
Teriakan yang menunjukkan semangat para prajurit kota Yin dan juga para pendekar yang tergabung yang ingin berperang melawan pasukan kerajaan begitu menggelegar.
"Sepertinya mereka tidak mengkhawatirkan keselamatan nona Shang Mingmei dan ibunya sehingga berniat untuk melawan kita." Gumam Yu Fei.
Mendengar gumaman pemimpin pasukan kerajaan itu, Ming Chuan pun langsung menanggapinya.
"Saudara Yu, yang aku tahu, basis kultivasi tuan muda Chen Kaibo berada diatas kita, jadi bagaimana kita menghadapinya?" Tanya Ming Chuan.
"Biarkan pasukan kavaleri menghujani mereka dengan melontarkan bola api dan ribuan tombak untuk bisa menghancurkan tembok kota dan menghabisi pasukan mereka."
"Dan jika itu dilakukan, kita lihat saja, pasti Chen Kaibo tidak akan membiarkan hal itu terjadi, sehingga dirinya akan menggunakan kekuatannya untuk menghadang serangan itu."
"Biarkan dia mengeluarkan sebagian besar energi qi yang dia miliki dan jika waktunya sudah tepat, kita berdua secepatnya secara bersama-sama menyerangnya."
Yu Fei terus menjelaskan rencana yang telah dia siapkan untuk bisa mengatasi Chen Kaibo yang adalah pendekar terkuat di kota Yin.
Dirinya berpikir, jika bisa mengatasi Chen Kaibo, sudah bisa dipastikan pasukannya mampu untuk memenangkan peperangan tersebut sehingga bisa menguasai kota Yin.
Mendengar rencana Yu Fei, Ming Chuan tersenyum puas dan langsung memuji kejeniusan pria sepuh yang duduk disampingnya itu.
Sedangkan sisi tembok bagian dalam kota Yin, diantara para pendekar yang tergabung, ada dua belas sosok pendekar terlihat menggunakan atribut yang berasal dari Organisasi Awan Merah.
Mereka terdiri dari lima orang pendekar raja, dua orang pendekar petapa, dua orang pendekar suci, dua orang pendekar petapa suci serta seorang pendekar agung yaitu Wen Liu yang saat itu sedang mengunjungi kota tersebut.
Merasakan situasi yang sangat mendesak tersebut, pendekar agung yang adalah pemimpin mereka segera memberi instruksi untuk membantu pasukan kota Yin dengan sekuat tenaga mereka.
Hal itu karena pemimpin tertinggi Organisasi Awan Merah berasal dari kota Yin dan orang itu adalah Xue Yunlei.
Namun sebelum terjadi pertempuran, Wen Liu segera maju untuk mendekati Chen Kaibo dan juga Xue Beng.
"Hormat kepada penguasa kota Yin dan juga kepada komandan pasukan!" Ucap Wen Liu sambil menangkupkan kedua tangannya.
"Apakah ada hal yang bisa kami bantu?" Tanya Chen Kaibo menanggapi.
"Perkenalkan, saya Wen Liu adalah salah satu petinggi dari Organisasi Awan Merah yang juga adalah bawahan dari pendekar Xue Yunlei!" Jawab Wen Liu memperkenalkan dirinya.
"Organisasi Awan Merah?"
"Bawahan tuan muda Xue Yunlei?"
Kata - kata yang terucap dari setiap orang yang mendengarnya.
Mereka merasa terkejut setelah mengetahui identitas Wen Liu.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Chen Kaibo dan Xue Beng serta para petinggi yang lainnya.
"Mohon maaf atas sikap kami yang tidak memperdulikan kehadiran tuan Wen Liu... Kami tidak bermaksud untuk mengacuhkan anda." Ucap Chen Kaibo dan diikuti juga oleh Xue Beng.
"Senang bisa bertemu dengan tuan Wen Liu!" Lanjut Xue Beng.
"Tuan-tuan, dengan situasi yang ada saat ini, sepertinya kita tidak perlu lagi berbasa-basi. Jika tuan berkenan, aku punya sedikit saran." Balas Wen Liu.
"Apa itu?" Tanya Xue Beng.
"Di lihat dari jumlah pasukan mereka, menurutku, sebaiknya kita tetap berada di dalam tembok kota untuk berlindung sambil menunggu bala bantuan yang akan datang." Tutur Wen Liu menyarankan.
"Tuan Wen Liu, bagaimana mungkin kita mendapatkan bantuan dari pihak lain? Yang menyerang kita saat ini adalah pasukan negara Xin, sehingga bisa dipastikan tidak akan ada pasukan dari kota lain yang akan datang untuk membantu kami." Balas Xue Beng.
"Tuan, meskipun anggota organisasi kami tidak terlalu banyak, namun mereka memiliki basis kultivasi yang berada diatas pasukan kota Yin ini."
"Sebab yang menjadi anggota organisasi kami, basis kultivasi terendah mereka adalah seorang pendekar raja." Tutup Wen Liu.
"Apa katamu? Basis kultivasi terendah anggota organisasi kalian adalah pendekar raja? Benar-benar sangat mengerikan." Ucap Xue Beng terkejut.
"Tuan Wen Liu, jika aku boleh tahu, ada berapa anggota mu yang hadir saat ini?" Tanya Chen Kaibo.
"Saat ini kami hanya berjumlah dua belas orang. Jika tuan menerima saranku, kami akan mengirimkan kabar kepada yang lain untuk segera datang kesini. Bagaimana?" Jawab Wen Liu dan juga balik bertanya.
"Jika itu yang tuan Wen Liu berkenan untuk membantu, kami akan dengan senang hati untuk menerima bantuan tersebut." Ucap Xue Beng.
"Aku Xue Beng, penguasa kota ini dan juga sebagai patriark dari klan Xue! Senang bisa bertemu dengan tuan Wen Liu!" Ujarnya.
"Aku Chen Kaibo, komandan pasukan kota ini! Senang bisa bertemu dan mengenal tuan Wen Liu!" Sambungnya.
Wen Liu pun segera mengirimkan pesan ke beberapa kota dimana anggota organisasi awan Merah berada untuk bisa dikabarkan juga ke paviliun Tieja dimana Zhuan Zhu berada.
Melihat kultivasi dari Wen Liu serta enam pendekar yang lain, Chen Kaibo pun langsung berkata.
"Tuan Wen Liu, apakah mereka ber-enam bisa memimpin sebagian pasukan kami?"
"Iya, mereka akan dengan senang hati untuk melakukannya." Jawab Wen Liu.
"Terima kasih! Tetapi ada satu hal lagi yang ingin saya minta dari tuan Wen Liu." Tutur Chen Kaibo.
"Komandan Chen tidak perlu sungkan, sampaikan saja." Balas Wen Liu.
"Aku ingin tuan Wen Liu untuk selalu berada disampingku saat kita bertempur nanti." Jawab Chen Kaibo.
Mereka pun akhirnya menyetujui saran dari Wen Liu agar bertahan didalam kota untuk menunggu bantuan datang.
Sedangkan di luar kota Yin, kini pasukan yang dipimpin oleh Yu Fei telah siap untuk melancarkan serangan.
"Jenderal! Pasukan sudah siap menerima perintah!" Seru seorang komandan pasukan.
"Lepaskan serangan ke arah tembok kota mereka!" Perintah Yu Fei.
Komandan pasukan itu pun segera memberikan isyarat kepada pasukannya untuk melepaskan serangan.
Bola api berukuran besar kini mulai dilontarkan oleh pasukannya dan mulai menuju ke tembok kota Yin.
"Lapor! Mereka telah melepaskan serangan menggunakan bola - bola api berukuran besar kearah kita!" Ujar seorang prajurit.
"Bagaimana tuan Wen? Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Chen Kaibo.
"Mari kita pergi untuk melihatnya." Ajak Wen Liu.
Mereka pun segera berjalan menuju ke gerbang kota Yin untuk melihat apa yang baru saja dilaporkan oleh prajurit tersebut.
Wen Liu dan Chen Kaibo bersama dengan para petinggi kota Yin kini bisa melihat ratusan bola api berukuran besar sedang melesat kearah tembok kota mereka.
Blaaarrr...blaaarrr...blaaarrr
Bunyi ledakan yang terjadi saat bola api itu menerjang tembok kota Yin.
"Hmmmpht...sepertinya mereka akan membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk bisa menghancurkan tembok kota ini, sebab tembok kota ini memiliki formasi pelindung yang sangat baik." Gumam Wen Liu.
Saat menajamkan penglihatannya, Yu Fei merasa terkejut setelah mengetahui bahwa ada formasi pelindung di tembok kota Yin.
"Sial! Ternyata mereka memiliki formasi pelindung untuk bisa menahan serangan kita. Baiklah, kalian lihat saja sekuat apa formasi pelindung kalian itu." Pikir Yu Fei.
"Lepaskan serangan bola api itu sebanyak mungkin!" Teriak Yu Fei.
Ratusan bola api kini kembali dilepaskan ke arah tembok kota Yin.
Arahkan ke dua titik! Yang satu titik ke tembok kota dan yang satunya lagi kearah gerbang kota!" Teriak Yu Fei lagi memberi perintah.
Hal itu segera dilakukan oleh para prajurit.
"Serangan datang! Semuanya mundur!" Teriak Chen Kaibo.
Setelah yang lainnya mundur, Chen Kaibo segera menciptakan formasi pelindung untuk melindungi gerbang kota dan segera mundur.
Booommm...booommm...booommm
Bunyi ledakan bersahut sahutan saat menerjang formasi pelindung milik Chen Kaibo yang melindungi gerbang kota Yin.
"Apakah kalian pikir formasi pelindung itu bisa bertahan untuk menahan gempuran ratusan bola api milikku? Benar- benar terlalu naif." Ujar Yu Fei melihat apa yang telah terjadi.
"Terus lancarkan serangan ke dua titik itu! Jangan berhenti sampai formasi pelindung itu hancur!" Lanjut Yu Fei.
Setelah ratusan bola api terus menerus menggempur formasi pelindung milik Chen Kaibo, akhirnya dinding formasi itu mulai tercipta keretakan.
Chen Kaibo segera menyalurkan energi qi miliknya untuk memperkuat formasi pelindung yang melindungi gerbang kota.
"Tuan Wen, jika seperti ini, energi qi milikku pasti bisa terkuras habis. Cepat pikirkan sebuah cara untuk kita lakukan." Ujar Chen Kaibo.
"Komandan Chen, apakah anda sudah mengetahui perlengkapan pasukan kavaleri mereka?" Tanya Wen Liu.
"Iya, mereka juga memiliki alat pelontar tombak." Jawab Chen Kaibo.
"Jika demikian, kita hanya butuh menahan gempuran mereka dalam beberapa jam saja, pasti bola api mereka itu akan habis, setelah itu, komandan Chen tidak perlu lagi menyalurkan energi qi untuk memperkuat formasi pelindung itu." Tutur Wen Liu.
"Tetapi, bagaimana jika dinding formasi pelindung ditembok kota ini dapat dihancurkan oleh terlebih dahulu?" Tanya Chen Kaibo lagi.
"Itu berarti, kita akan menghadapi serangan dari para pendekar yang ada dipihak mereka, sebab untuk bisa melewati tembok kota ini, hanya bisa dilakukan oleh seorang pendekar yang sudah memiliki basis kultivasi sebagai pendekar petapa keatas."
"Bagaimana bisa kita menghadapi mereka dengan kemampuan yang kita miliki saat ini? Apa lagi aku melihat para pendekar dari Partai Qing Ceng juga ada dipihak mereka." Tanya Chen Kaibo penasaran.
Wen Liu pun terkejut setelah mendengar bahwa ada anggota Partai Qing Ceng didalam pasukan yang akan mereka lawan.
Wen Liu pun segera memeriksa basis kultivasi para pendekar yang bergabung dengan mereka.
"Hmmmmphh, ternyata jumlah pendekar langit di pihak kita hanya tiga puluh orang saja, bagaimana mungkin kita menghadapi kekuatan mereka?" Gunam Wen Liu dalam hatinya.
Saat Wen Liu sedang memikirkan langkah yang akan selanjutnya mereka lakukan, tiba - tiba terjadi keributan di antara pasukan kota Yin.
"Apa yang sedang terjadi?" Tanya Xue Beng.
"Patriark! Ada beberapa orang pengemis sedang menyerang pendekar yang lain!" Seorang prajurit melaporkan.
"Cepat kalian pergi dan hentikan mereka!" Wen Liu memerintahkan bawahannya.
~Bersambung~