PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 319. Sepakat Bekerja Sama


Melihat sikap kedua sosok didepannya, Yu Fei hanya tersenyum dan kembali berkata.


"Jangan menunjukkan sikap seperti itu kepadaku, silahkan nikmati dahulu jamuan yang telah tersedia didepan kalian berdua."


"Pertemuan kita ini anggap saja untuk mengenang masa lalu kita dan juga untuk memikirkan langkah apa selanjutnya yang akan kita lakukan."


Ming Chuan dan Hong Ye pun segera mengambil cangkir didepan mereka berdua yang telah disiapkan dan langsung meneguk arak didalamnya.


Setelah keduanya meletakkan cangkir di meja, Yu Fei pun kembali angkat suara.


"Jadi, sebenarnya apa tujuan kedatangan saudara Ming Chuan dan saudara Hong Ye kesini?"


"Saudara Yu, kedatangan kami kesini sebenarnya bertujuan untuk melakukan kerja sama dengan pemimpin pasukan kerajaan ini. Akan tetapi kami berdua tidak menduga jika pemimpinnya adalah dirimu." Tutur Ming Chuan menanggapi.


"Kerja sama apa yang ingin dibicarakan oleh saudara Ming Chuan?" Tanya Yu Fei.


"Kaki berdua ingin membantu pasukan kerajaan untuk menyerang kota Yin dari dalam secara bersamaan dengan penyerangan pasukan kerajaan dari luar." Jawab Ming Chuan.


"Ha...ha...ha...ha...ha...aku tidak menyangka jika saudara Ming Chuan bisa memiliki pemikiran seperti itu...tawaran mu itu sungguh sangat menarik." Yu Fei menanggapi.


"Apakah ada hal lain yang membuat saudara Ming Chuan dan saudara Hong Ye merasa yakin akan tindakan yang akan kita lakukan nanti?" Lanjut Yu Fei bertanya.


"Benar, memang ada hal penting yang bisa membuat kita akan berhasil untuk menyerang kota Yin saat ini." Jawab Ming Chuan.


"Jika aku boleh tahu, hal penting apa yang saudara Ming Chuan maksudkan itu?" Yu Fei bertanya karena merasa penasaran.


"Ha...ha...ha...ha...ha...saudara Yu Fei tak usah terburu-buru, mari kita bersulang untuk kerja sama kita." Tanggapan yang diberikan oleh Ming Chuan.


"Sepertinya saudara Ming Chuan sangat mengerti dengan situasi saat ini...baiklah, ayo kita bersulang untuk kerja sama kita." Tutur Yu Fei menanggapi perkataan Ming Chuan.


"Apakah saudara Yu Fei telah menyetujui kerja sama yang kita ajukan?" Tanya Hong Ye ingin memastikan.


"Itu benar...apakah saudara Hong Ye meragukanku?" Jawab Yu Fei.


"Bukan seperti itu maksudku, akan tetapi sebelum kita melanjutkan kegiatan kita, aku juga harus mendapatkan kepastian dari saudara Yu Fei mengenai hal itu." Balas Hong Ye.


"Mari kita bersulang!" Lanjut Hong Ye sambil mengangkat cangkirnya lagi.


Mereka bertiga akhirnya merayakan kerja sama mereka dan menikmati jamuan yang telah disediakan.


Saat subuh, keduanya pun segera kembali memasuki kota Yin tanpa diketahui oleh para prajurit yang berjaga.


Chen Kaibo yang saat itu mencoba untuk mendapatkan informasi secara diam-diam di perkemahan pasukan kerajaan, hanya bisa terkejut dengan pergerakan kedua sosok tersebut.


"Siapa kedua orang itu? Mengapa mereka berdua melesat ke arah kota Yin?" Pikir Chen Kaibo dan segera mengikuti keduanya.


Akan tetapi Chen Kaibo kehilangan jejak kedua sosok yang dia kejar saat berada didalam kota Yin.


"Sial! Kemana perginya kedua orang itu?"


"Jika dilihat dari kemampuan mereka berdua, sepertinya mereka adalah seorang pendekar dewa...tetapi siapa mereka?" Pikir Chen Kaibo yang terus mencari keberadaan Ming Chuan dan Hong Ye.


"Saudara Ming, sepertinya kita sedang diikuti...untung saja kita telah menyamarkan aura keberadaan kita, jika tidak, pasti dia bisa menemukan keberadaan kita" Bisik Hong Ye.


Ming Chuan hanya mengangguk menanggapi ucapan Hong Ye.


Keduanya pun segera melanjutkan perjalanan untuk melakukan rencana yang telah mereka terima dari Yu Fei yaitu menangkap Shang Mingmei.


Chen Kaibo terus menerus melakukan pencarian terhadap kedua sosok yang dia kejar. Namun karena tidak bisa menemukan mereka, sehingga dirinya segera pergi ke barak pasukannya untuk memerintahkan kepada mereka agar selalu waspada.


Pasukan kota Yin secara intens melakukan patroli di seluruh wilayah kota itu untuk bisa menemukan dimana keberadaan kedua sosok yang memasuki kota Yin.


Saat hari akan terang, terjadi kegemparan di markas klan Shang.


Itu karena salah seorang pelayan berteriak histeris setelah melihat pelayan yang lain yang dalam keadaan tergeletak berlumuran darah dan sudah kehilangan nyawanya.


Semua anggota klan Shang langsung berkumpul di salah satu paviliun dimana Shang Mingmei tinggal.


"Siapa yang melakukan hal ini? Dimana nona Shang Mingmei?" Tutur Shang Chiu dan segera memasuki paviliun tersebut diikuti oleh para tetua.


Tidak hanya Shang Mingmei, namun ibunya juga tidak bisa ditemukan oleh mereka.


"Sialan! Siapa yang melakukan hal ini? Apakah ini berhubungan dengan pasukan kerajaan yang berada di luar kota Yin ini!?" Shang Chiu menggerutu.


"Patriark, ayo kita sampaikan masalah ini kepada patriark Xue Beng!" Ucap seorang tetua.


"Ayo kita pergi! Yang lain tetap berjaga disini!" Tutur Shang Chiu dan segera pergi meninggalkan kediaman Shang Mingmei.


Keributan di markas klan Shang itu menarik perhatian Chen Kaibo, sehingga dirinya segera pergi ke markas klan Shang untuk mengecek hal tersebut.


Chen Kaibo yang baru saja tiba markas klan Shang langsung melontarkan pertanyaan saat bertemu dengan Shang Chiu dan yang lainnya.


"Patriark Shang, apa yang telah terjadi? Mengapa terdengar ada keributan di tempat kalian?"


"Komandan Chen, nona Shang Mingmei dan ibunya sepertinya telah diculik oleh seseorang, sebab mereka berdua saat ini tidak ada dikediaman mereka." Jawab Shang Chiu.


"Apakah kalian mengetahui siapa yang melakukan hal itu?" Tanya Chen Kaibo lagi.


"Aku sudah bertanya, namun tidak ada saksi mata yang melihatnya, namun ada dua mayat pelayan nona Shang Mingmei yang tergeletak disana, kemungkinan besar mereka yang melihat kejadian itu dan langsung dibunuh oleh orang yang menculik nona Shang Mingmei dan ibunya." Jawab Shang Chiu.


Chen Kaibo pun terdiam dan berpikir mengenai apa yang baru saja dijelaskan oleh Shang Chiu.


Bertepatan dengan itu, rombongan pasukan yang dipimpin oleh seorang komandan tiba di tempat itu.


"Hormat kepada komandan Chen! Hormat kepada Patriark Shang!" Ucap sang komandan pasukan.


"Kalian cepat periksa seluruh kota dan cari nona Shang Mingmei dan ibunya, jangan lewatkan satu bangunan pun!" Perintah Chen Kaibo.


"Komandan Chen, aku saat ini akan pergi bertemu dengan Patriark Xue Beng untuk memberitahukan kepadanya mengenai kejadian ini." Tutur Shang Chiu.


"Baik Patriark Shang! Aku akan membantu mereka untuk bisa menemukan keberadaan nona Shang Mingmei dan ibunya" Balas Chen Kaibo pasukan.


"Komandan Chen, terima kasih atas bantuannya!" Balas Shang Chiu.


Shang Chiu pun segera pergi meninggalkan markas klan Shang dan menuju ke balai kota untuk bertemu dengan Xue Beng.


Di perkemahan pasukan kerajaan, kini Ming Chuan dan Hong Ye telah kembali sambil membawa dua orang wanita yang terlihat berbeda usia.


Dan kedua wanita itu adalah Shang Mingmei serta ibunya.


Mereka berdua berhasil lolos dari perhatian Chen Kaibo yang saat itu sedang mencari keduanya.


Dan kematian pelayan itu memang disengaja oleh mereka agar bisa menarik perhatian Chen Kaibo untuk menuju ke kediaman Shang Mingmei supaya mereka berdua leluasa untuk bisa membawa Shang Mingmei dan ibunya untuk keluar dari kota Yin.


"Saudara Yu Fei, apa yang harus kita lakukan bagi mereka berdua?" Tanya Ming Chuan setelah bertemu dengan Yu Fei.


"Cepat kalian berdua pergi untuk menyembunyikan mereka berdua agar tidak bisa ditemukan oleh siapa pun." Jawab Yu Fei.


"Dan kau harus ingat, setelah menyembunyikan mereka berdua, kau harus kembali ke sini, biarkan saudara Hong Ye yang menjaga mereka." Lanjut Yu Fei.


"Baik! Kalau begitu kami pergi dulu!" Balas Ming Chuan dan segera pergi meninggalkan Yu Fei.


Setelah kedua sosok itu pergi bersama dengan dua wanita yang mereka tangkap, Yu Fei pun bergumam.


"Sepertinya rencana utamaku akan berjalan sesuai dengan keinginan ku, ini benar-benar membuatku bisa menguasai negara Xin ini dengan mudah."


"Ternyata bekerja sama dengan mereka berdua sangat menguntungkan juga, ternyata aku tidak salah telah mengambil keputusan itu."


Yu Fei tersenyum penuh kemenangan dengan apa yang baru saja dia capai saat itu, sebab baginya, meskipun ada Xue Yunlei dihadapannya, dia tidak perlu merasa takut lagi, sebab dirinya memiliki sandera yang adalah sosok yang paling penting bagi orang yang dia takuti itu.


Sedangkan Chen Kaibo sendiri setelah mengetahui bahwa Shang Mingmei telah diculik, dirinya merasa sangat khawatir dengan Xue Yunlei.


Itu karena dirinya telah dipercayakan untuk bisa menjaga kota Yin dan juga orang yang penting bagi Xue Yunlei.


~Bersambung~