
Serangan Xue Yunlei ke arah sosok yang mengendalikan siluman membuat siluman yang menyerang penguasa kota dan yang lainnya langsung terhenti.
Booommm...booommm...booommm
Bunyi ledakan yang terjadi di salah satu hutan kecil yang berada di dalam kota Watlam, yang terletak tidak jauh dari tempat pertarungan terjadi, membuat para penduduk sangat terkejut.
Mereka berpikir bahwa telah terjadi kekacauan yang disebabkan oleh seekor siluman yang lainnya lagi.
Akibat serangan yang dilancarkan oleh Xue Yunlei, membuat pria itu terhempas ke tanah dan cairan merah kini terlihat keluar dari mulutnya.
"Brengsek! Siapa lagi sosok yang mengganggu kesenanganku ini? Apakah pendekar bertopeng itu lagi? Tidak mungkin! Itu tidak mungkin terjadi! Sebab mereka telah menyinggungnya, jadi dia pasti tidak akan membantu mereka". Gerutu sosok yang mengendalikan siluman sambil menahan rasa sakit.
Dengan cepat Xue Yunlei segera melesat pergi untuk menangkap pria yang mengendalikan siluman itu untuk diserahkan kepada penguasa kota Watlam.
Saat pria itu baru saja berdiri, dia dikejutkan dengan kehadiran pendekar bertopeng yang kini telah berdiri di depannya.
"Ka...kamu! Mengapa ka....".
Pria itu tidak bisa melanjutkan kata - katanya karena tangan kiri Xue Yunlei dengan cepat sudah mencengkram lehernya serta tangan kanannya segera menotok titik meridian agar tidak bisa melakukan perlawanan.
Tidak banyak berbasa-basi lagi, Xue Yunlei segera melesat ke arah dimana pertarungan antara penguasa kota Watlam dengan siluman yang saat ini sudah tidak lagi memberikan perlawanan dan menjadi bulan-bulanan mereka.
Setelah tiba ditempat penguasa kota berada Xue Yunlei segera melemparkan tubuh pria yang ditangkapnya itu ke arah penguasa kota Watlam.
Jin Huo langsung terkejut melihat pria yang dilemparkan oleh Xue Yunlei ke arahnya tersebut.
"Adik ketiga, apakah kamu yang melakukan semua ini? ". Tanya Jin Huo penasaran.
" Uhuk...uhuk, memangnya kenapa jika aku yang melakukannya? Apakah kamu merasa terkejut?". Balas pria itu dengan tatapan yang sangat membenci pria yang bertanya kepadanya.
Xue Yunlei yang mendengar bahwa Jin Huo mengenal pria yang dia tangkap itu segera berbalik untuk pergi.
Jin Huo yang kini merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat tidak sempat mengucapkan sepatah kata pun disaat Xue Yunlei meninggalkan tempat itu.
"Sebenarnya apa yang kau inginkan sehingga melakukan hal ini? ". Tanya Jin Huo dengan raut wajahnya yang sedih.
" Apa yang aku inginkan? Ha...ha...ha...ha...ha, aku menginginkan jabatanmu untuk menjadi penguasa kota Watlam ini, apa kau akan memberikannya kepadaku? ". Balas pria itu kepada Jin Huo dengan tatapan mata yang sedikit mengejek.
" Adik, memang aku sulit untuk memberikan tanggung jawab ku ini kepadamu, tetapi caramu untuk mendapatkan hal itu sangat merugikan kota Watlam ini, jadi bagaimana mungkin kamu bisa menjalankan tanggung jawab mu jika sikap kamu seperti ini".
"Aku juga pasti tidak akan menyetujuinya, karena leluhur kita dengan susah payah telah membangun kota ini, oleh karena itu kita harus menjaga dan melindunginya".
"Di tanganmu, kota ini tidak akan berkembang dengan pesat, tetapi jika aku yang menjadi penguasanya, aku ingin membuat kota ini menjadi lebih besar dan sangat berpengaruh di wilayah bagian barat negara Xin ini serta ditakuti oleh para pendekar dari suku Bar-Bar". Balas pria itu menanggapi perkataan Jin Huo.
"Adik, tetapi caramu untuk mencapai hal itu semestinya tidak perlu untuk mengorbankan penduduk kota ini". Tanggapan Jin Huo dengan tegas.
" Tangkap dan kurung dia, kita akan mengadilinya agar tidak lagi bisa untuk melakukan kekacauan di kota ini ". Perintah Jin Huo sambil menatap ke arah para prajurit yang telah mendekati mereka.
Puluhan prajurit segera mengikat tengan dan kaki pria itu dengan rantai dan segera dibawa mereka ke penjara kota Watlam.
Sesaat setelah memerintahkan para prajurit, kini Jin Huo mulai melihat ke segala arah untuk menemukan sosok yang telah membantunya untuk menangani masalah itu.
"Dimana pendekar bertopeng itu? Apakah kalian melihatnya? ". Tanya Jin Huo.
" Pendekar bertopeng itu langsung pergi setelah mengantarkannya ". Ungkap salah satu pria tua yang adalah pelindung kota Watlam.
" Penguasa, ini baru permata sebagai inti jiwa dari siluman itu ". Sambung pria tua lainnya sambil menyodorkan sebuah batu yang mengeluarkan cahaya kepada Jin Huo.
***
Di sebuah hutan, terlihat ada dua sosok yang melakukan perjalanan dengan berjalan kaki.
Kedua sosok itu adalah Xue Yunlei dan juga Bao Meng Ling yang ingin melanjutkan perjalanan mereka ke kota Rong Cheng.
"Tuan, bagaimana situasi yang terjadi saat tuan menyerahkan pria itu? Apakah penguasa kota Watlam berterima kasih kepadamu? ". Tanya Bao Meng Ling.
" Aku tidak mengharapkan rasa terima kasih darinya, karena apa yang aku lakukan itu karena dorongan darimu".
"Jika kamu tidak mendorongku untuk melakukan hal itu, pasti aku tidak akan melakukannya". Jelas Xue Yunlei.
" Jadi jika aku tidak mendorong tuan untuk melakukan hal itu, apakah tuan tidak akan melakukannya? ". Tanya Bao Meng Ling lagi.
" Iya, memang aku tidak akan melakukannya, bagaimana bisa aku membantu mereka setelah apa yang mereka lakukan hal yang membuat hatiku terluka!?".
"Tuan, tetapi apa yang tuan lakukan itu, menurutku sudah tepat, karena jika kita kembali lagi ke kota ini, pasti mereka akan memperlakukan kita dengan sangat baik".
" Aku tidak butuh perlakuan baik dari mereka, tetapi jika mereka tidak memperlakukanku dengan baik, pasti aku akan menghancurkan mereka ".
"Menurutku, pemikiran tuan harus lebih dingin lagi untuk menghadapi sifat orang-orang seperti mereka, sebab menurut apa yang aku ketahui dengan melihat apa yang ayahku alami sebagai seorang penguasa kota, memang tidak mudah untuk mengemban tugas itu".
" Ayahku terkadang sering tidak mempercayai siapapun yang ada didekatnya".
"Sehingga menurutku, seorang pemimpin itu selalu merasakan krisis kepercayaan terhadap seluruh bawahannya, dan hal itu karena tanggung jawab yang dia emban".
" Oleh karena itu, tuan tidak perlu memikirkan sikap yang ditunjukkan oleh tuan Jin Huo, karena memang sudah seperti itulah seorang pemimpin ". Tutup Bao Meng Ling.
" Sudahlah, tidak perlu lagi kita membicarakan hal itu, lebih baik saat ini, kita membicarakan tentang bagaimana kita melanjutkan perjalanan kita saat ini ".
" Tuan, dengan kemampuan yang tuan miliki saat ini, menurutku tidak ada gunanya untuk membicarakan tentang perjalanan kita, sebab menurut apa yang aku ketahui, tuan memiliki kemampuan yang sulit untuk ditandingi oleh setiap pendekar yang ada di negara Xin ini, jadi untuk apa membahasnya lagi ".
Yang aku ketahui, kemampuanku ini belumlah seberapa, sebab aku juga pernah bertemu dengan seorang pendekar yang lebih kuat dari ku".
" Oleh karena itu, kamu keliru jika berpikir bahwa kemampuanku ini sulit untuk bisa ditandingi ".
"Saat kita tiba di desa yang akan kita lalui nanti, aku akan membeli dia ekor kuda untuk kita gunakan, karena aku harus menghemat energi qi yang aku miliki".
"Terserah kamu saja". Balas Bao Meng Ling dengan nada suara yang ketus.
Xue Yunlei yang melihat tingkah gadis itu hanya bisa tersenyum.
" Sifat gadis ini mengingatkan aku kepada nona Xiao Lin Meng, bagaimana dengan keadaannya? Aku telah mencari mereka di kota Shenmu akan tetapi tidak menemukan mereka ".
" Apakah mereka belum selesai berkultivasi? Atau mereka telah kembali ke kota Chingli? ". Pikir Xue Yunlei.
" Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu, apa yang sedang dia pikirkan? ". Pikir Bao Meng Ling saat melihat Xue Yunlei.
" Ling'er, apakah kamu merasa lelah? ". Tanya Xue Yunlei.
" Jangan panggil aku seperti itu, aku ini bukan adikmu. Dan aku tidak mau menjadi adikmu ". Bao Meng Ling menanggapi pertanyaan Xue Yunlei dengan memprotes panggilan pemuda itu.
Xue Yunlei hanya bisa tersenyum mendengar tanggapan yang diberikan oleh gadis yang berjalan disampingnya.
~Bersambung~