
Pendekar spiritual yang ditanyai belum menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Xue Yunlei.
Sehingga membuat pemuda itu menjadi geram dengannya dan berpikir untuk mulai menyiksa pria itu hingga menjawab pertanyaannya.
"Jika kamu tidak mau menjawab pertanyaanku, jangan pikir aku tidak memiliki cara untuk bisa memaksa dirimu agar menjawab pertanyaanku." Tutur Xue Yunlei menggertak pria itu.
"Bunuh saja diriku!." Teriak pria itu.
"Baiklah, aku akan memenuhi keinginanmu, tetapi sebelum itu, kau harus menyaksikan terlebih dahulu kematian rekan-rekanmu." Balas Xue Yunlei menanggapi.
Pemuda itu kembali memasuki restoran Wenchang dan langsung bertanya kepada keempat pendekar suci yang saat itu sudah terdiam dan saling berdekatan.
"Siapa yang menyuruh kalian untuk mengganggu anggota organisasi Awan Merah?."
"Kami tidak tahu, sebab kami hanya diajak oleh pria itu." Jawab seorang diantara mereka sambil menunjuk kearah pendekar spiritual.
"Oh, sepertinya dia yang mengetahuinya!? Baiklah, aku akan memaksamu untuk memberitahukan siapa yang menyuruhmu." Xue Yunlei membantin.
"Kalau begitu, kalian berasal dari sekte atau perguruan ilmu bela diri mana?." Tanya Xue Yunlei lagi.
"Kami berasal dari...." Pria itu tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
"Jangan katakan! Kita semua bisa terbunuh jika kau mengatakannya." Teriak salah satu dari tiga pendekar suci yang berada disampingnya.
Blaaarrr
Sebuah tinju yang diselimuti oleh api dan petir langsung menerjang dada pendekar suci yang berteriak itu dan langsung membuat tubuhnya hancur seketika.
Tindakan Xue Yunlei itu langsung membuat semua orang yang berada didalam restoran itu semakin ketakutan dan berlari keluar.
Sedangkan pendekar yang menjadi pelindung restoran Wenchang tidak berani untuk menghentikan tindakan Xue Yunlei.
Sebab basis kultivasinya hanyalah seorang pendekar spiritual saja. Dan salah satu pendekar spiritual awal dengan begitu mudah bisa dilumpuhkan oleh Xue Yunlei, sehingga dia berpikir hal itu juga yang akan terjadi kepadanya.
Pemilik restoran Wenchang juga hanya bisa diam dan tidak bisa berbuat banyak melihat kejadian itu.
"Cepat jawab pertanyaanku!." Ucap Xue Yunlei lagi.
"Kelompok kami berasal dari kota Dongguan. Dan kelompok kami yang selalu melakukan perampokan di sepanjang jalan dari kota Chang'an ini untuk menuju ke kota Paoki, kota Hanyang hingga jalan menuju kota Longyou." Jawab pendekar suci itu.
Kota Dongguan sendiri terletak di sebelah barat daya dari kota Chang'an. Namun untuk menuju ke kota itu harus melakukan perjalanan sejauh kurang lebih 170 kilometer kearah barat. Dan setelah tiba di kota Paoki berjalan lagi menuju ke utara sejauh kurang lebih 200 kilometer.
"Lantas siapa yang menyuruh kalian untuk mengganggu anggota organisasi Awan Merah?." Tanya Xue Yunlei lagi.
"Kami diperintahkan oleh...achk...!" Kata - katanya tidak bisa dilanjutkan lagi dan hanya bisa berteriak sakit sebelum pria itu kehilangan nyawanya.
"Brengsek! Beraninya menyerang secara diam-diam." Xue Yunlei hanya bisa mengumpat dan segera mencari sosok yang melakukan hal itu secara diam-diam.
Tidak membutuhkan waktu yang lama baginya untuk bisa menemukan siapa pelakunya.
Pemuda itu langsung melesat dengan cepat sehingga seorang pendekar spiritual tidak akan bisa untuk melihatnya.
Hal yang sama juga dialami oleh pendekar yang membunuh secara diam-diam pria yang diinterogasi oleh Xue Yunlei.
Karena dia hanyalah seorang pendekar spiritual, sehingga Xue Yunlei dengan mudah bisa mengejarnya.
Saat melihat wajah pendekar spiritual itu, Xue Yunlei langsung bisa mengenalinya sebab dia adalah salah satu pelindung kota Chang'an.
"Oh...ternyata kalian yang berada dibalik semua ini? Baiklah, aku akan menyiksamu terlebih dahulu sebelum membunuhmu." Pikirnya.
Setelah merasa sudah bisa melepaskan serangannya, Xue Yunlei pun langsung melepaskan tinju miliknya yang sudah di selimuti energi petir dan api.
Duuuaaarrr
Bunyi ledakan langsung terdengar diatas udara kota Chang'an saat serangan Xue Yunlei mengenai tubuh bagian belakang pelindung kota itu.
"Uhuk...uhuk." Pria itu terbatuk akibat terkena serangan serta tubuhnya membentur permukaan tanah.
Serangan Xue Yunlei itu bermaksud untuk melumpuhkannya sehingga dia tidak melepaskan kekuatan penuh untuk menyerang pria itu.
"Senior, senang bisa bertemu denganmu lagi!." Seru Xue Yunlei setelah mendarat disamping tubuh pria itu yang masih tergeletak ditanah.
Ucapan pemuda itu tidak di tanggapi oleh sang pelindung kota Chang'an, sebab dirinya masih mengerang kesakitan.
"Sepertinya senior tidak menyambut baik kehadiranku ini, apakah kau tidak merasa senang untuk bertemu denganku?." Lanjut Xue Yunlei sambil tersenyum sinis menatap pria itu.
Penduduk di kota Chang'an itu kembali digemparkan dengan ledakan tersebut sehingga langsung menuju ke tempat dimana hal itu terjadi.
Mereka pun langsung terkejut setelah melihat sosok yang memiliki tugas untuk menjaga kota mereka kini telah tergeletak ditanah dalam keadaan terluka.
Berbagai macam kemungkinan pun mulai terpikir dan keluar dari mulut setiap penduduk kota yang melihat hal itu.
Dan kejadian itu juga kembali menarik perhatian pasukan pengamanan kota Chang'an yang saat itu juga sedang menuju ke restoran Wenchang.
"Komandan Fan Zhu, sepertinya ada suatu ledakan juga yang terjadi di sebelah utara restoran Wenchang. Apa yang harus kita lakukan?." Ujar seorang prajurit dan ditutup dengan pertanyaan.
"Kita akan melihat terlebih dahulu situasi yang terjadi di restoran Wenchang, jika itu bisa ditangani oleh kalian, aku akan lanjut untuk pergi ke tempat dimana ledakan itu terjadi." Jawab Fan Zhu.
"Kau, cepat beritahukan masalah ini kepada penguasa Li, serta sampaikan kepada seluruh pendekar dari sekte Angsa Putih untuk datang membantu." Lanjut Fan Zhu.
Seorang prajurit yang diperintahkan segera pergi ke tempat dimana Li Xin berada sambil melihat jika saja ada pendekar dari sekte Angsa Putih yang akan bertemu dengannya.
Setelah tiba didepan restoran Wenchang, Fan Zhu langsung bisa melihat seorang pria yang masih dalam keadaan berdiri namun terlihat kaku.
Saat dia mendekati pria itu, komandan pasukan pengamanan kota Chang'an itu dapat melihat keberadaan Huaxianzi serta anggota organisasi Awan Merah yang sedang mengintrogasi seorang pria.
"Sepertinya masalah ditempat ini tidak bisa diatasi oleh kalian, sehingga aku harus mengatasinya sendiri." Ujar Fan Zhu setelah mengetahui situasi ditempat itu.
"Sepertinya kalian berasal dari oraganisasi Awan Merah. Sebenarnya apa yang telah terjadi di tempat ini? Serta siapa wanita ini?." Fan Zhu bertanya sambil menatap kearah Zhao Ning.
"Kami juga tidak mengenalnya, namun dia dan rekannya melakukan hal itu karena ingin membantu kami yang akan diserang oleh mereka." Jawab Zhao Ning.
"Mengapa mereka ingin menyerang kalian? Apakah sebelumnya kalian telah bersinggungan dengan mereka?." Tanya Fan Zhu lagi.
"Tidak tuan, kami juga merasa bingung dengan tindakan mereka, sebab ini kali pertamanya kita bertemu." Jawab Zhao Ning lagi.
"Nyonya, siapa anda? Apa alasanmu sehingga melukai mereka?." Tanya Fan Zhu kepada Huaxianzi.
Fan Zhu memanggil Huaxianzi dengan sebutan nyonya sebab dia saat itu dalam penyamaran, sehingga sang komandan tidak mengenalinya.
"Dimana rekanmu? Apakah dia juga yang melakukan keributan di sebelah utara dari restoran ini?." Lanjutnya.
"Siapa aku itu tidak perlu kamu tahu, yang perlu kau tahu adalah, siapapun yang mencoba merendahkan serta yang ingin menginjak-injak setiap anggota organisasi Awan Merah, mereka pasti akan merasakan pembalasan yang lebih menyakitkan lagi." Balas Huaxianzi.
"Dan jika kau mengetahui siapa rekanku, pasti kau tidak bisa lagi menunjukkan sikap aroganmu itu." Tutup Huaxianzi.
Mendengar jawaban Huaxianzi membuat Zhao Ning dan Wen Liu serta anggota organisasi Awan Merah lainnya langsung terkejut.
"Apakah pria itu adalah ketua Xue yang sedang menyamar?." Pikir Zhao Ning.
Tidak hanya Zhao Ning dan yang lainnya, akan tetapi Fan Zhu juga sangat terkejut dengan perkataan Huaxianzi.
Sang komandan langsung berpikir bahwa sosok yang berada di depannya itu adalah orang terdekat dengan Xue Yunlei.
Sebab kata-katanya sama seperti yang sering Xue Yunlei katakan.
~Bersambung~