PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 280. Mengungkapkan Identitas


Perkataan Xue Zhao itu membuat komandan pasukan penjaga gerbang kota Sungai Perak menjadi sangat geram dan langsung memerintahkan para prajurit untuk mengepung kelompok tersebut.


"Tuan, sebenarnya aku sudah bersikap sangat baik kepada kalian, tetapi mendapatkan balasan seperti itu darimu membuatku harus mengusir kalian secara paksa." Ujar sang komandan.


"Baiklah, jika kalian ingin hidup kalian berakhir, silahkan saja kalau kalian bisa." Ucap Xue Zhao sambil memberikan isyarat kepada Du Tiansang untuk melumpuhkan mereka.


Hanya dalam hitungan detik saja, puluhan prajurit yang mengepung kelompok Xue Zhao langsung terhempas kebelakang akibat serangan Du Tiansang.


Sang komandan hanya bisa tersentak melihat kejadian itu, sebab dirinya tidak bisa melihat siapa yang melakukan hal tersebut.


"Siapa kalian? Sebenarnya apa tujuan kalian kesini? Suku kami tidak ada hubungan dengan suku Hushi selain leluhur agung kami satu Perguruan dengan leluhur suku Hushi." Tutur sang komandan dengan wajah yang terlihat sangat ketakutan.


"Kau masih menanyakan tujuan kedatangan kami kesini? Bukankah kami sebelumnya sudah mengatakan dengan jelas tujuan kedatangan kami kesini!?" Balas Xue Zhao.


"Mohon maaf tuan, tetapi itu sudah menjadi keputusan penguasa kota bahwa kalian tidak bisa memasuki kota kami." Tutur sang komandan.


"Sebenarnya aku tidak memiliki kepentingan untuk bertemu dengan leluhur agung kalian, akan tetapi karena senior Huanglong meminta saya untuk membantunya, sehingga aku menuruti keinginannya itu."


"Tetapi setelah melihat keangkuhan kalian, sepertinya aku ingin meratakan kota Sungai Perak ini." Ucap Xue Zhao sambil menatap tajam komandan itu.


Orang-orang yang awalnya sedang antri untuk mendapatkan pemeriksaan, segera menjauh dari mereka agar tidak terkena dampak dari kekacauan yang akan terjadi.


Dinding formasi pelindung kota Sungai Perak langsung tercipta untuk mencegah agar kelompok Xue Zhao tidak bisa memasuki kota tersebut.


"Hmmmpt...apakah kalian pikir formasi pelindung itu bisa untuk menghentikan niatku?" Ucap Xue Zhao sambil tersenyum sinis.


Sebuah cahaya kuning keemasan dan berbentuk lingkaran serta dipenuhi rune-rune kuno langsung tercipta didepan Xue Zhao.


"Apakah pemuda ini benar-benar bisa menghancurkan dinding formasi pelindung itu?" Pikir sang komandan.


"Aku akan membunuhmu, akan tetapi aku terlebih dahulu akan memperlihatkan kepadamu jika aku tidak sedang bergurau untuk menghancurkan kota Sungai Perak ini." Tutur Xue Zhao yang mengetahui apa yang dipikirkan oleh sang komandan.


Xue Zhao yang adalah roh dewa sejati, segera melihat titik lemah dari formasi pelindung didepannya itu dan melepaskan serangan kearah tersebut.


Blaaarrr


Dinding formasi pelindung itu langsung hancur berkeping-keping setelah terkena serangan Xue Zhao.


Roh Dewa itu dengan begitu mudahnya menghancurkan formasi pelindung kota Sungai Perak.


Berbeda dengan upaya Xue Yunlei untuk menghancurkan formasi pelindung suku Hushi timur, karena tidak semua pengetahuan dari roh dewa itu diberikan kepada Xue Yunlei.


Itulah mengapa Xue Yunlei masih kesulitan dan membutuhkan waktu untuk bisa menghancurkan formasi pelindung milik suku Hushi timur tersebut.


Sang komandan kembali terperanjat setelah melihat apa yang pemuda itu lakukan.


"Bagaimana bisa? Mengapa dia bisa menghancurkan formasi pelindung kota Sungai Perak? Bukankah itu formasi pelindung tingkat tinggi!?"


"Dihadapanku, tidak ada teknik bangsa manusia yang tidak bisa aku patahkan...untuk itu, saat ini giliranmu yang akan kehilangan nyawamu." Ucap Xue Zhao dan segera melepaskan serangan kearah komandan itu.


Blaaarrr


Tubuh sang komandan langsung menjadi kabut darah setelah terkena serangan Xue Zhao.


Orang-orang yang awalnya menjauh, masih bisa melihat tindakan Xue Zhao dan merasa sangat ketakutan.


"Siapa pemuda itu? Mengapa dia begitu berani menghancurkan formasi pelindung kota Sungai Perak ini dan juga berani membunuh komandan itu!?"


"Sebentar lagi pasti akan terjadi pertarungan yang sangat dasyat disini, sebaiknya kita harus kembali menjauh dari mereka."


"Sebentar lagi pasti penguasa kota maupun pelindung kota ini akan kesini untuk meminta pertanggungjawaban dari pemuda itu, kita lihat apa yang akan terjadi nantinya dengan pemuda itu."


Orang-orang yang melihat kejadian itu dari jauh terus membahas mengenai kejadian yang baru saja mereka lihat itu serta ingin menyaksikan apa yang akan menimpa Xue Zhao dan kelompoknya.


Sebab kedua suku itu memiliki leluhur agung yang hampir berada di puncak kultivasi sebagai seorang manusia yang menginginkan keabadian.


Setelah kematian komandan pasukan penjaga gerbang kota Sungai Perak, kelompok Xue Zhao pun melangkahkan kaki mereka untuk memasuki kota itu.


"Tuan muda, sepertinya tindakanmu itu terlalu berlebihan, menurutku hal itu akan mendatangkan masalah yang baru bagi kita, apa lagi kedua rekanmu saat ini sedang dalam keadaan terluka, itu akan memberikan kerugian bagi kita." Tutur Huanglong memaksakan dirinya lagi.


"Senior, mohon maafkan atas apa yang akan aku lakukan, itu karena aku tidak terbiasa dianggap rendah oleh bangsa manusia." Balas Xue Zhao lagi.


"Di anggap rendah oleh bangsa manusia? Mengapa tuan muda Xue Zhao berkata seperti itu? Apakah aku tidak salah mendengarnya?" Pikir Huanglong setelah mendengar perkataan Xue Zhao.


Tidak hanya Huanglong yang merasa terkejut, melainkan orang-orang yang sudah beberapa waktu bersama dengan Xue Zhao merasa sangat terkejut juga saat itu.


Bao Meng Ling langsung terpikir jika sosok yang menguasai tubuh Xue Zhao itu adalah Roh Dewa yang membunuh guru Xue Yunlei.


Begitu juga dengan Chen Kaibo, pemuda itu langsung terpikirkan mengenai situasi saat berada di goa yang terletak di jurang hutan terlarang.


Sedangkan Du Tiansang, Raja Iblis dan empat sosok lainnya memiliki pemikiran yang sama dengan Huanglong.


Mengetahui apa yang Huanglong dan yang lainnya pikirkan, Xue Zhao pun kembali berkata.


"Aku ini adalah Roh Dewa sejati, itulah mengapa aku berkata seperti itu."


"Untuk itu, aku tidak akan membiarkan bangsa manusia merendahkanku."


"Dan saat ini aku akan berterus terang kepada mu, jika kau ingin bekerja sama dengan ku, aku pasti akan membantu melepaskan dirimu dari lilitan benang sutra emas milik Xue Yunlei itu."


"Tetapi jika kau tidak mau bekerja sama denganku, aku hanya akan mengantarkanmu sampai ke gunung Kongtong untuk bisa bertemu dengan guru mu." Ungkap Xue Zhao.


"Ternyata dia adalah seorang Dewa, pantas saja formasi pelindung kota Sungai Perak ini sangat mudah dihancurkan." Pikir Huanglong.


"Aku siap untuk bekerja sama dengan Dewa Xue Zhao!" Ucap Huanglong menanggapi perkataan pemuda didepannya.


"Bagus, bagaimana dengan kalian? Apakah masih ingin menjadi pengikutku?" Tanya Xue Zhao sambil menatap ke arah Du Tiansang dan yang lainnya.


"Kami akan tetap menjadi pengikutmu!" Jawab mereka serentak.


"Baiklah, kalau begitu, mari kita buat kekacauan di kota ini agar leluhur agung suku Tangut keluar untuk menyambut kita." Lanjut Xue Zhao.


Mereka pun segera memasuki kota Sungai Perak sambil membawa Bao Meng Ling, Feng Ya dan Huanglong.


Bao Meng Ling dibawah oleh Chen Kaibo, Feng Ya dibawah oleh Yi Feng, sedangkan Huanglong dibawah oleh putranya Cui Zhiyu.


Du Tiansang, Tian Zhi, Cha Hong serta Raja Iblis segera melepaskan serangan kearah bangunan yang awalnya mereka temui.


Penduduk kota Sungai Perak langsung lari terbirit-birit akibat perbuatan keempat sosok tersebut.


Mereka tidak mengetahui siapa sosok yang telah membuat kekacauan di kota mereka itu.


Pasukan pengamanan kota Sungai Perak langsung menuju ke tempat dimana kekacauan itu terjadi.


"Siapa kalian? Mengapa membuat kekacauan di kota kami ini?" Teriak seorang pria yang menggunakan baju zirah dan terlihat sangat berwibawa.


Sosok itu adalah jenderal pasukan pengamanan kota Sungai Perak.


"Siapa kami itu tidak penting...yang terpenting adalah suruh penguasa kota Sungai Perak ini untuk datang kesini, jika tidak, kami akan tetap menghancurkan kota kalian ini." Balas Xue Zhao.


"Jangan memaksa kami untuk bertindak kasar kepada kalian." Tutur sang jendral pasukan keamanan kota Sungai Perak.


"Aku sudah sering mendengar ancaman seperti ini...dan yang perlu kau tahu, setiap orang yang mengatakannya, saat ini mereka sudah tidak ada lagi didunia ini." Balas Xue Zhao sambil tersenyum sinis menatap sang jenderal.


~Bersambung~