PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 260. Bertemu Pengacau


Shuhou langsung memerintahkan Juanxu untuk melihat siapa yang membuat kekacauan di wilayah kekuasaan mereka.


Juanxu segera pergi bersama dengan sepuluh pasukan peri lainnya untuk memeriksa kekacauan yang dibuat oleh Dai Rong.


"Siapa kau yang telah berani membuat kekacauan dihutan ini?" Tanya Juanxu.


Kesepuluh pasukan peri yang datang bersama dengannya kini sudah siap dengan panah mereka masing-masing.


"Aku Dai Rong, leluhur dari sekte Lembah Pengobatan...kedatangan ku kesini ingin bertemu dengan pendekar Xue Yunlei, sebab ada hal penting yang ingin aku sampaikan."


"Siapa yang memberitahukan kepadamu jika Xue Yunlei berada disini?" Tanya Juanxu lagi.


"Nona Xiao Lin Meng yang memberitahukan tempat ini." Jawab Dai Rong.


"Dan jika tidak ada pendekar Xue Yunlei, aku ingin bertemu dengan nona Huaxianzi, sebab aku harus memberitahukan hal penting kepada mereka." Dai Rong menegaskan.


"Bagaimana ini komandan Juanxu? Sepertinya pria ini mengenal jenderal Huaxianzi juga." Ucap salah satu pasukan peri.


"Cepat kau panggilkan jenderal Huaxianzi kesini." Perintah Juanxu.


"Baik komandan." Balas peri yang Juanxu maksudkan.


***


Di istana bangsa peri, Shuhuo pun angkat suara dan berkata kepada Huaxianzi.


"Menurutku, sebaiknya kita pergi saja untuk melihat siapa orang yang telah berani membuat kekacauan di wilayah kita."


"Sepertinya yang ratu katakan itu ada benarnya juga, ayo kita pergi untuk menyusul Juanxu." Sambut Huaxianzi.


Langren, Yao Laohu, Gai Bian dan Zhuan Zhu ikut juga bersama dengan Shuhou dan Huaxianzi serta petinggi peri lainnya.


Seorang peri yang diperintahkan oleh Juanxu langsung bertemu dengan mereka dan berkata.


"Hormat kepada ratu dan jenderal Huaxianzi!"


"Ada apa? Kepada kau datang kesini? Apa yang terjadi dengan Juanxu?" Tanya Shuhou.


"Aku diperintahkan oleh komandan Juanxu untuk memanggil jenderal Huaxianzi, sebab sosok yang membuat kekacauan itu menyebut nama anda." Jawab pasukan peri itu.


"Kalau begitu ayo kita pergi...sepertinya tindakan kita ini sangat tepat." Ucap Shuhou sambil menatap Huaxianzi.


Mereka pun segera pergi, dan dalam waktu singkat mereka sudah tiba ditempat dimana Dai Rong dan Juanxu berada.


"Juanxu, apa yang pria ini inginkan?" Tanya Shuhou setelah tiba.


"Ratu, pria ini ingin bertemu dengan penguasa Xue dan jenderal Huaxianzi." Jawab Juanxu.


"Apa katamu? Ingin bertemu dengan penguasa? Siapa pria ini dan berasal dari mana?" Tanya Shuhou lagi.


"Dia berasal dari sekte Lembah Pengobatan dan bernama Dai Rong." Ungkap Juanxu.


"Berasal dari sekte Lembah Pengobatan? Bukankah sekte itu berada di dekat kota Chingli?" Sela Huaxianzi.


"Kenapa jenderal Huaxianzi?" Tanya Shuhou.


"Kota Chingli adalah kota dimana penguasa putri berada." Jawab Huaxianzi.


"Apa katamu? Penguasa putri?" Shuhou menanggapi.


"Apakah ini berhubungan dengannya?" Lanjutnya.


"Ayo kita tanyakan saja kepada pria ini?" Ucap Huaxianzi.


"Aku Huaxianzi, apa yang ingin anda sampaikan kepadaku?"


"Aku Dai Rong, senang bisa bertemu dengan jenderal Huaxianzi!" Tutur Dai Rong.


"Kedatangan ku kesini atas perintah leluhur sekte Lembah Pengobatan. Dan hal itu berhubungan dengan nona Xiao Lin Meng." Dai Rong menjelaskan.


"Apa yang terjadi dengan nona Xiao Lin Meng?" Tanya Huaxianzi.


"Saat itu jika leluhur agung Lu Haisheng dan leluhur agung Sheng Dong terlambat sedikit saja, mungkin nyawa nona Xiao Ning Lan sudah tidak tertolong lagi."


"Untuk itulah aku diperintahkan oleh leluhur agung Lu Haisheng untuk segera datang kesini sesuai dengan petunjuk nona Xiao Lin Meng." Tutup Dai Rong.


"Apakah kalian mengetahui identitas mereka bertiga?" Tanya Huaxianzi.


"Iya, menurut apa yang nona Xiao Ning Lan, seorang pendekar wanita muda diranah saint bernama Bao Meng Ling." Jawab Dai Rong.


"Nona Bao Meng Ling? Bagaimana bisa dia sudah menjadi seorang pendekar diranah saint?" Huaxianzi merasa terkejut setelah mendengar nama yang disebutkan oleh Dai Rong.


"Benar jenderal Huaxianzi! Dia telah memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar diranah saint." Ucap Dai Rong untuk lebih meyakinkan lagi.


"Dia berkata ingin membalaskan dendam terhadap pendekar Xue Yunlei melalui nona Xiao Lin Meng." Dai Rong lanjut menjelaskan.


"Kenapa nona Bao Meng Ling bisa bertindak seperti itu? Apakah benar itu karena penguasa telah menolak cintanya!?" Pikir Huaxianzi.


"Leluhur agung Lu Haisheng merasa masalah ini akan semakin serius lagi, itulah mengapa dia mengutusku kesini untuk memberitahukan masalah ini kepada pendekar Xue Yunlei atau kepada jenderal Huaxianzi." Lanjut Dai Rong.


"Karena kedatangan sekte kami yang bisa membuat mereka bertiga mundur, sehingga leluhur agung Lu Haisheng berpikir pasti mereka akan kembali lagi untuk mencari nona Xiao Lin Meng dengan kekuatan yang besar."


"Jika mereka datang dengan kekuatan yang besar namun hanya bertambah seorang pendekar diranah saint saja, itu masih bisa ditahan sedikit lebih lama oleh anggota sekte kami sampai bantuan datang."


"Akan tetapi jika tidak ada bantuan yang datang, itu berarti kota Chingli dan juga anggota sekte kami akan mendapatkan masalah yang sangat serius."


"Saat ini, pendekar Xue Yunlei tidak bisa diganggu, untuk itu, aku bersama dengan Yao Laohu dan Langren akan pergi untuk membantu kalian." Balas Huaxianzi.


"Ratu, untuk sementara kami bertiga akan pergi untuk membantu mereka dikota Chingli, dan jika ada sesuatu yang terjadi ditempat ini, nanti Gai Bian yang pergi untuk memberitahukannya kepadaku." Tutur Huaxianzi.


"Baiklah, sebaiknya secepatnya kalian pergi saja untuk menolong penguasa putri...itu adalah hal yang sangat penting yang harus kalian lakukan." Shuhou menanggapi perkataan Huaxianzi.


"Pendekar Zhuan Zhu,aku serahkan keselamatan bangsaku ditanganmu dan juga ditangan Gai Bian...Yao Laohu, Langren, ayo kita pergi!" Tutur Huaxianzi.


Yao Laohu segera membawa Dai Rong untuk bisa tiba secepatnya dikota Chingli.


***


Di markas sekte Racun Surgawi, kini Chen Kaibo telah bertemu dengan Du Tiansang.


"Senior Du, aku kesini diperintahkan oleh tuan muda Xue Zhao agar kau dan tiga senior lainnya secepatnya untuk bisa menyusulnya ke kota Chingli."


"Ada urusan penting yang harus diselesaikan disana." Jelas Chen Kaibo.


"Urusan penting apa yang akan kita selesaikan disana?" Tanya Du Tiansang.


"Hal itu nanti dijelaskan saat kita tiba di kota Chingli saja, sebab kita harus secepatnya menyelesaikan masalah itu."


"Baiklah, Tian Zhi, Cha Hong, Yi Feng, ayo kita pergi." Ajak Du Tiansang.


Kini mereka berempat segera pergi meninggalkan markas sekte Racun Surgawi, namun tidak menggunakan teknik teleportasi.


Sebab teknik teleportasi milik mereka hanya berjarak sepuluh kilometer saja, sehingga hal itu hanya membuang-buang energi.


***


Di luar kota Chingli, kini Xue Zhao, Bao Meng Ling dan juga Feng Ya sedang menatap dinding formasi pelindung yang diciptakan oleh keempat leluhur sekte Lembah Pengobatan.


"Hmmmphh...boleh juga, teknik formasi pelindung ini masih bisa di katagorikan sebagai teknik tingkat tinggi, akan tetapi itu hanya bisa menahan pendekar yang berasal dari dunia kalian saja, tetapi tidak denganku." Ucap Xue Zhao sambil tersenyum merendahkan.


Lu Haisheng dan empat pendekar yang lainnya kini sedang berada di dalam dinding formasi pelindung dan sedang memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh tiga sosok yang berada diluar formasi pelindung.


"Saudara Lu, sepertinya sosok yang baru saja datang ini memiliki basis kultivasi lebih tinggi dari keduanya...itu berarti kita akan menghadapi masalah yang sangat serius." Ucap Sheng Dong.


"Aku juga berpikir seperti itu...kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi...semoga Dai Rong bisa secepatnya bertemu dengan pendekar Xue Yunlei" Lu Haisheng menanggapi.


"Jika mereka bisa menghancurkan formasi pelindung ini dan bantuan kita datang terlambat, pasti kita akan mengahadapi kesulitan...untuk itu, kita harus mengerahkan seluruh kemampuan kita untuk bisa menghadapi mereka." Lanjutnya.


"Kami siap mengorbankan hidup kami demi melindungi kota Chingli dan juga demi melindungi keluarga Xiao!" Seru tiga pendekar dewa lainnya.


~Bersambung~