
Mendengar pertanyaan dari Bei Feiyan, membuat Xue Yunlei merasa terkejut, karena pertanyaan tersebut juga sempat ditanyakan oleh gurunya dihutan terlarang.
Setelah mendapatkan pertanyaan dari Xue Yunlei, Bei Feiyan segera menjelaskan.
"Mohon ampun jika perkataanku akan menyinggung hati dan perasaan ketua Xue".
" Akan tetapi menurut apa yang aku tau, roh seorang dewa biasanya ingin mencari tubuh manusia yang cocok untuk dia gunakan sebagai wadah agar dirinya bisa bebas dan bisa keluar dari tempat dimana dia dikurung ".
" Namun tubuh yang akan menjadi wadah bagi rohnya itu haruslah istimewa karena harus bisa menampung kekuatan sejati yang dia miliki, sehingga tubuh manusia itu harus memiliki tulang dan otot yang kuat serta memiliki ruang dantian yang sangat besar ". Bei Feiyan menjelaskan.
Mendengar penjelasan dari pria tua didepannya membuat Xue Yunlei terdiam dan mulai berpikir benar tidaknya perkataan Bei Feiyan itu.
" Tuan Bei, menurut apa yang Anda ketahui, apakah roh dewa tersebut memiliki kekuatan yang bisa membunuh seseorang yang berada jauh dari tempat dia dikurung? ". Tanya Xue Yunlei penasaran.
" Ketua Xue, seorang pendekar dewa saja, mampu melakukan hal itu sejauh puluhan mil jauhnya, apa lagi itu roh seorang dewa sejati, dia pasti bisa melakukannya ". Jawab Bei Feiyan serius.
Sepertinya ada yang salah dengan semua ini, itulah yang menyebabkan guru terlihat sangat khawatir dengan apa yang aku ceritakan". Pikir Xue Yunlei.
Pemuda itu tanpa dia sadari segera mengeluarkan benda yang gurunya berikan untuk dia buka disaat telah meningkatkan kualitas tulangnya.
Xue Yunlei tidak memperdulikan tatapan orang - orang yang mengetahui bahwa dirinya memiliki cincin ruang yang sangat jarang dimiliki oleh para pendekar langit sekalipun.
Disaat Xue Yunlei membuka pemberian gurunya, pemuda itu segera mendapati bahwa sumber daya yang akan digunakan oleh gurunya untuk meningkatkan basis kultivasinya kini telah diberikan kepadanya.
Wajah pemuda itu langsung berubah menjadi sangat khawatir karena telah mengetahui jika gurunya itu telah sengaja memberikan hal itu kepadanya karena roh dewa itu akan membunuhnya.
"Sial, rupanya guru telah mengetahui tujuan roh itu sehingga telah memberikan sumber daya miliknya kepadaku". Pikir Xue Yunlei dengan wajah yang sangat emosi.
" Ketua Xue, menurut saranku, sebaiknya jika basis kultivasinya hanya sebagai pendekar agung, harus segera ditingkatkan agar bisa menghadapi roh dewa itu ".
" Hanya kekuatan seorang pendekar dewa yang mampu mengimbangi kekuatan roh dewa tersebut, karena kemampuan yang dia miliki masih sebagian saja, tetapi jika dirinya telah memiliki sebuah wadah, kekuatan kita di dunia ini tidak ada artinya". Tutup Bei Feiyan.
"Sial, bagaimana bisa aku menerobos untuk menjadi seorang pendekar dewa jika sumber daya yang aku miliki hanya seperti ini!? ". Pikir Xue Yunlei kecewa.
" Aku harus pergi untuk melihat kondisi guruku, apakah dirinya masih baik - baik saja!? ". Pikir Xue Yunlei lagi.
" Aku harus memiliki setidaknya baru permata dari seekor makhluk langit serta baru permata dari seekor siluman yang telah berusia sepuluh ribu tahun keatas ". Xue Yunlei mulai merencanakan langkah yang harus diambilnya untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan dia hadapi saat mengunjungi gurunya dihutan terlarang.
" Tuan Bei, kalau begitu kalian persiapkan saja paviliun yang akan menjadi markas organisasi kami dikota ini, aku akan menunda terlebih dahulu perjalananku untuk menuju ke kota Rong Cheng". Ujar Xue Yunlei.
"Tetua Pi Chen, tetua Mu Sha aku harap kalian berdua bersama dengan empat anggota lainnya segera melakukan pengawalan bagi para pedagang dari kota Yenan ini untuk menuju ke kota Chang'an, karena aku akan kembali ke kota Yin untuk mengecek hal yang aku khawatirkan". Ujar Xue Yunlei.
"Dan untuk kedua anggota lainnya, mereka akan menjaga nona Bao sementara waktu untuk tinggal di kota ini".
" Tidak mau! Aku harus pergi bersama denganmu ke kota Yin ". Bao Meng Ling menyanggah perkataan Xue Yunlei.
" Aku juga ingin melihat pemandangan dikota asalmu itu". Lanjutnya lagi dengan nada suara yang ketus.
"Ling'er, aku kesana bukan untuk main - main,karena tujuanku kesana bukan untuk...". Xue Yunlei tidak bisa melanjutkan kata - katanya.
" Tidak mau, aku harus ikut denganmu ". Ujar Bao Meng Ling memotong perkataan Xue Yunlei.
" Gadis ini tawananku atau adikku? Kenapa sangat menyebalkan seperti ini!? ". Pikir Xue Yunlei merasa bingung dengan sikap Bao Meng Ling.
" Ternyata aku sudah salah mengambil pilihan untuk membawa dirinya ". Pikir Xue Yunlei lagi dengan kesal.
"Tuan Bei, jarak terdekat dari kota Yenan ini ke kota Yin berapa Li jauhnya? ". Tanya Xue Yunlei penasaran.
"Apa lagi medan jalan yang tidak mulus akan membuat kuda yang Ketua tunggangi bisa terluka dan cidera berat".
" Dan jika Ketua Xue ingin pergi lewat udara itu juga membutuhkan waktu selama dua hari penuh, sebab jika Ketua Xue memaksa, energi qi milik Ketua Xue akan terkuras habis ".
" Sudahlah...sudahlah, gadis ini saja sudah membuatku pusing, apa lagi ditambah dengan penjelasanmu, cepat katakan saja berapa Li jarak kota Yin dari kota Yenan ini!? ". Xue Yunlei menyanggah penjelasan Bei Feiyan.
Beberapa pria tua yang ada didalam ruangan itu kini menahan tawa mereka saat mendengar pernyataan Xue Yunlei.
Sedangkan Bao Meng Ling hanya bisa menatap pemuda itu dengan wajah cemberut.
Bei Feiyan segera menjawab pertanyaan Xue Yunlei.
" Ketua, kira - kira berjarak 900 Li dari kota Yenan ini ". Jawab Bei Feiyan.
" 900 Li, berarti dengan kemampuanku ini, aku membutuhkan waktu selama sehari penuh untuk bisa tiba di desa hutan luar kota Yin sebelum desa Shui".
"Namun jika membawa serta nona Bao, itu akan memakan waktu selama tiga hari penuh...benar - benar sangat menyebalkan!? ". Gerutunya didalam hati.
Akan tetapi dari wajah Xue Yunlei mereka yang ada diruangan itu, bisa melihat kekesalan dihatinya.
"Biarlah, aku terpaksa harus membawa nona Bao bersamaku, mungkin sehari penuh cukup bagiku untuk memulihkan kembali energi qi yang telah terkuras jika dibantu dengan sumber daya milik guru".
" Aku harap tidak terjadi apa - apa dengan guru ". Pikir Xue Yunlei lagi.
" Besok pagi aku bersama nona Bao akan pergi ke kota Yin, cepat kirimkan pesan kepada tetua Duan Xingyu, untuk memerintahkan tetua Su Shao, tetua Bo Xiang serta tetua Zhao Ning bersama dengan tetua dan anggota lainnya untuk datang ke kota Yenan ini ".
" Sebab organisasi kita akan menerima misi yang kemungkinan besar membutuhkan banyak tenaga, lebih khusus tenaga para pendekar langit ".
"Baik Ketua! ". Jawab tetua Mu Sha.
" Tuan Bei, tolong siapkan kamar untukku beristirahat, sebab besok pagi saat fajar menyingsing, aku sudah harus pergi ke kota Yin". Perintah Xue Yunlei.
"Iya, siapkan juga kamar untukku, aku juga ingin beristirahat karena akan pergi bersama dengannya besok pagi! ". Sambung Bao Meng Ling.
Xue Yunlei hanya bisa menggelengkan kepalanya menghadapi sikap Bao Meng Ling.
Bei Feiyan saat itu juga segera memerintah seorang prajurit untuk menyiapkan kamar bagi Xue Yunlei dan juga Bao Meng Ling serta yang lainnya.
Beberapa saat kemudian, seorang prajurit segera melaporkan bahwa kamar untuk kedua muda - mudi itu telah siap ditempati.
"Tolong antarkan Ketua Xue dan yang lainnya kekamar yang sudah disiapkan tersebut". Perintah Bei Feiyan.
" Tuan Bei, terima kasih untuk jamuannya! Kami pamit undur diri". Ucap Xue Yunlei sambil menangkup kan kedua tangannya dan diikuti juga oleh dua orang tetua.
Bei Feiyan dan juga dua pelindung kota Yenan segera mengantarkan Xue Yunlei dan yang lainnya sampai didepan pintu gerbang aula pribadi miliknya dan dilanjutkan oleh para prajurit.
Kini sepuluh orang itu segera berjalan menuju ke kamar yang sudah disediakan.
Awalnya mereka semua menuju ke kamar Xue Yunlei untuk mengantar pemuda itu.
Kemudian tetua Pi Chen segera pergi ke kamar Bao Meng Ling untuk bersama dengan gadis itu.
Sedangkan tetua Mu Sha berada di salah satu kamar dan berkonsentrasi untuk menjaga keamanan mereka bersama dengan enam orang anggota lainnya yang berdiri tepat di depan pintu ketiga kamar yang mereka tempati.
~Bersambung~