PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 142. Mengelabui Komandan Pasukan


Dijalanan kota Rong Cheng seorang pemuda yang menggunakan jubah bermotif awan merah sedang berjalan santai namun penuh kewaspadaan dengan segala kemungkinan yang akan dia hadapi.


Saat puluhan prajurit mulai memeriksa satu persatu setiap bangunan yang ada di kota itu, Xue Yunlei menunjukkan sikap yang sama dengan orang lain.


Tindakan para prajurit itu membuat penduduk maupun pendatang di kota itu menjadi terkejut dan merasa penasaran dengan apa yang telah terjadi.


"Berhenti! ". Teriak seorang prajurit menghentikan langkah Xue Yunlei.


Sang komandan pasukan yang melihat tindakan bawahannya langsung menatap kearah orang yang dimaksudkan.


Melihat penampilan Xue Yunlei membuat sang komandan langsung memerintahkan para prajurit yang lain untuk mengikutinya.


Belasan prajurit pun segera mengikuti sang komandan pasukan untuk mendekati prajurit yang menghentikan Xue Yunlei yang kini sudah berhadapan dengan sosok bertopeng itu.


"Tuan, bisakah anda membuka topeng yang Anda gunakan itu? ". Pinta sang prajurit kepada Xue Yunlei.


" Tuan, sebenarnya ada apa ini? Mengapa kau menghentikan ku dan menyuruhku untuk membuka topeng yang aku pakai? ". Tanya Xue Yunlei tidak menunjukkan rasa bersalah.


" Mohon maaf tuan, akan tetapi kami harus melakukan pemeriksaan kepada setiap orang yang terlihat mencurigakan, sebab kami sedang mencari seseorang yang telah melakukan pembunuhan di salah satu penginapan di kota ini ". Jawab sang komandan yang sudah tiba di tempat dimana dia dan sang prajurit berdiri.


" Apakah diriku terlihat begitu mencurigakan? ". Xue Yunlei balik bertanya.


" Iya, sebab anda saat ini sedang menggunakan topeng untuk menutupi wajahmu ". Jawab sang komandan.


" Apakah orang yang melakukan pembunuhan itu ciri-cirinya sama seperti penampilanku saat ini? ". Xue Yunlei kembali bertanya.


" Tidak tuan, namun kami memiliki sketsa wajah dari orang tersebut, sebab ada salah satu saksi mata yang melihat wajah pembunuh itu". Jawab sang komandan.


"Jadi kami mohon tuan bisa untuk bekerja sama dengan kami dan segera membuka topeng yang tuan pakai". Lanjut sang komandan.


" Sial, apakah sketsa wajah yang mereka maksudkan itu adalah sketsa wajahku? ". Xue Yunlei membantin.


" Tuan, aku menggunakan topeng ini karena wajahku ini jelek, sehingga aku malu jika wajahku dilihat oleh banyak orang ". Ucap Xue Yunlei memberi alasan.


" Jika tuan merasa malu dilihat oleh banyak orang, tuan tunjukkan saja kepadaku, biar aku sendiri saja yang melihatnya". Balas sang komandan memberikan solusi.


"Baiklah, aku menerima saran tuan itu, mari tuan, silahkan tuan lihat sendiri wajahku". Ucap Xue Yunlei yang langsung membuat perubahan pada hidungnya agar bisa membuat wajahnya terlihat jelek.


Lubang hidung Xue Yunlei dibuatnya lebih besar serta pipinya sedikit diangkat untuk bisa terlihat jelek oleh sang komandan.


Saat komandan pun segera mengambil sketsa wajah yang mereka bawa untuk dibandingkan dengan wajah Xue Yunlei apakah mirip atau tidak.


Saat sang komandan melihat wajah Xue Yunlei dan melihat kearah sketsa wajah yang dipegang, keduanya tidak memiliki kemiripan.


Sang komandan pun langsung berkata kepada Xue Yunlei.


"Tuan, mohon maaf karena telah mengganggu perjalanan tuan, silahkan dipakai lagi topengnya". Ucap sang komandan dengan ramah.


Xue Yunlei yang mendengar perkataan komandan itu dengan cepat kembali menggunakan topeng miliknya.


Setelah selesai menggunakan topengnya lagi, Xue Yunlei pun bertanya kepada komandan itu.


"Tuan, apakah aku sudah boleh pergi? ".


" Iya, kau sudah bisa pergi". Jawab komandan singkat sambil berbalik untuk melanjutkan pencarian mereka.


Xue Yunlei pun segera berbalik dan langsung berjalan ke sisi yang berlawanan arah dengan pasukan itu.


Baru berjalan sekitar sepuluh langkah, sang komandan kembali menghentikan langkah kakinya.


"Sepertinya pemuda itu saat menggunakan topengnya, hidungnya tidak terlihat besar seperti saat dia membuka topengnya". Pikir sang komandan.


" Apakah dia sedang mengelabui ku? ". Pikirnya lagi sambil berbalik untuk melihat Xue Yunlei.


Xue Yunlei yang telah mengetahui pikiran sang komandan dengan cepat segera berbelok ke salah satu gang untuk bisa bersembunyi dari komandan itu.


Saat komandan itu membalikkan badannya dan tidak menemukan sosok yang dia cari, komandan itu pun langsung berteriak.


"Semuanya ikut aku, orang yang kita cari adalah pemuda yang baru saja kita periksa itu".


"Ayo kita kejar dia, mungkin dia melewati gang itu, kita menyebar dan mengepung wilayah ini, dia pasti akan bersembunyi terlebih dahulu sebelum kembali melarikan diri".


" Karena dia tidak bisa terus melarikan diri lebih jauh lagi". Tutup sang komandan yang terus berlari untuk mengejar Xue Yunlei.


Saat memasuki salah satu bangunan digang itu, Xue Yunlei pun langsung mengganti pakaian yang dia pakai dengan pakaian lama yang dia miliki dan langsung mengacak-acak rambutnya agar terlihat seperti seorang pengemis.


Setelah melakukan hal itu, Xue Yunlei pun segera keluar dari sisi lain bangunan itu untuk menuju ke jalanan lain dikota tersebut.


Saat melihat situasi aman, Xue Yunlei langsung duduk disalah satu pojok bangunan serta mengulurkan tangannya seperti seorang pengemis.


Tidak lama kemudian sang komandan pun muncul di jalanan dimana Xue Yunlei duduk untuk mengemis.


Saat komandan itu melihat-lihat, dirinya tidak mendapatkan seorang pun yang lalu lalang di jalan itu.


Sehingga dia segera menatap ke arah bangunan yang berdiri di sisi jalan itu dan mendapati sosok seorang pengemis yang sedang duduk.


Sang komandan pun segera mendekatinya untuk bertanya.


Setelah sampai didekat dimana Xue Yunlei duduk, komandan itu pun langsung melontarkan pertanyaan.


"Apakah kau melihat sosok pria bertopeng dengan jubah bermotif awan merah? ".


" Iya, pria itu pergi kearah sana dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh". Jawab Xue Yunlei sambil menunjuk ke salah satu arah.


Mendengar jawaban Xue Yunlei, sang komandan langsung pergi dengan pasukan yang bersama dengannya kearah yang ditunjukkan oleh Xue Yunlei.


Baru saja pergi meninggalkan Xue Yunlei, mereka sudah bertemu dengan pasukan yang lain yang sedang melakukan pemeriksaan.


Sang komandan yang awalnya bertemu dengan Xue Yunlei langsung bertanya kepada rekannya yang juga adalah seorang komandan dari kelompok pasukan yang bertemu dengan mereka.


"Komandan Xinhua, apakah anda melihat pria bertopeng dengan menggunakan jubah bermotif awan merah? ".


" Tidak, aku tidak melihatnya, kenapa? ". Xinhua kembali bertanya untuk menanggapi pertanyaan itu.


" Ada apa dengan sosok itu? ". Lanjut Xinhua lagi.


" Aku mencurigainya jika dialah sosok yang kita cari ". Jawab komandan itu.


" Apakah anda sangat yakin jika sosok itulah yang melakukan pembunuhan itu? ". Tanya Xinhua lagi.


" Iya, aku sudah melihat wajahnya, namun dia telah berhasil mengelabui ku". Jawab komandan itu.


"Bagaimana caranya sehingga dia bisa mengelabuimu? ". Tanya Xinhua penasaran.


" Sudahlah, komandan Xinhua, aku tidak bisa menceritakan hal itu, sebab itu menurutku sangat memalukan". Balas komandan itu menanggapi pertanyaan rekannya.


"Kalau begitu, sebaiknya kita cari saja dimana tempat orang itu bersembunyi". Ajak Xinhua.


" Tunggu, sepertinya aku telah dikelabui untuk kedua kalinya oleh orang itu". Ucap komandan yang bertemu dengan Xue Yunlei.


"Maksudnya? ". Tanya Xinhua dengan tatapan yang bingung.


Sang komandan pun langsung membalikkan badannya untuk melihat kearah dimana pengemis itu duduk.


Saat komandan itu melihat, dia menemukan Xue Yunlei masih duduk di tempatnya.


~Bersambung~