PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 308. Perbedaan Dalam Penilaian


Dinding formasi pelindung milik Xue Yunlei yang terus menerus di terjang oleh ribuan petir berwarna hitam, kini mulai retak.


"Sepertinya serangan petir ini tidak akan berhenti dalam waktu singkat, aku akan memanfaatkan situasi ini untuk menggunakan energi serangannya menjadi milikku." Pikir Xue Yunlei yang telah siap dengan teknik terlarang miliknya sebelum menarik benang sutra emas untuk bisa melindungi tubuhnya.


Setelah hal itu ia lakukan, secara bersamaan juga dinding formasi pelindung miliknya langsung hancur.


Blaaarrr


Bunyi ledakan yang terdengar dari dalam pusaran ****** beliung milik Shui Lingbao.


Pria sepuh itu langsung mengembangkan bibirnya karena merasa senang dengan apa yang baru saja dia capai.


"Kau anggap aku tidak bisa mengalahkan dirimu? Lihat saja, aku tidak akan mengampuni dirimu dan akan membuat tubuhmu hancur berkeping-keping oleh serangan ribuan petir hitam milikku." Ucap Shui Lingbao sambil tersenyum yang dipenuhi dengan dendam.


"Kakak tertua, sepertinya adik Shui Lingbao berniat untuk membunuh pemuda itu, apakah kita harus menghentikan tindakannya itu?" Tanya Wensu Guang.


"Jika kita menghentikan tindakannya, itu akan menjadi beban di dalam hatinya...aku tidak ingin adik Shui mendapatkan masalah saat menerima siksaan langit." Jawab Qing He.


"Tetapi bagaimana kita bisa mengetahui keberadaan jasad Qingxu Daode jika pemuda itu telah terbunuh?" Lanjut Wensu Guang lagi.


Qing He sedikit terdiam setelah mendengar apa yang Wensu Guang katakan.


"Cepat hentikan tindakan Shui Lingbao!" Tutur Qing He setelah beberapa saat berpikir.


Wensu Guang pun segera menghilang dan muncul di samping Shui Lingbao.


"Adik Shui, apakah sudah bisa dihentikan? Sebab kita membutuhkan petunjuk dari pemuda itu mengenai keberadaan jasad Qingxu Daode." Ucap Wensu Guang dengan santai agar tidak membuat Shui Lingbao merasa kecewa dengan tindakannya itu.


Setelah mendengar ucapan Wensu Guang, Shui Lingbao tidak langsung menghentikan tindakannya, akan tetapi dia berpikir terlebih dahulu untuk bisa membulatkan keinginan hatinya.


Sesaat kemudian, akhirnya Shui Lingbao menarik kembali serangannya itu.


Namun setelah menarik kembali serangannya, pria sepuh itu merasakan jika energi qi miliknya sudah terkuras banyak.


Tetapi dia tidak mengetahui jika Xue Yunlei secara perlahan mulai menyerap energi qi yang dia miliki.


Setelah ****** beliung itu menghilang, sepuluh pria sepuh itu langsung merasa terkejut saat melihat sosok pemuda masih berdiri kokoh dan terlihat tidak terluka.


"Mengapa kau menghentikan seranganmu itu? Bikin aku kesal saja!" Ucap Xue Yunlei seperti merasa tidak senang dengan tindakan Shui Lingbao.


"Bagaimana mungkin pemuda itu tidak terluka sedikitpun? Bukankah sebelumnya telah terdengar suara ledakan di dalam pusaran ****** beliung milikku?" Shui Lingbao membantin sambil menatap tajam ke arah Xue Yunlei.


"Apa yang pemuda itu lakukan sehingga dirinya tidak terluka saat terkena serangan Shui Lingbao?" Gumam Huang Taiyi merasa heran.


"Pemuda ini benar-benar tidak sederhana, kemungkinan besar dirinya masih memiliki kemampuan yang diluar dugaan kita." Sambung Qing He.


Yuding Chengzhang pun tidak diam saja, pendekar kedua terkuat diantara mereka itu angkat bicara juga untuk mengomentari apa yang dia lihat.


"Apakah mungkin kemampuannya bisa menghadapi kita secara bersamaan? Sehingga dia sengaja datang sendiri kesini!?"


"Tidak mungkin! Didunia manusia ini, mana ada yang bisa menandingi kemampuan kita semua!? Meskipun dia sangat kuat, namun dirinya tetap tidak bisa mengalahkan kita jika menyerangnya secara bersamaan." Huang Taiyi membantah komentar Yuding Chengzhang.


"Apakah kau pikir senjata pusaka dewa agung dan Lonceng Jiwa milik kakak Qing He serta Jaring Api Sembilan Naga dan Tombak Ujung Api milikku tidak bisa mengalahkan pemuda itu?" Lanjut Huang Taiyi dengan penuh percaya diri.


"Jika demikian, coba kau tangkap pemuda itu dengan Jaring Api Sembilan Naga milikmu itu. Aku ingin melihat apakah itu akan berhasil atau tidak!?" Balas Yuding Chengzhang.


"Ada apa dengan kalian berdua? Mengapa kita sendiri yang saling berdebat!?" Ujar Qing He untuk menghentikan perdebatan Yuding Chengzhang dan Huang Taiyi.


"Memang apa yang dikatakan oleh adik Yuding Chengzhang tidak sepenuhnya benar, akan tetapi tidak juga sepenuhnya salah, sebab kita memang tidak mengetahui dengan pasti kemampuan pemuda itu." Qing He mencoba untuk menjelaskan.


"Jika kita menganggapnya bisa dengan mudah untuk bisa dikalahkan tanpa mengetahui kekuatan serta kemampuannya, itu bisa membuat kita melakukan suatu kesalahan yang fatal juga." Lanjut Qing He.


"Jadi, apakah kita hanya membiarkan saja pemuda itu terus mempermalukan kita?" Balas Huang Taiyi.


"Kakak Qing He, cepat gunakan Lonceng Jiwa milikmu, aku akan menangkap pemuda itu dengan Jaring Api Sembilan Naga milikku." Lanjut Huang Taiyi.


"Meskipun dia tidak akan binasa oleh Jaring Api Sembilan Naga milikku, tetapi setidaknya kita bisa menangkapnya." Tutup Huang Taiyi sambil bersiap melakukan apa yang dia rencanakan.


Qing He pun hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil mengeluarkan sebuah lonceng dari cincin penyimpanan miliknya.


Qing He pun segera membunyikan Lonceng Jiwa miliknya untuk mengganggu jiwa Xue Yunlei agar tidak bisa menggunakan kemampuan yang dia miliki.


Xue Yunlei yang sedang bertarung dengan tiga pendekar Xian yang mengeroyok dirinya, langsung terdiam karena terpengaruh dengan bunyi Lonceng Jiwa milik Qing He.


Serangan golok besar yang tercipta dari udara padat yang diciptakan oleh Shui Lingbao langsung menebas dada pemuda itu dan membuatnya terhempas ke tanah.


Melihat situasi tersebut, Huang Taiyi dengan cepat melepaskan Jaring Api Sembilan Naga miliknya untuk bisa menangkap Xue Yunlei.


Saat Xue Yunlei melihat tindakan Huang Taiyi, ia segera menghilang dari tempat dimana dirinya terbaring agar bisa meloloskan diri.


Namun usahanya itu percuma saja, sebab Jaring Api Sembilan Naga dalam sekejap saja menjadi besar sehingga bisa menjerat tubuhnya.


"Adik Wensu, cepat gunakan Borgol Cincin Emas milikmu, agar dia tidak bisa menggunakan kemampuannya lagi!" Perintah Huang Taiyi.


Wensu Guang pun segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Huang Taiyi.


Kerjasama dari ketiga saudara seperguruan itu langsung membuahkan hasil yang sesuai dengan harapan mereka.


"Kakak Yuding, apakah kau sudah melihat bagaimana hasilnya!? Apakah kau masih meragukan kemampuan kita?" Ujar Huang Taiyi dengan perasaan yang penuh kemenangan karena dalam sekejap saja bisa membuktikan apa yang dia katakan.


"Menurutku, tidak ada yang salah dengan apa yang telah dicapai saat ini, karena masalah dendam kita, sudah bisa dituntaskan." Balas Yuding Chengzhang.


Jaring Api Sembilan Naga terus menyala untuk membakar tubuh Xue Yunlei.


Shui Lingbao dan Chi Jingzi serta Sun Cihang tidak berani menyentuh Jaring Api Sembilan Naga yang saat itu sedang menjerat Xue Yunlei.


Itu karena, senjata pusaka milik Huang Taiyi itu, bisa membunuh siapapun yang menyentuhnya.


Sehingga hanya pemiliknya saja yang bisa menyentuhnya.


Namun saat itu mereka tidak menyadari jika Xue Yunlei sendiri sedang menyerap energi yang dimiliki oleh kedua senjata pusaka yang mengekangnya itu.


"Untung saja aku memiliki benang sutra emas ini, sehingga bisa membantu teknik terlarang menyerap energi kedua benda pusaka ini...jika tidak, pasti saat ini tubuhku sudah menjadi debu" Pikir Xue Yunlei.


Sesaat kemudian, Shui Lingbao pun langsung berteriak memanggil Huang Taiyi.


"Kakak ke empat! Cepat kau lihat ini!" Dengan nada suara yang khawatir.


Api hitam yang awalnya menyala besar, kini mulai meredup.


Hal itulah yang membuat Shui Lingbao berpikir ada yang tidak beres sehingga merasa sangat khawatir.


~Bersambung~