
"Baiklah, kau...cepat beritahukan apa posisi mu dan siapa yang memerintahkan kalian untuk membunuh paman Xue Yuan." Tutur Xue Zhao sambil menunjuk salah satu pria yang adalah seorang pendekar langit.
"Aku adalah pemimpin dari perampok yang menyerang komandan Xue Yuan saat akan melewati hutan yang terletak di Pegunungan Kepala Domba."
"Aku sendiri tidak ikut serta untuk menyerang komandan Xue Yuan, karena aku hanya menyuruh bawahan ku untuk melakukan hal itu."
"Kami juga yang melakukan penyerangan terhadap tuan muda Xue Bang dan tuan Xue Beng saat ingin pergi ke markas sekte Tongtian."
"Tetapi semua itu diperintahkan sendiri oleh tuan Chen Kangjian yang datang menemuiku bersama mereka berdua saat berada di kota Changping."
"Apa yang kau katakan itu? Jangan mencoba untuk menjebakku!" Teriak Chen Kangjian menghentikan perkataan pemimpin perampok itu.
"Siapa yang mengijinkan kau untuk memotong penjelasannya?" Tutur Xue Zhao sambil membidik titik akupunktur di tubuh Chen Kangjian dengan energi qi miliknya yang dilepaskan dari salah satu jarinya.
Chen Kangjian kini sudah tidak bisa lagi berkata-kata. Sedangkan Chen Bian hanya bisa diam dan menatap kearah ayahnya yang kini sudah tidak bisa bergerak dan tidak bisa berbicara.
"Kalian sudah sepakat jika aku yang akan memimpin untuk memutuskan hukuman apa yang akan aku berikan kepada orang yang melakukan serta yang memerintahkan pembunuhan terhadap paman Xue Yuan dan yang menyerang serta menangkap ayahku."
"Untuk itu jika belum diijinkan berbicara, jangan pernah berbicara atau memotong penjelasan orang lain...aku tetap akan memberikan kalian semua kesempatan untuk berbicara...jadi jangan terlalu terburu-buru."
"Ayo lanjutkan..." Perintah Xue Zhao kepada pemimpin perampok.
"Tuan Chen Kangjian datang tidak sendiri, karena pada saat itu dia datang bersama dengan komandan Chen Bian."
"Saat itu mereka berdua memberikan seratus keping emas untuk membunuh komandan Xue Yuan."
Pria itu terus mengungkapkan apa yang telah diperintahkan oleh Chen Kangjian dan juga Chen Bian.
Semuanya hanya bisa terdiam saat mendengar apa yang diungkapkan oleh pemimpin perampok itu.
Sedangkan posisi tubuh Chen Bian saat ini sudah dalam keadaan tersungkur setelah perbuatan mereka telah terungkap.
Tidak ada yang bisa dia katakan disaat pemimpin perampok itu menceritakan alasan sehingga mereka menyerang Xue Yuan dan Xue Beng.
Setelah selesai memberitahukan secara spesifik kapan dan dimana serta siapa yang menyewa mereka, Xue Zhao pun angkat bicara.
"Baiklah...sekarang aku ingin bertanya kepada kalian berdua, apakah benar semua yang dikatakan oleh pemimpin kalian?"
Keduanya pun segera menganggukkan kepala mereka untuk menjawab pertanyaan Xue Zhao.
"Jika demikian, saat ini aku akan memberikan waktu kepada tuan Chen Kangjian untuk menanggapinya...silahkan kau tanggapi apa yang di sampaikan oleh pemimpin perampok itu." Tutur Xue Zhao sambil membuka titik akupunktur yang sebelumnya tertutup.
"Baiklah...aku mengakui semua itu...memang benar aku yang melakukannya, namun Chen Bian tidak ikut merencanakan hal itu...dia hanya pergi untuk menemaniku saat bertemu dengan mereka."
"Untuk itu biar aku sendiri yang akan menerima hukumannya...tolong lepaskan seluruh keluargaku termasuk Chen Bian." Ucap Chen Kangjian sambil bersujud.
"Apakah masih ada kata-kata yang lain?" Tanya Xue Zhao.
"Tidak ada...hanya itu yang bisa aku katakan." Tutur Chen Kangjian.
"Baiklah, kalau begitu aku memberikan kesempatan kepada tuan Chen Bian untuk menanggapinya...silahkan" Ucap Xue Zhao lagi.
"Tidak...tidak ada yang ingin aku katakan." Tutur Chen Bian pasrah.
"Sepertinya kalian berdua sudah mengakui kesalahan yang telah kalian lakukan, untuk itu aku memberikan kesempatan kepada tuan muda Chen Kaibo...bagaimana menurutmu? Apa yang harus dilakukan bagi keduanya?"
"Tuan muda Xue Zhao...sepertinya aku tidak bisa memutuskan hal itu, biar bagaimana pun, keduanya adalah kakek dan juga ayahku, sehingga aku menyerahkan sepenuhnya agar kau sendiri yang memutuskannya." Balas Chen Kaibo.
Air matanya mulai menetes karena merasa tidak berdaya menghadapi situasi saat itu, meskipun keduanya bersalah, namun dirinya tidak tega kehilangan kedua sosok tersebut yang juga sangat menyayangi dan memanjakannya.
Xue Zhao juga tidak ingin membuat jarak dengan Chen Kaibo, sebab pemuda itu akan dimanfaatkan olehnya saat ini untuk mengahadapi Xue Yunlei jika saat itu tiba.
***
Dimana saat itu Xue Yunlei telah berada di kediamannya bersama dengan Zhuan Zhu dan juga empat sosok yang bersama dengannya.
Huaxianzi bersama dengan ketiga raja siluman sudah lebih dulu tiba di kediaman Xue Yunlei sebelum pemuda itu bersama dengan Zhuan Zhu kembali dari hutan terlarang.
Seorang tetua tingkat rendah segera datang memberitahukan berita itu kepada Xue Yunlei.
Awalnya tetua itu hanya akan memberitahukan kepada Xiao Lin Meng mengenai berita itu, namun karena Xue Yunlei telah kembali sehingga ia memberitahukan langsung kepada pemuda itu.
"Tuan muda Xue Yunlei...beruntung anda berada di kediaman mu...ada berita baik untukmu." Tutur pria berusia empat puluhan tahun itu.
"Berita baik apa yang kau maksudkan itu?" Tanya Xue Yunlei penasaran.
"Tuan muda, patriark Xue Beng telah kembali bersama dengan tuan muda Xue Zhao serta tuan muda Chen Kaibo...saat ini mereka sudah berada di balai kota untuk menghukum tiga perampok yang telah mereka tangkap."
"Apa katamu? Patriark Xue Beng telah kembali? Apakah dia dalam keadaan yang sehat?" Tanya Xue Yunlei terkejut mendengar apa yang disampaikan oleh tetua itu.
"Iya tuan muda...tetapi penampilan patriark sangat memprihatinkan...sepertinya dia telah melewati penyiksaan dari para perampok itu." Jawab tetua itu lagi.
"Apakah anggota klan kita sudah pergi untuk menyambut kedatangan patriark Xue Beng?" Tanya Xue Yunlei.
"Iya tuan muda...sebagian anggota klan kita kini telah pergi menuju ke balai Kota untuk menyambut kedatangan patriark Xue Beng." Jawab tetua itu.
"Terima kasih tetua karena telah datang memberitahukan hal itu kepada ku...aku juga akan pergi ke balai Kota untuk menemui mereka." Tutur Xue Yunlei.
"Baiklah...tuan muda, aku pamit undur diri." Ucap pria itu dan langsung pergi.
"Kalian berdua tetap disini bersama dengan nona Xiao Lin Meng dan juga nona Rui Lianjin." Perintah Xue Yunlei kepada Huaxianzi dan Langren.
"Baik penguasa!" Balas keduanya.
"Ayo kita pergi." Ajak Xue Yunlei kepada Zhuan Zhu dan kedua raja siluman.
Mereka berempat segera melesat terbang menuju ke balai kota Yin.
Kabar tentang Chen Kangjian serta Chen Bian yang menjadi otak pembunuhan atas ayahnya belum dia ketahui, sehingga emosi pemuda itu tidak terganggu sedikitpun.
Namun dirinya tetap tidak senang dengan apa yang telah menimpa Xue Beng dan Xue Bang waktu lalu, sehingga dirinya ingin untuk bertemu dengan ketiga perampok itu.
Akhirnya mereka pun mendarat di alun-alun balai kota Yin. Dan mereka langsung disambut dengan baik oleh para prajurit yang berjaga.
"Tuan muda Xue Yunlei...mari silahkan masuk." Sambut seorang prajurit yang berjaga di gerbang aula utama balai kota.
Xue Yunlei bersama tiga sosok lainnya segera memasuki aula utama bertepatan dengan penyampaian Chen Kaibo yang menyerahkan sepenuhnya keputusan untuk menghukum Chen Kangjian dan Chen Bian kepada Xue Zhao.
"Sepertinya aku sedikit terlambat untuk membahas mengenai permasalahan yang telah terjadi." Tutur Xue Yunlei memasuki ruang aula itu.
"Xue Yunlei memberi hormat kepada penguasa kota Yin yang juga sebagai patriark klan Xue! Senang bisa melihat paman lagi." Ucap Xue Yunlei dengan sikap hormat.
Xue Beng segera berdiri dan berjalan untuk mendekati serta memeluk Xue Yunlei.
"Yun'er...sudahlah, jangan bersikap seperti itu kepada paman...kau adalah seorang pendekar besar di wilayah negara Xin ini, tidak seharusnya kau melakukan hal ini dihadapan semua orang." Ucap Xue Beng.
"Sehebat apa pun pencapaian ku, paman tetap adalah orang tuaku dan itu tidak bisa disangkali." Balas Xue Yunlei.
"Bagaimana dengan kondisi paman? Apakah paman baik-baik saja?" Lanjut Xue Yunlei bertanya.
"Paman baik-baik saja...itu berkat Zhao'er." Jawab Xue Beng sambil tersenyum bahagia.
"Baguslah jika paman baik-baik saja...terus bagaimana kakak Xue Zhao bisa menolong paman? Sebab aku juga tidak menemukan petunjuk untuk menemukan dimana paman berada." Ucap Xue Yunlei lagi.
~Bersambung~