PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 296. Informasi Xue Yunlei


Chen Kaibo bisa mengenali wajah Ming Chuan saat dia melihatnya dan mulai berpikir untuk bisa mendapatkan alasan yang tepat untuk mereka.


"Selamat datang para senior, senang bisa bertemu dengan kalian." Ucap Chen Kaibo yang segera menyambut kelima pria sepuh itu.


"Apakah kau yang bernama Chen Kaibo?" Tanya Chi Jingzi.


"Benar senior, akulah yang bernama Chen Kaibo! Senang bisa bertemu dengan para senior sekalian." Ucapnya sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Jika ada hal penting yang harus kita bahas, sebaiknya biarkan aku menjamu para senior di kediamanku."


"Baiklah, ayo kita pergi ke kediaman mu saja, agar tidak ada yang bisa mendengarkan apa yang akan kita bahas." Tutur Chi Jingzi menyetujui apa yang Chen Kaibo sarankan.


"Saat ini kau sudah boleh kembali." Ucap Ming Chuan kepada prajurit yang mengantarkan mereka.


Prajurit itu pun segera pergi meninggalkan mereka untuk kembali ke gerbang balai kota Yin.


"Mari senior." Ucap Chen Kaibo sambil berjalan untuk menuntun mereka menuju ke kediamannya.


Beberapa saat kemudian mereka pun tiba di kediaman Chen Kaibo.


Pemuda itu segera memanggil pelayan agar bisa menjamu kelima pria sepuh itu.


"Apakah kau mengenalku?" Ming Chuan membuka pembicaraan.


"Sepertinya aku pernah melihat senior di markas suku Hushi timur saat kami sedang terluka... Apa benar yang ku katakan itu?" Jawab Chen Kaibo yang balik bertanya untuk memastikan.


"Itu benar, kita pernah bertemu saat berada di markas suku Hushi timur...kedatangan kami ini berkaitan erat dengan apa yang telah terjadi disana...apakah kau bisa menjelaskan kepada keempat senior ini!?" Lanjut Ming Chuan.


"Baiklah, aku akan menjelaskan apa yang telah terjadi sebelumnya."


Chen Kaibo pun mulai menceritakan apa yang mereka hadapi hingga keduanya bisa kembali ke kota Yin.


Chen Kaibo sendiri tidak menceritakan tentang apa yang Qingsu Daode alami bersamaan dengan leluhur yang lain.


"Bagaimana mungkin kau tidak mengetahui apa yang telah terjadi dengan saudara Qingsu Daode?" Tanya Chi Jingzi merasa tidak percaya.


"Senior, saat itu kami sedang bertarung melawan pasukan bangsa siluman dan juga pasukan bangsa peri...itulah mengapa aku tidak bisa memperhatikan apa yang telah terjadi dengan senior Qingsu Daode." Chen Kaibo kembali menjelaskan untuk meyakinkan Chi Jingzi.


"Siapa saja yang telah dibebaskan oleh pendekar muda bernama Xue Yunlei itu?" Tanya Leng Daoxing.


"Saat itu aku tidak bisa melihat sosok yang lain selain diriku dan tuan muda Xue Zhao yang saat itu sudah terluka parah." Jawab Chen Kaibo.


"Apa yang menjadi alasan sehingga dia melepaskan dirimu dan Xue Zhao?" Leng Daoxing kembali bertanya.


"Tuan muda Xue Yunlei melepaskan kami berdua karena, hal yang terjadi sebelumnya bukanlah niat dari tuan muda Xue Zhao, melainkan roh dewa yang menguasai tubuhnya."


"Sehingga saat roh dewa itu meninggalkan secara paksa tubuh tuan muda Xue Zhao, hal itu membuatnya terluka parah."


"Dengan begitu, tuan muda Xue Yunlei pun melepaskan kami berdua."


"Terus, dimana saat ini Xue Yunlei berada?" Tanya Chi Jingzi.


"Yang aku tahu, kami melakukan pertarungan di hutan yang berada di antara kota Kolan dan kota Baode." Jawab Chen Kaibo jujur.


"Hmmmphh, kakak kedua, sebaiknya kita segera pergi kesana untuk bisa menemukan pemuda itu." Tutur Leng Daoxing.


Yang lain pun segera menganggukkan kepala mereka menyetujui apa yang Leng Daoxing katakan.


"Terima kasih atas informasinya, mohon maaf karena kami tidak bisa menikmati jamuan yang telah tuan muda Chen Kaibo siapkan." Ucap Chi Jingzi.


Mereka berlima segera berdiri dan pergi dari kediaman Chen Kaibo.


Chen Kaibo hanya bisa mengantarkan mereka hingga sampai ke gerbang kediaman klan Chen.


Kelima sosok itu segera pergi untuk kembali ke restoran yang awalnya mereka tinggalkan untuk bisa berkumpul lagi dengan Shui Lingbao bersama Hong Ye.


***


Terlihat Mereka sedang membahas basis kultivasi yang Xue Yunlei miliki saat ini, dimana dirinya telah berada di tahap menengah tingkat Xian.


"Penguasa, meskipun anda telah memiliki basis kultivasi sebagai pendekar diranah Xian puncak, namun karena penguasa telah banyak menyerap energi Yin, sehingga penguasa belum bisa untuk naik ke dunia para dewa." Tutur Jing Senlin.


"Apakah aku harus menyerap energi Yang juga agar bisa naik ke dunia para dewa?" Tanya Xue Yunlei.


"Memang seharusnya seperti itu, agar saat anda menghadapi siksaan langit, kekuatan yang kau miliki bisa untuk menahan setiap siksaan yang akan menimpa dirimu." Lanjut raja peri penguasa hutan di wilayah kota Jicheng itu.


"Seperti apa siksaan langit yang kau maksudkan itu?" Tanya Xue Yunlei lagi.


"Siksaan itu akan berbentuk seperti sebuah petir dengan tingkatan yang berbeda-beda."


"Ohh, jadi seperti itu yah!? Sepertinya sangat sulit untuk bisa naik ke dunia para dewa." Ucap Xue Yunlei.


"Apakah ada cara lain untuk bisa naik ke dunia para dewa?" Lanjut Xue Yunlei bertanya.


"Bangsa manusia itu sangat berbeda, sehingga dia akan melalui kematian untuk tubuh jasmaninya agar bisa membentuk tubuhnya menjadi abadi."


"Sebab tubuh penguasa saat ini, meskipun bisa hidup selama ribuan tahun, akan tetapi pada akhirnya anda tetap akan mengalami kematian juga."


"Itu berbeda dengan bangsa kami dan juga bangsa siluman, sebab memang hidup kami sudah abadi sejak dilahirkan." Tutup Jing Senlin menjelaskan.


"Jika demikian, aku akan kembali berkultivasi untuk bisa menyerap energi Yang agar bisa menyeimbangkan dengan energi Yin yang telah aku miliki saat ini."


"Setelah selesai dan bisa mencapai tingkat puncak diranah Xian, aku akan mencoba untuk melewati siksaan langit itu untuk bisa naik ke dunia para dewa."


"Jika penguasa memiliki sumber daya yang cukup, anda akan membutuhkan waktu selama puluhan tahun untuk bisa mencapai hal itu." Sambung Shuhou.


"Aku harap, tidak ada masalah yang akan datang lagi, sehingga aku bisa memulai kultivasiku." Pikir Xue Yunlei.


***


Di salah satu restoran milik klan Shang di kota Yin, kini Shui Lingbao dan Hong Ye telah berkumpul lagi dengan kelompok Chi Jingzi.


Mereka sedang membahas langkah yang akan mereka ambil setelah mengetahui kekuatan yang Xue Yunlei miliki.


"Kakak kedua, sepertinya kita tidak boleh bertindak gegabah, sebab setelah mendengar penjelasan dari tuan muda Chen Kaibo, kekuatan kita saat ini belum bisa untuk mengalahkan Xue Yunlei bersama dengan kelompoknya." Tutur Leng Daoxing.


"Itu benar, sehingga kita harus meminta saudara kita yang lain untuk bergabung dan menyerang mereka." Sambung Shui Lingbao.


"Bagaimana jika kita memanggil para leluhur yang berasal dari suku kita masing-masing, menurutku itu akan menambah kekuatan kita untuk bisa menghadapi mereka." Ucap Sun Cihang menyarankan.


"Sepertinya itu saran yang baik...aku setuju dengan saudara Sun Cihang." Ucap Qiu Liusun.


"Jika demikian, ayo kita berempat kembali ke suku kita masing-masing untuk menambah kekuatan kita." Ujar Shui Lingbao yang juga menyetujui saran dari Sun Cihang.


"Baiklah, karena kalian berempat akan kembali ke tempat kalian masing-masing, aku akan berusaha untuk menghubungi saudara kita yang lain." Ucap Chi Jingzi.


Mereka pun segera berdiri dan pergi dari restoran itu.


Sedangkan Ming Chuan dan Hong Ye diberikan tugas untuk tinggal di kota Yin agar bisa mendapatkan kabar terbaru dari Xue Yunlei.


Setelah kelima leluhur itu pergi, Hong Ye pun angkat suara.


"Saudara Ming, bagaimana dengan kita? Apakah ini tidak berbahaya jika kita berada di kota Yin ini?"


"Kau tenang saja, keberadaan kita dikota ini harus kita rahasiakan, sehingga kita tidak perlu banyak berkomunikasi dengan orang lain dikota ini." Jawab Ming Chuan.


Hong Ye hanya bisa menganggukkan kepalanya menyetujui apa yang Ming Chuan katakan.


~Bersambung~