
Setelah selesai menciptakan senjata pusaka tingkat dewa, kini Zagong mulai tersenyum dan merasa bangga dengan hasil karyanya itu.
"Tuan Xue, sebelum anda mencoba kehebatan pedang mu ini, sebaiknya anda segera melakukan kontrak darah dengannya agar anda bisa mengendalikan serta tidak ada orang lain yang bisa menggunakannya."
Xue Yunlei pun segera melakukan apa yang kurcaci itu perintahkan kepadanya.
Setelah selesai melakukan kontrak darah, Xue Yunlei pun segera mencoba untuk menyatukan pedang itu dengan tubuhnya.
Hal itu pun berhasil dia lakukan dan yang lebih membuatnya bahagia karena saat pedang itu menyatu dengan tubuhnya, Xue Yunlei bisa merasakan suatu energi besar akan meledak dari dalam tubuhnya.
Dengan cepat Xue Yunlei segera mengeluarkan kembali pedang itu dari tubuhnya dan bertanya kepada Zagong "Tuan Zagong, mengapa saat pedang ini menyatu dengan tubuhku, seakan ada energi besar yang ingin meledak keluar dari tubuhku?." Dengan penasaran.
"Ha...ha...ha...ha...ha...itu karena senjata pusaka mu itu adalah senjata pusaka tingkat dewa, sehingga jika pedang itu menyatu dengan tubuh seorang pendekar dengan basis kultivasi hanya sebagai pendekar dewa, tentu akan sangat mempengaruhi tubuhnya."
"Pusaka seperti itu sangat cocok untuk dimiliki oleh seorang yang sudah mencapai di ranah Saint ke atas."
"Apakah itu akan berdampak buruk bagi diriku?." Tanya Xue Yunlei lagi.
"Tidak tuan Xue, itu akan berdampak baik bagi dirimu karena mampu meningkatkan basis kultivasi mu saat ini." Jawab Zagong sambil tersenyum.
"Apakah itu akan berpengaruh bagi kekuatan pusaka itu sendiri?." Tanya Xue Yunlei lagi.
"Tidak tuan Xue, malahan pusaka itu akan melindungimu dari setiap serangan sosok yang memiliki basis kultivasi dua tingkat diatasmu." Jawab Zagong.
"Oh...ternyata seperti itu...aku sangat berterima kasih kepada tuan karena sudah membantuku untuk menciptakan senjata pusaka ini." Ucap Xue Yunlei sambil menatap pedang ditangannya.
"Apakah saat ini kita sudah bisa mencoba kekuatannya?." Lanjut Xue Yunlei.
"Iya, itu sudah bisa tuan lakukan." Ucap Zagong.
"Tetapi dimana tempat yang tepat untuk bisa menguji kekuatan senjata pusaka ini?."
"Tuan Xue, sebaiknya kita pergi kehutan yang berada diluar kota untuk menguji kekuatannya." Jawab Zagong.
"Kalau begitu, ayo kita pergi...aku sudah tidak sabar untuk mengetahui sedasyat apa kekuatannya." Ajak Xue Yunlei.
"Baiklah, ayo kita pergi." Balas Zagong sambil berjalan keluar dari ruang kerjanya itu.
Xue Yunlei segera mengikuti kurcaci itu dari belakang.
"Penguasa, kalian hendak pergi kemana?." Tanya Yao Laohu.
"Ayo ikut kami... " Ajak Xue Yunlei.
"Baik penguasa." Balas Yao Laohu menanggapi.
Gai Bian, Langren, Huaxianzi serta Zhuan Zhu tidak tinggal diam, mereka juga segera mengikuti Xue Yunlei, Zagong dan Yao Laohu dari belakang.
Mereka pun berjalan dengan menggunakan wujud manusia.
Setelah sudah tiba di luar kota itu, akhirnya Zagong pun mengajak mereka untuk melakukan perjalanan dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh agar mereka bisa tiba secepatnya di kedalaman hutan tersebut.
Setelah tiba di sebuah bukit berbatu, Zagong segera berkata "Tuan, silahkan anda coba pedang itu di bukit berbatu ini."
Mendapatkan saran dari Zagong, Xue Yunlei segera mengeluarkan pedang pusaka miliknya dan melesat terbang ke udara sambil menebaskan pedang miliknya ke arah bukit berbatu itu.
Blaaarrr
Bunyi ledakan pun terjadi saat energi pedang milik Xue Yunlei membelah bukit berbatu itu sehingga terlihat celah besar yang memisahkan gundukan bukit itu menjadi dua bagian.
Xue Yunlei langsung tersenyum puas setelah melihat hasil dari apa yang dia lakukan dengan pedangnya itu.
Hanya dengan menggunakan kekuatan pedang miliknya saja sudah membuat bukit batu itu terbelah menjadi dua bagian. Apalagi jika ditambah dengan energi qi yang dia miliki, pasti akan membuat puncak bukit berbatu itu akan berkurang.
"Bagaimana tuan Xue? Apakah kau merasa puas dengan hasil karyaku itu?." Tanya Zagong dengan senyuman yang penuh arti.
"Bisa tuan Xue, aku bisa melakukan itu, tetapi menurutku masih ada hal yang kau lupakan sampai detik ini." Ucap Zagong sambil menunjukkan senyuman yang penuh arti terhadap Xue Yunlei.
"Apakah masih ada yang kurang dengan pedang pusaka milikku ini? Oh tidak! Aku harus bisa membiasakan kekuatan pedang pusaka ini menyatu dengan tubuhku...baiklah, kalian harap bisa menungguku sebentar, sebab aku akan mencoba untuk menyatu dengan pedang pusaka ini sampai tidak ada hal yang membuatku merasa tidak nyaman."
"Baik penguasa! Kami akan menunggumu hingga bisa menyatu dengan pedang pusaka itu sebaik mungkin." Jawab Yao Laohu yang dibenarkan juga oleh yang lainnya.
Sedangkan Zagong hanya bisa menggaruk kepalanya disaat Xue Yunlei memutuskan untuk bermeditasi.
"Aku pikir seorang manusia lebih sensitif dalam setiap situasi, ternyata aku salah telah berpikir seperti itu."
Yang Zagong maksudkan adalah bayaran untuk jasa yang telah dia lakukan setelah selesai membuat pedang pusaka milik Xue Yunlei. Akan tetapi Xue Yunlei tidak mengerti dan belum juga memberikan bayaran kepadanya.
Xue Yunlei yang saat ini sedang bermeditasi mulai merasakan kembali kekuatan yang terkandung didalam pedang pusaka miliknya itu.
Energi besar yang dia rasakan itu mulai di salurkan keseluruh tubuhnya agar bisa menyatu dengan nyaman didalam tubuhnya.
Setelah menunggu seharian penuh, akhirnya Xue Yunlei bisa mencapai apa yang dia inginkan sehingga pemuda itu perlahan mulai membuka matanya sambil tersenyum puas.
"Bagaimana penguasa? Apakah sudah sesuai dengan keinginanmu?." Tanya Yao Laohu penasaran.
"Iya pendekar Xue, bagaimana? Apakah anda saat ini sudah merasa nyaman?." Sambung Zhuan Zhu bertanya.
Sedangkan tiga lainnya juga merasa penasaran dengan jawaban yang akan diberikan oleh Xue Yunlei dan terus menatap kearah pemuda itu.
"Iya, saat ini aku sudah merasa nyaman karena pedang pusaka itu telah menyatu dengan tubuhku." Jawab Xue Yunlei sambil tersenyum.
"Baiklah,urusan kita didunia ini sudah selesai, ayo kita berangkat untuk keluar dari dunia ini... tuan Zagong, mohon bantuannya." Lanjut Xue Yunlei sambil menatap kearah kurcaci itu yang sedang menatapnya dengan murung.
Melihat sikap serta tatapan Zagong, Xue Yunlei menjadi penasaran sehingga segera melontarkan pertanyaan "Tuan Zagong, apakah ada hal yang masih kurang menurut anda?."
"He...he...he...he...he..." Dengan malu-malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal Zagong pun menjawab "Iya tuan Xue, memang masih ada hal yang kurang."
"Apa itu?." Dengan cepat Xue Yunlei bertanya.
Dengan tersenyum malu Zagong pun menjawab "Bayaran atas jasaku."
"Oh iya...tuan Zagong, mohon maaf jika aku telah melupakannya...itu terjadi karena aku merasa sangat puas dan sangat senang dengan hasil karyamu itu, sehingga aku bisa melupakan bayaranmu." Xue Yunlei menanggapi.
Pemuda itu pun segera memberikan separuh bayaran terlebih dahulu kepada Zagong dan lanjut berkata "Setengah bayarannya akan aku berikan saat kau telah membukakan portal ruang dan waktu kepada kami."
"Baik, ayo kita pergi." Balas Zagong dan langsung melesat terbang untuk menuju ke tempat yang Xue Yunlei maksudkan.
Dengan cepat kernam sosok itu juga segera mengikuti kurcaci itu dari belakang.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi mereka untuk bisa tiba di tempat dimana portal ruang dan waktu itu berada.
"Tuan Xue, disini tempat portal ruang dan waktu itu berada." Ucap Zagong.
"Benar penguasa, ini tempat yang aku datangi saat aku akan kembali ke dunia manusia." Sambung Yao Laohu membenarkan.
"Kalau begitu, silahkan diaktifkan portalnya." Ucap Xue Yunlei menanggapi.
Zagong hanya melihatnya sejenak seperti sedang berpikir namun kemudian melakukan apa yang Xue Yunlei perintahkan.
Saat udara diantara kedua pilar itu berdengung, Xue Yunlei segera mengeluarkan sisa bayaran untuk Zagong.
Hati kurcaci itu langsung merasa lega karena Xue Yunlei menepati janjinya untuk memberikan sisa bayaran untuknya.
Setelah portal ruang dan waktu itu sepenuhnya telah aktif, Xue Yunlei pun segera menyerahkan sisa bayaran itu dan langsung memasuki portal ruang dan waktu serta berkata "Tuan Zagong, semoga kita bisa bertemu kembali...terima kasih atas bantuannya." Ucap Xue Yunlei sambil menangkupkan kedua tangannya.
Xue Yunlei merasa ragu untuk memberikan secara keseluruhan bayaran atas jasa Zagong karena dia ingin mengantisipasi kerakusan bangsa kurcaci itu.
~Bersambung~