
Pelindung kota Chingli yang menuju ke markas sekte Lembah Pengobatan kini telah tiba dan langsung bertemu dengan ketua sekte.
"Kakak, kami sedang mendapatkan masalah di kota Chingli...dua orang pendekar yang memiliki basis kultivasi jauh diatas kami akan membunuh nona Xiao Ning Lan!" Ujar Zi Yun yang adalah salah satu pelindung kota Chingli.
"Untuk itu, aku harap kakak bisa memanggil leluhur agung untuk bisa menyelamatkan nona Xiao Ning Lan." Lanjut Zi Yun.
Mendengar penyampaian adiknya yang adalah seorang tetua di sekte Lembah Pengobatan membuat Zi Bai Jiu terkejut.
"Ada masalah apa sehingga ada dua pendekar hebat bisa datang untuk membunuh nona Xiao Ning Lan?" Tanya ketua sekte Lembah Pengobatan.
"Hal itu nanti dijelaskan oleh nona Xiao Ning Lan sendiri jika kita sempat menolongnya." Balas Zi Yun.
Zi Bai Jiu pun segera pergi ke lereng gunung Daishan untuk bisa menemui leluhur agung sekte Lembah Pengobatan.
"Zi Bai Jiu datang menghadap leluhur agung!" Tuturnya memberi hormat.
"Ada hal penting apa sehingga kau datang menemuiku?" Tanya Lu Haisheng.
"Ada dua pendekar dengan basis kultivasi jauh diatas kami sedang membuat masalah di kota Chingli." Jawab Zi Bai Jiu.
"Dua pendekar yang memiliki basis kultivasi jauh diatas kalian?" Balas Lu Haisheng menanggapi perkataan ketua sekte Lembah Pengobatan.
"Iya, mohon leluhur agung untuk secepatnya bisa menyelamatkan nona Xiao Ning Lan." Ucap Zi Bai Jiu.
"Saudara Sheng, ayo kita pergi!" Ujar Lu Haisheng mengajak seorang leluhur agung juga yang memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar saint awal.
Keduanya langsung menghilang dari tempat itu dengan menggunakan teknik portal ruang dan waktu untuk bisa tiba dengan cepat di kediaman keluarga bangsawan Xiao.
Sedangkan Zi Bai Jiu segera menyusul keduanya ke kota Chingli dan juga diikuti oleh Zi Yun.
***
Di aula utama kediaman keluarga bangsawan Xiao, Bao Meng Ling masih memaksa Xiao Ning Lan untuk memberitahukan dimana keberadaan Xiao Lin Meng.
Namun Xiao Ning Lan masih tetap tidak memberitahukan dimana keberadaan adiknya tersebut.
Meskipun dirinya akan kehilangan nyawanya, Xiao Ning Lan tetap tidak akan memberitahukan dimana keberadaan Xiao Lin Meng.
Memang sebelumnya Xiao Lin Meng dan Rui Lianjin, sempat menemui Xiao Ning Lan dan memberitahukan mengenai situasi yang Xue Yunlei hadapi sehingga menyuruhnya untuk kembali ke kota Chingli.
Xiao Ning Lan pun menyuruh adiknya itu untuk bersembunyi agar tidak bisa ditemukan oleh siapa pun yang akan datang mencari dirinya.
"Aku akan membunuhmu jika kau tidak mau mengatakan dimana adikmu itu berada." Ucap Bao Meng Ling mengancam.
"Aku benar-benar tidak mengetahui dimana adikku berada meskipun kau membunuhku." Balas Xiao Ning Lan.
"Baiklah, jika kau masih tetap tidak mau memberitahukannya, aku akan mengakhiri hidupmu saat ini juga." Tutur Bao Meng Ling dan langsung berniat untuk menghabisi nyawa Xiao Ning Lan.
Saat dirinya hendak mengakhiri hidup Xiao Ning Lan, tiba-tiba sebuah pukulan langsung mengenai tangan Bao Meng Ling sehingga membuat cengkramannya terlepas dari leher Xiao Ning Lan.
Sedangkan Feng Ya yang pada saat itu perhatiannya sedang dialihkan oleh kedua pendekar yang lain, segera berbalik untuk membantu Bao Meng Ling.
"Nona, ada masalah apa sehingga kau ingin membunuh nona Xiao Ning Lan?" Tanya Lu Haisheng.
"Pak tua, jika kau tidak ingin kehilangan nyawamu saat ini, sebaiknya kau jangan ikut campur dalam urusan kami." Balas Bao Meng Ling.
"Aku tidak menyangka jika hari ini bisa bertemu dengan seorang pendekar muda sejenius dirimu." Balas Lu Haisheng.
"Akan tetapi melihat sikapmu yang terlalu arogan, aku tidak akan membiarkanmu untuk bisa pergi dari tempat ini." Lanjutnya.
"Apakah kau berpikir bisa untuk mengalahkanku?" Tanya Bao Meng Ling seakan menantang.
"Jangan pernah merasa jika telah memiliki kekuatan yang besar, kau bisa melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginanmu." Ucap Lu Haisheng.
"Untuk itu, aku akan membuatmu sadar, jika keinginan mu itu saat ini tidak akan tercapai." Lanjutnya.
"Sepertinya kau berpikir dia datang sendiri kesini, sehingga kau merasa terlalu percaya diri untuk bisa menghentikan tindakannya" Sambung Feng Ya yang kini telah berdiri di samping Bao Meng Ling.
Chen Kaibo yang terus mengikuti Bao Meng Ling tidak tinggal diam saja, pemuda itu segera melesat dan langsung berdiri di samping Bao Meng Ling dan Feng Ya untuk bisa menghadapi dua orang pendekar diranah saint itu.
"Senior, biarkan aku membantu nona Bao Meng Ling untuk menghadapi pria sepuh itu, sedangkan senior menghadapi pendekar yang lainnya." Chen Kaibo memberi saran.
"Benar juga yang dia katakan, meskipun dia memiliki basis kultivasi sebagai pendekar dewa surgawi puncak, tetapi itu bisa membantu nona Bao Meng Ling untuk menghadapi pria sepuh itu." Pikir Feng Ya.
"Tuan muda Chen, terima kasih atas bantuannya." Ucap Lu Haisheng.
"Nona Xiao, silahkan pergi dari sini." Ucap Lu Haisheng.
"Baiklah, aku ingin melihat seberapa hebat kalian bertiga." Lanjut Lu Haisheng dan langsung menyerang ketiga sosok yang menjadi lawannya itu.
Tindakan Lu Haisheng itu langsung diikuti juga oleh leluhur agung yang datang bersama dengannya.
Chen Kaibo segera menggunakan teknik tingkat dewa yang dia peroleh dari Xue Zhao untuk membendung serangan kedua pendekar diranah saint itu.
Sebuah dinding tipis transparan langsung terbentuk tepat didepan mereka bertiga.
Blaaarrr...blaaarrr
Dua ledakan terjadi secara beruntun.
Tubuh Lu Haisheng dan Sheng Dong langsung terdorong kebelakang setelah serangan keduanya membentur formasi pertahanan yang Chen Kaibo ciptakan.
Bangunan paviliun dimana aula utama kediaman keluarga bangsawan Xiao, kini langsung hancur terkena dampak serangan kedua pendekar diranah saint itu.
"Sial, siapa yang menciptakan formasi pertahanan itu?"
"Mengapa dinding formasi itu sangat kokoh? Apakah karena aku tidak menyalurkan seluruh kekuatan yang aku miliki?" Pikir Lu Haisheng.
"Sangat kuat, sebelumnya aku tidak pernah merasakan dinding formasi sekuat ini." Gumam Sheng Dong setelah tubuhnya terdorong ke belakang.
"Saudara Lu, sepertinya formasi pertahanan itu tidak sederhana...apakah itu adalah formasi pertahanan tingkat dewa?" Lanjut Sheng Dong bertanya kepada Lu Haisheng.
"Sepertinya demikian." Balas Lu Haisheng.
"Terima kasih tuan muda Chen, karena telah membendung serangan mereka berdua." Ucap Feng Ya.
"Sepertinya pria sepuh itu memiliki basis kultivasi sedikit berada di atas kita...sebab aku hampir tidak bisa melihat kecepatan serangannya." Sambung Bao Meng Ling.
"Saudara Sheng, aku akan mencoba sekali lagi untuk menyerangnya...dan jika formasi pertahanan itu tidak bisa aku hancurkan, berarti dugaan mu itu memang benar adanya." Lanjut Lu Haisheng dan segera melakukan apa yang dia katakan.
Booommm
Bunyi ledakan besar kembali terjadi dan menghancurkan sebagian bangunan yang masih berdiri.
Tubuh Lu Haisheng pun kembali terdorong ke belakang, akan tetapi sedikitpun tidak terlihat keretakan yang terlihat di dinding formasi pertahanan milik Chen Kaibo.
"Benar-benar sangat kuat...sepertinya dugaan saudara Sheng Dong sangat tepat...aku harus mempelajari terlebih dahulu titik lemah dari formasi itu sebelum melancarkan serangan lagi." Pikir Lu Haisheng.
"Tuan muda Chen, teknik apa yang kau gunakan hingga dinding formasi pertahanan yang kau ciptakan tidak retak sedikitpun saat terkena serangan pria sepuh itu?" Tanya Feng Ya dengan perasaan takjub.
"Ini adalah teknik yang diajarkan oleh tuan muda Xue Zhao...jika kalian bergabung dengannya, pasti kalian juga bisa mempelajari teknik ini." Jawab Chen Kaibo.
"Meskipun formasi pertahanan ini sangat kuat, tetapi kapan kita bisa menyerang mereka?" Sela Bao Meng Ling.
"Nona Bao, jika kau ingin bertarung dengan mereka berdua, menurutku itu akan memberikan kerugian untuk mu, sebab basis kultivasi pria sepuh itu berada diatasmu." Ujar Chen Kaibo menanggapi ucapan Bao Meng Ling.
"Terus, apakah kita hanya diam saja dan tidak melakukan apapun?" Balas Bao Meng Ling.
"Begini saja, kalian berdua bersiaplah untuk menyerang, aku akan bertugas untuk melindungi kalian berdua." Tutur Chen Kaibo.
"Baiklah, sepertinya apa yang tuan muda Chen sarankan, bisa memberikan suatu keuntungan kepada kita." Ucap Feng Ya.
~Bersambung~