PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 139. Tempat Berkultivasi


Setelah semakin dalam menyelam, akhirnya Xue Yunlei bisa melihat sebuah cahaya didasarkan kolam itu.


Pemuda itu semakin bersemangat untuk bisa mendapatkan cahaya yang dia pikir berasal dari sebuah benda berharga.


Namun semakin dalam dia menyelam, semakin terasa jauh untuk bisa menggapai benda tersebut.


"Aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi untuk menahan nafas didalam air, aku harus segera mendapatkan benda itu". Xue Yunlei membantin dan dengan sekuat tenaga terus berusaha untuk bisa mendapatkan benda yang dia lihat.


Namun saat dirinya baru saja berpikir untuk kembali naik kepermukaan, sebuah pusaran air yang kuat langsung menariknya hingga tertarik kebawah.


"Apa ini? Mengapa ada hal seperti ini didalam kolam ini? ". Pikir Xue Yunlei merasa sangat terkejut dengan kejadian itu.


Dirinya kemudian mengerahkan kekuatan puncaknya agar bisa melepaskan diri dari pusaran air itu.


Namun usahanya itu hanya sia-sia, sebab kekuatan pusaran air itu sangat kuat sehingga tubuhnya tetap terus tertarik kedalamnya.


Beberapa saat kemudian tubuh Xue Yunlei jatuh ke tanah dengan posisi tersungkur.


Pemuda itu pun segera membuka matanya dan mulai menatap kearah sekelilingnya untuk memperhatikan dimana kini dirinya berada.


"Dimana aku ini? Apakah ini adalah dunia lain? Bagaimana bisa didasar kolam memiliki ruangan sebesar ini? Apalagi diatas sana terlihat seperti langit biru yang sangat indah".


Hati dan pikiran Xue Yunlei langsung saling bertolak belakang saat dirinya kini telah berada di tempat yang sangat asing yang diketahuinya berada didasar kolam itu.


Apa lagi ditempat itu saat ini terlihat terang, berbanding terbalik dengan situasi di tempat sebelumnya yang masih gelap karena malam hari.


Pemandangan di alam itu membuat Xue Yunlei merasa sangat senang, sebab ada begitu banyak sumber daya yang tumbuh.


Tempat itu juga memiliki energi alam yang lebih tebal dari apa yang dia rasakan saat berada di dalam goa.


Setelah mengamati tempat itu, kini Xue Yunlei mulai berpikir bagaimana caranya agar dia bisa kembali.


Xue Yunlei langsung bermeditasi dan mulai menggunakan kekuatan jiwanya untuk bisa menemukan jalan keluar dari tempat tersebut.


Setelah beberapa waktu bermeditasi, pemuda itu tidak bisa menemukan jalan keluar dari tempat itu.


"Sial, meskipun aku berkultivasi untuk bisa menjadi seorang pendekar dewa, apa gunanya jika aku tidak bisa keluar dari tempat ini!? ".


" Aku harus bisa menemukan jalan keluar dari tempat ini, agar disaat aku telah meningkatkan basis kultivasi ku, aku bisa meninggalkan tempat ini ". Pikir Xue Yunlei yang segera melesat terbang.


Namun tindakannya itu membuat tubuhnya terjatuh ketanah.


Buk


" Sialan, mengapa aku tidak bisa terbang di tempat ini? ". Gerutunya setelah terjatuh.


" Apakah di tempat ini tidak bisa menggunakan ilmu bela diri? ". Xue Yunlei membantin.


Pemuda itu pun segera bangkit dan mulai berjalan menyusuri setiap tempat yang menurutnya terdapat pintu keluar dari tempat itu.


Namun setelah beberapa waktu berjalan, Xue Yunlei tidak bisa menemukan apa yang dia cari, sehingga pemuda itu pun beristirahat sejenak.


Karena dirinya merasa sudah bisa melanjutkan pencariannya, Xue Yunlei kembali melanjutkan perjalanan.


Saat melakukan perjalanan untuk mencari pintu keluar dari tempat itu, Xue Yunlei terus mengambil berbagai macam tanaman roh yang berusia ribuan tahun yang dia temui.


Setelah berjalan beberapa jam, akhirnya Xue Yunlei menemukan dua buah pilar besar dan tinggi berdiri di dinding sebuah tebing.


"Apakah ini pintu keluar dari tempat ini? Aku harus mencoba untuk bisa keluar dari tempat ini, jika aku berhasil, setelah selesai dengan urusanku di markas partai Rong Ceng aku akan kembali lagi ke sini". Pikir Xue Yunlei.


Pemuda itu pun segera berjalan menuju ke antara kedua pilar besar tersebut.


Setelah melewati kedua pilar besar itu, akhirnya tubuh Xue Yunlei kembali tertarik oleh sebuah kekuatan yang tidak bisa dia lawan.


Dan benar saja, beberapa saat kemudian akhirnya tubuhnya kini sudah terdorong keatas permukaan air kolam.


Wajah pemuda itu langsung sumringah karena bisa menemukan tempat yang bisa dia gunakan untuk meningkatkan basis kultivasinya untuk menjadi seorang pendekar dewa.


Xue Yunlei kembali menyelam dan mengambil beberapa gingseng air yang memiliki usia ribuan tahun.


Setelah selesai mengambil beberapa gingseng air, Xue Yunlei kembali ke atas dan segera pergi meninggalkan tempat itu.


Xue Yunlei berpikir bahwa kesepuluh peri itu merasa sangat khawatir dengannya, sebab sudah seharian pergi meninggalkan mereka.


Karena saat berada di tempat asing itu, Xue Yunlei telah menghabiskan waktu selama sepuluh jam untuk bisa menemukan pintu keluar.


Saat pemuda itu keluar dari dalam goa, kesepuluh peri itu menatapnya dengan tatapan yang biasa saja, tidak nampak keterkejutan diwajah mereka.


Dan situasi di luar goa itu masih terlihat sedikit gelap, karena disinari oleh cahaya bulan, yang menandakan waktu saat ini masih malam hari.


"Apakah kalian sudah lama menungguku? ". Tanya Xue Yunlei mencoba untuk mengetahui apakah dirinya benar-benar telah lama meninggalkan mereka.


" Tidak penguasa, anda belum lama masuk dan kembali lagi kesini". Jawab Huaxianzi.


"Penguasa, apakah ada yang salah dengan tempat ini? ". Lanjut peri itu bertanya.


" Tidak, tidak ada yang salah dengan tempat ini". Jawab Xue Yunlei.


"Cepat kalian bermeditasi untuk mengembalikan tenaga kalian yang telah digunakan". Perintah Xue Yunlei.


Kesepuluh peri itu segera melakukan apa yang Xue Yunlei perintahkan.


Masing-masing dari mereka memilih tempat yang tepat untuk mereka bermeditasi.


Sedangkan Xue Yunlei kini duduk untuk mengawasi sekitar tempat itu agar bisa menjaga kesepuluh peri yang sedang ber kultivasi.


Saat matahari mulai memancarkan sinarnya, kesepuluh peri itu sudah selesai ber kultivasi.


Akhirnya mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka untuk menuju ke kota Rong Cheng.


***


Di sebuah paviliun yang berada kota Chang'an, seorang pemuda terlihat telah bersiap untuk berangkat menuju ke penginapan Huaqing.


"Ayo, kita harus tiba secepatnya agar bisa mentraktir ketua Xue dan yang lainnya untuk sarapan sebelum mereka pergi dari kota Chang'an ini". Ucap Li Ziquan mengajak kedua pengawalnya.


Mereka bertiga segera bergegas untuk menuju ke penginapan Huaqing.


Setelah memasuki penginapan tersebut, Li Ziquan langsung di sambut oleh seorang pelayan.


"Selamat datang tuan muda Li Ziquan, apakah ada yang bisa saya bantu? ". Tanya pelayan itu.


" Iya, tolong kamu pergi ke kamar ketua Xue Yunlei dan katakan kepadanya bahwa aku sedang menunggu disini untuk mentraktir mereka sarapan ". Jawab Li Ziquan.


" Baik tuan muda Li, silahkan anda duduk ". Balas pelayan itu mempersilahkan dan segera pergi meninggalkan ketiga sosok itu.


Li Ziquan dan kedua pengawalnya segera duduk di tempat yang telah mereka pilih untuk sarapan.


Saat pelayan itu sampai didepan pintu kamar yang ditempati oleh Xue Yunlei, dirinya pun mengetuk pintu kamar itu sambil memanggil.


Namun tidak ada yang membukakan pintu atau pun yang bersuara menjawab panggilannya. Hal yang sama juga dialami saat dirinya mendatangi kedua kamar lainnya.


Pelayan itu pun segera membuka pintu kamar dan melihat sudah tidak ada lagi sosok yang menempati kamar tersebut.


Dia segera kembali untuk memberitahukan hal itu kepada Li Ziquan.


"Tuan muda Li, mereka sudah tidak berada lagi di kamar yang mereka tempati, kemungkinan besar mereka telah pergi saat hari masih gelap". Ucap pelayan memberitahukan kepada Li Ziquan.


" Sepertinya kita sudah terlambat, aku tidak menyangka jika ketua Xue Yunlei dan yang lainnya akan pergi secepat itu ". Tutur Li Ziquan dengan nada suara kecewa.


Niat untuk sarapan langsung pupus, sehingga mereka bertiga segera kembali lagi ke paviliun Binjian.


~Bersambung~