PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 121. Duduk Bersama


Setelah Xue Yunlei dan Yu Fei serta Huaxianzi pergi untuk kembali ke kota Lo Buan, Ming Chuan segera menyusul setelah selesai memulihkan kekuatan Hong Ye yang terluka karena serangan Huaxianzi.


Tidak hanya mereka berdua, melainkan Gu Hongan serta dua pendekar langit yang berada di sampingnya segera pergi juga untuk mengikuti mereka.


Setelah tiba di penginapan yang awalnya terjadi masalah, kini Xue Yunlei tidak lagi melihat Bao Meng Ling.


"Dimana gadis tengik itu? Apakah dia sudah pergi dari penginapan ini? ". Pikir Xue Yunlei.


Kedatangan mereka bertiga membuat semua orang yang menunggu hasil pertarungan merasa sangat terkejut.


" Apakah sosok pendekar dewa itu telah dikalahkan? ".


" Bagaimana pemuda itu bisa mengalahkan seorang pendekar dewa? ".


" Apakah pendekar dewa itu telah tewas ditangan pemuda itu? ".


Pertanyaan - pertanyaan yang keluar dari mulut orang - orang yang ingin mengetahui hasil pertarungan tersebut.


Karena tidak melihat keberadaan Bao Meng Ling, akhirnya Xue Yunlei pun segera bertanya kepada pelayan di penginapan itu.


" Dimana nona Bao Meng Ling? ".


" Nona Bao Meng Ling sudah kembali ke kamar yang tuan sewa". Jawab jujur sang pelayan.


"Oh, baguslah jika demikian. Kalau begitu, cepat sediakan makanan serta arak terbaik yang kalian miliki". Perintah Xue Yunlei kepada sang pelayan.


Xue Yunlei kemudian melanjutkan pembicaraannya dengan Yu Fei sambil menunggu pesanannya.


Beberapa saat kemudian, akhirnya Ming Chuan dan Hong Ye serta Gu Hongan dan kedua pendekar langit memasuki lantai dasar penginapan itu.


"Pengemis Tua, bagaimana jika kita ke kediaman Gu Hongan saja untuk menikmati makanan serta arak terbaik di kota ini". Ujar Ming Chuan.


" Pencuri Tengik, kau ini sudah tua tetapi etikamu semakin buruk. Mana mungkin kau baru saja tiba dan langsung mengganggu pembicaraan kami!? Aku tidak mau! ". Balas Yu Fei.


" Pengemis Tua, bukan hanya kau seorang yang akan pergi, tetapi mereka berdua juga akan ikut". Ming Chuan menjelaskan.


"Apakah kau merasa sangat yakin jika mereka berdua akan pergi ke kediaman Gu Hongan!? ". Tanya Yu Fei sambil tersenyum sinis menatap ke arah dimana Ming Chuan berada.


" Sudah melakukan kesalahan tetapi tidak mau untuk meminta maaf, untung saja aku cepat tiba, jika tidak, pasti kau akan dipermalukan oleh seorang bocah. He...he...he...he...he". Ucap Yu Fei yang ditutup dengan tawa renyahnya seakan merendahkan.


Mendengar celotehan Yu Fei, Ming Chuan dan yang lainnya segera mendekati mereka dan langsung berkata.


"Aku Ming Chuan, memohon maaf atas kesalahpahaman yang telah terjadi sehingga telah menyinggung pendekar muda". Sambil menangkupkan kedua tangannya.


Tindakan Ming Chuan langsung diikuti juga oleh Hong Ye dan juga Gu Hongan.


" Aku Xue Yunlei telah menerima permohonan maaf para senior". Balas pemuda itu sambil berdiri dan menangkupkan juga kedua tangannya.


"Xue Yunlei? Apakah pendekar muda berasal dari klan Xue yang tinggal di kota Yin? ". Tanya Gu Hongan penasaran.


" Iya tuan Gu, aku adalah putra dari almarhum Xue Yuan". Jawab Xue Yunlei.


"Putra dari komandan Xue Yuan!? Jika komandan Xue Yuan masih hidup, pasti dirinya akan merasa sangat bangga kepadamu, sebab tuan muda Xue benar - benar sangat jenius". Ucap Gu Hongan.


" Gu Hongan, dia itu adalah pendekar muda yang jenius dari pada yang jenius. Orang seperti dirinya itu hanya muncul seribu tahun sekali". Sambung Ming Chuan.


"Pengemis Tua, pendekar muda Xue, bagaimana? Apakah kami sudah bisa diijinkan untuk bergabung dengan kalian!? ". Lanjut Ming Chuan bertanya.


" Bisa, akan tetapi sebaiknya kita menggunakan ruang khusus yang tidak bisa diganggu oleh siapa pun ". Jawab Xue Yunlei.


" Pendekar muda Xue sangat bijaksana, pantas saja Pengemis Tua ini sangat dekat denganmu ". Ming Chuan menanggapi.


Xue Yunlei langsung memanggil pelayan dan mengutarakan apa yang dia inginkan.


Pelayan itu segera mengantarkan mereka ke salah satu ruangan yang sesuai dengan apa yang Xue Yunlei inginkan.


Mereka pun melanjutkan pembicaraan diruangan tersebut. Dan hal yang menjadi inti pembahasan mereka mengenai kejeniusan Xue Yunlei serta rumor yang telah beredar tentang petunjuk tempat keberadaan dua kitab teknik tingkat dewa.


Karena tingkat kultivasi mereka masih tetap stagnan sebagai pendekar dewa bumi dan sudah pernah saling bertarung, sehingga mereka tidak ingin lagi untuk saling menyinggung satu sama lain.


Dan masih ada beberapa pendekar dewa juga di wilayah negara Xin, namun keberadaan mereka belum diketahui jelas.


Kini Xue Yunlei telah bertemu dengan dua orang pendekar dewa yang telah berusia ratusan tahun. Dan jika mereka tidak bisa meningkatkan basis kultivasi mereka, usia mereka tidak akan lebih dari tiga ratus lima puluh tahun.


Ming Chuan sendiri muncul karena rumor tersebut, sehingga dirinya juga berniat untuk mendapatkan juga kedua teknik tingkat dewa itu.


Sama halnya dengan Yu Fei. Pengemis tua itu pun sangat menginginkan kedua teknik tersebut, sehingga dirinya juga ingin untuk mendapatkan kedua kitab itu.


Dan sudah bisa dipastikan bahwa para pendekar dewa lainnya pasti akan melakukan hal yang sama dengan apa yang Yu Fei dan Ming Chuan lakukan jika telah mendengar rumor itu juga.


Akhirnya mereka mengakhiri pertemuan itu saat tengah malam.


Yu Fei, Ming Chuan, Hong Ye segera pergi dari penginapan itu dan menuju ke tempat mereka masing-masing.


Sedangkan Gu Hongan serta dua orang pendekar langit lainnya segera kembali ke kediaman Gu Hongan.


Xue Yunlei dan Huaxianzi segera kembali ke kamar yang telah mereka sewa di penginapan itu untuk beristirahat.


Saat memasuki kamar, Huaxianzi langsung di sambut oleh Bao Meng Ling.


"Apakah kalian berdua telah membunuh semua orang yang ingin menangkap kalian? ". Tanya gadis itu.


" Nona Bao, mengapa anda terlihat seperti sangat dendam terhadap penguasa? Bukankah sebelumnya hubunganmu dengan penguasa terlihat baik - baik saja!? ". Ujar Huaxianzi merasa bingung dengan tingkah gadis didepannya.


" Itu karena kedatanganmu ditambah dengan kedatangan nona Shang Mingmei sehingga membuatku seperti ini ". Balas Bao Meng Ling mengungkapkan alasan mengapa sikapnya berubah terhadap Xue Yunlei.


" Kenapa denganku? Dan kenapa dengan kehadiran nona Shang Mingmei? Apakah ada yang salah dengan kehadiran kami berdua? ". Ujar Huaxianzi kembali bertanya kepada Bao Meng Ling.


" Sejak kehadiran kalian berdua, dia tidak lagi memperhatikan diriku, bahkan dia ingin mengantarku untuk kembali ke kota Shenmu". Jawab Bao Meng Ling.


"Nona Bao, penguasa melakukan hal itu karena dia tidak ingin nona terluka, sehingga ada baiknya mengantarkan nona kembali ke kota Shenmu". Huaxianzi mencoba untuk menjelaskan.


"Sudahlah, tidak perlu kau menjelaskannya lagi, aku sudah muak dengan kata-katamu yang hanya ingin untuk menghibur diriku". Ujar Bao Meng Ling sedikit membentak Huaxianzi.


Huaxianzi yang mendapatkan tanggapan yang tidak baik dari Bao Meng Ling hanya bisa diam dan tidak ingin membalas untuk menanggapinya.


Peri itu tetap menghargai Bao Meng Ling karena gadis itu adalah orang terdekat Xue Yunlei yang adalah tuannya.


Huaxianzi segera memilih tempat yang tepat untuk dia bermeditasi agar bisa mengembalikan tenaganya yang hilang.


Hal yang sama juga yang dilakukan oleh Xue Yunlei dikamarnya.


Sedangkan Bao Meng Ling tidak bisa tidur malam itu karena memikirkan semua tindakannya yang sudah bisa dipastikan telah membuat Xue Yunlei semakin tidak akan memperdulikannya.


Keesokan harinya, mereka bertiga bersiap untuk melanjutkan perjalanan ke kota Shenmu. Namun mereka sarapan terlebih dahulu sebelum mereka berangkat.


Xue Yunlei sedikit berlama-lama untuk menunggu Yu Fei. Namun pagi itu, pengemis tua itu tidak datang untuk menemuinya.


Tidak ada kata - kata yang terucap dari mulut Bao Meng Ling atau pun dari mulut Xue Yunlei. Hubungan keduanya kini semakin terlihat dingin.


Akhirnya Xue Yunlei memutuskan untuk meninggalkan kota Lo Buan setelah memastikan Yu Fei tidak akan datang.


Hanya membutuhkan waktu satu jam saja sehingga mereka bertiga bisa tiba di kota Lanxian.


Mereka bertiga tidak beristirahat di kota tersebut dan terus memacu kuda yang mereka tunggangi hingga akhirnya mereka bertiga tiba di kota Kolan saat hari mulai senja.


Xue Yunlei segera menjual kuda yang mereka gunakan dan menggantikannya dengan kuda yang baru agar pada keesokan harinya, mereka bisa memacu kuda tersebut tanpa harus mengkhawatirkan kondisi kuda yang mereka gunakan.


Setelah mendapatkan penginapan dan menyewa dua kamar untuk mereka, akhirnya Xue Yunlei berbicara kepada Huaxianzi melalui kekuatan jiwanya untuk pergi ke markas bangsa peri dimana Huaxianzi berasal.


~Bersambung~