PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 42. Situasi Saat Makan Malam


Xue Yunlei dan lainnya kini sudah menempati salah satu tempat yang berada di tingkat tiga bangunan restoran yang mereka masuki.


Saat mereka duduk dan sedang menunggu pesanan, Oghui pun membuka percakapan terlebih dahulu.


"Sebelumnya aku tidak menyadari bahwa saat ini aku sedang bersama dengan para pendekar - pendekar yang tangguh".


"Mohon maaf sebelumnya jika ada sikap dan juga perkataanKu yang membuat tuan dan nona - nona sekalian tersinggung".


"Tuan muda Oghui tidak perlu berkata seperti itu, menurutKu, dari awal tidak ada hal yang membuat kami merasa tersinggung".


"Mana mungkin tuan muda yang telah mengundang kami untuk makan malam bersama seperti ini, membuat kami tersinggung!?".


"Yang bisa kami katakan hanyalah sangat merasa berterima kasih kepada tuan muda Oghui karena sudah berbaik hati kepada kami". Tutup Xue Yunlei sambil tersenyum dan menangkupkan tangannya.


"Perkenalkan, namaku Xue Yunlei". Ucapnya


Remaja itu juga segera memperkenalkan lima orang wanita yang bersama dengannya.


"Senang bisa bertemu dengan tuan muda Xue, kedua nona keluarga Xiao, nona Rui, nona Xiangwei dan juga nona Huaxianzi".


"Akan tetapi menurutku, tuan muda Xue terlalu berlebihan, aku merasa sangat tersanjung mendengar kata - kata tuan". Balas Oghui sambil menangkupkan tangannya juga.


"Tuan muda Xue, jika aku boleh tahu, urusan apa yang tuan muda maksudkan?". Lanjut Oghui bertanya kepada Xue Yunlei.


"Begini, aku ingin memohon kepada tuan muda Oghui untuk bisa memberikan tumpangan kepada mereka berempat agar bisa pergi ke kota Zhayuan". Jawab Xue Yunlei sambil menunjuk kearah Xiao Lin Meng, Xiao Ning Lan, Rui Lianjin dan juga Huaxianzi.


Mengetahui rencana Xue Yunlei, Xiao Lin Meng pun langsung protes.


"Tidak! Aku ingin mengikutiMu ke wilayah padang gurun".


"Aku tidak mau kembali ke kota Chingli, karena aku ingin untuk terus berada disampingMu selamanya". Tutup Xiao Lin Meng dengan raut wajah yang terlihat sangat kecewa.


"Nona Meng, maafkan aku karena tidak bisa mengajakMu bersama untuk pergi ke wilayah padang gurun, hal itu karena akan ada banyak halangan yang akan kita hadapi ditengah perjalanan nanti".


"Meskipun kemampuan ilmu bela diri kita sangat tinggi, tetapi jika fokus kita terpecah karena mengkhawatirkan keselamatan yang lain, itu akan membuat kita semua berada dalam keadaan bahaya". Xue Yunlei mencoba menjelaskan kepada Xiao Lin Meng.


"Meng'er, apa yang tuan muda Xue katakan itu adalah benar adanya, dan contohnya beberapa kejadian yang kita alami saat melakukan perjalanan hingga bisa tiba di kota ini sudah bisa menjadi bukti yang nyata". Xiao Ning Lan mencoba untuk menasihati adiknya.


"Tetapi aku sudah berjanji untuk tidak akan meninggalkannya sendirian, dan itu juga adalah permintaannya sendiri". Ucap Xiao Lin Meng menanggapi perkataan kakaknya.


Xiao Ning Lan yang mendengar ucapan adiknya, hanya bisa menatap kearah Xue Yunlei seakan ingin mendapatkan penjelasan dari remaja pria itu.


Wajah Xue Yunlei sendiri kini mulai terlihat memerah setelah mendengar ucapan Xiao Lin Meng.


Namun agar gadis remaja itu tidak mengikutinya ke padang gurun, Xue Yunlei pun langsung menanggapi ucapan gadis itu.


"Nona Xiao, apa yang kamu dengar dari mulutKu itu, aku tidak mengetahuinya, sebab saat itu aku sedang tertidur, mungkin perkataanKu itu karena aku sedang bermimpi, jadi aku harap jangan menanggapinya terlalu serius". Ujar Xue Yunlei.


Perkataan Xue Yunlei itu langsung membuat hati Xiao Lin Meng merasa sakit, itu karena gadis itu memang menyukai remaja pria itu.


Gadis itu pun segera bangkit berdiri dan ingin untuk meninggalkan tepat itu.


Xue Yunlei yang melihat perubahan sikap Xiao Lin Meng langsung berkata.


"Nona Meng, mohon maafkan jika perkataanKu telah menyinggung perasaanMu, akan tetapi apa yang aku katakan itu, semuanya demi kebaikanmu". Tutur Xue Yunlei sambil berdiri dan berjalan untuk menghentikan tindakan Xiao Lin Meng yang akan berjalan meninggalkan mereka.


"Jangan mendekat, aku tidak mau lagi dekat - dekat denganMu". Ujar Xiao Lin Meng dengan nada suara yang tinggi.


"Meng'er, jangan berkata seperti itu kepada tuan muda Xue, itu tidak baik". Xiao Ning Lan menegur adiknya.


"Kakak, mengapa membelanya, aku ini adikmu, jadi kakak harus mendukungku". Balas Xiao Lin Meng.


"Kakak tidak bermaksud seperti apa yang kamu pikirkan, tetapi sikap dan perkataanMu itu, adalah tidak baik". Xiao Ning Lan kembali menasihati adiknya.


"Jika dia tidak mengijinkanku untuk ikut bersama dengannya, aku akan pergi menjauhi kalian semua". Ujar Xiao Lin Meng mengancam.


"Nona Meng, jika dirimu ikut bersama denganku, bagaimana dengan kakakmu? Didunia ini orang yang paling kamu sayangi saat ini hanya kakakmu saja yang tersisa, bagaimana mungkin kamu mengabaikan dirinya!?". Xue Yunlei kembali mencoba menasihati Xiao Lin Meng.


"Kami semua akan ikut bersama denganMu untuk menyelesaikan misi yang diberikan oleh guruMu itu, jika kamu tidak mengijinkan, aku akan pergi menjauh dari kalian semua". Xiao Lin Meng masih tetap teguh dengan pendiriannya.


"Tuan muda Xue, sepertinya anda harus mengijinkan mereka untuk bisa ikut bersama denganMu agar tidak menimbulkan masalah baru yang lebih serius lagi". Sambung Oghui mengusulkan sekaligus mengingatkan Xue Yunlei.


"Sebab mereka semua hanyalah para wanita, sehingga sangat mudah untuk mendapatkan masalah". Lanjut Oghui menjelaskan lagi.


Xue Yunlei pun terdiam dan mulai berpikir, remaja itu kembali mengingat permintaan kedua orang tua Xiao Lin Meng.


Wajah Xiao Lin Meng langsung terlihat senang setelah mendengar perkataan Xue Yunlei.


"Apa benar ucapanMu itu?". Tanya Xiao Lin Meng ingin memastikan.


"Iya, itu benar, jadi aku memintamu untuk kembali duduk". Jawab Xue Yunlei.


Gadis itu pun segera kembali duduk untuk menunggu pesanan mereka.


Sesaat kemudian, akhirnya pesanan mereka pun sudah datang, pelayan wanita yang bernama Zhen Zhu segera melayani mereka.


Semuanya pun segera menikmati hidangan yang telah tersedia didepan mereka.


Setelah selesai menikmati hidangan yang ada, mereka pun melanjutkan untuk menikmati arak terbaik di restoran itu.


"Tuan muda Xue, dengan mendengar keputusanmu, itu berarti kalian sudah tidak lagi berharap bantuan dariku, untuk itu, jika kalian mampir di kota Yikezhao, kalian bisa menemui ayahku agar bisa dilayani dengan baik di kota itu". Tutur Oghui tulus.


"Terima kasih atas kebaikan tuan muda Oghui karena sudah bersikap sangat baik kepada kami". Balas Xue Yunlei sambil mengangkat cangkir yang sudah berisi arak dan juga langsung di tanggapi oleh Oghui.


"Nona, tolong sediakan tiga kamar yang besar untuk mereka". Perintah Oghui kepada Zhen Zhu yang melayani mereka.


"Baik Tuan!". Jawab wanita itu sambil pergi meninggalkan mereka.


"Tuan muda Oghui sudah terlalu berbaik hati kepada kami, entah bagaimana caranya aku bisa membalas kebaikanmu itu". Ucap Xue Yunlei.


"Jangan merasa sungkan seperti itu, aku juga sangat senang bisa bertemu dan mengenal tuan muda Xue". Balas Oghui.


Walaupun mereka sedang menikmati arak, namun tatapan mata Oghui selalu tertuju kepada Xiao Ning Lan.


Pria muda itu tidak berani menatap kedua wanita yang terlihat lebih cantik dari Xiao Ning Lan.


Sebab setelah melihat kemampuan ilmu bela diri yang keduanya miliki, Oghui tidak ingin lagi untuk menatap mereka, karena merasa takut jika bisa menyinggung salah satu diantara keduanya.


Apa lagi sikap kedua wanita itu terlihat sangat dingin dan seperti tidak mau berinteraksi dengan orang lain selain dengan Xue Yunlei.


Sangat berbeda dengan Xiao Ning Lan, gadis itu terlihat sopan dan berpendidikan serta sllu terlihat ramah dengan orang lain.


Itulah mengapa Oghui berani untuk mencuri pandang ke gadis itu.


Wajah gadis itu pun mulai memerah setelah mengetahui Oghui terus memperhatikan dirinya.


"Nona Ning Lan, apakah anda sedang merasa tidak enak badan?". Tanya Xue Yunlei saat melihat perubahan di wajah Xiao Ning Lan.


"Oh, tidak, aku merasa baik - baik saja kok". Jawab Xiao Ning Lan yang makin membuat kulit wajahnya semakin memerah.


"Mengapa wajahmu terlihat berwarna merah seperti itu?". Tanya Xue Yunlei sambil menyentuh kening gadis itu dengan salah satu belakang telapak tangannya.


Tindakan Xue Yunlei itu segera menarik perhatian semua yang ada di tempat itu, tidak terkecuali dengan Oghui dan juga Xiao Lin Meng.


"Sial, ternyata tuan muda Xue ini belum memahami situasi perasaan yang dirasakan oleh seorang wanita".


"Aku yang sudah berusaha untuk menarik perhatian nona Xiao Ning Lan, tetapi dia yang bereaksi dan menyentuh keningnya". Oghui menggerutu didalam hatinya dengan raut wajah yang sedikit terlihat kecewa.


"Nona Ning Lan, suhu tubuhmu terasa panas, sepertinya saat ini kamu sedang mengalami demam, ayo kita pergi untuk beristirahat dan mengobati sakitmu itu". Tutur Xue Yunlei penuh dengan kecemasan.


"Kalau begini jadinya, sepertinya semua usahaku akan gagal karena tingkah tuan muda Xue". Gerutu Oghui lagi.


"Aku tidak apa - apa, aku saat ini merasa tidak sakit, jadi tuan muda Xue tidak perlu terlalu cemas seperti itu". Ucap Xiao Ning Lan menanggapi sikap Xue Yunlei.


"Hancur semua rencanaku, jika seperti ini, aku tidak bisa mendapatkan salah satu dari mereka". Gumam Oghui lagi.


"Tuan, tiga kamar yang anda pesan, sudah selesai disiapkan, jika kalian sudah mau beristirahat, aku akan mengantarkan kalian". Kata - kata dari Zhen Zhu, pelayan wanita yang melayani mereka.


"Kenapa pelayan ini datang diwaktu yang tidak tepat, hal itu akan membuat rencanaku ini menjadi gagal total". Gerutu Oghui setelah mendengar perkataan Zhen Zhu.


"Baik, terima kasih". Tanggapan Oghui dengan terpaksa.


"Jika begitu, ayo nona Ning Lan, aku akan mengantarkanMu ke kamar yang telah disiapkan". Ajak Xue Yunlei.


"Akhirnya apa yang aku takutkan, terjadi juga, semua rencanaku hancur dengan hasil yang sangat mengecewakan". Gerutu Oghui lagi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


~Bersambung~