PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 107. Xue Yunlei Terluka Parah


Xie Yi dengan cepat melarikan diri untuk meninggalkan hutan terlarang itu sambil membopong tubuh Xue Yunlei.


Dibelakangnya kini Naga Awan Emas sedang mengejar untuk menyerangnya.


Saat Naga Awan Emas hendak mencapai tubuh Xie Yi, jarak untuk kekuatan jiwa sang roh dewa sudah mencapai batas terjauh yang bisa dia jangkau.


Sehingga Xie Yi bisa terlepas dari buruannya yang juga disaat bersamaan, Xue Yunlei yang adalah buruan utamanya ikut juga lepas.


Xie Yi dengan cepat terus menuju ke wilayah kediaman klan Xue agar bisa secepatnya memeriksa kondisi kesehatan Xue Yunlei serta segera untuk mengobatinya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Xie Yi untuk bisa tiba di wilayah kediaman klan Xue.


Bao Meng Ling yang telah mengetahui kemana perginya Xue Yunlei dan Xie Yi kini sedang menanti kedua pria beda generasi tersebut.


Hingga akhirnya gadis itu bisa melihat kedatangan keduanya dengan Xue Yunlei yang berada didalam pelukan Xie Yi.


Melihat Xue Yunlei dalam keadaan yang tidak sadarkan diri, Bao Meng Ling langsung menangis menyambut kedua pria itu.


"Apa yang terjadi dengannya? Mengapa dia bisa seperti ini? Siapa yang melakukannya? ". Pertanyaan yang terlontar keluar dari mulut Bao Meng Ling disaat Xie Yi mendarat tepat didepannya.


" Ayo kita bawa saja ke balai pengobatan agar bisa secepatnya ditangani oleh tetua Xue Feng". Lanjut Bao Meng Ling dengan nada yang sangat khawatir.


"Tidak perlu, ayo kita membawanya kekamar untuk aku periksa terlebih dahulu". Ucap Xie Yi.


" Jika aku bisa menyembuhkannya, aku akan berusaha sebisa mungkin agar kondisinya bisa membaik kembali ". Lanjut Xie Yi.


Pria sepuh itu segera membawa Xue Yunlei ke dalam kamarnya dan langsung membaringkan pemuda itu.


Xie Yi segera memeriksa kondisi tubuh Xue Yunlei dengan kekuatan spiritualnya.


Setelah selesai memeriksa kondisi Xue Yunlei, wajah pria sepuh itu terlihat sangat sedih.


Bao Meng Ling yang melihat sikap serta raut wajah pria sepuh itu langsung melontarkan pertanyaan kepadanya.


" Bagaimana kondisinya? Apakah dia baik - baik saja? ".


Xie Yi tidak menanggapi pertanyaan gadis itu. Pria sepuh itu segera mengatur posisi tubuh Xue Yunlei dalam posisi duduk dan segera menyalurkan energi qi miliknya kedalam tubuh pemuda itu.


Bao Meng Ling yang melihat tingkah Xie Yi semakin khawatir dengan kondisi pemuda itu.


Air matanya terus mengalir menatap Xue Yunlei yang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Setelah beberapa waktu Xie Yi menyalurkan energi qi miliknya kedalam tubuh Xue Yunlei, akhirnya kekuatan pria sepuh itupun mulai menurun.


Bao Meng Ling yang melihat hal tersebut segera menyuruh Xie Yi untuk beristirahat terlebih dahulu dan memulihkan kembali energi qi miliknya yang telah banyak terkuras.


Namun apa yang dikatakan oleh Bao Meng Ling tidak didengarkan oleh Xie Yi. Pria sepuh itu terus menyalurkan energi qi miliknya.


"Leluhur Xie, hentikan tindakanmu itu! Jika kamu memaksakan dirimu itu sama halnya kamu juga akan membahayakan dirimu sendiri".


" Jika kamu juga terluka karena ingin menolongnya, pasti dia akan sangat merasa bersalah jika kamu terluka ".


" Jika nyawanya tidak dalam keadaan terancam, kita bisa mencarikan tabib yang hebat untuk bisa menyembuhkan luka yang dia alami. Dan hal itu tentunya sangat membutuhkan bsntuanmu".


"Karena bagaimana mungkin mengandalkan diriku ini yang hanya memiliki basis kultivasi seperti ini!? ".


Mendengar perkataan Bao Meng Ling, akhirnya Xie Yi segera menghentikan tindakannya untuk menyalurkan energi qi kedalam tubuh Xue Yunlei.


Bao Meng Ling segera membaringkan tubuh Xue Yunlei dan segera pergi ke dapur untuk menyediakan teh hangat bagi Xie Yi.


Setelah Xie Yi sudah bisa menetralkan kembali tenaganya meskipun tidak memulihkan energi qi miliknya yang telah banyak terkuras, pria sepuh itu pun duduk diruang tamu kediaman Xue Yunlei.


Bao Meng Ling segera duduk disalah satu kursi yang juga telah tersedia dan berhadapan dengan Xie Yi.


Setelah merasa waktunya sudah tepat, Bao Meng Ling pun mulai bertanya.


"Leluhur Xie, bagaimana kondisi kesehatan tuan muda Xue Yunlei? Apakah tidak dalam keadaan yang kritis? ".


Xie Yi hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Bao Meng Ling.


" Nona Bao, nyawa tuan muda Xue Yunlei saat ini tidak terancam, namun bukan hal itu yang aku khawatirkan...".


"Lantas hal apa yang lebih mengkhawatirkan? ". Tanya Bao Meng Ling memotong Ucapan Xie Yi.


" Nona Bao, yang aku takutkan adalah tuan muda Xue Yunlei tidak akan sadarkan diri untuk selamanya ". Ungkap Xie Yi dengan nada suara yang sedih.


Mendengar jawaban Xie Yi, tubuh Bao Meng Ling bagaikan disambar petir secara bertubi-tubi dan tidak lama kemudian langsung jatuh ke tanah tidak sadarkan diri.


Xie Yi tidak sempat meraih tubuh gadis itu, sebab pria sepuh itu tidak menyangka hal itu akan terjadi.


Dengan cepat Xie Yi segera membohongi tubuh gadis itu dan dibaringkan diranjang yang dia tempati.


"Bagaimana ini, aku juga tidak memahami cara untuk menyembuhkan luka yang diderita oleh tuan muda Xue Yunlei!? ".


" Sepertinya tidak ada cara lain selain menemui dewa obat untuk meminta bantuannya agar bisa menyembuhkan luka yang diderita oleh tuan muda Xue Yunlei ".


Pria sepuh itu terus berpikir bagaimana caranya agar dia bisa menemukan keberadaan Dewa Obat yang sudah tidak tahu lagi dimana keberadaannya.


Kabar tersebut belum diketahui oleh siapa pun selain Bao Meng Ling dan dirinya. Akan tetapi jika hal itu disembunyikan, tidak akan baik bagi Bao Meng Ling jika ditinggalkan sendiri bersama Xue Yunlei yang dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Akhirnya Xie Yi mengambil inisiatif untuk memberitahukan hal itu kepada Xue Han agar mereka bisa membantu Bao Meng Ling untuk merawat Xue Yunlei.


Xie Yi harus menunggu Bao Meng Ling siuman terlebih dahulu barulah dia akan pergi untuk menemui tetua Xue Han untuk memberitahukan hal itu.


Beberapa jam kemudian akhirnya Bao Meng Ling kembali siuman.


"Dimana tuan muda Xue Yunlei? Apakah dia sudah sadarkan diri? ". Kata - kata yang pertama keluar dari mulut gadis itu setelah siuman.


" Nona Bao, tenangkan dirimu, aku sudah memiliki cara untuk menyembuhkan luka yang tuan muda Xue Yunlei derita". Ucap Xie Yi menenangkan.


"Apakah benar yang kamu katakan itu?". Tanya Bao Meng Ling.


" Iya nona Bao, ada seorang tabib hebat yang bisa menyembuhkan luka tuan muda Xue Yunlei. Untuk itu aku berharap nona Bao bisa merawatnya sampai aku kembali membawa tabib tersebut ". Balas Xie Yi.


" Leluhur Xie, sampai kapan pun, aku siap tinggal disini untuk merawatnya". Ucap Bao Meng Ling dengan penuh keyakinan.


"Jika demikian, aku akan menemui tetua Xue Han untuk memberitahukan hal ini dan juga akan memintanya untuk membantu nona Bao dalam merawat tuan muda Xue Yunlei". Lanjut Xie Yi lagi.


"Iya leluhur, lebih cepat akan lebih baik". Balas Bao Meng Ling menanggapi ucapan Xie Yi.


" Baiklah, kalau begitu aku pamit dulu ". Ucap Xie Yi dan segera pergi meninggalkan kediaman Xue Yunlei.


Bao Meng Ling segera menuju ke kamar dimana Xue Yunlei berada.


Setelah tiba di dalam kamar, gadis itu segera duduk di samping ranjang dan terus menatap wajah Xue Yunlei sambil membelai rambut pemuda itu.


"Kenapa kamu begitu keras kepala? Tuan Bei Feiyan sudah mengatakan bahwa roh dewa itu hanya bisa dihadapi jika basis kultivasimu sudah mencapai ranah pendekar dewa".


" Bukannya meningkatkan terlebih dahulu basis kultivasimu, tetapi kamu tetap pergi untuk menghadapinya dengan kekuatan yang kamu miliki saat ini ".


" Itu namanya mencari kematianmu saja ". Tutup Bao Meng Ling.


Sedangkan dikediaman tetua Xue Han, kini Xie Yi sudah tiba.


Pria sepuh itu segera menemui Tetua Xue Han dan segera memberitahukan apa yang terjadi dengan Xue Yunlei.


Mendengar apa yang disampaikan oleh Xie Yi, Xue Han langsung terkejut.


Patriark sementara klan Xue itu merasa bahwa tindakan yang diambil oleh Xue Yunlei itu sangat berani dan juga seperti telah mengantarkan nyawanya kepada roh dewa tersebut.


Setelah selesai memberitahukan apa yang Xue Yunlei alami, Xie Yi pun meminta Xue Han untuk menjaga serta merawat Xue Yunlei.


Xue Han pun langsung mengiyakan permintaan Xie Yi tersebut dan menyanggupinya.


Karena apa yang dia khawatirkan telah mendapatkan solusinya, akhirnya Xie Yi pun segera pergi meninggalkan wilayah kediaman klan Xue untuk mencari keberadaan Dewa Obat.


~Bersambung~