
Penampilan Xue Yunlei telah berubah, sehingga para prajurit yang pernah menghadang dirinya bersama dengan Xiangwei waktu lalu tidak bisa mengenalinya saat mereka memeriksa kerangkeng dimana para budak dikurung.
Setelah selesai memeriksa, rombongan para budak itu dibiarkan masuk ke kota Shenmu.
Xue Yunlei masih bingung dengan situasi yang dia alami saat itu, sehingga dia hanya bisa tersenyum menatap orang - orang yang berada di dalam kerangkeng bersamanya.
"Tuan, sepertinya pemuda yang baru kita beli itu terlihat seperti orang idiot, itu akan sulit untuk dibeli oleh para bangsawan". Tutur seorang pengawal kepada bosnya.
Sang bos segera memperhatikan lagi Xue Yunlei, dan benar saja, sang bos merasa emosi saat mengetahui bahwa apa yang dikatakan oleh bawahannya benar adanya.
" Kesini kamu!".Teriak sang bos kepada pengawal yang awalnya bertemu dengan Lao San.
"Upah kamu akan aku potong, karena pemuda yang baru saja dibeli itu adalah orang idiot, jadi berapapun orang akan membayarnya, jika aku merugi, selisih kerugianku akan dipotong dari upah yang akan kamu terima".
Sang pengawal tidak bisa membantah perkataan sang bos dengan wajah tertunduk.
Akhirnya mereka tiba di pusat kota Shenmu dan mulai memperdagangkan budak-budak tersebut.
Sedangkan para penduduk yang berada di desa dimana Tang Rong berada, mereka masih sibuk untuk mencari keberadaan Xue Yunlei.
Mereka mulai menyisir setiap hutan yang berada di dekat desa tersebut.
Yang mereka takutkan adalah jika Xue Yunlei bertemu dengan hewan buas dan menjadi santapan.
Seorang pria bangsawan yang melihat perawakan Xue Yunlei segera memegang pergelangan tangannya serta mulai memeriksa tubuh pemuda itu.
Mata pria bangsawan itu merasa sangat terkejut setelah mengetahui ketiga ruang dantian milik Xue Yunlei telah terbuka dengan sedikit energi qi yang tersisa didalam ruang dantian bagian bawah.
Pria itu segera menghilangkan rasa keterkejutannya dan segera bertanya kepada pemilik para budak.
"Tuan, berapa harga budak ini? ". Sambil menunjuk ke arah Xue Yunlei.
" Ha... Ha... Ha... Ha, rupanya tuan memiliki mata yang sangat jeli sehingga langsung merasa tertarik dengan pemuda ini".
"Aku akan menjualnya seharga satu keping emas saja, bagaimana, apakah tuan ingin membayarnya? ". Tanya pria penjual budak itu.
" Baiklah, aku akan membayarnya, ini uang bayarannya". Ucap pria bangsawan itu sambil menyerahkan sebuah koin emas kepada penjual budak.
Setelah membayar Xue Yunlei, akhirnya pria itu segera membawa pergi dan langsung meninggalkan kota Shenmu.
Rui Lianjin sempat melewati tempat dimana Xue Yunlei berada, namun wanita itu tidak melihatnya.
Rombongan pria bangsawan itu segera menuju ke selatan dimana kota asalnya berada, yaitu kota Boguan.
Saat ditengah perjalanan, pria bangsawan itu segera menanyakan siapa nama Xue Yunlei.
Dengan polosnya Xue Yunlei pun menjawab.
"Namaku adalah Fengmi Xiong, itu yang selalu dipanggil oleh nona Tang Rong".
" Fengmi Xiong, nona Tang Rong, siapa dia? ". Tanya pria bangsawan itu penasaran.
Xue Yunlei pun mulai menceritakan apa yang biasa dia lakukan bersama dengan Tang Rong serta situasi ditempat Tang Rong berada?
Xue Yunlei juga memberitahukan kepada pria bangsawan itu bagaimana dirinya dibawa oleh Lao San sehingga bisa berada di tempat penjualan budak.
Mendengar cerita Xue Yunlei, pria bangsawan itu merasa ada yang salah dengan apa yang Xue Yunlei alami.
"Sepertinya pemuda ini sengaja dijual oleh pemuda itu, dan kemungkinan besar pemuda itu tidak menyukainya".
" Tetapi hal apa yang membuat pemuda itu tidak menyukai pemuda ini? Apakah karena nona Tang Rong yang diceritakan olehnya? ".
Pikir pria bangsawan itu mencoba menganalisa situasi yang dialami oleh Xue Yunlei.
Mereka berdua terus berbincang-bincang selama ditengah perjalanan untuk kembali ke kota Boguan.
Kedatangan rombongan mereka langsung disambut dengan penuh rasa syukur, karena bisa kembali dengan selamat.
Kediaman keluarga bangsawan Cang segera mengadakan pesta untuk keberhasilan serta kembalinya rombongan bangsawan Cang Cong.
Namun pandangan mereka akhirnya tertuju pada sosok pemuda yang ikut bersama dengan Cang Cong.
"Siapa pemuda ini? ". Tanya istri Cang Cong penasaran.
" Pemuda ini aku beli dari pedagang budak, tetapi dirinya belum memiliki tanda sebagai seorang budak". Jawab Cang Cong.
"Jadi dia adalah budak baru dikediaman kita? ". Tanya istri Cang Cong lagi.
" Tidak, dia bukanlah seorang budak, dia akan ku anggap bagian dari keluarga kita ". Terang Cang Cong dengan nada suara yang pasti.
Istri Cang Cong merasa terkejut dengan perkataan suaminya.
Tidak hanya istri Cang Cong, melainkan seorang pemuda yang berada di samping wanita itu juga merasa sangat terkejut.
Dan pemuda itu adalah putra satu - satunya yang dimiliki Cang Cong yang bernama Cang Hai.
"Mengapa semudah itu ayah mengganggap dia sebagai bagian dari keluarga kita, bukankah hal itu terlalu berlebihan? ".
" Apa lagi pemuda ini terlihat seperti seorang idiot". Ujar Cang Hai menentang keputusan ayahnya.
"Hai'er, apa yang telah ayah putuskan tidak ada yang bisa menentangnya, karena menurut ayah, itu sudah final". Tegas Cang Cong yang segera pergi meninggalkan keduanya bersama dengan Xue Yunlei.
Istri dan putranya hanya bisa diam dan tidak ada lagi kata - kata yang keluar dari mulut keduanya.
Cang Cong mengantarkan Xue Yunlei ke salah satu kamar kosong yang tidak ditempati oleh siapapun.
Seorang pelayan perempuan segera ditugaskan oleh Cang Cong untuk mengurus kebutuhan Xue Yunlei.
Tidak hanya itu saja, pelayan itu juga bertugas untuk mengajari Xue Yunlei seperti apa yang dilakukan oleh Tang Rong.
Hal itu diketahui oleh Cang Cong lewat cerita Xue Yunlei sendiri.
Klan Cang sendiri adalah suatu klan yang terpandang di kota Boguan sebab penguasa kota Boguan berasal dari klan Cang, yaitu ayah Cang Cong.
Di kota Boguan juga berdiri sebuah perguruan ilmu bela diri dengan pendekar terkuat yang mereka miliki adalah seorang pendekar langit yaitu pendekar agung tingkat dasar dengan para leluhur yang belum diketahui basis kultivasi yang mereka miliki.
Murid - murid diperguruan tersebut tidak hanya berasal dari kota Boguan, melainkan ada juga yang berasal dari kota yang jauh.
Di wilayah barat negara Xin, perguruan itu sangat terkenal dan juga sangat dihormati karena memiliki kekuatan yang sangat diperhitungkan.
Hal itulah yang membuat Cang Cong tidak mendapatkan halangan saat bepergian untuk berdagang.
Cang Cong sendiri adalah seorang pendekar langit dengan basis kultivasi sebagai seorang pendekar petapa tingkat puncak.
Sedangkan putranya adalah seorang pendekar diranah master tingkat puncak.
"Ping Yin, kamu harus melayaninya dengan sebaik mungkin dan ajarkan dirinya untuk bisa berkomunikasi dengan baik serta memiliki wawasan yang belum dia ketahui". Perintah Cang Cong.
" Baik Tuan, aku akan melayaninya serta akan mengajarinya dengan sebaik mungkin". Jawab pelayan itu yang juga memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar raja.
Xue Yunlei jarang berinteraksi dengan orang-orang yang berada di kediaman keluarga bangsawan Cang.
Dirinya terus dilayani dan terus diajarkan oleh Ping Yin untuk berkomunikasi serta mengajarkannya tentang ilmu bela diri dan juga cara untuk berkultivasi.
Perlahan Xue Yunlei mulai bisa untuk berkomunikasi dengan baik dan pikirannya mulai terbuka.
~Bersambung~