
Saat Xue Zhao merasa sudah bisa memenangkan pertarungannya dengan Qingsu Daode, pemuda itu pun langsung berkata.
"Jika kau mau menjadi bawahan ku, aku akan mengampunimu...tetapi jika kau tidak mau menjadi bawahan ku, aku akan melumpuhkan dirimu dan membiarkan wanita itu menyerap energi qi yang kau miliki." Ucapnya dengan ancaman.
Mendengar ancaman pemuda yang bertarung dengannya, membuat pikiran pria sepuh itu menjadi sangat kacau.
"Cepat jawab pertanyaanku sebelum kau menyesal." Xue Zhao kembali menekan Qingsu Daode.
"Baiklah, aku mau menjadi bawahanmu dan siap untuk menerima setiap perintah yang kau berikan." Ucap Qingsu Daode.
Xue Zhao pun segera menghentikan tindakannya dan menarik kembali energi qi yang dia keluarkan, begitu juga dengan pria sepuh yang menjadi lawannya.
Keduanya segera mendarat ditanah untuk melakukan sumpah jika Qingsu Daode benar-benar mau menjadi bawahan Xue Zhao.
Melihat Qingsu Daode dan Xue Zhao telah menghentikan pertarungan mereka, Du Tiansang dan yang lainnya juga melakukan hal yang sama.
Itu karena mereka merasa penasaran dengan tindakan kedua pemimpin mereka.
"Cepat kau bersumpah kepada langit dan bumi bahwa kau benar-benar mau menjadi bawahanku." Ucap Xue Zhao lagi.
"Aku Qingsu Daode, bersumpah untuk menjadi bawahan tuan muda...." Pria sepuh itu tidak bisa melanjutkan perkataannya.
"Namaku Xue Zhao." Ucap pemuda itu.
"Aku Qingsu Daode, bersumpah kepada langit dan bumi mulai hari ini akan menjadi bawahan tuan muda Xue Zhao dan akan melakukan setiap perintah yang dia berikan kepadaku serta siap dihukum oleh langit jika aku melanggar sumpahku ini." Ucap pria sepuh itu sambil berlutut ditanah.
"Kau ingat baik-baik dengan sumpah mu itu, karena jika kau melanggarnya, meskipun langit telah menghukummu, tetapi aku juga akan menghukum semua orang yang berasal dari suku Tangut." Tutur Xue Zhao agar Qingsu Daode benar-benar tidak akan mengkhianati dirinya.
"Cepat perintahkan keempat leluhur yang lain untuk melakukan hal yang sama dengan apa yang kau lakukan." Xue Zhao kembali memberi perintah.
Qingsu Daode pun segera melakukan perintah Xue Zhao untuk menyuruh keempat leluhur suku Tangut yang lain untuk bersumpah dan menjadi bawahan pemuda itu.
"Saudara Qingsu, mengapa kita harus tunduk dan menjadi bawahannya?" Ucap salah satu leluhur mempertanyakan keputusan Qingsu Daode.
"Jangan kalian membantah jika kalian tidak mau energi qi kalian diserap oleh wanita itu." Balas Qingsu Daode.
"Lebih baik kita bertarung sampai mati dari pada menjadi bawahan mereka!" Teriak seorang leluhur menanggapi ucapan Qingsu Daode.
"Jika kita berlima telah terbunuh, apakah kau pikir anggota suku Tangut akan hidup dengan tenang? Pikirkan juga keselamatan mereka." Qingsu Daode mencoba memberikan penjelasan.
Keempat leluhur suku Tangut itu kini kembali memikirkan perkataan Qingsu Daode.
"Apa yang saudara Qingsu katakan itu benar adanya, kita harus memikirkan juga nasib dan keberlangsungan hidup anggota suku Tangut." Ucap seorang leluhur dengan basis kultivasi sebagai seorang pendekar immortal akhir.
Ketiganya langsung menganggukkan kepala mereka tanda menyetujui perkataan leluhur tersebut.
Du Tiansang dan tiga sosok lainnya tetap siap untuk melanjutkan pertarungan jika keempat leluhur suku Tangut itu tidak mau tunduk.
Pendekar immortal akhir itu segera melesat kearah Xue Zhao berada dan segera mendarat ditanah untuk melakukan hal yang sama seperti apa yang Qingsu Daode lakukan.
Tindakannya itu diikuti juga oleh tiga leluhur yang lain.
Xue Zhao kini tersenyum puas karena kekuatan yang dia miliki saat ini sudah melampaui kekuatan yang Xue Yunlei miliki.
"Nona Bao, apakah kekuatanmu telah pulih?" Tanya Xue Zhao.
"Iya, kekuatanku saat ini telah pulih." Jawab Bao Meng Ling.
"Pendekar Feng Ya, bagaimana denganmu?" Lanjut Xue Zhao.
"Kekuatanku juga telah pulih." Jawab Feng Ya.
"Kalau begitu, saat ini, sebaiknya kita segera pergi ke gunung Kongtong untuk menemui guru Huanglong."
"Qingsu Daode, suruh penguasa kota itu untuk membersihkan kekacauan yang telah terjadi." Perintah Xue Zhao.
"Baik tuan." Jawab pria sepuh itu dan segera melakukan apa yang Xue Zhao perintahkan.
Setelah itu, mereka pun segera menghilang dari kota Sungai Perak untuk menuju ke gunung Kongtong.
Kini kelompok Xue Zhao telah berjumlah enam belas orang, namun seorang diantara mereka tidak terhitung sebagai bawahan pemuda itu.
Dan sosok itu adalah Cui Zhiyu, putra dari Huanglong yang hanyalah seorang pendekar dewa.
Sesampainya di gunung itu, mereka diperlihatkan sebuah formasi pelindung kuno, dan Xue Zhao yang didalam dirinya adalah roh dewa sejati tidak bisa menemukan kelemahan dari formasi tersebut.
"Kakak Huanglong, sebaiknya kita bermeditasi untuk bisa berkomunikasi dengan guru agar dia mengetahui jika kita datang untuk bertemu dengannya." Ucap Qingsu Daode.
"Adik Qingsu, kau saja yang melakukan hal itu, sebab saat ini aku tidak bisa menggunakan kekuatan spiritual." Jawab Huanglong.
"Baiklah, aku akan melakukan hal itu." Ucap Qingsu Daode menerima saran Huanglong.
"Bagaimana tuan muda, apakah kau bisa membuka formasi pelindung ini?" Tanya Bao Meng Ling.
"Jika membukanya dengan paksa, pasti aku bisa melakukannya, namun hubungan kita tidak akan baik dengan guru mereka." Jawab Xue Zhao sedikit berdusta.
"Jadi saat ini, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Bao Meng Ling lagi.
"Sebaiknya kita menunggu Qingsu Daode mencoba untuk berkomunikasi dengan gurunya." Jawab Xue Zhao.
Mereka akhirnya beristirahat untuk menunggu kabar dari Qingsu Daode setelah berkomunikasi dengan gurunya.
Di markas suku Hushi Timur.
Xue Yunlei yang telah selesai mengolah energi qi milik beberapa pendekar yang dia serap sebelumnya membuat basis kultivasinya meningkat menjadi seorang pendekar diranah Xian awal.
Xue Yunlei kembali bermeditasi untuk mencari keberadaan Huanglong melalui benang sutra emas yang melilit tubuh pria sepuh itu.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya dia bisa menemukan keberadaan Huanglong dan segera menghentikan tindakannya itu.
"Huaxianzi, Yao Laohu, Langren, Gai Bian, ayo kita susul mereka ke gunung Kongtong. Akan tetapi kita tidak bisa langsung bertindak, sebab kita harus mempelajari terlebih dahulu situasi yang ada disana." Tutur Xue Yunlei.
"Baik tuan!" Ucap mereka serentak.
Mereka pun segera menghilang untuk pergi dari tempat itu dan menuju ke gunung Kongtong.
Beberapa saat kemudian akhirnya mereka pun tiba dikaki gunung Kongtong.
"Samarkan aura keberadaan kalian agar tidak ada yang bisa mengetahui kedatangan kita digunung ini." Perintah Xue Yunlei.
"Ayo kita awasi mereka dari atas udara." Ajak Xue Yunlei.
Keempat sosok itu segera menyusul pemuda itu dari belakang dan mulai mengawasi gunung tersebut.
Saat tiba di tempat dimana kelompok Xue Zhao beristirahat, Xue Yunlei segera melihat apa yang sedang mereka lakukan.
"Hmmmpt...sepertinya mereka sedang beristirahat dan menunggu seseorang." Pikir Xue Yunlei.
"Tidak ku sangka kekuatannya saat ini sudah sekuat itu, bagaimana bisa kekuatan kita seperti ini bisa untuk mengalahkan mereka?" Pikirnya lagi.
"Penguasa, sebaiknya kita kembali saja ke markas bangsa peri di hutan ilusi dan juga meminta bantuan para peri penguasa danau." Ucap Yao Laohu.
"Bagaimana menurut penguasa?" Tanya Yao Laohu.
"Sepertinya saranmu itu sangat tepat, tetapi aku harus membunuh pendekar Xian itu agar kekuatan kelompok Xue Zhao berkurang." Ucap Xue Yunlei.
Pemuda itu segera memusatkan kekuatan spiritual miliknya dan perlahan mulai mengendalikan benang sutra emas ditubuh Huanglong.
Salah satu ujung benang sutra emas perlahan mulai memasuki tubuh pria sepuh itu dan menuju ke jantungnya.
Tiba-tiba Huanglong menjerit kesakitan saat benang sutra emas itu melilit jantungnya dan menghancurkannya dan membuat hidup Huanglong langsung berakhir.
Chui Zhiyu yang melihat hal itu segera memanggil-manggil ayahnya untuk bangun, akan tetapi tindakannya itu hanya sia-sia.
Benang sutra emas itu segera menyerap energi qi yang Huanglong miliki untuk meningkatkan kekuatannya.
Setelah selesai menyerap energi qi Huanglong, benang sutra emas itu berpindah ke tubuh Cui Zhiyu dan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan terhadap korban sebelumnya.
Semua yang melihat hal itu menjadi semakin khawatir dengan situasi tersebut, namun karena benang sutra emas itu tidak terlihat oleh mereka, sehingga salah satu leluhur suku Tangut segera mendekati tubuh Huanglong.
Namun tindakan leluhur itu membawa petaka bagi dirinya, sebab benang sutra emas kembali memasuki tubuhnya.
~Bersambung~