
Mendapatkan pertanyaan balik dari Xue Yunlei membuat kedua pria sepuh yang berdiri didepannya itu saling menatap satu dengan yang lain seakan ingin mendapatkan jawaban.
"Kenapa kalian hanya saling menatap? Apakah kalian tidak bisa menjawab pertanyaan ku barusan?" Tanya Xue Yunlei lagi.
"Pendekar muda! Mohon maaf sebelumnya jika orang tua ini lancang dan telah menyinggung perasaan anda. Namun kita berdua juga tidak bisa menahan keinginan dari mereka yang ingin membalaskan dendam atas kematian saudara seperguruan kami. Untuk itu mohon pendekar memaklumi situasi yang kami berdua hadapi." Terang Qing He.
"Oh, jadi begitu? Terus apa yang akan menjadi imbalan bagiku jika tidak melanjutkan pertarungan ini?" Tanya Xue Yunlei seakan ingin menguji seberapa serius niat kedua pria sepuh didepannya itu.
"Pendekar, anda telah membunuh kedua saudara seperguruan kami, apakah bagi kami masih ada hal yang lebih berharga dibandingkan dengan nyawa mereka berdua?" Balas Yuding Chengzhang menanggapi pertanyaan Xue Yunlei.
"Tetapi bagaimana dengan harga diri ku setelah mengingat apa yang telah kalian lakukan sebelumnya?" Ujar Xue Yunlei lagi.
"Pendekar, meskipun demikian, akan tetapi anda telah mengambil energi yang terkandung didalam setiap senjata pusaka yang membelenggu dirimu. Menurutku hal itu sudah cukup karena telah meningkatkan basis kultivasi anda." Balas Qing He yang telah mengetahui apa yang Xue Yunlei lakukan terhadap beberapa senjata pusaka yang mencoba untuk melumpuhkannya.
"Ha...ha...ha...ha...ha...ternyata pandangan senior sangat tajam sehingga bisa mengetahui apa yang telah aku lakukan. Tidak mengecewakan bagi seorang pendekar diranah Xian puncak." Ujar Xue Yunlei.
"Baiklah, meskipun demikian, aku juga akan memberikan syarat untuk kalian jika ingin menghentikan pertarungan ini." Lanjut Xue Yunlei.
"Apa itu? Cepat katakan, jika tidak bertentangan dengan aturan didalam dunia persilatan serta bisa kami penuhi, aku akan menyetujuinya." Tutur Qing He.
Saat Qing He sedang berbincang-bincang dengan Xue Yunlei, Yuding Chengzhang segera menghubungi Ju Liusun, Zhen Puxian dan Leng Daoxing untuk menghentikan pertarungan mereka dengan bawahan Xue Yunlei.
Di tempat yang lain di wilayah gunung Kongtong, kini Ju Liusun dan Zhen Puxian yang sedang mencari keberadaan kedua siluman yang menjadi lawan mereka langsung menggerutu saat mendapatkan pesan dari Yuding Chengzhang untuk menghentikan pertarungan.
"Sial! Mengapa kakak Yuding selalu merasa keberatan dengan tindakan yang kita lakukan? Apakah dia terlalu takut dengan pendekar muda itu?" Gerutu Ju Liusun sambil meninju salah satu telapak tangannya dengan kepalan tangan yang lain.
"Adik Ju, apakah telah terjadi sesuatu dengan mereka berempat?" Zhen Puxian menanggapi perkataan Ju Liusun.
"Tidak mungkin, mana bisa pendekar muda itu mengalahkan mereka berempat!?" Jawab Ju Liusun dengan sangat yakin.
"Terus, mengapa kakak Yuding menyuruh kita untuk menghentikan pertarungan ini? Apakah itu tidak mencurigakan bagimu?" Balas Zhen Puxian lagi.
Ju Liusun pun langsung terdiam dan segera menggunakan kekuatan spiritual miliknya untuk bisa mengetahui situasi yang ada di alun-alun markas perguruan mereka.
Melihat sikap Ju Liusun, Zhen Puxian pun melakukan hal yang sama agar bisa mengetahui juga situasi dimana keempat saudara seperguruannya berada.
Kedua pria sepuh itu langsung merasa sangat terkejut setelah melihat keadaan kedua saudara seperguruan mereka yang saat itu dalam keadaan terluka parah serta dua sosok yang lain sedang berdiskusi dengan Xue Yunlei.
Ju Liusun dan Zhen Puxian langsung saling menatap seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja keduanya ketahui.
"Apakah pendekar muda itu memang sangat kuat?" Ucap Ju Liusun sambil menatap Zhen Puxian.
"Sepertinya demikian...karena bagaimana mungkin dia bisa mengalahkan kedua saudara kita yang notabene lebih kuat dari kita!?" Balas Zhen Puxian menanggapi perkataan Ju Liusun.
"Sebaiknya kita kembali untuk membantu mereka berdua." Tutur Ju Liusun lagi.
"Ayo, jangan sampai kita terlambat." Sambut Zhen Puxian.
Keduanya segera menghilang dari tempat itu untuk menuju ke tempat dimana Qing He dan Yuding Chengzhang berada.
Sedangkan pertarungan antara Leng Daoxing melawan Shuhou dan Huaxianzi yang telah dibantu oleh Langren kini masih berlangsung.
Dengan kondisi kedua peri yang telah terluka oleh serangan senjata pusaka milik Leng Daoxing.
Untung saja Langren datang tepat waktu, sehingga bisa membantu kedua peri itu agar tidak terbunuh.
Blaaarrr
Tubuh Leng Daoxing langsung terhempas ke belakang karena terkena serangan Langren.
"Puih...! Sial! Mengapa kakak Yuding menghubungiku disaat seperti ini? Untung saja aku telah menciptakan formasi pelindung, jika tidak, pasti aku sudah terluka parah." Gumam Leng Daoxing sambil memperbaiki posisi berdirinya.
Langren tidak membiarkan Leng Daoxing bisa membalas serangannya, sehingga siluman serigala itu kembali melepaskan serangan cakarnya.
"Sial, siluman serigala ini sepertinya tidak ingin membiarkan diriku." Gumam Leng Daoxing sambil berusaha untuk menghindari serangan yang datang kepadanya.
Serangan puluhan energi qi milik Langren yang berbentuk cakar terus menerus menghancurkan pepohonan dihutan itu karena sanggup dihindari oleh Leng Daoxing.
Shuhou yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu segera melepaskan anak panah pusaka miliknya untuk menyerang Leng Daoxing.
Begitu juga dengan Huaxianzi, jenderal peri itu melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Shuhou untuk menyerang Leng Daoxing.
"Semua ini karena perbuatan kakak Yuding, sehingga kini aku dalam keadaan terdesak seperti ini." Leng Daoxing menggertakkan giginya karena sudah berada dalam keadaan terdesak.
Blaaarrr...blaaarrr...blaaarrr
Serangan anak panah milik Shuhou langsung mengenai tubuh Leng Daoxing.
Formasi pelindung milik Leng Daoxing langsung hancur saat terkena beberapa anak panah pusaka milik Shuhou.
Itu terjadi karena sebelumnya serangan Langren dapat membuat keretakkan didinding formasi pelindung milik Leng Daoxing.
Kini tubuh Leng Daoxing langsung terhempas ke tanah dan tergeletak dalam keadaan terluka parah.
"Ayo kita habisi dia!" Teriak Langren mengajak Huaxianzi dan Shuhou.
"Jangan! Lebih baik kita membuatnya sebagai sandera agar bisa bertukar dengan penguasa." Tutur Huaxianzi.
Langren yang awalnya berniat untuk membunuh Leng Daoxing, segera mengurungkan niatnya dan segera merubah tampilannya kembali menjadi manusia dan langsung menotok aliran qi milik Leng Daoxing.
"Bagaimana? Apakah kau pikir kami tidak bisa mengalahkan dirimu?" Ucap Langren kepada Leng Daoxing.
"Jika kalian tidak mengeroyok penguasa kami, kalian pasti tidak sanggup untuk bisa menangkapnya, apa lagi menawannya."
"Untuk itu, kau akan kami tukarkan dengan penguasa kami." Tutup Langren.
"Ha...ha...ha...ha...ha...rupanya seekor siluman serigala sudah bisa berpikir seperti manusia, tetapi usaha kalian ini pasti akan gagal, itu karena kalian juga akan menjadi tawanan kami." Balas Leng Daoxing seakan ingin mengejek Langren.
Tiba-tiba Huaxianzi langsung muncul disamping Langren dan segera melepaskan tendangan kearah wajah Leng Daoxing.
Blaaarrr
Tubuh Leng Daoxing langsung terhempas ke arah dorongan tendangan Huaxianzi.
Darah segar segera mengucur deras dari hidung dan mulut pria sepuh itu.
"Uhuk...uhuk...tidak lama lagi, kau pasti akan menerima balasan dari perbuatan mu ini... Lihat saja, pasti kau akan menyesalinya." Tutur Leng Daoxing masih bisa mengancam meskipun sudah terluka.
"Jika kau tidak menutup mulut kotormu itu, aku tidak segan-segan untuk menghabisi mu." Tutur Huaxianzi dengan tatapan yang tajam.
"Apakah kau memiliki keberanian untuk bisa melakukannya?" Tantang Leng Daoxing sambil tersenyum merendahkan.
"Jangan mencoba untuk mengancamku jika tidak berani untuk melakukan hal itu?"
"Jadi kau pikir aku takut untuk membunuhmu?" Balas Huaxianzi dengan geram.
"Itu sudah pasti, apakah kau ingin kehilangan penguasa kalian juga?" Ucap Leng Daoxing sambil tersenyum.
"Nona Huaxianzi, jangan terprovokasi oleh perkataannya, lebih baik kita memikirkan cara untuk bisa membebaskan penguasa." Ucap Langren mengingatkan agar Huaxianzi tidak membunuh Leng Daoxing.
"Penguasa pasti tidak semudah itu untuk bisa dibunuh oleh mereka...untuk itu, jika keparat ini tidak menutup mulut busuknya itu, aku pasti akan membunuhnya." Balas Huaxianzi dengan tatapan yang tajam.
"Ha...ha...ha...ha...ha...kata-katamu ini terdengar seperti ingin menghibur dirimu sendiri meskipun kau sudah mengetahui apa yang sudah dialami oleh penguasa mu itu." Ejek Leng Daoxing.
Huaxianzi yang sudah tidak tahan lagi dengan provokasi Leng Daoxing langsung melepaskan serangan dengan kekuatan puncaknya ke arah tubuh pria sepuh yang saat itu sedang terbaring di tanah.
Booommm
~Bersambung~