-hatilah... " Ucap Dui Buqi memperingati rekannya.
"Kau juga saudara Dui..." Balas Tie Xiao.
Keduanya segera membatalkan rencana mereka untuk membantu Zhi Yi yang saat itu telah terkena serangan Xue Yunlei dan masing-masing dari mereka segera menciptakan seekor hewan ilusi.
Seekor burung elang dan burung gagak kini segera melesat kearah Xue Yunlei dan yang lainnya.
Naga kayu milik Xue Yunlei langsung menyambut kedatangan kedua makhluk itu dan menyemburkan pasak-pasak berukuran besar.
Xue Yunlei segera menebas pedangnya kearah dimana kedua pendekar itu berada, begitu juga dengan Huaxianzi.
Satu serangan pasak mampu dihindari oleh kedua burung besar itu.
Dua dan tiga pasak masih bisa dihindari. Namun pasak yang keempat tidak bisa kedua burung itu hindari.
Blaaarrr...blaaarrr...blaaarrr...blaaarrr
Bunyi terdengar saat pasak-pasak itu mulai mengenai tubuh kedua burung itu hingga menghancurkannya.
Duuuaaarrr...duuuaaarrr...duuuaaarrr
Booommm
Bunyi serangan Xue Yunlei dan Huaxianzi menerjang formasi pelindung milik kedua pendekar dari sekte Gunung Kepala Putih itu.
Tubuh kedua pendekar itu langsung terdorong sejauh puluhan meter dari tempat dimana mereka berdiri.
Hal itu karena kekuatan Xue Yunlei sudah setara dengan Dui Buqi dan lebih kuat dari Tie Xiao.
Di tempat yang tidak jauh dari mereka, Yao Laohu telah tiba di tempat tubuh Zhi Yi berada dan sedang meringis kesakitan.
Saat melihat kedatangan harimau bertubuh besar dan kekar itu, Zhi Yi segera memaksakan dirinya untuk bangkit.
"Beraninya menyerang ku secara diam-diam...dasar pengecut...!" Ucap Zhi Yi dengan geram sambil bersiap menciptakan formasi pertempuran.
Yao Laohu tidak memberikan kesempatan bagi pria sepuh itu untuk menciptakan formasi pertempuran karena langsung menerjang tubuhnya.
Zhi Yi langsung menghindari terkaman raja harimau itu dan kembali melanjutkan tindakannya untuk menciptakan formasi pertempuran.
Namun Yao Laohu tidak memberikan kesempatan kepadanya dan terus menyerang tanpa henti.
Akhirnya tindakan Zhi Yi pun tidak bisa dilanjutkan dan hanya membalas serangan Yao Laohu dengan mengeluarkan pedang pusaka tingkat spiritual miliknya.
Pertempuran didua tempat yang berbeda pun kini terus berlangsung sehingga membuat hutan yang ada dipuncak pegunungan itu hancur lebur karena terkena dampak serangan dua kekuatan yang sedang bertarung.
Xue Yunlei yang mengetahui jika Zhi Yi bisa melakukan perlawanan segera memerintahkan Langren untuk membantunya agar Zhi Yi tidak bisa menciptakan formasi pertempuran.
Langren dengan cepat melesat kearah dimana Yao Laohu dan Zhi Yi berada. Xue Yunlei berpikir kolaborasi antara raja siluman harimau dan juga raja siluman serigala itu bisa mengalahkan lawan mereka.
Itu karena cara bertarung kedua makhluk itu sama persis saat menerkam mangsa mereka.
Xue Yunlei sendiri kini sedang bertarung satu lawan satu dengan Dui Buqi karena mereka berdua memiliki kekuatan yang setara.
~Bersambung~