PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 284. Persiapan


Mereka tidak mengetahui jika Xue Yunlei sedang mengontrol benang sutra emas dengan kekuatan spiritual dari jarak jauh.


Benang sutra emas itu berpindah dari tubuh Cui Zhiyu melewati tubuh Huanglong dan berpindah ke tubuh salah satu leluhur suku Tangut yang mendekat.


"Jangan mendekat!" Teriak Xue Zhao.


"Kenapa tuan? Mengapa tidak boleh mendekat?" Tanya Du Tiansang.


"Sepertinya benang sutra emas itu sedang berpindah dari tubuh satu ketubuh yang lain, dan bisa membunuh siapa pun yang terkena benang itu." Xue Zhao menjelaskan.


"Hmmm...sepertinya dia telah mengetahui jika itu disebabkan oleh benang sutra emas milikku." Pikir Xue Yunlei.


"Ayo kita pergi dari sini dan kembali ke hutan ilusi." Tutur Xue Yunlei dan langsung menarik kembali benang sutra emas yang telah menyerap energi qi salah satu leluhur suku Tangut.


Mereka berlima langsung menghilang dari atas langit gunung Kongtong.


"Sial, sepertinya kita tidak sendiri, ternyata ada orang lain juga di gunung Kongtong ini." Tutur Xue Zhao setelah bisa merasakan energi qi saat Xue Yunlei membuka portal ruang dan waktu.


Pemuda itu segera melesat ke arah dimana sumber energi itu berasal.


"Sepertinya mereka baru saja pergi dari tempat ini, tetapi siapa mereka?" Gumam Xue Zhao.


"Tuan, bagaimana? Apakah kau mengetahui siapa orang yang baru saja pergi itu?" Tanya Du Tiansang.


"Tidak, sebab mereka telah mengaburkan aura keberadaan mereka sehingga aku hanya bisa merasakan energi yang mungkin bisa terdeteksi saat mereka menggunakannya." Jawab Xue Zhao.


"Terus apa yang harus kita lakukan? Sebab maksud kedatangan kita kesini adalah untuk bisa membebaskan Huanglong dari lilitan benang sutra emas." Tanya Du Tiansang.


"Ayo kita kembali." Ajak Xue Zhao.


Keduanya pun segera kembali ke tempat semula dan Xue Zhao segera menggunakan kekuatan jiwanya untuk bisa berkomunikasi dengan Qingsu Daode yang saat itu ingin menghubungi gurunya.


"Qingsu Daode, ayo kita melanjutkan perjalanan kita." Ucap Xue Zhao setelah memasuki dunia jiwa leluhur agung suku Tangut itu.


"Kenapa tuan? Bukankah kita akan membebaskan Huanglong dari lilitan benang sutra emas itu?" Balas Qingsu Daode.


"Benang sutra emas itu telah membunuhnya, tidak hanya Huanglong, tetapi salah satu leluhur suku Tangut juga telah terbunuh oleh benang sutra emas itu." Xue Zhao menjelaskan.


Qingsu Daode merasa sangat terpukul setelah mengetahui kabar yang disampaikan oleh Xue Zhao.


Dia sendiri belum bisa berkomunikasi dengan gurunya, hal itu karena terhalang oleh formasi pelindung kuno.


Xue Zhao pun kembali tersadar diikuti oleh Qingsu Daode yang segera melihat kearah Huanglong dan seorang leluhur yang kini sudah tidak bernyawa lagi.


"Kakak! Kakak! Kakak! Aku pasti akan membalaskan dendammu kepada orang yang melakukan hal ini." Tutur Qingsu Daode dengan sedih.


"Ayo kita pergi ke tempat dimana sosok itu berada." Ajak Xue Zhao.


"Apa benar tuan mengetahui tempat orang yang membuat kakak Huanglong seperti ini?" Tanya Qingsu Daode ingin memastikan.


"Iya, kemungkinan besar mereka saat ini berada di hutan ilusi." Jawab Xue Zhao.


"Baiklah, tetapi sebelumnya kita makamkan terlebih dahulu jasad mereka bertiga." Sambung Du Tiansang.


Setelah selesai memakamkan jasad ketiga sosok tersebut, akhirnya mereka pun segera pergi meninggalkan gunung Kongtong.


Dihutan Ilusi.


"Huaxianzi, kau pergi ke raja peri penguasa danau dan minta bantuannya untuk datang ke sini, katakan padanya untuk meminta bantuan dari peri penguasa danau yang lain."


"Baik penguasa." Ucap Huaxianzi dan segera menghilang dari hadapan Xue Yunlei.


"Gai Bian, kau pergi ke hutan dimana kalian berasal dan bawa kesini para siluman yang memiliki kekuatan yang bisa menghadapi pendekar diranah Saint, jangan lupa untuk meminta bantuan raja Jing Senlin untuk datang ke sini."


"Baik penguasa." Ucap Gai Bian dan segera menghilang juga dari hadapan Xue Yunlei.


"Ayo kita masuk." Ajak Xue Yunlei kepada Yao Laohu dan Langren.


Mereka bertiga segera memasuki wilayah markas bangsa peri penguasa hutan ilusi.


Kehadiran mereka itu disambut oleh ratu Shuhou.


"Selamat datang penguasa!"


"Dimana Huaxianzi? Mengapa dia tidak datang bersama dengan penguasa?" Tanya Shuhou.


"Dia telah aku utus bersama dengan Gai Bian agar bisa mendapatkan bantuan dari bangsa peri penguasa danau dan juga bantuan dari bangsa siluman." Jawab Xue Yunlei.


"Iya, dalam waktu dekat ini, aku merasa mereka pasti akan datang untuk menyerang kita." Jawab Xue Yunlei.


"Bagaimana dengan perkembangan Xiao Lin Meng dan nona Xiao Ning Lan?" Tanya Xue Yunlei.


"Saat ini mereka sedang menguatkan pondasi basis kultivasi mereka." Jawab Shuhou.


"Baguslah jika demikian." Xue Yunlei menanggapi.


Akhirnya mereka pun tiba di istana bangsa peri.


"Penguasa, apa yang harus kita lakukan?"


"Suruh bawahanmu untuk memperkuat formasi pelindung agar tidak mudah untuk bisa ditembus." Ucap Xue Yunlei.


Shuhou pun melakukan apa yang Xue Yunlei perintahkan.


Saat mereka sedang berbincang-bincang, sosok pria sepuh kini memasuki aula utama istana bangsa peri.


"Senior Zhuan! Bagaimana dengan perkembangan basis kultivasi mu? Apakah kau sudah berhasil menerobos menjadi pendekar Saint?" Tanya Xue Yunlei setelah melihat kedatangan Zhuan Zhu.


"Iya, aku saat ini sudah menerobos menjadi pendekar diranah saint awal." Jawab Zhuan Zhu dengan bangga.


"Senior Zhuan, sepertinya tidak lama lagi kita akan menghadapi pertarungan yang sangat besar, untuk itu, kau juga harus mempersiapkan dirimu." Ucap Xue Yunlei.


"Sepertinya itu akan sangat menarik, sebab aku akan menguji kemampuanku saat ini." Balas Zhuan Zhu.


"Kali ini kita tidak boleh meremehkan kekuatan lawan kita, sebab aku melihat mereka memiliki seorang pendekar diranah Xian." Ucap Xue Yunlei.


"Bukankah nona Huaxianzi bisa menghadapinya?" Balas Zhuan Zhu.


"Itu benar, akan tetapi saat ini mereka berjumlah sekitar tiga belas orang, satu pendekar diranah Xian, lima orang pendekar diranah immortal dan tujuh orang pendekar diranah saint." Ungkap Xue Yunlei.


"Jika mereka tidak memiliki formasi pertempuran, kekuatan mereka itu tidak bisa menghadapi pasukan bangsa peri dihutan ilusi ini, tetapi sayangnya mereka memiliki hal itu." Lanjutnya.


"Penguasa, menurutku ditambah dengan kami berenam aku rasa bisa menghentikan mereka, asalkan penguasa memberikan penangkal untuk formasi pertempuran." Sambung Shuhou.


"Bawa tiga komandan pasukan bawahan mu, aku juga akan memberikan kepada mereka benang sutra emas agar bisa bertarung dengan mereka." Perintah Xue Yunlei.


"Baik penguasa." Ucap Shuhou dan segera melakukan apa yang Xue Yunlei perintahkan.


Setelah tiga sosok yang Xue Yunlei maksudkan itu telah berdiri dihadapannya, pemuda itu pun berkata.


"Tidak buruk, itu karena kemampuan kalian bisa untuk menghadapi seorang pendekar diranah saint."


Xue Yunlei segera memberikan sedikit benang sutra emas kepada mereka bertiga.


Xue Yunlei juga memberikan sedikit kepada Zhuan Zhu agar bisa melindungi tubuhnya dari serangan lawan.


Seorang prajurit memasuki aula utama istana bangsa peri dan berkata.


"Lapor Ratu, ada sekelompok orang yang telah tiba dihutan ilusi dan sepertinya beberapa orang di antara mereka itu adalah orang-orang yang pernah menyerang kita."


"Sepertinya mereka terlalu cepat sampai ke sini, kita harus segera menyambut mereka." Ucap Xue Yunlei.


"Ayo kita pergi." Ajak Xue Yunlei.


Mereka pun segera menyambut kedatangan kelompok Xue Zhao.


"Aku akan mencoba menghancurkan formasi pelindung ini." Ucap Xue Zhao.


Saat Xue Zhao baru saja ingin menghancurkan formasi pelindung bangsa peri, kelompok Xue Yunlei pun tiba untuk menghentikannya.


"Aku tidak menyangka jika kalian begitu bersemangat sehingga datang secepat ini." Ucap Xue Yunlei.


"Apakah kau sudah siap untuk kukirim ke neraka?" Lanjut Xue Yunlei.


"Ternyata kau masih merasa terlalu percaya diri untuk bisa mengalahkan diriku, tetapi tidak untuk kali ini...sebab kekuatanku tidak sama seperti sebelumnya." Balas Xue Zhao.


"Jika kau merasa sudah mampu untuk bisa mengalahkan ku, sebaiknya tidak perlu terlalu banyak bicara lagi...ayo kita buktikan siapa yang akan bertahan hidup." Ucap Xue Yunlei.


"Baiklah, tetapi ada satu hal yang ingin aku katakan kepadamu, bagaimana jika kali ini kita bertarung sampai ada salah satu dari kita kehilangan nyawa? Apakah kau menyetujuinya?" Tutur Xue Zhao.


"Baiklah, aku juga sangat menyetujui saranmu itu, sebab aku sudah lelah untuk mengejarmu." Balas Xue Yunlei.


~Bersambung~