PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 309. Xue Yunlei Tertangkap


Mendengar teriakan Shui Lingbao, Huang Taiyi pun segera menatap ke arah dimana Xue Yunlei berada.


"Mengapa api dari Jaring Api Sembilan Naga mulai meredup? Apa yang telah terjadi dengan senjata pusaka milik ku itu?" Gumam Huang Taiyi dengan nada suara yang cemas sambil mendekat untuk bisa mengetahui penyebabnya.


Wensu Guang pun segera menggunakan kekuatan spiritualnya dan memeriksa juga senjata pusaka Borgol Cincin Emas miliknya.


Dan benar saja, Wensu Guang pun langsung tersentak setelah mengetahui jika energi senjata pusaka miliknya juga, kini mulai melemah.


"Sial, apa yang telah dilakukan oleh pemuda itu sehingga bisa membuat energi Borgol Cincin Emas milikku melemah seperti itu!?" Gerutu Wensu Guang.


Qing He dan yang lainnya merasa terkejut setelah mendengar perkataan Wensu Guang.


Hanya Yuding Chengzhang yang tetap tenang menghadapi situasi tersebut.


Wensu Guang yang tidak ingin kehilangan senjata pusaka miliknya, segera menarik kembali benda tersebut dan menggenggamnya.


Pendekar terkuat ke tiga diantara saudara seperguruannya itu segera menatap penuh selidik benda ditangannya itu.


Sedangkan Huang Taiyi tidak bisa berpikir apa yang harus dia lakukan, sebab jika dirinya menarik benda pusaka miliknya, itu berarti Xue Yunlei akan terbebas lagi.


Sesaat kemudian, Huang Taiyi pun angkat bicara.


"Kakak Qing He, cepat gunakan lagi Lonceng Jiwa milikmu agar bisa membuatnya kembali tidak berdaya."


Qing He segera melakukan apa yang Huang Taiyi katakan itu.


Suara Lonceng Jiwa kembali memaksa Xue Yunlei menghentikan tindakannya yang saat itu sedang menyerap energi dari Jaring Api Sembilan Naga milik Huang Taiyi.


"Kalian cepat pikirkan apa yang harus kita lakukan selanjutnya agar pemuda ini bisa dilumpuhkan." Lanjut Huang Taiyi.


"Bagaimana jika kita menyerangnya secara bersamaan dengan kekuatan terkuat yang kita miliki!?" Ju Liusun mencoba memberikan saran.


"Menurutku, saat ini adalah waktu yang tepat untuk bisa melakukan serangan, sebab dirinya masih terpengaruh dengan suara Lonceng Jiwa kakak Qing He." Tambahnya lagi.


"Benar yang dikatakan adik ke sepuluh, sebaiknya kita secepatnya untuk menyerangnya." Tutur Zhen Puxian.


"Jika itu bisa menjadi jalan keluarnya, cepat lakukan!" Ujar Huang Taiyi yang langsung mengeluarkan Tombak Ujung Api miliknya.


Tujuh orang lainnya pun segera melakukan hal yang sama dengan apa yang Huang Taiyi lakukan.


Xue Yunlei yang sudah bisa melawan suara Lonceng Jiwa segera mengerahkan kekuatannya untuk melepaskan diri dari Jaring Api Sembilan Naga yang menjeratnya.


Namun sebelum dirinya sempat menghancurkan Jaring tersebut, delapan serangan bertubi-tubi menghantam tubuhnya.


Booommm...booommm... Booommm


Permukaan tanah yang awalnya hanya tercipta lubang yang berukuran kecil serta tidak dalam itu, kini sudah berubah menjadi sebuah kawah yang besar dan dalam.


Tubuh Xue Yunlei kini sudah tergeletak di dasar kawah besar tersebut dan Jaring Api Sembilan Naga yang awalnya sedang menjerat tubuhnya, kini sudah tidak terlihat lagi.


Senjata pusaka itu, telah hancur karena serangan yang dilepaskan secara bersamaan oleh delapan pendekar Xian tersebut.


Hanya Yuding Chengzhang yang tidak mengambil bagian dalam serangan itu.


Sedangkan Qing He sendiri tetap menggunakan Lonceng Jiwa miliknya untuk bisa merusak kekuatan jiwa milik Xue Yunlei.


"Benar-benar sangat kuat, seluruh serangan yang kita miliki tidak bisa membuat tubuhnya terluka sedikitpun." Wensu Guang membantin setelah melihat kondisi Xue Yunlei.


Dalam sekejap, sepuluh pendekar Xian itu kini sudah berdiri mengelilingi tubuh Xue Yunlei yang sedang terbaring tidak berdaya.


"Apakah dia masih hidup?" Tanya Leng Daoxing.


"Sepertinya langit masih berpihak kepadanya, sehingga dirinya tidak tewas setelah terkena serangan terkuat kita." Ucap Wensu Guang.


"Sebaiknya kita segera membawanya ke gunung Kongtong untuk diintrogasi, agar bisa mengetahui dimana jasad Qingxu Daode berada." Ucap Qing He.


"Apakah kau sudah gila? Bagaimana mungkin kau berpikir melakukan tindakan yang tidak terpuji seperti itu? Apakah kau ini berasal dari sekte aliran hitam?" Teriak Yuding Chengzhang membentak Leng Daoxing.


"Kakak kedua, jika kita tidak melakukan hal itu, apa yang akan kita lakukan saat dirinya siuman nanti? Bukankah itu akan lebih menyulitkan kita lagi!?" Balas Leng Daoxing.


"Jangan karena balas dendam, sehingga kita mulai melupakan aturan dalam dunia persilatan sebagai perguruan ilmu bela diri aliran putih." Tutur Qing He menambahkan.


Leng Daoxing langsung terdiam saat Qing He menguatkan perkataan Yuding Chengzhang.


"Adik Wensu, cepat kau gunakan lagi Borgol Cincin Emas milikmu, sebab menurutku pusakamu itu pasti akan bekerja dengan maksimal untuk menyegel jalur meridian pemuda ini." Lanjut Qing He memberikan perintah.


Wensu Guang pun segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Qing He.


Pusaka miliknya langsung mengikat kedua tangan Xue Yunlei dan kekuatan spiritual pusaka itu mulai menjalar ke seluruh jalur meridian milik Xue Yunlei.


Namun karena sebagian energi spiritual pusaka itu telah diserap dan sudah menyatu dengan tubuh Xue Yunlei, sehingga kekuatan spiritual pusaka itu tidak bisa menutup jalur meridiannya.


Mereka sudah tidak memperhatikan tubuh Xue Yunlei yang jalur meridiannya tidak tertutup oleh kekuatan Borgol Cincin Emas.


"Adik Leng Daoxing, kau bawah pemuda itu!" Perintah Qing He.


"Ayo kita pergi dari tempat ini." Lanjutnya.


Mereka pun segera menghilang dari tempat itu untuk kembali ke gunung Kongtong.


Tidak lama setelah kelompok Qing He pergi, beberapa sosok pun tiba di tempat yang mereka tinggalkan itu dan mulai menelusuri area dihutan tersebut.


Dan kelompok itu tidak lain adalah Huaxianzi, Shuhou, Yao Laohu, Langren serta Gai Bian.


Kedatangan mereka itu berniat untuk bisa membantu Xue Yunlei dalam menghadapi sepuluh pendekar Xian dari gunung Kongtong.


Informasi masalah yang dihadapi oleh Xue Yunlei mereka ketahui dari Chen Kaibo yang segera pergi ke wilayah Hutan Ilusi untuk memberitahukan hal itu kepada Huaxianzi. Dan Huaxianzi yang mengajak yang lainnya untuk membantu Xue Yunlei.


Namun kedatangan mereka sedikit terlambat, sebab kelompok Qing He telah membawa Xue Yunlei ke gunung Kongtong.


"Nona Huaxianzi, sepertinya kita datang terlambat!" Seru Yao Laohu.


"Iya, sepertinya mereka telah selesai bertarung... Lihat kerusakan yang terjadi di hutan ini." Sambung Langren.


"Apakah penguasa telah ditangkap oleh mereka?" Ucap Shuhou bertanya sambil menatap ke arah empat sosok lainnya.


"Kita harus segera memastikannya, apakah penguasa telah ditangkap oleh mereka atau bisa melarikan diri dari mereka!?" Ujar Gai Bian menyarankan.


"Sebelum kita bertindak, kita harus berhati-hati, sebab saat ini tubuh kita tidak mendapatkan perlindungan dari penguasa, sehingga serangan formasi pelindung mereka langsung bisa membuat kita kehilangan nyawa dalam sekali serangan saja." Huaxianzi mengingatkan.


"Benar apa yang dikatakan oleh jenderal Huaxianzi, jika kita tidak berhati-hati, itu sama saja kita mengantarkan nyawa kita sendiri kepada mereka." Shuhou menambahkan.


"Dan perlu kalian ingat, gunung Kongtong berada di wilayah barat, dimana tempat itu berada di wilayah peri penguasa gurun, oleh sebab itu, kita tidak boleh gegabah dalam bertindak." Jelas Shuhou lagi.


"Ratu, bagaimana jika kita membawa serta para jenderal peri untuk mengantisipasi serangan bangsa peri penguasa gurun!?" Ucap Huaxianzi.


"Itu tidak perlu, semakin banyak jumlah kita, akan semakin mudah diketahui oleh mereka pergerakan kita." Jawab Shuhou.


"Jadi, apa yang akan kita lakukan saat ini?" Tanya Huaxianzi lagi.


"Kita coba pergi kesana untuk menyelidiki terlebih dahulu kebenarannya, apakah penguasa telah dibawa oleh mereka atau tidak." Jawab Shuhou lagi.


"Ayo kita pergi, semakin lama kita berada disini, akan semakin banyak waktu yang terbuang." Ujar Yao Laohu.


Mereka pun segera menghilang dari tempat itu untuk pergi ke gunung Kongtong.


~Bersambung~