PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 323. Akhir Dan Hasil Pertarungan


Setelah sedikit berpikir dan melihat kondisi bawahannya yang sedang bertarung, akhirnya Xue Yunlei pun berteriak.


"Berhenti!"


"Berhenti!" Teriak Qing He juga mengikuti apa yang Xue Yunlei lakukan.


Dua kekuatan yang sedang bertarung itu segera menghentikan pertarungan dan kembali memperbaiki posisi berdiri mereka.


Sedangkan lima peri yang lain masih melakukan pertarungan dengan kedua makhluk milik Yuding Chengzhang dan Sun Cihang.


"Cepat tarik dua makhluk kalian!" Ucap Qing He.


Keduanya segera menarik kembali kedua makhluk tersebut, sehingga lima peri yang menghadapi mereka pun bisa beristirahat.


Semuanya segera mendekat dan langsung berdiri di samping Qing He dan Xue Yunlei.


"Pendekar muda, apakah anda ingin menghentikan pertarungan ini?" Tanya Qing He untuk memastikan apa yang Xue Yunlei inginkan.


"Jika kita menghentikan pertarungan ini, apakah kalian bisa melupakan masalah kita sebelumnya?" Tanya Xue Yunlei.


"Iya, kami akan melupakan masalah yang telah terjadi sebelumnya, namun kalian juga harus melupakan masalah yang telah terjadi diantara kita...bagaimana?" Jawab Qing He dan lanjut bertanya.


"Baiklah, aku setuju untuk menghentikan pertarungan ini dan melupakan masalah yang telah terjadi diantara kita." Ucap Xue Yunlei.


"Kakak! Lebih baik kita melanjutkan pertarungan ini, agar supaya tidak akan terjadi lagi dikemudian hari!" Ujar Zhen Puxian.


"Menurutku, perkataan pendekar muda ini tidak bisa dipercaya, sebab dirinya sudah bergaul dengan bangsa peri apa lagi telah bergaul dengan bangsa siluman." Lanjut Zhen Puxian.


"Apakah ada yang salah jika dia bergaul dengan para peri dan bangsa siluman?" Qing He balik bertanya kepada Zhen Puxian.


"Kakak harus berpikir, jika kedua makhluk itu bersinggungan dengan bangsa manusia, pasti dia akan berdiri dipihak mereka dan balik menyerang bangsanya sendiri." Jawab Zhen Puxian.


"Sepertinya anda terlalu egois, sehingga bisa berpikir seperti itu...aku hanya ingin bertanya kepadamu, apakah aku akan membela bangsa peri dan bangsa siluman yang seenaknya berbuat hal yang buruk bagi manusia tanpa sebab? Ataukah aku membiarkan setiap manusia yang mencoba memburu bawahanku ini?"


"Coba kau jelaskan!" Tutup Xue Yunlei.


"Pendekar muda, perkataan adik seperguruan ku itu, tolong jangan dimasukkan kedalam hati." Ucap Qing He mencoba untuk menengahi.


"Senior, sampai mati pun, adik seperguruan mu itu tidak akan bisa mencapai keabadian jika terus menerus berpikir seperti itu." Balas Xue Yunlei.


"Kakak Qing He, mengapa dari tadi aku tidak melihat kehadiran adik Leng Daoxing?" Tanya Yuding Chengzhang.


"Adik Liusun, mengapa adik Leng Daoxing tidak kunjung datang? Apa yang telah terjadi dengan dirinya?" Tanya Qing He kepada saudara seperguruannya.


Semuanya pun baru menyadari hal itu dan saling bertanya satu dengan yang lain.


Huaxianzi yang telah membunuh Leng Daoxing hanya tersenyum setelah mendengar pembicaraan para pendekar yang adalah lawan mereka.


"Huaxianxzi, apakah kau mengetahui keberadaan saudara seperguruan mereka?" Tanya Xue Yunlei.


"Aku yang telah membunuhnya!" Jawab Huaxianzi sambil berbisik.


Xue Yunlei langsung terkejut setelah mendengar jawaban Huaxianxzi.


"Sepertinya posisi kita sudah diuntungkan karena telah membunuh tiga saudara seperguruan mereka. Sedangkan korban yang jatuh dipihak kita hanya satu saja." Pikirnya.


"Apakah kalian sudah melupakan kami?" Teriak Xue Yunlei untuk mengalihkan perhatian mereka.


"Pendekar muda, maafkan kami jika telah mengabaikan kalian, namun saat ini kami sedang membahas hal yang lebih penting lagi." Tutur Qing He menanggapi.


"Kakak, apakah adik Leng Daoxing telah tewas ditangan mereka!?" Ujar Zhen Puxian menebak.


"Bukankah kalian telah membunuh salah satu diantara mereka?" Yuding Chengzhang menanggapi.


"Memang saat kami bertarung, kemampuan mereka lebih lemah dari kita, sehingga kami dengan mudah membuat salah satu diantara mereka terbunuh dan melarikan diri." Ucap Zhen Puxian.


"Iya, benar yang dikatakan oleh kakak Zhen Puxian, jadi tidak mungkin kedua peri itu bisa membunuh adik Leng Daoxing." Sambung Ju Liusun sambil menunjuk ke arah Shuhou dan Huaxianzi.


"Kedua peri itu? Bagaimana mungkin kau berpikir mereka berdua itu lemah!? Salah satu diantara mereka saja sanggup membuatku kewalahan, apa lagi mereka berdua!?" Tutur Yuding Chengzhang yang telah merasakan kemampuan Huaxianzi.


"Hei pria busuk! Mengapa menunjuk kearahku? Apakah ada yang salah denganku?" Tanya Huaxianzi dengan nada kesal.


"Apakah kalian berdua yang telah membunuh saudara seperguruan kami?" Tanya Zhen Puxian.


"Brengsek! Aku harus membunuhmu!" Teriak Zhen Puxian sambil melesat untuk menyerang Huaxianzi.


"Hentikan!" Teriak Qing He.


Namun Zhen Puxian tidak menghentikan niatnya dan terus melanjutkan tindakannya.


Huaxianzi tetap diam tidak bergerak karena sudah di berikan isyarat oleh Xue Yunlei untuk tidak meladeni tindakan Zhen Puxian.


Dari arah samping kiri dan kanan tubuh Zhen Puxian, kini terlihat seekor naga berwarna kuning keemasan dan seekor naga kayu langsung tercipta dan segera menerjang tubuh Zhen Puxian.


Booommm


Bunyi ledakan saat kedua naga yang terbentuk dari energi qi milik Xue Yunlei langsung mengenai tubuh Zhen Puxian dan membuatnya terhempas sejauh ratusan meter.


"Tidaaak!" Teriak Huang Taiyi dan segera melesat untuk melihat kondisi Zhen Puxian.


Ketujuh pria yang lain pun merasakan hal yang sama dengan apa yang Huang Taiyi rasakan saat melihat tubuh Zhen Puxian terkena serangan Xue Yunlei.


"Itu kesalahannya, jika mereka ingin bertarung lagi, posisi kita saat ini sudah berada diposisi yang menguntungkan." Pikir Xue Yunlei.


Berbeda dengan Qing He, tubuh pria sepuh itu langsung merasa lemas akibat tindakan yang dilakukan oleh Zhen Puxian serta apa yang menimpanya.


"Situasi saat ini sudah tidak bisa dipaksakan lagi, sebab kita sudah berada di posisi yang sangat tidak menguntungkan." Pikir Qing He.


"Kakak Qing He, apa langkah yang harus kita lakukan saat ini?" Tanya Yuding Chengzhang ingin memastikan.


"Sebaiknya kita akhiri saja pertarungan ini, sebab situasi saat ini sangat menguntungkan pihak mereka." Jawab Qing He.


"Apakah masih ada yang ingin datang untuk menyerang kami?" Ujar Xue Yunlei menantang.


"Pendekar muda, kita akhiri saja perselisihan diantara kita...untuk selanjutnya, kami tidak akan mengungkit lagi masalah yang pernah terjadi." Balas Qing He tulus.


"Apakah keputusanmu itu bisa dipegang oleh saudara seperguruan mu yang lain?" Tanya Xue Yunlei lagi untuk memastikan.


"Aku menjamin perselisihan kita tidak akan terjadi lagi." Jawab Qing He untuk meyakinkan Xue Yunlei.


"Aku juga menjaminnya." Sambung Yuding Chengzhang menambahkan.


Di tempat dimana tubuh Zhen Puxian berada, kini Huang Taiyi sedang memeriksa kondisi luka yang diderita oleh adik seperguruannya itu.


"Ternyata serangan pemuda itu mengakibatkan luka dalam yang serius bagi adik Zhen Puxian. Aku harus memberi perhitungan dengannya!" Huang Taiyi mengerutu sambil menggertakkan giginya.


Ia pun segera bangkit dan langsung menatap tajam ke arah Xue Yunlei.


Energi qi miliknya kini mulai merembes keluar dari dalam tubuhnya dan mulai membentuk menjadi seperti sebuah golok yang berukuran besar.


Merasakan ada energi besar yang berasal dari posisi dimana Zhen Puxian berada, Qing He segera memalingkan pandangannya dan kembali berteriak.


"Adik Huang Taiyi, hentikan tindakanmu itu!"


"Apakah kau takut dengan pemuda itu?" Tanya Huang Taiyi seakan tidak ingin mendengarkan perkataan Qing He.


"Jika kau tidak mendengarkan perkataanku, jangan salahkan aku jika terjadi apa - apa dengan mu!" Tutur Qing He lagi mengingatkan Huang Taiyi.


"Adik Huang, jangan bersikap seperti itu! Tindakanku itu bisa memberikan kerugian yang sangat besar bagi kita. Untuk itu, aku berharap kau mengurungkan niatmu itu." Yuding Chengzhang menambahkan.


"Kau adalah seorang pendekar yang memiliki basis kultivasi diranah Xian, sudah sewajarnyalah untuk berpikir lebih bijak lagi." Yuding Chengzhang melanjutkan.


Huang Taiyi pun hanya bisa terdiam setelah mendengar apa yang disampaikan oleh kedua saudara seperguruannya itu.


Hingga akhirnya dia segera menarik kembali tindakan yang akan dia lakukan.


"Tuan muda, mohon maaf atas ketidaknyamanan yang sudah anda rasakan selama ini." Ucap Qing He lagi.


"Baiklah, jika demikian, kami pamit undur diri." Balas Xue Yunlei.


"Ayo kita pergi." Lanjutnya mengajak Huaxianzi dan yang lainnya.


Huang Taiyi segera membawa tubuh Zhen Puxian yang saat itu sudah tidak sadarkan diri agar bisa disembuhkan.


~Bersambung~